Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Takut kehilangan


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca


Dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Saat ini kiara berada di kamarnya, sedang duduk di meja, depan Televisi dengan Laptop yang menyala.


" Huft .... Ternyata Aku masih belum bisa jujur yah sama Dirga , padahal awalnya mau jujur, tapi kenapa nggak bisa ya? Aku masih belum rela, jika Dirga lebih memilih mundur, di bandingkan memperjuangkan hubungan Kami nanti" gumam Kiara.


Laptopnya di biarkan menyala, dengan Layar yang memperlihatkan Laporan harian yang di kirim Rekan kerjanya.


Fokusnya saat ini bukan pada kerjaannya, melainkan pada pertanyaan Dirga, pertanyaan yang Simple, namun tidak untuk di ungkapkan dengan kata-kata.


Flasback on


" Oh iya ... Ra.. Dari awal Aku mau nanya sih, tapi aku baru inget sekarang. Aku boleh kan nanya sesuatu? " Lanjutnya bertanya, membuat Kiara penasaran.


" Apa? " balas Kiara.


" Kamu datang ke sini, karena ada masalah atau liburan?" tanya Dirga.


Mendengar pertanyaan dari Dirga, Kiara diam mematung dengan wajah yang memucat.


Saat Merasakan tubuh Kiara yang tiba-tiba menegang, Dirga melanjutkan Analisis sok polosnya, berharap Kiara akan mengatakan alasan sebenarnya Kepadanya.


" Dari apa yang Aku perhatiin, jika itu Cuti liburan, kenapa kamu masih mengerjakan pekerjaan lewat Laptopmu?"


" Seharusnya, kalau kamu liburan orang Kantor nggak perlu dong, bikin Repot kamu dengan mengerjakan pekerjaan di saat cuti libur Kamu? " lanjut Dirga bertanya, dengan nada yang di buat bingung.


Kiara semakin menegang, Ia sendiri bingung harus menjelaskannya seperti apa.


Di satu sisi, Ia ingin jujur. tapi di sisi lainya Ia takut jika Dirga akan meninggalkan nya, mengingat Watak Kakeknya yang keras. Tentu saja artinya Ia dan Dirga, selamanya tidak akan bersama. Karena Ia sesungguhnya, sudah memiliki Calon Suami yang pasti menjadi suaminya.


Hening sesaat


" Loh ... Ra, kok diem aja. Kenapa? " tanya Dirga, saat kiara tidak menjawab pertanyaannya.


Dirga menepuk lengan Kiara, yang melingkar di lengannya.


" Ra ... Hey... Kok bengong?" tanya Dirga, saat melihat Kiara yang melihat ke arahnya, namun dengan tatapan kosong.

__ADS_1


" Ah .. Kenapa Ga , tadi kamu tanya apa?" balas Kiara bertanya, dengan suara tergagap baru sadar dari acara melamunnya.


Dirga Menghela nafas


" Sepertinya dia kepikiran pertanyaan Gue deh, mungkin belum saatnya" batin Dirga maklum.


" Nggak jadi deh, terus Kamu masih lama nggak berada di sininya?" tanya Dirga, mengalihkan pertanyaan sebelumnya.


" Em ... Nggak tahu, Kenapa?. " jawab dan tanya Kiara.


" Nggak apa-apa, kerjaan Kamu gimana nanti" tanya Dirga.


" Ya gitu deh ... Hehehe. " balas Kiara kemudian terkekeh.


Dan selanjutnya di isi oleh pertanyaan-pertanyaan yang sepele, seputar keluarga dan kehidupan di luar saat di kantor, serta pertanyaan tentang kehidupan pribadi.


Membuat Kiara merasakan perasaan bersalah kepada Dirga.


Flasback off


" Maafin Aku ya Ga , Aku belum bisa jujur. Suatu hari nanti, Aku pasti kasih tahu kamu yang sebenarnya." batin Kiara.


" Ya Tuhan ... Aku sungguh menyayangi Dirga , Aku nggak mau memilih antara Kakek dan Dirga." gumam Kiara .


Kiara berdoa kepada Tuhan, agar di berikan jalan yang terbaik untuk semuanya.


Dirga sedang menerima panggilan, dari Kakek Bagus , Kakek dari Kiara.


Akhir-akhir ini, Ia sering bertukar kabar dengan Kakek , atau Papa dan Mama dari Kiara. bercerita tentang kelancaran hubungan mereka, Berdua yang di tanggapi antusias oleh Mereka Sekeluarga.


" Kiara belum mau terbuka Kek "


".... "


" Sudah, dan Aku fikir dia mau cerita, ternyata tidak"


".... "


" Humm , tentu saja." Dirga tersenyum


"... "


" Baik ... Selamat istirahat Kek! "

__ADS_1


".... "


Klik.


Panggilan pun terputus, membuat Dirga membuang nafasnya lega.


Tentu saja apa yang di bilang Kakek Bagus itu suatu hal yang sudah Ia ketahui, Kiara itu bukan orang yang mudah di tebak dan itu membuatnya yakin, jika saat ini Kiara pun sedang memikirkan pertanyaannya tadi.


" Sorry ya Ra ... Kalau Gue, lebih memilih datang sebagai Dirga , yang pura-pura asing buat Lu , alih-alih memperkenalkan diri sebagai Calon Suami Lu, lebih baik Gue dapetin hati lu melalui perjuangan seperti ini. Gue yakin, Lu pasti nerima gue apa adanya" gumam Dirga, dengan kepala yang menengadah, melihat langit malam yang di hiasi awan kelabu, menghalangi Bintang malam ini.


" Walaupun Lu nanti marah sama gue, dengan kebohongan Gue selama ini, tapi Gue harap itu nggak mengubah perasaan Lu sebenarnya ke Gue. " lanjut Dirga bergumam.


Dirga memutuskan untuk menenggelamkan fikirannya, dengan mengerjakan Laporan dari pada bergalau ria, baginya Laporan segunung lebih baik, dibandingkan dengan persoalan yang menyangkut hati


" Sial ... Galau kayak anak remaja, padahal waktu remaja nggak pernah galau." batin dirga kesal, dengan jari yang mengetik Keyboard brutal melampiaskan emosinya. akibat ketidak jujuran Kiara kepadanya. Tidak berfikir, jika Ia juga memiliki rahasia yang Kiara pun seharusnya tahu.


Kediamanan Wicaksono


Di kediaman Wicaksono , tepatnya di kamar Kakek Bagus.


Saat ini Kakek Bagus sedang mengingat lagi, percakapan dengan Calon Cucu Mantunya, yang akhir-akhir ini sering berkomunikasi dengannya, maupun anak dan mantu nya.


Akhirnya Ia bisa bernafas lega, karena Dirga sudah berhasil meluluhkan hati Kiara, bahkan hubungan Keduanya pun semakin baik.


Ia tentu saja senang, Cucunya yang memiliki kenangan buruk tentang Lelaki, akhirnya mau membuka hati, apalagi dengan Calon Suaminya sendiri..


Sudah ia prediksi , jika Dirga adalah pilihan tepat untuk Kiara, Cucu kesayanganyanya.


Selain dari Keluarga yang jelas asal-usulnya, Dirga juga memiliki Reputasi yang bagus, di luar sikap dingin dan arogan nya. Dirga bukanlah seorang pria yang suka bermain dengan Wanita sembarangan, jadi Ia yakin bersama Dirga, Kiara Cucunya akan bahagia.


Dan di lihat dari sikapnya juga, Kakek Bagus menilai jika Dirga sudah jatuh terlalu dalam dengan pesona Kiara , terbukti dari Perjodohan sepihak yang masih di lanjutkannya.


Di saat Orang lain akan marah, merasa di hina, Dirga justru sebaliknya.


Dirga memperjuangkan kesungguhannya dengan cara yang unik. Tanpa bantuannya, Dirga mampu menaklukan Kiara sampai saat ini.


Walaupun belum bisa jujur dengan Dirga, tapi Kiara yang di kenalnya keras kepala, tentu saja tidak akan terbuka tentang keadaannya saat ini. Ia yakin, Kiara lebih baik menyimpan dari pada menceritakan kebenarannya.


Dengan menceritakan kebenaran, itu artinya Kiara di sediakan pilihan, antara kakek atau Dirga.


" Andai kamu tahu yang sebenarnya, apa kamu masih menentang keinginan Kakek, Cucuku sayang? " gumam Kakek Bagus lirih dengan nada sedih.


" Ya Tuhan ... Aku hanya ingin kebahagiaan dan ingin yang terbaik untuk Cucu-cucuku kelak " doa Kakek Bagus tulus.

__ADS_1


Tbc


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2