Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Blue berry, rasberry atau strawberry


__ADS_3

Happy reading vrohh....


¶¶¶¶¶¶¶¶


Setelah menghabiskan minumannya, Dirga mengajak Kiara untuk berkeliling Kebun Berry.


"Mau keliling kebun?" tanya Dirga tiba-tiba.


Ia melihat Kiara yang selalu melirik ke arah pohon berry, dengan pandangan berbinar-binar.


"Keliling? Mau, mau banget Ga!!!" balas Kiara semangat.


"Ya sudah ayo!!" ajak Dirga kemudian.


"Um!!!" gumam Kiara semangat. Kepalanya mengangguk imut, membuat Dirga tersenyum meski tipis.


Kiara sangat senang, karena bisa melihat langsung pohon buah Berry yang adalah buah favoritnya.


Kiara segera menghampiri pohon Blueberry, yang kebetulan sedang berbuah dan sudah matang.


Ia ingin sekali rasanya memetik dan memakannya, namun Ia belum minta izin dan takut di marahi Si pemilik kebun.


Dirga yang melihat pun berinisiatif, memetikkan satu buah Blueberry yang sudah matang lalu menyuapi Kiara.


"Nihhh ... Di coba!" ujar Dirga.


Perkataan Dirga membuat mata Kiara pun berbinar senang, saat melihat Dirga memberi buah Blueberry kesukaanya.


Huppp!!!


Kemudian masuklah, buah Berry itu kedalam mulut Kiara.


"Emmh ... Perfect!!!" seru Kiara senang. Ia memejamkan mata menikmati rasa buah dengan sungguh-sungguh, ekspresi yang terlihat menggemaskan di mata Dirga dan itu membuatnya tersenyum samar.


"Apa segitu enaknya ya buah ini? hingga dia bisa mengeluarkan ekspresi yang begitu menggemaskan" batin Dirga merasa lucu.


"Gimana tempatnya, bikin hebohkan?" ujar Dirga bertanya, yang di jawab dengan anggukan antusias dari Kiara .


"Um-um ... Ini bener-bener tempat yang paling sempurna untuk penggemar buah Berry seperti Aku, apa di sini ada buah Berry yang lainnya, Ga? " tanya Kiara penasaran. Matanya memandang Dirga dengan binar cerah, kelihatan sekali Ia sangat menyukai tempat ini.

__ADS_1


"Ekspresinya nggak di buat-buat, manis sekali!" batin Dirga senang.


"Tentu saja ... Coba tebak, ada apa lagi di sini?" tanya Dirga.


Kiara meletakan jari telunjuk di bibirnya, lalu begumam panjang tanda berfikir.


Kira-kira ada buah apa lagi, yang akan mereka temui nanti di kebun ini.


"Hum ... Blueberry, Rasberry atau Strawberry, Blackberry,Mulberry,Dewberry,Cranberry oh-oh ... Apa ada buah Cerry juga?" ujar Kiara tanpa jeda.


Jawaban Kiara yang cepat nyerocos tidak bisa berhenti, membuat Dirga iseng memasukkan lagi,buah Blueberry ke dalam mulut Kiara.


Hupp!!!


"Hempp ... Nyam-nyam... Ih jahat banget sih Ga, kalau nanti aku tersedak bagaimana?Huh!" omel Kiara kesal. Tapi tidak dengan mulutnya yang tetap mengunyah, bahkan sebenarnya Ia mau lagi.


"Tuh, mulai lagi buah Berrynya sudah habis, ngomongnya nggak berenti-berenti.Ya sudah Aku masukin lagi aja,biar berenti sebentar!" ujar Dirga tanpa dosa. Ia tersenyum jenaka, sambil membalas omelan dari Kiara.


"Ih ... Kan tadi Kamu bertanya, ada buah Berry apa lagi di sini? ya sudah aku jawab dong!" balas Kiara tidak mau kalah. Ia dengan kerasa kepala,melanjutkan debat argumenya dengan Dirga.


"Oke ... Fine, aku kalah sama Tuan Putri Kiara!" balas Dirga mengalah. Lebih baik menyerah, dari pada telinganya harus jadi korban keganasan suara lima oktaf milik Kiara lagi.


"Oke!"


"Jadi, apa Kamu sudah siap keliling kebunnya hari ini" lanjut Dirga bertanya. Ia tersenyum kecil, melihat Kiara dengan pandangan lembut.


"Umm ... Siap kapten!" seru Kiara semangat.


Kiara menghampiri tempat penyimpanan keranjang,membawa di lengannya untuk meletakkan buah Berry yang sudah di petik, lalu bergegas mengikuti langkah Dirga.


"Kamu Ngapain bawa keranjang?" goda Dirga dengan alis terangkat.


Ia pura-pura tidak tahu, apa maksud dari ekspresi Kiara.


"Eh ... Nggak petik buah lagi???" tanya Kiara dengan nada kecewa. Ia memandang Dirga dengan raut wajah memelas, berharap di izinkan memetik buah kesukaanya.


"Nggak lah... Bisa-bisa abis nih kebun buah kalau di panen sama Kamu,belum di letakkan di keranjang, buahnya udah masuk ke perut kamu duluan!" ledek Dirga tepat sasaran.


Kiara tidak tersinggung, karena apa yang di ucapkan Dirga benar adanya.

__ADS_1


"Loh, kok kamu tau sih??" tanya Kiara heran


"Tau dong ... Kamu kan makannya banyak!!" ledek Dirga


Lalu terdengar suara tawa meledek dari Dirga, yang membuat Kiara memukuli Dirga dengan keranjang yang dibawanya.


Dirga mencoba menghindari pukulan dari Kiara dan akhirnya Dirga lari menjauh dari Kiara.


Dan kejadian berikutnya, terjadilah aksi kejar-kejaran antara Dirga dan Kiara.


"Yah, jangan lari kamu Ga!!" pekik Kiara keras.


"Coba tangkap Aku, bleee ..."


"Awas yah, kalau ketangkap Aku gunduli Kamu!!!" seru Kiara mengancam.


"Oh yah, takut sekali!!!!"


"Yah, Dirga berhenti kamu!!!!!"


"Ha-ha-ha!!!"


Tawa riang terdengar dari mereka berdua, Pak Jun dan Bi Ina pun yang melihatnya ikut tertawa kecil, menyaksikan Tuan muda mereka bahagia.


Karena selama ini mereka hanya melihat Ekspresi datar dan kaku dari Dirga, bahkan untuk tersenyum pun mereka jarang melihatnya.


"Sepertinya Tuan Dirga jatuh cinta dengan Nona Kiara ya Pak? " ujar Bi Ina betanya kepada suaminya.


"Syukurlah Bu,akhirnya Tuan muda melupakan dan menemukan perempuan tepat, yang bisa membuatnya Dia tertawa bahagia!" balas Pak Jun gembira.


"Semoga mereka bahagia selamanya ya Bu!" Doa Pak Jun yang di amini oleh Bi Ina segera.


"Amin Pak," balas Ibu Ina.


Bersambung


\=\=\=\=


ikuti terus kisahnya

__ADS_1


__ADS_2