
Maaf bila typo mengganggu saat membaca
Dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Tiga hari pun berlalu
Saat ini, Mereka berdua sedang berada di air terjun di ujung Desa Nuan , berendam kaki sambil manikmati udara sejuk.
" Aku heran deh..." ucap Kiara , membuat Dirga yang sedang menikmati cemilan kesukaannya mengangkat alis sebelah bingung.
" Hevhan henavvha (heran kenapa) " tanya Dirga dengan mulut penuh keripik.
" Ih telan dulu baru ngomong! " omel Kiara
" Ya heran aja, kenapa setiap Kita mengunjungi suatu tempat, pasti tempatnya cuma ada Kita berdua. Dari sekian banyak Wisatawan di Penginapan kok nggak ada yang satu tujuan dengan Kita?"lanjut Kiara bertanya serta menjelaskan dengan pose herannya.
" Bruuusshhh ... Uhuk uhuk.."
Dirga, yang mendengar pertanyaan Kiara pun harus rela tersedak air minumnya, pada saat Ia hendak minum kemudian terbatuk.
" Ya ampun Dirga, hati - hati dong kalau minum!" nasihat Kiara dengan tangan yang menepuk nepuk punggung Dirga pelan.
" Uhu ... K ... Uhh..." Dirga masih terbatuk, membuat Kiara khawatir.
" Huf ... Huf ..." Mengatur nafasnya yang ter putus putus, Dirga kemudian meminum kembali air kemasan yang di ulurkan Kiara untuknya.
Kiara mengusap lembut punggung Dirga , hingga batuknya hilang, kemudian menutup kembali tutup botol air bekas Dirga minum tadi.
" Udah mendingan?" tanya Kiara yang di Jawab anggukan kepala Dirga pelan.
" Lain kali, kalau minum hati hati ya, bikin khawatir saja." nasihat Kiara yang membuat Dirga tersenyum iseng.
" Kamu khawatir sama Aku ? Cie... Cie" goda Dirga sambil mencolek hidung Kiara genit.
" Apa sih, tentu saja Aku khawatir. Udah ih jangan Colek-colek, Kamu kira Aku sabun colek apa?" omel Kiara dengan tangan yang sibuk memblokir tangan tangan nakal Dirga.
" Pelit banget Colek dikit doang kok" balas Dirga acuh dengan tangan yang sibuk mencolek pinggang dan pipi kiara
" Masa gue mesti bilang ke lu sih, kalau setiap tempat yang akan Kita kunjungi udah Gue kasih line khusus" batin Dirga .
Baginya cukup Ia,Pekerja, Tuhan dan Author saja, yang tahu alasan tempat yang mereka kunjungi selalu sepi tanpa harus Kiara tahu.
" Ayok bilang sama Aku, Kamu khawatir ya sama Aku?" tanya Dirga lagi setelah menghentikan aksi colek colek nyambinya.
" Iya aku khawatir... Puas?" balas Kiara mengalah, membuat Dirga tersenyum puas.
" Puas .." jawab Dirga singkat, membuat Kiara merotasi bola mata nya sebal
__ADS_1
" Dasar ... Kalau belum di turutin pasti bakal panjang, kerjain ahh" batinnya kemudian tersenyum jahil.
" Iya, soalnya kalau tadi Aku nggak bantu kamu pas waktu keselek takutnya Kamu mati, terus Aku di jadiin tersangka. NahKan Aku khawatir bakal masuk Penjara." ujar Kiara dengan memasang tampang takut di buat buat.
Dirga terkekeh Mendengar penjelasan kiara yang di luar fikirannya
" Nggak pantes banget kalau lagi pasang muka pura-pura" batinnya, pada saat melihat ekspresi Kiara yang sudah di hafalnya luar kepala.
" Reseh ih, doain aku cepet cepet menghadap sang Ilahi ya?, emang kamu bakal nggak nangis kalau Aku mati heummm?" tanya Dirga mengikuti permainan yang di buat Dirga.
Kiara mengedipkan mata nya cepat mendengar perkataan dari Dirga yang seperti itu
" Lagian, emang Kamu nggak takut jadi janda sebelum kawin sama Aku? " lanjut Dirga memasang raut wajah minta di tampol dengan alis naik turun menggoda.
" Apaan sih reseh...." Niat mau ngerjain eh malah di kerjain " balas Kiara dan lanjutnya dalam hati.
" Lohh ... Kok reseh? kan tadi Kamu sendiri yang bilang gitu" balas Dirga masih menggoda Kiara, yang udah manyun karena acara menjahili Dirga ternyata gagal.
" Nggak tuh... Hieee, kan Aku bilangnya khawatir takut masuk Penjara. Bukan khawatir jadi janda" omel Kiara
" Lagian mana ada kawin dulu. Dimana mana itu nikah dulu Dirga Mahesa baru kawin... Huh.. Dasar otak mesum" lanjut Kiara kemudian mengejek Dirga, yang tentu saja membuat Dirga terkekeh.
" Loh .. Aku baru tahu nikah dulu baru kawin? perasaan Aku , kebanyakan Orang kawin dulu deh baru nikah" balas Dirga memasang pose Pobia (Polos BIAdab) nya.
Cubit cubit...
Dan Kiara pun tidak segan-segan memberikan Dirga cubitan mautnya, pada saat mendengar pernyataan Dirga yang menurut nya sangat ngawur.
" Yak ... Dasar mesum, di cubit kok keenakan" ujar Kiara kesal dengan suara membahananya.
" Khe hehe hehehe"
Dirga hanya bisa terkekeh, melihat Kiara yang kesal dengan jawaban ngawurnya, baginya Kiara yang kesal itu sesuatu yang indah.
(eror kamu nak)
" Akh ... Oke Stop Sayang ,nanti pada biru loh ... kamu nggak mau kan punya Suami badannya ada banyak tutul-tutul birunya?apa kata pembaca, kalau Istrinya di tangkap polisi karena KDRT ke Suaminya, Hayooo?" ujar Dirga dengan watadosnya, yang tentu saja membuat Kiara melongo dengan tidak elit nya.
" Oy ... Malah melongo" tegur Dirga, pada saat melihat Kiara yang hanya melihatnya dengan mata melotot namun tidak bersuara.
" Kenapa sih? terharu ya punya Suami kayak aku gini,Kan kan" lanjut Dirga dengan kedua alis naik turun jahil.
Kiara menempelkan punggung tangan nya ke kening dirga
" Nggak panas? " gumam Kiara membuat Dirga mengernyit bingung.
" Iyalah Aku nggak panas, kan aku sehat" balas Dirga saat mendengar gumaman pelan Kiara.
" Nah ... Itu, Kamukan lagi nggak sakit ya" Kiara menjeda lalu mengernyit dahi heran
" Tapi kok kamu ngomongnya ngelantur sih, lagian sejak kapan kamu jadi Calon Suami aku" Calon Suami akukan yang di jodohin Kakek Aku." ujar Kiara bertanya lalu melanjutkan dalam hati kenyataan pahit dalam hidupnya
__ADS_1
" Pacaran sama siapa, nikah nanti sama siapa, gini banget ya kehidupan Aku." batin Kiara merana.
" Kalau gitu Kita Kawin aja yuk?biar Aku jadi Suami Kamu." ucap Dirga tiba-tiba yang di hadiah pukulan sayang dengan botol minum dari Kiara.
Bletak...
" Akhh ... Sakit yank" pekik Dirga kesakitan dengan tangan yang sibuk mengusap ubun-ubunnya yang jadi korban pukulan cinta dari Kiara.
" Ngaco kamu, baru aja di bilang Nikah dulu Dirgaseh Mahesa, baru Kawin tapi Masih aja ngawur" omel Kiara.
" Oke nikah dulu baru kawin" balas Dirga menyerah.
" Kalau gitu, gimana kalau kita nikah aja Ra, biar kamu jadi istri aku, ide baguskan... Iya nggak iya nggak" tanya dirga, membuat kiara yang mendengarnya diam mematung tidak percaya dengan lamaran dadakan bin ngaco dari Dirga, dengan Dirga yang saat ini sedang memasang wajah serius tidak ada raut wajah jahil lagi di hadapan Kiara.
" Gimana? Mau nggak" tanya Dirga lagi karena Kiara sama sekali belum membalas pertanyaannya malah diam membatu.
" Halooo ... Ra!" tegur Dirga dengan tangan yang di ayunkan di hadapan wajah Kiara yang diam membisu.
" Ahh ... Ken ... kenapa Ga? " balas Kiara gugup.
" Kamu kebiasaan ih melamun kayak gitu, Aku bilang Kamu mau nggak nik...
" Eh ... Berenang aja yuk, kayaknya adem deh"
Ucapan Dirga buru-buru di sela oleh Kiara, karena Kiara tidak ingin membahas ajakan Pernikahan Dirga yang hanya akan jadi angan-angan mereka saja.
" Sorry ga, Aku nggak maksud nolak ajakan Kamu, meskipun Aku tahu ini pasti hanya becandaanmu tapi entah kenapa Aku menganggapnya serius, dan Aku nggak yakin kita bisa bersama " batin Kiara yang saat ini sudah menceburkan dirinya ke dalam air yang ada di bawah air terjun tersebut.
Dirga terpaku dengan perilaku Kiara, baginya ajakan dadakan lamarannya itu serius tapi kenapa Kiara seakan menghindarinya.
" Apa nanti jika Lu tahu yang sebenarnya Lu juga akan menolak lamaran dari gue Ra?" batin Dirga sedih.
Dirga berdiri, laluberjalan menuju sebuah pohon besar di sudut untuk duduk merenung. Alih-alih mengikuti Kiara yang saat ini sedang berenang,yang tentu saja membuat Kiara heran dengan sikap Dirga yang tidak seperti biasanya.
" Ada apa dengan Dirga?"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Haloo...
Tetap nanti kan kisah selanjutnya ya
Dan
Jangan lupa saran, komentar serta jempol nya
Terimakasih manteman
Salam hangat dari aku, sehangat nasi goreng baru mateng
Sampai babai
__ADS_1