Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
I Love You Fania, Not Kiara


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kaisar saat ini sedang berada di Bandara kota S, hendak menjemput Fania yang hari ini pulang dari Kota sebelah karena pekerjaan modelnya. Ia melihat lagi jam di tangan kirinya, yang menunjukan pukul. 13:15 Wks,itu artinya waktu baru berlalu 10 menit yang lalu. Tapi kenapa Ia merasa lama sekali.


" Apa ini karena Guenya yang terlalu kangen, jadi nggak sabar yah?" Tanyanya pada diri sendiri. Ia jadi tidak sabar bertemu lagi, setelah hampir 1 bulan tidak bertemu.


Setelah menunggu sekitar 15 menit kemudian Ia melihat di Gate kedatangan, seorang cewek dengan tinggi semampai yang berjalan tegap, lengkap dengan masker dan kacamata hitam ke arahnya. Di sampingnya ada seorang cowok yang berjalan beriringan dan mengajak Ia berbincang akrab, seketika rasa nggak suka Mampir di hatinya.


" Siapa cowok itu? Sial" Batinnya emosi.


Kaisar melangkahkan kakinya dengan tergesa, menyambut Fania dengan senyum tipis yang berefek bukan hanya untuk Fania tapi juga pekikan tertahan dari sekitarnya.


" Hai Fan, Gue dateng jemput Lu sesuai janji!" seru Kai setelah sampai di depan Fania, tentu saja masih dengan senyum tipisnya.


" Mas Kai, beneran jemput aku. Kirain cuma bercanda, hehe ..." balas Fania terkekeh senang. Ia melirik ke samping, di mana teman modelnya melirik juga ke arahnya seakan melalui tatapan Dia sedang bertanya.


" Mas, ini kenalin namanya Dion. Ini Partner model Aku, kebetulan juga Dia tinggal di kota S " lanjut Fania mengenalkan.


Kai memandang dengan tatapan menilai, seakan alarm bahaya berbunyi memperingati, jika cowok di samping Fania ini juga mempunyai rasa untuk Gadisnya.


" Kaisar Wiratmadja! " ujar Kai, dengan tangan terulur hendak bersalaman.


" Dion, salam kenal Kaisar" balas Dion. Lalu menarik uluran tangannya, saat Kai segera tanpa lama menarik tangannya kembali.


" Oke Fan, Gue cabut dulu ya. Jangan lupa minggu depan Launching produknya, kita datang samaan aja di Red Carpetnya." lanjut Dion mengingatkan.


" Oke, siap kapten" balas Fania ceria,yang terlihat mengesalkan di mata Kai.


Kai merasa aneh pada dirinya, kenapa Ia tidak suka jika Gadisnya ceria untuk orang lain. Ia merasa jika apapun dari Fania hanya ia yang boleh menikmati, bahkan keceriaan juga serta senyum yang saat ini di umbar oleh Fania.


Kai mengepalkan tangannya menahan emosi, saat ini Ia tidak boleh bertindak gegabah. Ia harus sabar, jika Fania menjadi miliknya maka Ia akan mengatur ulang kehidupan mereka kedepannya bagaimana.


" Yuk Fan, Lu pasti capek. Langsung pulang ke apartemen atau mampir makan dulu? Lu laper nggak?" tanya Kai beruntun.


Fania melihat Kai yang berbeda dari kemarin, ini perasaannya saja atau memang iya. Jika Kai perhatian padanya dengan cara yang berbeda, meski dulu juga perhatian tapi saat ini lebih tulus dan alami, seakan Ia bukan lagi Dia.


" Mas Kai maunya gimana?" tanya Fania balik, ia berjalan bersisian dengan Kai yang sigap membawakan Koper miliknya.


" Makan tapi di apartemen aja bagaimana? Jadi sekalian Lu bisa langsung istirahat " balas Kai melihat Fania yang ada di sampingnya, sedang memasang raut wajah berfikir yang terlihat lucu. Maski tidak terlihat, tapi kai melihat kening berkerut di antara kacamata hitam Fania saat ini.


" Apasih ini gemes banget" batin Kai ingin rasanya mencubit pipi tertutup masker di sampingnya saat ini juga.


" Em ... Oke deh, pesan Junk Food aja ya Mas. Udah lama nih nggak makan Pattypatty dari Wakdonol " seru Fania semangat, hidup sebagai model sungguh berat, Ia tidak bisa menikmati makanan berkalori lebih dari batas per harinya.


" Lu yakin? Nanti badan Lu melar nggak apa-apa? " tanya Kai nggak yakin dengan permintaan Fania yang biasanya makan sehat, bahkan kalaupun makan berat hanya setengah porsi.


" Yakin Mas, nanti bisa olahraga lagi. Lagian kalau masih di bawah standar nggak apa-apa kok. Kalau bisa sekalian pesan es krimnya juga ya Mas Kai! Hehe ..." balas Fania semangat, baginya masa bodo diet apalah-apalah itu yang penting makan puas apalagi tambahan es krim sebagai penutup.


" Enak banget nih sepertinya " Batinnya tidak sadar jika liurnya hampir menetes, untung saja tertutup masker yang di kenakannya.


" As your wish, beibh" seru Kai lalu menggengam tangan Fania lembut, membawanya ke arah Area parkir menuju Mobilnya berada.


Deg ... Deg


Jantung Fania hampir saja copot mendengarnya, sekali lagi Ia berterima kasih karena masker yang di pakainya. Jika tidak, saat ini Kai pasti bisa melihat wajahnya yang hampir menyamai buah tomat.


" Apasih, dari tadi kenapa Mas Kai gini yah" batin Fania heran.


Mereka berdua pun berjalan bersama, di selingi oleh obrolan hingga Area parkir. Kemudian masuk ke dalam mobil, sedangkan Kai terlebih dahulu meletakkan koper milik Fania di bagasi.


Blam


Kaisar menutup pintu mobilnya dengan debaman kuat, lalu memakai seat belt kemudian menghadap samping.


" Sudah pakai Seat beltnya?" tanya Kai, di balas anggukan kepala dari Fania, yang saat ini sedang membuka masker dan kacamata hitamnya.


" Delivery aja yah, kita langsung ke Apartemen nanti kirim ke alamat aja. Bagaimana, setuju nggak?" tanya Kai, sambil menghidupkan mesin mobilnya.


" Oke, Aku yang pesenin aja Mas" balas Fania dengan tangan memegang Handphone bersiap menghubungi Restoran cepat saji yang di maksudnya.


Fania segera menghubungi Restoran tersebut, setelah Kai mengangguk kepala setuju. Kemudian seperti biasa, perjalanan mereka di isi dengan obrolan pertanyaan seputar kegiatan masing-masing dan juga terselip candaan di dalamnya.


Skip


Ceklek

__ADS_1


Fania membuka pintu apartemennya, setelah menekan pasword dan mempersilahkan Kai masuk.


" Apartemennya kecil Mas, maaf yah kalau sempit" seru Fania saat mereka ada di dalam ruang tamu merangkap ruang makan dan televisi apartemen Fania.


" Nggak apa-apa kecil, yang penting hasil sendiri" balas Kai, kemudian meletakkan Koper di sudut pintu yang Ia yakini adalah kamar milik Fania.


" Aku ganti baju dulu Mas, gerah" seru Fania, dengan kaki melangkah meninggalkan Kai yang berkeliling melihat isi Apartemennya.


" Yo'i"


Tidak lama makanan datang, bertepatan dengan Fania yang keluar dari kamarnya.


" Sudah datang Mas?" tanya Fania, saat melihat Kai yang meletakkan bungkus kertas dengan logo Restoran Junk Food terkenal di atas meja makan.


Kai mengangguk sabagai jawaban, lalu membuka bungkusan untuk di keluarkan satu per satu isi makanan yang di pesan oleh Fania.


" Wooah, banyak banget Fan? Lu mau Party yah, ini emang abis cuma 2 orang yang makan?" tanya Kai heboh. Saat Ia melihat 4 porsi kentang goreng, 4 Pattypatty dan intinya masing-masing jenis Junk Food dengan porsi untuk 4 orang.


Fania hanya bisa cengengesan, melangkah ke arah Kai dan segera mencomot kentang goreng yang tadi di keluarkan Kai.


" Balas dendam, Aku 2 bulan nggak makan ginian Mas" balas Fania tanpa merasa bersalah, setelah menelan kentang di dalam mulutnya.


Kaisar geleng-geleng kepala, takjub dengan ukuran makan seorang model yang seperti tidak pernah ketemu Junk Food.


" Dasar, ya sudah nyoh di abisin. Gue sih makan ginian dikit aja udah kenyang" ujar Kai, dengan tangan memasukan potongan Chicken strip kedalam mulut Fania, yang di sambut dengan suka cita.


" Emang pesen banyak buat aku abisin kok, bleeee ... " sahut Fania meledek Kai dengan lidah memelet.


" Ya jangan mewek kalau timbangan naik" balas Kai menggoda Fania, yang memang pernah mengeluh timbangan naik saat Dia kebabalasan makan, sehingga berat badannya sedikit di atas standar.


" Dehhh, siapa yang mewek? " sewot Fania degan mulut penuh stik kentang.


" Pura-pura Insomnia " seru Kai bercanda


" Anemia kali Mas" sahut Fania ikut bercanda, kemudian mereka terkekeh bersama merasa lucu.


" Haha ... Anemia mah kekurangan uang Fan" balas Kai di sela- sela kekehannya.


" Sembarangan Mas Kai ini, Anemia bukan kekurangan uang kali" sahut Fania mengoreksi


" Kekurangan apa?" tanya Kai dengan kekehan gelinya.


" Kekurangan kasih sayang, jadinya kurang tidur yang berujung pada kekurangan darah" balas Fania terkekeh saat Kai dengan gemas mencubit pipinya.


" Wah udah bisa ngegombal yah, kebetulan nih Gue lagi kekurangan kasih sayang. Lu mau nggak bagi-bagi kasih sayang Lu sama Gue?" ujar Kai menatap mata Fania yang melotot lucu.


Plak


" Nggak lucu Mas bercandanya" sewot Fania setelah menampol wajah Kai pelan, lalu mendorongnya menjauh karena posisi saat Kai berbicara tadi wajahnya dekat sekali dengannya.


Kokoro Fania belum kuat, menghadangi wajah seorang Kai yang menatapnya serius.


" Dih, orang ngomong serius kok" sahut Kai setelah wajahnya mundur kebelakang.


" Au ah, Mas Kai bercanda aja. Udah yuk di makan dulu makanannya nanti dingin, nggak enak lagi" ujar Fania menghindar dari tatapan Kai. Ia lebih memilih membawa makanannya ke meja di depan televisi, sambil menenangkan degub Jantungnya yang tiba-tiba menggila.


" Duhhh ... Kenapa lagi- lagi gini sih" batin Fania malu.


Kaisar mendesah lelah, saat sinyal cintanya di anggap mainan. Ia berfikir apa ini karmanya karena di awal perkenalan mereka, Ia tidak tulus melihat Fania sebagai Fania?.


" Haih ... Pake cara apa lagi?" Batinnya bingung.


Mereka menikmati film dan makanan dalam diam, karena pembahasan tadi sehingga suasana menjadi canggung.


Dalam hati Kaisar, Ia ingin sekali mengungkapkan perasaannya kepada Fania, tapi melihat respon penolakan yang tadi membuat Ia berfikir lagi. Apa benar Fania juga punya perasaan padanya? Atau ini hanya rasa pedenya karena selama ini Fania tidak menolak kehadirannya?.


" Kenapa Mas?" tanya Fania bingung, saat mendengar helaan nafas berulang dari samping.


" Nggak, nggak kenapa-napa kok" balas Kai mencoba biasa saja.


Hening lagi, saat ini yang terdengar hanya suara telivisi ruang tamu dengan ukuran sempit milik Fania . Sedangkan penghuninya lebih memilih diam, menikmati film di depan mereka


" Fan! " panggil Kai singkat


" Heum?"


" Kalau Gue bilang, Gue cinta sama Lu. Lu percaya nggak?" tanya Kai tiba-tiba dengan frontalnya.


Uhuuk ...


" Hei, hati-hati kok bisa tersedak gitu?" seru Kai dengan watadosnya. Ia memberi minuman yang segera di teguk rakus oleh Fania.

__ADS_1


" Huhf ... Huhf ..."


Kaisar memperhatikan wajah, dengan tangan yang setia menepuk punggung Fania lembut. Wajah memerah entah karena tersedak atau malu atas pernyataan cintanya yang nggak ada romantis-romantisnya.


" Ya ampun Mas, mau buat aku menuju Nirwana yah? Kok tiba-tiba gitu?" tanya Fania dengan nada sewotnya.


" Yee, siapa yang tiba-tiba? Kan dari awal Gue udah kasih kode keras. Lu nya aja yang nggak nganggep" bantah Kai keras kepala, sudah terlanjur jadi cowok nggak tahu malu jadi lanjutkan saja.


" ... "


"Kenapa diam?" tanya Kai bingung, saat Fania hanya melihatnya dengan ekspresi tak terbaca.


" Mas kai, Mas tahu dengan apa yang Mas katakan?" tanya Fania menatap Kai serius dengan hati gelisah.


" Tahu, karena Gue sadar dengan apa yang Gue katakan" balas Kai tidak kalah serius


" Tapi aku bukan Mba Kiara!" bisik Fania dengan hati serasa di remas. Ia mengeluarkan segala yang di pendamnya, jika ternyata sudah ada langkah awal dari Kaisar sendiri.


Deg ...


" Dan Aku bukan pengganti Mba Kiara" Lanjutnya dengan berbisik, menundukkan kepala tidak berani memandang Kaisar yang tubuhnya tersentak kaget.


" Gila Dia sudah tahu, tapi bisa nerima kenyataan tanpa Gue sadari" batin Kai merasa bersalah.


" Sorry ...


" ... "


Kaisar melihat bagaimana Fania, menundukkan kepala menyembunyikan ekspresinya saat ini. Entah kenapa jantungnya serasa di remas, Ia merasa menjadi cowok paling Bangke sedunia.


" Sorry Fan kalau Gue nyakitin hati Lu, padahal Lu nggak salah apa-apa, tapi Gue tega nyakitin Lu." ujar Kai berhenti sejenak saat mendengar isakan lirih dari Fania.


Nyut


" Sial kenapa lebih sakit dari waktu itu? " batin Kai dengan hati nyeri .


" Gue emang salah menganggap Lu Kiara saat itu, karena rasa obsesi Gue sendiri. Ternyata tanpa Gue sadari, Gue nyaman di dekat lu bukan karena Lu sama dengan Kiara, tapi karena Lu Fania Si cokocip kesukaan Gue. Rasa nyaman dan perhatian yang Lu kasih ke Gue, buat Gue sadar ternyata Lu sama Dia itu berbeda. 3 minggu tanpa kehadiran Lu membuat Gue merasakan lagi apa itu rasa kangen, rasa yang sudah Gue coba buang jauh dari kehidupan Gue sejak Gue kehilangan cinta pertama Gue dulu.


Sekarang pun, jantung Gue berdetak cepat karena Gue ada di dekat Lu Fan " ujar Kai panjang lebar tanpa melihat ke arah Fania yang syok mendengar pengakuannya.


" Gue cinta Fan sama Lu, bukan sebagai pengganti " lanjut Kai masih belum melihat ke arah Fania yang saat ini tersenyum di balik wajah menunduknya.


Hiks ...


" Akhirnya, perjuangan aku nggak sia-sia"


" Nggak romantis banget"


" Hah?"


Kaisar sontak melihat ke arah Fania yang menggembungkan pipinya sebal, melotot kesal ngambek ke arahnya.


" Kenapa nggak ada romantis-romantisnya sih kamu Mas?" tanya Fania sekali lagi


" Maksudnya?" tanya Kai tidak mengerti


" Ck ... Baru ini ada seorang model, di tembak lelaki tanpa ada bunga, coklat atau boneka. Nggak modal banget sih, untuk aku juga suka" seru Fania pura-pura ngambek melipat kedua lengannya di dada, nggak cocok dengan wajahnya yang berhiaskan jejak air mata di sepanjang pipinya


Kaisar akhirnya mengerti, maka dengan segera ia mengambil kotak cincin di saku Jas yang Ia sampirkan di lengan sofa lalu membukanya, di hadapan Fania yang langsung melotot tidak percaya.


" Mas!"


" Kata siapa Gue nggak modal?" tanya Kai dengan senyum usilnya, Ia sengaja membeli cincin ini yang sebenarnya untuk melamar Fania di tempat spesial nanti. Tapi karena sudah terlanjur basah seperti ini, ya apa boleh buat.


" Ini?"


" Heum ... Gue sengaja beli ini buat Lu Fan, Gue mau Lu jadi Istri Gue, Ibu dari anak-anak Gue nanti. Sorry kalau cara ngelamar Gue terkesan maksa dan nggak ada romantis-romantisnya, tapi Gue cuma mau Lu tahu"


" I love you Because you Fania, not Kiara"


" So, Become Mine Please"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya ya...


Jangan lupa sertakan komentar dan klik jempolnya yaa...


Jangan lupa vote dukunganya juga


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2