
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶
Melisa sedang berjalan menuju restoran di tempat Ia menginap, memperhatikan sekitar Ia tidak sengaja melihat cowok yang di targetkannya sedang berjalan ke arahnya, dan sepertinya cowok tersebut sedang tidak fokus karena Dia sedang di sibukkan dengan handphone di tangannya.
Ide cemerlang pun hadir dalam otaknya
"Ahhhhh .... Sepertinya Tuhan sedang berpihak padaku" Batinnya senang.
Pada saat berada di depan Dirga, Ia sengaja menabrakan tubuhnya sendiri ke tubuh Dirga sehingga terjadilah hal yang memang Ia inginkan
Bruk
Bunyi dua orang yang bertabrakan, jika saja Dirga tidak sigap menahan tubuhnya masuk ke dalam rengkuhannya, mungkin dia sudah jatuh.
"Ohhh My....... bener-bener seperti ekspektasi, his smell so good. damn it" Batinnya menikmati Kenyamanan dalam pelukan Dirga.
Bisik-Bisik pun terdengar di sekitar mereka dan membuat Dirga segera melepaskan pelukannya
"terima ka...." kalimat dari Melisa harus berhenti karena Dirga menyela nya lebih dulu
__ADS_1
" Nggak perlu,Sorry permisi" kata Dirga datar tanpa merasa bersalah.
" Ahhh ... Iya" dengan nada kaku Melisa pun tidak dapat mengeluarkan kalimatnya mendengar nada dingin dari dirga
" Sial ... Ternyata lebih susah dari yang gue duga" Batinnya kesal.
Dirga berjalan menjauhi Melisa, tapi baru berapa langkah sebuah tangan menghentikannya.
" Tung ... Tunggu ... Ano... Apa aku Boleh tahu nama kamu?" tanya Melisa dengan nada manis di buat buat.
Dirga yang melihat tangannya di pegang pun merasa risih, lalu menghentak dengan keras tangan orang asing di lengannya
" Sorry Gue buru-buru " ujar Dirga dengan datar kemudian melangkahkan kakinya, menjauhi Melisa dengan langkah lebar kelihatan sekali jika ia memang sedang terburu-buru
"Oh shit... Semoga masih keburu" batin Dirga cemas, salahnya juga sih pake acara sarapan bareng Kiara, yang membuat waktunya menjadi termakan banyak.
" Tapi nggak masalah seenggaknya bisa ngobrol sama Kiara, apalagi dapet senyumnya pagi-pagi gini bikin tambah semangat aja" Batinnya tersenyum tipis.
Dirga menaiki mobil Lamborghininya, dan kemudian tancap gas dengan kekuatan maksimal mengejar waktu yang sudah mepet.
Sedangkan Melisa terdiam kaku, di tinggal begitu saja oleh Targetnya
__ADS_1
" Sial ... Bikin tambah penasaran aja, liat aja nanti Gue pastiin Lu jatuh ke pelukan Gue" gumamnya dengan lirih, kemudian tersenyum Miring Melisa merasa tertantang dengan sosok Dirga yang dingin dan mempesonanya
" Ahh ...harumnya masih tinggal di sekitar Gue , padahal orang nya udah jauh... Emhh"
Batinnya kesenangan, berjalan ke dalam restoran. Melisa duduk tanpa memperhatikan sekitar, sehingga Ia tidak melihat Kiara yang sedari tadi memperhatikannya. Bahkan acara jatuh dan pelukan pun terlihat dengan jelas, karena kebetulan Kiara duduk di samping jendela Restoran. Sehingga Kiara harus menahan segala macam perasaan yang Ia rasakan ini.
Kiara menggenggam sendok, yang tadi ia gunakan untuk mengaduk teh lemonnya dengan perasaan gelisah, Ia tahu dengan jelas siapa Wanita yang menabrak Dirga dan Ia sudah hafal betul apa maksud dari wanita itu
" Oh Tuhan tidak lagi" batin Kiara khawatir akan terjadi lagi apa yang sudah terjadi di masa lalunya.
\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya ya dan jangan lupa jempol nya juga komentar nya ya guysss
Salam hangat dari kue bolu yang baru keluar dari oven
Oh iya sampai lupa mengucapkan Selamat tahun baru untuk semua nya
Thanks and
See ya
__ADS_1