
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat (karena author suka yang detail)
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
kiara, yang sekarang entah ada di Mana sedang celingak celinguk mencari petunjuk tempat tapi tulisan di papan sama sekali tidak ia mengerti dan itu semakin membuat nya gelisah.
Puk....
kiara yang merasa di tepuk bahu nya segera berbalik dan menemukan seorang wanita cantik sedang tersenyum ke arah nya
" hai...." sapa nya ramah
" Oo.. Hai... What's wrong ?" tanya kiara, ia belum mahir bahasa korea jadi hanya bisa memakai bahasa internasional
" what are you doing here... Are you alone ?" tanya nya ramah
" No....I am with my husband here,
But I was lost and separated from him when I saw the parade show " balas kiara dengan raut wajah sedih
" oh my.... Where you stay here and where are you from?" tanya nya dengan wajah khawatir
" Ahh... I dont now what's name of my hotel and i'm from kota S " jawab kiara, ia merasa tidak curiga saat di tanya mendetail seperti itu.
" hah... Kamu juga dari kota S ya? " tanya nya kaget saat kiara menyebut dari mana ia berasal
" Eee... Kamu juga bisa bahasa aku, kamu juga dari kota S? " seru kiara kaget
" Iya... Aku juga dari sana, tapi udah lama sih nggak ke balik kampung, oh iya nama aku fayana kamu bisa panggil aku faya " ujar seseorang tadi memperkenalkan diri
" Oh...aku kiara, kamu bisa panggil aku yaya hehe" balas kiara hangat di ikuti kekehan ceria nya.
" jadi kamu cerita nya lagi honey moon nih?" tanya faya dengan nada akrab
" hehe... Iya, kamu sendiri bagaimana?" tanya kiara tersipu lalu terkekeh malu
" wahhhh.... Enak nya honey moon, aku di sini liburan aja, hehe.." balas faya
" liburan nya sendiri?" tanya kiara kepo, kiara nggak merasa canggung sama sekali dengan faya
" Iya.... Nasib aku lah yang jomblo. Hehhe..." balas faya dengan kekehan nya.
Kiara dan faya pun ngobrol ngalur ngidul, bertanya ini dan itu.
Dan kiara sendiri menjawab nya dengan antusias, melupakan kegelisahan nya yang sedang terpisah dengan dirga.
" Oh... Iya, jadi bagaimana kamu kembali nanti? " lanjut faya tiba tiba bertanya dengan nada khawatir
" Ehh... Iya yah, hehe... Ke asyikan ngobrol sih" balas kiara polos dengan cengiran khas nya
" dasar..." ujar faya gemas menggeleng kepala heran
" kamu nggak bawa handphone?" lanjut nya bertanya dan di Jawab dengan gelengan kepala dari kiara
" lupa, aku fikir kan cuma liat sebentar... Eh tau nya malah keseret sampe sini" ujar kiara muram
Puk...puk...
" sabar yaaa...." ujar faya menepuk lengan kiara simpati
" kamu ingat nomor telepon suami kamu?" lanjut faya bertanya
" Emhh.... Inget sih, tapi aku ngehubungin dia pakai apa " ujar kiara bingung
" Nih... Pake ponsel aku aja" balas faya, dengan tangan menyodorkan sebuah smartphone di hadapan kiara
" Eehhh... Aku boleh pinjem?" tanya kiara kaget
" Eumm....tentu" balas faya singkat
Kiara pun segera mengambil nya dan tersenyum Terimakasih, lalu menekan angka di layar handphone dan menekan tombol hijau memanggil..
Tut... Tut..
Sedangkan di sisi lain
Dirga mencari kiara ke sana kemari dengan perasaan gelisah, ramai nya wisatawan menambah perasaan khawatir nya.
Selama di pulau jeju, dirga tidak pernah sekalipun melepas tangan bahkan pandangan nya dari kiara selama melakukan kegiatan berkunjung di tempat wisata, karena dirga khawatir jika ia melepas sekali saja, kiara akan pergi sendiri lalu tersesat.
__ADS_1
Dirga khawatir bukan hanya karena kiara belum bisa berbahasa korea, tapi juga karena kiara tidak membawa serta handphone nya.
Setidaknya jika kiara membawa handphone, meraka bisa saling menghubungi sehingga ia bisa segera menemukan kiara ada dimana.
" ya tuhan... Kamu di Mana sayang" gumam dirga cemas
Di depan nya saat ini ada kantor pelayanan masyarakat, dan ia pun berniat melaporkan kehilangan.
Belum juga ia sampai di kantor tersebut, ia merasakan getaran pada saku celana nya.
Ia Merogoh dan mengambil handphone milik nya, di situ tertera nomor asing yang entah mengapa membuat ia merasa yakin jika yang menghubungi nya adalah kiara.
Klik..
" haloo "
" sayang??"
" iya ini, aku..."
" ya tuhan... Kamu di mana sayang" ujar dirga khawatir, ia baru bisa menghela nafas lega saat mendengar suara istri nya.
" maaf... Aku"
"Its oke sayang, sekarang kamu kasih tahu aku kamu lagi di mana?" ujar dirga bertanya dengan lembut.
" **Aku nggak tahu, tapi Di deket aku ada st****ck** "
" fine... Kamu jangan kemana mana tunggu aku di situ, okey"
" umm...."
Tut..
Setelah memutuskan panggilan dari kiara, dirga segera membuka aplikasi map di smartphone nya mencari lokasi yang di sebutkan oleh kiara.
" terima kasih ya faya, sebentar lagi suami aku datang jemput aku" ujar kiara ceria, ia memberikan lagi ponsel milik faya yang di terima faya dengan segera.
" Iya sama-sama, Oh iya...aku beliin kamu minuman dulu ya. Sambil nunggu kamu di jemput" ujar faya kemudian berlalu tanpa mendengar tolakan dari kiara.
" Huft.... Semoga dirga cepat datang" gumam kiara berharap
Kiara menunggu faya yang masih mengantri membeli minuman di stand minuman yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.
Kiara tersenyum lega dan berdiri dari tempat duduk nya,ikut berjalan ke arah dirga
Grep...
" ya tuhan... Aku cemas sekali sayang" bisik dirga setelah kiara ada di dalam pelukannya.
" hiks.. Maaf, maafin aku sayang" balas kiara di ikuti isakan kecil nya
" Ssstttt.....its oke dear... Its oke...." bisik dirga menenangkan, dengan tangan mengusap punggung dan rambut kiara lembut.
" jangan ulang lagi, jangan pernah lepas dari genggaman tangan aku, jangan pernah sekali pun. Apa kamu mengerti?" bisik dirga tegas, dan di balas anggukan kepala mengerti oleh kiara .
Dirga mengurai pelukan nya dan melihat wajah kiara yang di hiasi air mata,
" udah yah... Jangan nangis lagi, oh ya tadi kamu pinjem handphone siapa? " ujar dirga bertanya dengan tangan menghapus air mata di pipi dan mata kiara.
" Ahhh..... Tadi aku sama faya, dia juga dari kota S loh yank, dia kesini liburan... Untung aja ketemu sesama warga kota S, mana aku..... Bla... Bla... "
Deg...
" faya.... Nggak, nggak mungkin"
Dirga tidak mendengar apa yang di katakan kiara selanjutnya setelah kiara menyebut nama faya.
Nama dari seorang wanita yang tidak asing di telinga nya.
" sayang......" panggil kiara heran
" sayang... Kamu denger aku kan?" ujar kiara dengan tangan mengusap pipi dirga, ia khawatir melihat dirga yang terdiam tanpa menanggapi ceritanya.
" Akh... Iya ada apa sayang?" ujar dirga, ia tersentak kaget saat pipi nya di usap lembut oleh kiara yang menatap nya khawatir.
" kamu melamun?" tanya kiara
" nggak sayang, aku denger kok.... Terus di Mana orang yang kamu maksud itu?" tanya dirga, ia mencoba menampik fikiran buruk nya berharap hanya nama yang sama namun beda orang.
" Eumm... Tadi sih katanya mau beliin aku minuman, di sit.... Loh kok nggak ada yah? " ujar kiara, lalu menunjuk tempat penjual minuman namun tidak menemukan orang yang di maksud.
" Kenapa sayang?" tanya dirga bingung saat kiara menunjuk tempat seakan menunjukan sesuatu
__ADS_1
" Tadi itu faya lagi beli minum di situ loh yank, tapi kok nggak ada ya? Pergi kemana dia" balas kiara bingung
" Mungkin dia sudah pergi, kalau gitu kita kembali ke hotel aja ya. Hari ini cukup jalan jalan nya" ujar dirga
" Emm... Oke" balas kiara lesu
Dirga pun menggengam tangan kiara, berjalan menjauhi tempat kiara tersesat dengan kiara di samping nya yang masih melihat ke arah belakang, mencari sosok faya yang tiba-tiba menghilang saat kedatangan dirga.
" padahal kan nggak jauh dari tempat aku berdiri beli minum nya, kok bisa hilang gitu ya" batin kiara penasaran
Sebelumnya
Faya membeli minuman tak jauh dari tempat nya duduk dan mengantri setelah mendapat nomor antrian.
Sesekali faya melihat ke arah kiara yang celingak celinguk seperti orang hilang, dan itu membuat faya terkekeh geli.
" lucu banget sih... Polos lagi, kalau ketemu orang jahat gimana nasib nya tuh cewek" gumam faya geli
Mendengar nomor antrian nya di panggil faya pun membalikkan tubuh nya hendak mengambil pesanan nya, tapi baru saja ingin berbalik ia mendengar nama orang yang baru saja berkenalan dengan nya di panggil oleh suara lelaki yang sangat di kenal nya dan membuat nya kembali melihat ke arah di mana kiara berdiri dari duduk nya lalu memeluk seorang lelaki yang sangat di rindukan nya ...
Deg...
" dirga...."
Ia kaget, ternyata suami yang di tunggu oleh teman baru nya adalah laki-laki yang dulu dan sampai sekarang masih ada di hati nya
Ia pun memutuskan untuk bersembunyi saat melihat kiara menunjuk ka arah di mana ia berada.
Ia belum sanggup menerima kenyataan jika lelaki di hati nya ternyata sudah melupakan nya sedangkan ia sendiri sampai saat ini masih mengingat nya, terlebih lagi dia sudah menikah dan kelihatan khawatir saat memeluk kiara.
Hingga mereka berdua pergi, barulah ia keluar dari tempat ia bersembunyi dan mengikuti dalam diam dirga dan kiara yang berjalan agak jauh di depan sana dengan tangan bertaut mesra.
Hati nya sakit saat melihat nya, meski dulu adalah kesalahannya sehingga mereka berpisah tapi ia tidak menyangka jika ia sendiri yang menyesal telah meninggalkan nya.
Tidak lama Dirga dan kiara sampai di kamar hotel mereka menginap, mereka berdua pun memutuskan untuk membersihkan diri mereka terlebih dahulu sebelum makan malam di restoran hotel tempat mereka menginap saat ini.
" kamu mandi dulu, nanti gantian aku. Oke sayang?" ujar dirga lembut, mengusap rambut kiara sayang tapi menuai protes dari kiara
" Nggak mau mandi..." balas kiara imut
" Loh kenapa nggak mau mandi?" tanya dirga bingung
" Aku Nggak mau mandi" balas kiara menggantung, kemudian mengalungkan lengan nya di leher dirga mesra yang di balas dirga dengan merengkuh pinggang kiara membawa nya mendekat.
"kalau nggak sama kamu.... " lanjut kiara berbisik dengan suara menggoda sarat akan ajakan nikmat
Dirga yang tadi bingung menjadi tersenyum senang saat menerima ajakan ena- ena dari kiara, maka tanpa banyak bicara ia pun segera membawa kiara ke dalam gendongan pengantin dan berjalan menuju kamar mandi.
meninggalkan debaman pintu keras di susul suara yang tidak perlu di beri tahu apalagi di jelaskan, jika sudah ada anak Adam hawa terlebih suami istri di tempat tertutup seperti kamar mandi.
Skip
Dirga keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk di pinggang nya, masih ada sisa bulir air yang menetes di rambut nya yang jatuh ke area dada dan perut ber-abs nya.
Meninggalkan kiara sendiri yang masih melanjutkan mandi dan ritual wanita nya.
Dirga berjalan ke arah jendela besar kamar nya dan melihat pemandangan dari balik jendela kemudian memikirkan tentang pertemuan kiara dengan seorang wanita bernama faya yang entah kenapa tidak asing di pendengaran nya.
" gue harap bukan dia yang di maksud kiara" gumam dirga berharap
Grep...
Dirga tersadar dari lamunannya saat merasakan seseorang memeluk nya lembut dari arah belakang di susul suara manja yang sangat di sukai nya
" kenapa belum pakai baju sayang" ujar kiara manja, dengan kedua tangan melingkar di perut dirga kemudian menusuk nusuk abs milik dirga iseng sehingga membuat dirga terkekeh geli.
" Pakein dong...hehe" balas dirga iseng, lalu menarik kiara sehingga kini kiara lah yang ada di pelukannya.
" Dasar manja.... Ya sudah, aku ambil dulu baju nya yah" ujar kiara senang, kemudian melepaskan pelukan dari dirga dan melenggang ke arah di mana lemari berada.
Meninggalkan dirga yang memandang kiara dengan pandangan yang susah di artikan .
" gue harap bukan lu..."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti kisah selanjutnya...
Jangan lupa loh tinggal kan jejak komentar dan klik jempol nya serta vote dukungan nya
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1