Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Capung kawin


__ADS_3

Monmap manteman jika Typo mengganggu saat membaca..


Happy reading vrohh


¶¶¶¶¶¶¶


Butuh waktu beberapa jam untuk sampai ke tempat yang akan mereka kunjungi nanti, dan beberapa kali berhenti untuk istirahat sejenak atau memberi kuda minum.


Di tengah perjalanan Kiara menepati janjinya dengan tidak menanyakan lagi kemana mereka akan pergi,tapi sebagai gantinya Kiara tidak akan berhenti barang sejenak untuk menanyakan ini atau itu,


pssst.... Jangan kasih tau Dirga ya sebenarnya apa yang kiara lihat kurang lebih sudah ia ketahui dari Pak Teguh dulu


"Emang enak di kerjain" batinnya jahil seperti saat ini saat, melihat yang sebenarnya gak terlalu penting, tapi Kiara tetap saja bertanya


" Ga Ga ... Lihat itu, ada banyak Capung berterbangan apakah sekarang sedang musim Capung? " tanya Kiara


Iya kalian gak salah baca kok, yang di lihat Kiara emang capung dan jumlahnya banyak, Kiara yang emang dari sananya nggak bisa diam bertanya apa aja yang ada di fikirannya.


"Mumpung di izinin buat bertanya, sepanjang perjalanan apa aja bakal aku tanya, rasain hohoho" batin nya kejam


Dirga memasang wajah datar, speechelss sama kelakuan Kiara


"Dikasih jantung minta pisang nya nih bocah" batin Dirga jengkel


" Ya ... Musim capung lebih tepatnya musim kawin nya capung, kamu mau kawin juga? yuk kawin biar sekalian beranak banyak seperti capung di luar sana yang sedang terbang bebas sama seperti kamu yang lagi bebas dari kurungan sehingga kamu jadi bawel gini"


Balas Dirga dengan suara datar. Dengan wajah horor, menahan diri agar tangannya tidak segera menjawil pipi Kiara .

__ADS_1


Hawa dingin dari Dirga membuat Kiara beringsut menjauhi dirga, takut pipinya jadi korban atau bibirnya di bekap lagi sama Dirga


" Hiyyy Dirga serem ih kata-katanya, apa lagi wajahnya kayak mau makan anak perawan orang" ujar Kiara yang bikin tambah kesal,


Sedangkan Pak Teguh yang sedang asyik memegang tali kendali kudanya, harus menahan rasa dingin di belakangnya dan jika di perhatikan maka keringat sebiji jagung sudah mengalir dari dahinya.


"Duh Gusti apa salah hamba..." Batinnya merana harus jadi saksi mata atas kejadian langka di belakangnya


" Tuan muda Dirga yang sabar ya" lanjutnya dalam hati.


" Hn ..." ya Lord apa salah hamba? Bagaimana bisa Gue suka, ah lebih tepatnya jatuh cinta sama cewek model petasan cabe kaya gini"


Tidak ingin bertambah kesal, Dirga hanya bergumam dan melanjutkan kalimatnya dalam hati.


huffttt.... Membuang nafas berulang kali Dirga mencoba menenangkan batin dan emosinya agar tidak khilaf membungkam bibir Kiara dengan bibirnya.


" Eeehhh kok bibir" batin dirga khilaf atas pemikiran sesatnya.


" Oke ... Siap Pak janji nggak bawel lagi" Kiara memasang pose siap berlebihan takut dengan ancaman Dirga, di sertai isyarat kunci mulut semenyakinkan mungkin. Kemudian duduk tegak lurus menghadap depan dan tentu saja membuat Dirga tersenyum kecil.


" Apaan tuh pose duduk kakunya, lucu bangat" batin Dirga, lalu mengalihkan pandangannya ke dapan ikut memperhatikan jalan yang akan mereka lewati.


Benar saja, tidak lama kemudian Mereka sampai di tempat tujuan. Mereka turun lalu berjalan menuju gerbang kayu sederhana lalu memasukinya tanpa di temani pak teguh


" Kenapa Pak Teguh nggak ikut kita Ga?" tanya kiara heran


" Sengaja ... Kenapa? Kamu takut Aku culik yaa????" goda dirga

__ADS_1


" Udah terlambat, lagian di sini nggak ada orang, jadi aku bebas mau ngapa-ngapain kamu hehehe" lanjutnya di sertai kekehan seram nya.


Mendengar itu Kiara berhenti berjalan, dan bersiap untuk mengambil tindakan seribu langkah alias kabur. Tapi sebelum itu, Dirga lebih dulu mencekal tangan dan menariknya mendekat kemudian mengapit lehernya dan tertawa jenaka


" Hahahaha ada ada aja sih kamu, lagian apa untungnya sih aku culik kamu yang ada nanti rugi kamu kan makan nya banyak, bisa-bisa nanti aku bangkrut " lanjutnya setelah tawa nya reda.


Kiara mencoba melepaskan diri dari jepitan dirga


" Yaa ... Dirga lagi lagi kamu kerjain aku, lepasin ih sakit..." teriak Kesal kiara sambil memukul lengan Dirga.


Akhirnya Dirga pun melepaskan jepitan lengannya, kemudian mengacak acak rambut kiara (lagi)


" Udah yuk masuk...." ajak Dirga, kemudian kali ini dirga menarik tangannya lembut, sehingga Kiara pun tidak menolak saat tangannya di genggam dan di tarik lembut Dirga


Kiara tersenyum kecil mengikuti Dirga dari belakang


" Apa aku bisa selama nya bersama dengannya dalam suasana seperti ini tuhan" tanya Kiara dalam hati.


Mereka memasuki sebuah lahan seperti lapangan luas yang terdiri dari Semak-semak terawat, Tanaman Sayuran yang di pasang pagar kawat, mainan berupa rumah beraneka lorong, serta kandang berbagai warna, membuat Kiara membuka mulutnya takjub


" Oh Tuhan ini kan...."..


\=\=\=\=\=\=


Apa tuh yang di lihat kiara


Ikuti terus kisah nya ya

__ADS_1


Jangan lupa klik jempol dan coment nya


Ariga thanks


__ADS_2