Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Asal Mula Rencana Terjadi


__ADS_3

Happy reading vrohh...


¶¶¶¶¶¶¶¶


Kediamanan Wicaksono


Setelah memastikan sambungan telepon dengan Kiara terputus, Mama Sarah langsung berteriak memanggil Suaminya yaitu Fandi agar segera mendatanginya. Hingga Fandi yang sedang meminum Kopi hitam dan membaca koran pun kaget, Refleks menyemburkan Kopi yang baru saja ingin di minumnya.


"Paaaaaa .... Cepat kesini"


Bruushhh!


"Uhuk! Uhuk!"


"Paaaa!!!!"


Teriakan Istrinya masih terdengar, karena Ia belum menyahuti Panggilannya.


Suara Istrinya yang sebelas dua belas dengan Toa Masjid berhasil membuat Telinganya berdengin sakit, kadang Ia berfikir bagaimana bisa seorang Wanita memiliki suara super kencang, di banding Laki-laki?


"Itu suara membahana sekali!" seru Fandi kagum.


Nah semuanya dari sini Kita tahu, dari mana Kiara bisa memiliki suara yang nyaring ketika Ia sedang berteriak.


Memang ya buah jatuh tidak jauh dari Pohonnya.


"Iya sayang sebentar!" seru Fandi menyahut.

__ADS_1


Entah Istrinya dengar atau tidak Ia malas untuk berfikir.


"Yang ada pita suara Aku putus, sebelum jawaban Ku terdengar," batin Fandi merinding.


"Hebat banget Si mama, butuh suara dengan tingkat kekerasan tinggi yang bisa terdengar hingga jarak sejauh ini, padahal dari dapur ke halaman belakang jaraknya cukup jauh. ck ... ck ... ck ... Istriku tiada duanya," lanjut Fandi eror dan tentu aja dalam hati, karena jika Sang Istri dengar apa yang baru saja Ia katakan, ohhh ... habislah riwayatnya.


"Jatah bakal di potong abis Man," Batinnya nista.


Dengan tergesa Ia menghampiri Sang Ratu dalam kehidupannya.


"Ada apa sih Mah?" tanya Fandi setelah berdiri di samping Istrinya yang sedang menyiapkan sarapan mereka nanti.


"Pah ... Papa tahu nggak" tanya Sang Istri yang tentu saja di jawab gelengan oleh Suaminya Fandi.


"He-he-he ..." kekeh Sarah singkat kemudian melanjutkan kalimat yang tadi di tunda.


Fandi yang mendengarnya pun ikut senang, karena Rencana yang telah mereka sepakati akhirnya terlaksana.


"Semoga Yaya nggak marah ya pah dengan Rencana kita ini, Mama takut Yaya marah Pah, kan Papa tahu sendiri Yaya itu gimana!" ujar Sarah berharap.


Sarah khawatir dengan Dirga, jika sampai Kiara tahu bahwa ini adalah Siasat dan rencana mereka maka hubungan keduanya akan berakhir buruk.


Flasback


"Kenapa Nak Dirga masih ingin perjodohan ini di lanjutkan? padahal seharusnya Nak Dirga marah atas kelakuan Cucu Saya! " tanya Kakek Bagus heran.


"Maaf sebelumnya Kakek , Om dan Tante Wicaksono, kemarin saya tidak sengaja hampir Manabraknya sewaktu Ia hendak menyebrang di jalan ..." jelas Dirga dan harus tertunda karena suara teriakan tertahan dari Sarah

__ADS_1


"Hah ... Oh Tuhan, lalu bagaimana dengan Yaya anak tante, Nak Dirga?" tanya Sarah khawatir dan di sebelahnya Papa Fandi memeluknya, untuk menenangkan Istri nya yang sedang syok mendengar keaadaan Putri mereka, sedangkan Kakek Bagus bergumam menyebut nama Tuhan, karena sangat khawatir dengan keadaan Cucunya.


Dirga menjawab dengan tenang, kemudian melanjutkan penjelasannya yang tertunda.


"Tenang Tante Kiara baik baik saja, tidak terluka Dia hanya sedikit lecet dan syok. Tapi Saya langsung membawanya periksa ke Dokter dan Dokter pun bilang tidak ada luka dalam dan baik-baik saja, kemudian Saya juga Mengantar Kiara ke tempat penginapan sementaranya!" jelas Dirga panjang lebar


"Syukurlah ... Terima kasih Tuhan " ucap Mereka bersamaan, bahkan kedua Orang tua Dirga pun menghela nafas lega karena bagaimana pun saat ini calon menantu Mereka yang sedang di bicarakan.


"Jadi maksud Kamu apa sayang ingin melanjutkan perjodohan ini, sudah jelas bahwa Nak Kiara sudah menolaknya? " tanya Mama Dirga yaitu Putri dengan nada heran.


"Ada alasan khusus Mah , bisa di bilang cinta pada pandangan pertama. Tapi terserah jika Mama dan semuanya tidak menyetujui ini Dirga akan melakukannya sendiri"jawab Dirga tegas.


"Baiklah Papa setuju ... Mama juga setuju kan" tanya Hendri ke Istrinya Putri dan Putri pun mengangguk, tersenyum bangga untuk keputusan Dirga yang menurut mereka dewasa


"Tentu saja, apa pun Mama akan mendukung Kamu, sayang!" seru Putri antusias.


"Ahh ... Anakku yang dulu imut, sekarang sudah dewasa dan akan memiliki Istri , terima kasih Tuhan " batin Mama Putri senang.


"Jadi apa rencanamu,Nak Dirga? " tanya Kakek Bagus penasaran.


"Jadi begini ..."


Bersambung


\=\=\=\=\=


Penasaran sama lanjutanya ikuti terus kisahnya ya ...

__ADS_1


Hatur nuhun beb....


__ADS_2