Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Haloo Bocil


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Ruang inap kiara


Dirga memandangi wajah Kiara yang tertidur dengan senyum mengembang, pengalaman tadi yang Ia rasakan tidak akan pernah Ia lupakan.


Di hadapannya, Kiara berjuang antara hidup dan mati. Bahkan , bagaimana ekspresi kesakitan dari Istinya itu membuatnya tidak tahan untuk segera menyudahi.


Dirga lebih memilih jika Kiara menjalani Operasi Sesar agar tidak merasakan apa-apa, dibandingkan dengan melihat Kiara yang merasakan sakit luar biasa.


" Terima kasih sayang , apapun akan Aku lakukan untuk kalian berdua " batin Dirga berjanji


Saat ini Dirga sedang menggengam tangan yang tidak di infus milik Kiara, sesekali mengecup tanpa malu di perhatikan keluarganya.


Deg ...


Dirga tersentak saat merasakan tangan Kiara bergerak di genggamannya.


Kedip ... Kedip ...


" Sayang kamu sudah bangun!" Seru Dirga senang membuat keluarganya yang sedang bercengkrama merayakan kegembiraan meraka kompak melihat ke arahnya dan bergegas mendekat.


" Dirga " penggil Kiara dengan suara lemah


Di sampingnya Sarah dengan sigap mengambil air putih, sedangkan Dirga membantu Kiara duduk menyandar di kepala ranjang .


" Minum dulu sayang !" ujar Sarah dengan tangan mengangkat gelas dan mendekatkan gelas tersebut ke arah bibir Kiara.


Kiara meminumnya hingga tandas, haus efek pasca mengeluarkan tenaga dalam.


" Bocil kita mana sayang ?" tanya Kiara memandang Dirga Penasaran


" Anak kita ada di Ruang bayi sayang , setelah Dokter memeriksa kembali keadaan kamu, Bocil baru di bawa kemari " ujar Dirga lembut dengan senyum bahagia malihat ke arah Kiara yang juga tersenyum meski itu masih senyum lemah.


Kiara mengangguk. Kemudian melihat sekitar dimana ada keluarga, serta sahabatnya yang melihat ke arahnya dengan pandangan bahagia. Apalagi kedua kakeknya yang sangat mengharapkan kehadiran seorang Cicit.


" Kakek!"


" Yaya cucu Kakek tersayang , syukurlah kamu bisa melewati masa menegangkan tadi. Kakek sangat menghawatirkanmu" ujar Kakek Bagus terharu saat melihat senyum lemah dari Cucunya.


" Berkat Doa Kakek dan semuanya !"


Tok ... Tok ...


Tidak lama, ketukan dari pintu luar kamar inap Kiara terdengar dan terbuka. Kemudian setelahnya Dokter Etty serta Seorang perawat masuk , membawa trolly berisi Alat-Alat yang akan di pakai untuk memeriksanya.


" Selamat Sore , Bagaimana perasaannya Nyonya Kiara? " tanya Dokter Etty ramah, dengan tangan memegang catatan medisnya.


" Sore juga Dokter, sudah lebih baik!" ujar kiara pelan dengan senyum lemahnya.


Dokter Etty pun memeriksa ulang keseluruhan kondisi Kiara. Bahkan , Dokter Etty juga menjelaskan hal-hal yang perlu di perhatikan pasca bersalin.


" Sebentar lagi babynya akan dibawa kemari , apa Nyonya Kiara sudah siap memberi ASI pertama?" tanya Dokter Etty semangat sambil memasukkan Stetoskopnya kembali ke saku Jas putih berlengan panjangnya.


" Sudah Siap Dokter !" balas Kiara antusias


" Kalau begitu, Nyonya Kiara sebaiknya mengkonsumsi makanan terlebih dahulu sebelum mulai memberi ASI" ujar Dokter Etty memberi nasihat yang di angguki mengerti oleh Kiara.


" Baik Dokter, Terima kasih!"


" Kalau begitu, Saya permisi dulu. Jangan lupa yang Saya bilang tadi. Selamat sore semua!"


" Terima kasih Dokter" balas mereka kompak


Saat melihat dokter meningkatkan ruang inap milik Kiara .


" Terima kasih Dokter , Selamat Sore! " ujar Dirga dengan senyum terima kasihnya , sengaja mengantar Dokter Etty hingga mencapai pintu keluar .


Skip


Bocil alisa Bayi dari Kiara dan Dirga di antar oleh perawat sekitar Pukul. 19,00 wks. Tenaga Kiara juga sudah pulih, Jadi saat ini Kiara sudah siap untuk memberi ASI Pertama untuk bocilnya.

__ADS_1


Di bantu oleh Sang Mama yaitu Sarah, kiara memulai memberikan ASI-nya sesuai ajaran yang ia dapatkan dari Dokter dan juga Buku Pedoman Parents and Kids , yang rajin di baca sejak Ia mengetahui kehamilannya.


Dirga memperhatikan dari samping tempat tidur Kiara, bagaimana saat bocilnya lahap meminum ASI dari Kiara.


Dirga dengan antusias mengambil Foto saat Kiara sedang menyusui.


" Hoi bocil , semangat banget " seru Dirga usil, dengan tangan menjawili pipi tembam Sang anak yang di panggilnya Bocil.


Dirga terkekeh saat melihat Bocilnya tidak terganggu, malah nemplok anteng tertidur di dalam dekapan Mommynya.


" Bocilnya udah bobok lagi tuh ... Di tidurin di Box bayi lagi yah! Sini Mama yang tidurin" seru Mama Sarah antusias.


" Kamu istirahat dulu ya sayang , biar Mama dan Dirga yang jaga Bocil . Nanti kalau Dia bangun Mama bangunin Kamu!" lanjut Sarah yang di balas anggukan kepala setuju dari Kiara.


" Iya Mah ... " balas Kiara singkat


Dirga membantu kiara untuk rebahan di ranjangnya, dan menyelimuti kembali tubuh Kiara hingga sebatas dada.


" Istirahat yah, Jadi kalau bocilnya bangun kamu punya tenaga!" ujar dirga lembut, dengan tangan mengusap sayang rambut milik Kiara.


" Heum , baiklah" balas Kiara menuruti Dirga lagian Ia juga sedikit lelah.


Sambil tiduran di ranjangnya, Kiara bercerita banyak hal dengan Dirga pengalaman spiritual yang di rasakan olehnya. Mulai dari kehadiran Neneknya, Kilasan masa lalunya yang bermunculan hingga dorongan semangat dari Malaikat kecil mereka.


Dirga mendengarkan dengan sesekali mengangguk ataupun bergumam sebagai bentuk jika Ia mendengar cerita darinya.


Ia tidak menyangka, jika Kiara mengalami hal seperti itu di saat persalinannya. Dirga bahkan sampai merinding mendengarnya.


Di sebelah mereka, Sarah yang menemani Cucunya ikut mendengarkan dan menyahuti membenarkan. Jika di saat menjelang keluarnya bayi dari pintu rahim , pasti ada saja pengalaman di luar nalar yang ikut serta.


Mereka bercerita hingga larut malam, dengan sesekali kiara yang kembali menyusui bocil mereka, yang lapar setiap 1 jam sekali.


Skip


Jam di dinding menunjukkan pukul. 03:00 wks. Artinya ini adalah yang ke-8 kalinya, Bocil mereka minum ASI hari ini. Dirga dengan mata merah menahan kantuk, memaksakan diri untuk membantu kiara, meski Dirga belum terlalu mahir menggendong tapi Ia berhasil menidurkan Bocilnya tanpa membangunkannya, saat Ia kembali menidurkannya di dalam Box bayi.


Kiara kembali terlelap setelah memberikan ASI-nya. Serta Mama Sarah yang juga terlelap di sofa, bergantian dengannya menjaga bocilnya yang akan terbangun sekali setiap jamnya.


Dirga tidak bisa tidur , matanya sudah terlanjur terbuka. Maka Ia putuskan untuk mengganggu Dani Tangan kanannya, menanyakan mengenai rapat yang Ia tinggalkan tadi siang.


Dirga Menekan nomor telepon Dani menunggu hingga nada sambung ke 3 barulah panggilan darinya di terima.


" hal ... Halo hoam"


Dirga mendengus saat mendengar suara Dani yang menguap tanpa malu, meski melalui panggilan telepon.


" Bangun, cuci muka sana. Gue mau nanya serius" ujar Dirga masa bodo, Ia terkekeh saat mendengar suara gerutuan kesal dari Dani saat tidurnya terganggu


" Ya Bos mana ada kerja jam 3 pagi, yang benar saja , Dirga songong kampret ngerjain kan? Akh sial "


" Mampus Gue kerjain lu, nemenin Gue begadang" batin Dirga dengan seringai setannya.


Dirga menghabiskan waktunya dengan menggangu Dani, sesekali menjeda karena Bocilnya menangis dan Fokus kembali kepada kerjaannya.


Pukul. 06:00 Wks


Dirga mencuci wajahnya sebelum pulang ke Apartemen, mengambil keperluannya yang belum sempat terbawa.


Sebelum benar-benar pergi meninggalkan Kiara berdua dengan Sang mertua, Dirga lebih dulu melihat lagi Bocilnya yang saat ini terlelap efek kekenyangan.


" Dasar! Kerjaannya makan tidur aja" gumam dirga geli saat melihat Bocilnya tidur dengan bibir mangap, tidurnya pulas sekali.


Di sampingnya ada kiara yang meminta di pindahkan di tempat santai, Di mana ada box bayi berisi bocilnya yang sedang tertidur.


" Foto dulu , perdana pagi ini yank, mau nggak?" tanya Dirga yang di jawab Kiara dengan anggukan kepala antusias.


" Mau mau!" seru kiara heboh


Dirga mengambil handphone dan membuka aplikasi Kameranya.


Dan


Klik



Sebuah foto dengan Dirga yang memegang kepala Bocilnya yang sedang tertidur, sedangkan Kiara meletakkan kedua telapak tangannya di kedua pipinya.

__ADS_1


Dirga memperlihatkan hasil jepretannya kepada kiara yang langsung di minta kirim via Talktalk oleh Kiara saat itu juga.


" Hehe ... Daddy Belum mandi , jorok banget yah sayang!" seru Kiara senang, dengan tangan mengusap pipi gembil bocil saat Si bocil ngulet meski ruang geraknya terbatas karena sedang di bedong.


" Biarin Daddy nggak mandi juga tampan mempesona, Iyakan bocilnya daddy hum ... Hum! " seru Dirga senang saat Ia mencium pipi bocilnya gemas.


" Good Morning bocilnya daddy!" gumam Dirga kemudian membawa bocil kegendongannya.


Dirga menggendong bocilnya dan berjalan ke arah dekat jendela kamar rawat Kiara. Melihat matahari terbit, matahari kesukaan Istrinya.


" Lihat mataharinya hangat kan? " gumam dirga berbisik membuat mata bocilnya terbuka lalu menatap ke arahnya, namun tidak lama sebelum kembali tertutup di sertai senyum tiba-tibanya.


Senyum yang mirip seperti Ibu dari bocilnya, istrinya dan juga belahan hatinya.


Kiara melihat dengan senyum lebar, saat melihat Dirga tersenyum menghadap sinar matahari pagi , memberi efek bercahaya saat kiara melihatnya.


" Ya tuhan ... Dua Guardian angel aku. Kalau saja kamu hidup nak , pasti kita berempat hidup bahagia bersama" batin Kiara sedih.


" Loh kenapa sayang?" tanya Dirga cemas saat melihat Kiara yang memandang ke arahnya dengan ekspresi sedih.


" Apa yang Aku fikirkan , justru aku harus bersyukur " batin Kiara


" Nggak apa-apa sayang , Bocilnya apa masih belum bobok?" tanya Kiara mengalihkan pertanyaan Dirga, kiara mencoba melupakan kenangan buruknya tanpa melupakan kenangan indahnya bersama malaikat kecilnya meski cuma sebentar .


" bobok kok! " balas Dirga singkat dengan senyum yang tidak pernah luntur di pagi hari yang cerah ini.


" sayang" panggil Kiara singkat


" Hum"


" Kamu belum kasih tahu aku nama bocilnya loh yank? " seru Kiara bertanya kepada dirga yang berjalan ke arahnya dengan bocil di gendongan Dirga.


" Hehe ... Penasaran yah? Nanti yah , kalau aku pulang dari apartemen. Tunggu yang lain datang, mereka bilang mau datang menjenguk lagi " ujar dirga misterius.


Dirga menduduki dirinya di kursi yang ada di sebelah kursi santai di mana Kiara berada, setelah menidurkan Bocil di dada Kiara yang mendengkapnya segera.


Ceklek


Pintu terbuka dengan Mama Sarah yang berjalan ke arah mereka berada , di susul oleh beberapa perawat yang tersenyum kearah mereka


" Pagi Cucu Omah ! Masih bobok ya sayang hum?" gumam Mama Sarah mencium pipi bocil gemas setelah membawa bocil kedalam gendongannya.


" Pagi Omah , habis minum ASI Omah jadinya ngantuk lagi" balas Kiara dengan logat khas bayi membuat Sarah dan Dirga terkekeh


" Hehe ... Abis Mimi tutu yah? Duh ... Lucunya Cucu Omah , Bocil mandi dulu yuk!" ujar Sarah setelah puas mencium pipi Cucunya, kemudian tersenyum senang saat melihat mata Cucunya berkedip merasa silau, lalu menutup lagi.


" Mandi dulu ya sayangnya omah, nanti main terus Mimi tutu lagi! " ujar Sarah kemudian mempersilakan Perawat membawa Cucunya untuk di mandikan, sebelum di bawa kemari lagi .


Setelah perawat pergi


" Mah! Dirga pulang sebentar yah , Ngambil beberapa barang " ujar Dirga melihat ke arah Mama Sarah yang sedang duduk di samping Kiara


Mama Sarah tersenyum kemudian mengangguk


" Kamu hati-hati di jalan nak Dirga, jangan bawa mobil terlalu kebut!" seru Sarah mewanti dirga


" Iya mah " balas Dirga singkat dengan kepala mengangguk.


Dirga mencium kening kiara sayang lalu tersenyum.


" Aku pergi dulu , Kamu mau di bawain sesuatu? " tanya dirga perhatian


" Em ... Nggak ada sayang , kamu hati-hati yah mengendarai mobilnya" balas Kiara di sertai senyum manisnya.


" Oke sayang , dah aku berangkat" ujar Dirga lalu meninggalkan Kiara yang melambai tangan singkat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya...


Jangan lupa loh jejak komentar dan klik jempolnya...


Serts vote dukunganya...


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2