Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Terjebak


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Gedung Tua


Kelopak mata itu berkedip perlahan, saat terkena bias sinar matahari dari sela jendela, dengan kayu sebagai palangnya.


Ruangan dengan bau lembab itu sedikit hangat, saat cahaya matahari masuk seiring meningginya posisi-nya.


Seorang lelaki dengan luka di kepala itu membuka mata sepenuhnya, setelah mampu membiasakan cahaya pada retina matanya.


Kedip! kedip! kedip**!


" Di mana ini?" Gumamnya pelan. Ia merasa asing, dengan tempat Ia berada.


Kepala-nya menoleh ke arah kanan dan kiri, melihat sekeliling dengan kening mengernyit menahan sakit.


" Ughh!!!" lirihnya. Luka di pahanya terasa sakit saat ada pergerakan, membuatnya merintih dan mendesis merasakan nyeri di saat bersamaan.


Ia memandang lengan serta kedua paha-nya, yang di balut kassa dengan bau betadine menyengat.


Ingatan-nya melayang, saat Ia sedang dalam perjalanan pulang, sehabis melakukan kontrak kerja sama. Ia menghindar sebuah mobil Box angkel, namun sayang jalanan licin membuatnya hilang kendali dan jatuh terjun ke dalam jurang.


" Siapa yang nolongin Gue?" Gumamnya bertanya.


Ceklek


Pintu terbuka dari arah luar, dengan bunyi derit yang menyakitkan telinga.


Kriieet


Tap! ... Tap**! ...


Matanya seketika melotot saat melihat siapa, orang yang membuka dan memasuki ruang tempatnya berada.


" Lu!!!" Serunya kaget.


" Akhh!!"


Seruan kaget yang berujung pekikan sakit dari Si pria , membuat seseorang yang membuka pintu itu tersenyum miring, senang saat melihat wajah orang sombong berekspresi kaget ketika melihatnya. Apalagi saat melihat ekspresi kesakitan, dari wajah yang dulu pernah memandang Ia dengan senyum mengejek.


" Yoo, kita ketemu lagi. Tuan Wijaya yang terhormat!" Balasnya ceria. Namun tidak sejalan, dengan tatapan matanya yang mengejek.


" Apa mau Lu? Lepasin Gue sialan!!" seru Si pria yang adalah Dirga dengan emosi. Seketika dirinya marah, saat melihat orang yang dulu pernah bersinggungan dengannya, bahkan sampai harus ke Meja Hijau .


" Lepasin???" Beonya dengan alis terangkat.


" Jangan harap," Lanjutnya datar.


Ia berjalan pelan menuju ranjang di mana Dirga duduk, kemudian memasang senyum mengerikan, lalu memajukan wajahnya ke arah Dirga.


" Karena akan ada kejutan selanjutnya, khusus buat Lu seorang. Arogan sialan!!" Desisnya mengerikan. Kemudian Ia menjauhi Dirga, berjalan ke arah pintu dan meninggalkan Dirga yang wajahnya semakin pucat, saat membayangkan hal yang tidak di inginkannya terjadi.


" Tidak mungkin!" gumam Dirga takut.


.


Skip


Sebuah mobil keluaran terbaru, berwarna merah berjalan dengan kecepatan di atas rata-rata. Si pengendara yang adalah seorang perempuan itu, membelah jalanan pinggir kota dengan perasaan bersalah. Apalagi saat berpamitan kepada orang tuanya, jika Ia hanya ingin pergi sebentar dengan alasan membeli sesuatu.


Flasback on


Mansion Wijaya


Ini adalah hari ke-5, pasca kecelakaan yang di alami Suaminya. Segala upaya sudah di lakukan, namun keberadaan Sang suami tidak di ketahui seperti hilang di telan bumi.


Anggota rahasia milik Suaminya pun sudah di kerahkan, tapi sayang sampai saat ini belum terlalu banyak petunjuk yang di dapatkan.


Saat ini Kiara ada di lantai atas, memperhatikan Keluarga-nya, yang sedang menemani Sang Putra berceloteh ini dan itu.


Hatinya meyakini, jika Sang suami masih bernafas meski tidak tahu entah di mana.


Ting!


Kiara tersentak kaget, saat merasakan getaran pada Handphone di tangannya. Sepertinya Dia melamun, hingga getaran pelan pun membuatnya kaget.


Kiara pov on


" Siapa kirim pesan?" gumam Ku penasaran.


Aku pun membuka pesan dan seketika mata Ku melotot, dengan tubuh bergetar.


Deg!


" Tidak mungkin!!!"


Di layar Handphone Ku, terpampang foto Suami Ku . Sedang berbaring dengan luka di sekujur tubuhnya, di temani seorang perempuan dengan tubuh membelakangi kamera.


" Apa maksudnya ini?" batin Ku penasaran.


Ting!


Pesan berikutnya datang lagi, dengan nomor berbeda, namun memiliki tujuan sama.


" Sekarang atau tidak untuk selamanya!"


" Apa maksudnya?" batin Ku semakin penasaran.


Ting!

__ADS_1


Pesan kembali masuk, dengan nomor berbeda di setiap kedatangannya.


" Ikuti kata petunjuk, yang tertera di setiap pesan. Pastikan tidak ada yang mengikuti, jika tidak, tanggung sendiri akibatnya!"


" Dirga!"


Jantung Ku berdetak kencang, seiring dengan datangnya pesan berikutnya dan berikutnya lagi.


Pesan beruntun yang membuat Ku nekat, jika memang ini adalah cara, agar Aku bisa bertemu kembali dengan Suami Ku.


" Aku harus jemput Dirga, Aku harus selamatkan Suamiku. Apapun rintangannya, Aku harus ambil cara ini!" gumam Ku.


Aku berbalik menuju kamar Ku berada, untuk mengganti pakaian dengan otak berfikir, agar kepergian Ku tidak di curigai.


" Apa yang harus Aku katakan, Aku tidak boleh bilang ini ke siapa-siapa," ujar Ku bingung.


" Ah, benar juga seperti itu saja**! " batin Ku senang.


Setelah memiliki alasan, Aku pun bergegas mengganti pakaian Ku. Lalu mengambil Tas beserta kunci mobil, hadiah dari Suami Ku saat ulang tahun Ku.


Kiara pov off


Flasback off


Di sini lah Kiara, mengendarai mobil dengan laju secepat yang Ia bisa. Berbekal petunjuk dari setiap pesan yang di terimanya, Kiara nekat menjemput Dirga tanpa tahu jika bahaya sedang mengintainya.


" Maafin Yaya mah, Yaya hanya ingin menjemput Suami Yaya dengan tangan yaya sendiri!" gumam si pengendara yang ternyata adalah Kiara.


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, Kiara sampai di sebuah perkebunan tidak terawat. Tanpa melihat apapun, yang bisa di sebut sebuah gedung seperti yang di instruksikan pesan tersebut.


" Apa Aku kesasar yah?" gumam Kiara cemas.


Ia tidak mau perjalanan yang ia tempuh, berakhir dengan sia-sia. Hati-nya gelisah, seakan alarm tanda bahaya memperingati, jika ada sesuatu yang salah dan Ia harus pergi secepatnya dari sini. Ia pun menghidupkan mesin mobilnya kembali, berniat putar arah untuk mencari lokasi sesungguhnya.


" Aku har ...


Braakhhhh!!!


Akh!!!


Tepat saat Kiara ingin memundurkan mobilnya, sesuatu menghantam bagian belakang mobilnya, membuat kepala Kiara membentur kemudi stir dengan dahi mengeluarkan darah yang mengalir.


Dan hal yang terakhir Kiara ingat, sebelum Ia jatuh pingsan adalah 2 orang tidak asing yang tertawa puas.


" Dir ... Ga!" lirih Kiara dan kegelapan pun menyambutnya.


Sebelumnya


Sebuah mobil berwarna merah, yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak menyadari. Jika dari awal kepergiannya, sudah di ikuti oleh mobil lainnya.


Senyum Si pengendara semakin lebar, saat melihat mobil target memasuki area sepi sesuai pesan arahan darinya.


" Bagus, dasar perempuan bodoh. Bisa-bisanya Dia percaya dengan sesuatu, yang malah mengantarnya ke kandang singa!" ujar Si pengendara senang.


" Sialan juga lu Rich, seharusnya Lu dan Cate itu pacaran, sama-sama orang Psikopat!" seru Temannya tersebut. Setelah puas menertawai tindakan bodoh, dari target incaran temannya yaitu Kiara.


" Ha-ha-ha ... Sorry aja Bro, Gue lebih suka model seperti Istri Si arogan sialan itu. Lihat sebentar lagi, Gue bisa nikmati Dia!" balas Richard senang.


" Eh, Dia sadar tuh di tipu!" seru Bro heboh. Ia melihat mobil yang tadi-nya diam, sekarang sedang mundur perlahan.


" Oke, meluncur!" seru Richard semangat.


Saat ini


Kiara yang kepala-nya terbentur kemudi stir, pingsan dengan luka di dahi. Membuat 2 orang pelaku dari penabrakan tertawa senang, apalagi melihat wajah pingsan berhiaskan noda merah yang mengalir.


" Buruan di angkat, biarin aja mobilnya!" perintah Richard tergesa. Menuai anggukan. Kepala mengerti, dari Bro yang juga tertawa senang.


" Yuk!" balas Bro semangat.


" Cantik, apa yang pertama Gue lakuin sama Lu yah, heum ... Tidur bareng dulu? Atau mencicipi bibir merah ini terlebih dahulu?" gumam Richard bertanya. Ia memikirkan hal yang menyenangkan bersama Sang target, hingga membuat Bro yang ada di sampingnya merinding sendiri.


" Psikopat gila!" batin Bro horor.


Mereka pun putar arah, menuju lokasi sesungguhnya yang jauh dari kota S, bahkan jauh dari lokasi Dirga kecelakaan.


1 jam setelahnya


Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Richard dan Bro sampai di sebuah gedung tua, yang di jaga ketat oleh anak buah dari Dunia bawah.


Ckiitt!!!


Bunyi rem yang berasal dari mobil Richard, membuat anggota yang berjaga segera menghampiri mereka.


" Siang Bos!" sapa mereka serempak.


Richard hanya mengangguk, kemudian membopong tubuh Kiara yang masih pingsan. Mereka memasuki gedung tua, menuju ruangan di mana ada seseorang yang sudah menunggu mereka.


Tap! Tap! Tap!


Langkah suara kaki mereka menggema, di ruangan terbengkalai gedung tua milik keluarga Wilson.


Dulunya gedung tua ini adalah hotel milik keluarga Wilson. Sayangnya harus gulung tikar, karena persaingan ketat apalagi dengan Hotel besar milik Wicaksono.


Ceklek! Krieeeet!


" Akkhhh!!!"


" Yo, Sorry ganggu!"


Di saat bersamaan


Di dalam ruangan dengan ranjang berbau apek, ada 2 orang yang sedang menampilkan ekspresi berbeda.


Di mana yang satu menampilkan raut wajah marah, sedangkan yang satu-nya lagi menampilkan raut wajah gembira.

__ADS_1


" Wanita gila, apa mau Lu, hah!!!" sentak Si pria emosi. Ia tidak terima saat tubuh berharga-nya di sentuh, sekalipun hanya untuk membersihkan luka di dahi-nya.


" Wow, sayang kenapa galak sekali? Bukan kah dari kemarin Aku, yang menyeka setiap tetes keringat dan darah di tubuh Mu. Heum!!" balas Si wanita dengan senyum polos. Tepatnya berpura-pura polos, sedangkan di dalam hati sudah tertawa sadis.


" Sinting!!"


" Uhh, Aku marah nih. Kemari cepat, perban Kamu harus di ganti lagi loh sayang, Aku nggak mau sampai kamu terinfeksi!" seru Si wanita manja. Ia memasang wajah manis, namun sungguh membuat Si pria ingin sekali menamparnya.


" Wanita gila, singkirkan tangan kotor Lu dari sana, akkhhh!!!"


Tepat saat Si pria ingin menampik tangan Si wanita, luka pada pahanya di tekan kuat hingga menimbulkan jeritan sakit, yang sungguh membuat orang yang mendengarnya merasa ngilu sendiri.


Benar saat jeritan sakit terdengar, pintu terbuka dengan Richard yang masuk membawa Kiara yang masih pingsan.


" Yo, Sorry ganggu!"


" Sialan Kamu, kenapa kemari di saat yang tidak tepat!!" sentak Si wanita kesal. Tanpa memperdulikan Si pria yang mendesis sakit, Ia bangkit dari duduknya dan menghampiri Richard yang hanya berdecih.


" Emang Gue fikirin!" gumam Richard cuek.


Ia meletakkan tubuh Kiara di sofa panjang, lalu mengusap kening berdarah itu pelan.


" Kita sampai, sayang!" gumam Richard senang.


" Akhirnya sampai juga, kita bisa mul ...


" Sialan!!! Apa maksud kalian ini hah?" sentak Si pria emosi. Mata-nya melotot saat menyadari, jika wanita yang ada di gendongan Richard adalah Istrinya sendiri, Kiara.


" Jadi ini, yang di maksud kejutan dari Si sialan ini," batin Dirga marah.


Si wanita yang marah, karena kalimatnya di sela pun menolehkan kepala ke arah ranjang. Di mana ada Pria yang tidak berdaya, tapi masih bisa mengeluarkan kata-kata umpatan kearahnya.


Ia memandang dengan senyum miring, saat melihat raut wajah murka, dari orang yang dulu sampai sekarang masih Ia cintai.


" Dirga sayang, nggak sopan loh memotong ucapan orang lain. Apa kamu tidak pernah di ...


" Persetan dengan ucapan sialan Lu, apa maksud kalian melakukan ini terhadap istri Gue, hah!!!" sela Si pria yang adalah Dirga. Kalimat dengan nada emosi yang di tanyakan oleh Dirga, membuat dua orang yang melihat ke arahnya malah tertawa dengan kerasnya.


Ha-ha-ha-ha!!!


Richard bahkan harus menepuk kedua tangannya, dengan kepala menggeleng. Merasa sangat lucu, dengan pertanyaan dari Si Arogan.


" Lu tanya kenapa?" ujar Richard sinis. Lalu senyum keji pun tampil di bibirnya, menatap tajam Dirga yang balas menatap tajam ke arahnya.


" Karena Lu ...


Mansion Wijaya


Putri mondar-mandir gelisah di depan pintu, menanti kepulangan menantunya yang tadi pamit membeli sesuatu.


Hati-nya berteriak jika ada yang salah dengan raut wajah Kiara, yang bilang ingin mencari makanan ringan sekalian menghirup udara segar.


" Kamu di mana sih sayang, kenapa lama sekali!" gumam Putri panik.


Di dalam rumah, Sarah besan-nya Mama dari menantunya sibuk menenangkan Gav, yang sedari kepergian Kiara menangis.


Ini persis seperti cerita Bi Titin, jika Tuan kecilnya menangis saat melepas kepergian Sang Tuan atau juga Dirga.


" Ya Tuhan, kenapa hati ini gelisah!!" gumam Putri. Ia melihat ke arah pintu gerbang Mansion-nya, berharap mobil berwarna merah milik Sang menantu menuju ka arahnya. Tapi sayang, yang di tunggu belum juga terlihat.


Mama Dada, huwaaaaa ...


Deg!


Suara melengking, yang berasal dari tangisan Gav membuat Putri tersentak kaget, Ia terburu memasuki mansion, berlari dengan tergopoh-gopoh saat melihat Gav yang meronta dari gendong Suaminya.


Mama Dada, hu hu huwaaa huwaaaa


" Gav sayang!!!" seru Putri panik.


" Kiara di mana Mih?" tanya Hendri dengan nada panik.


" Dia sedang keluar beli sesuatu, Dia bilang ingin menghirup udara segar!" seru Putri keras. Ia terlalu panik, hingga tidak sadar jika Ia berbicara dengan sedikit nada tinggi ke arah Suaminya.


" Apa!! Kenapa Kamu izinkan?" balas Hendri kaget. Sehingga membuat Bakrie, Bagus dan Fandi yang baru saja tiba di Mansion kaget, dengan jantung berdetak kencang.


Deg!!


" Kiara hanya pergi keluar mencari udara segar, apa salah?" tanya Putri kesal. Tapi langsung melotot horor, saat tahu arti dari ucapannya.


" Astaga!!!"


Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Catatan :


Psikopati berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai psikopat atau sosiopat, karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya. ... Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor.


Gulung tikar adalah bangkrut. Arti lainnya dari gulung tikar adalah kehabisan modal (dalam perdagangan).


Kata umpatan adalah , kata-kata kotor, ucapan jorok/cabul/carut, sumpah serapah, caci-maki, atau ungkapan tidak senonoh adalah ungkapan bahasa yang secara sosial bersifat ofensif, menistakan, atau merendahkan orang lain.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya ...


Jangan lupa kirim komentar dan klik jempolnya yaaa ...


Serta vote dukunganya juga ...


Sampai babai


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2