
Happy reading minna san
¶¶¶¶¶¶¶
Akhirnya mereka sampai ...
Saat ini Kiara sedang di depan gerbang Taman bunga,Ia menunggu dengan sabar Dirga yang sedang memarkirkan kereta kuda mereka.
"Hari ini juga tetap keren!" seru Kiara semangat.
Kameranya sudah dalam Mode Shoot, siap untuk mengabadikan moment di depannya.
Sebuah kegiatan yang di lakukan penduduk yang di depannya, entah itu penduduk yang sedang mencangkul sawah,mencabut rumput liar maupun memanggul rumput yang akan di jadikan pakan bagi ternak mereka.
"Sungguh-sungguh pekerjaan yang butuh tenaga ekstra," gumam Kiara lirih.
Mungkin bagi sebagian orang, kegiatan yang sedang di lakukan penduduk adalah kegiatan sepele yang tidak berarti. Namun tidak bagi Kiara ini adalah pemandangan yang langka.
"Untuk menghasilkan rupiah mereka rela bekerja banting tulang, terima kasih Tuhan atas nikmat mu selama ini**! " batin Kiara bersyukur.
Dirga memperhatikan Kiara yang sedang memotret kegiatan penduduk dengan pandangan teduh, Ia bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Kakek dan keluarganya memilihkan Kiara, wanita yang akan menemani hingga tua nanti (Walau masih sepihak).
"Walaupun Lu belum membuka hati Lu buat Gue,Gue yakin suatu hari seluruh hati lu cuma buat Gue," batin Dirga berharap.
Ia pun melangkahkan kakinya, berjalan menghampiri Kiara yang masih asik dengan kegiatannya.
"Yuk masuk!!!" seru Dirga mengajak.
"Yuk .... Oh ya Ga, kamu tahu tidak di sini ada berapa macam jenis bunga?" tanya Kiara penasaran.
"Duh mana Gue tahu, mana pernah Gue ngurusin hal yang beginian!" batin Dirga gelisah.
"Emhh .... Di sini yah emhh ...." gumam Dirga dengan jari di dagu pose berfikir.
__ADS_1
Dirga menggoda Kiara dengan pura-pura berfikir untuk menjawab pertanyaan, yang sebenarnya memang tidak Ia ketahui jawabannya berapa.
"Eh!!! Kok kamu tidak tahu sih, jangan-jangan kamu ini pemandu gadungan yaa?" tanya Kiara curiga. Bahkan matanya sudah memicing, mematap curiga terhadapnya.
Melihat Kiara yang seperti curiga terhadapnya, Ia pun berdehem untuk mengalihkan rasa curiga Kiara.
"Ehemm ... Cepet yuk masuk, nanti Aku kasih tahu bunga Favorit Aku!" elak Dirga cepat. Ia berpura-pura menoleh ke arah lain, menghindar dari tatapan mata Kiara.
"Eh ... Kamu punya Bunga favorit juga, hi-hi-hi!!" Kiara terkikik geli, mengetahui Dirga ternyata menyukai bunga juga biasanya laki laki tidak suka dengan hal feminim seperti ini.
Mendengar kikikan dari Kiara, Dirga berdehem untuk menghilangkan rasa malunya.
" Njirr ..." batin Dirga malu.
"Iya, jangan cerewet. Jadi mau tahu tidak?" tanya Dirga cuek. Dari pada ketahuan jika Ia adalah pemandu gadungan.
"Oke-oke, hi-hi-hi!!" balas Kiara masih terkikik.
"Dasar," gumam Dirga dengan kepala menggeleng palan.
"Lucu banget sih," Lanjutnya berbisik.
Kiara berkeliling dengan semangat untuk memenuhi rasa ingin tahu-nya, terhadap bunga yang ada di taman yang sempat tertunda kemarin.
Dari pinggir sampai ke ujung taman Ia datangi, setiap jenis bunga Ia pandangi, bahkan Kameranya pun tidak istirahat mengambil gambar bunga-bunga cantik tersebut.
"Kirei (cantik)," batin Kiara terpesona.
Warna-warni dari bunga memenuhi pandangan matanya, Merah , Putih , Kuning , ungu, biru, orange tersebar di seluruh penjuru taman.
Senyum cerah pun tak pernah luntur dari bibirnya.
Dirga yang melihatnya pun segera mengambil handphone di sakunya dan membuka aplikasi Kamera lalu membidik target.
__ADS_1
Kiara yang saat ini sedang tersenyum cantik, terpampang di layar handphonenya,lalu yang terdengar adalah bunyi kamera dari Handphonenya.
Ckrek!
Satu foto pun berhasil Dirga dapatkan.
"Sepertinya kurang kalau cuma satu," batin Dirga tidak puas.
Kemudian bukan hanya foto Kiara sedang tersenyum saja yang di ambil Dirga, tapi hampir setiap kegiatan di abadikannya, yang tentunya tidak di sadari Kiara sebagai model rahasia.
Kemudian Dirga berfikir, jika selama ini Kiara tidak pernah mengambil foto dirinya sendiri, jadi Ia pun berinisiatif menawarkan bantuan untuk mengambil gambar Kiara.
Ia berjalan menghampiri Kiara yang saat ini sedang ada di depan bunga matahari,sibuk memotret ini dan itu.
"Ra ... Kamu mau Aku foto di tengah taman bunga ini? Aku liat Kamu tidak pernah foto sendiri, selalu foto pemandangan yang kamu ambil" ujar Dirga menjelaskan maksudnya.
Kiara perfikir sejenak dan menyetujui usulan Dirga, Ia juga merasa sayang jika tidak ada satu pun fotonya yang sedang menikmati Quality timenya saat ini.
" Ahh ... Aku baru kepikiran he-he-he ... Terima kasih ya Dirga!" balas Kiara semangat.
Dirga mengambil alih kamera Kiara dan mulai mengambil foto Kiara dengan berbagai Pose.
Mulai dari pose cantik hingga pose lucu, yang membuat Dirga tertawa dan akan di balas dengan Kiara cubitan andalannya.
"Tidak ada pose lain?" tanya Dirga meledek.
"Cerewet, cepat foto saja!!" balas Kiara malu.
Dan Mereka pun larut dalam kegiatannya, di iringi candaan yang membuat bibir mereka selalu terpasang senyum.
Bersambung
Salam manis semuanya
__ADS_1