
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶
Sepanjang perjalanan menuju tempat yang akan di tunjukkan Dirga, Kiara tidak pernah absen untuk menunjuk apa pun yang menurutnya menarik.
Seperti saat ini, Dia dengan antusias menunjuk sesuatu yang bahkan menurutnya kurang penting.
"Lihat itu lihat .... Di sana juga lihat .... Omo-omo Dirga, serius Aku belum pernah melihat Tupai secara langsung!" seru Kiara heboh.
Kuping Dirga seketika berdenging, saat mendengar teriakan dari Kiara.Bagaimana tidak berdenging, kalau Kiara berteriak di dekat telinganya. Kalian ingatkan kalau saat ini Dirga sedang menggendong Kiara di punggungnya?
"Berisik Ra ... Kalau mau heboh jangan di dekat telinga Aku donk. Bisa-bisa gendang telinga Aku pecah, gara-gara suara ultrasonik kamu!" omel Dirga. Ia gerget sendiri menyaksikan kehebohan Kiara.
"He-he-he ... Maaf ya Ga ... Abis Aku seneng banget liatnya, masa kamu gak seneng sih lihat Tupai, lihat bunga-bunga cantik juga?" tanya Kiara penasaran. Ia heran, kok bisa Dirga sepanjang perjalanan cuma menanggapinya dengan datar.
Kalau di tanya jawabnya kalau tidak 'hn' ya 'hummmm' panjang, kan dengernya kesal!
"Bisa-bisa cepet tua beneran nih, kalau bawaannya kesel terus sama nih orang" batin Kiara kesal.
"Nggak tuh ... Sudah biasa, simpen aja deh heboh-hebohnya buat nanti. Karena Aku yakin, tempat yang akan kita kunjungi nanti bakal bikin kamu lebih heboh dari ini!" ujar Dirga misterius yang membuat Kiara semakin penasaran.
"Oh yah? terus-terus Masih lama nggak? udah capek nih jalan mulu tidak sampai-sampai!" ujar Kiara nggak tahu diri.
"Halooo .... Nengnya waras? yang seharusnya capek itukan Saya bukan Anda , lagian punya badan berat banget, seperti b* bi!" balas Dirga menggerutu.
Kiara yang mendengar gerutuan dari Dirga pun meronta minta di turunkan.
"Enak saja kaya b*bi, mentang-mentang Aku suka makan" batin Kiara emosi.
"Suruh siapa mau-maunya gendong Aku? udah deh turunin Aku sekarang, apaan tuh nggak ikhlas nolong ya sudah. Nggak usah ngatain aku seperti b*bi!" seru Kiara sewot.
Kiara tahu itu hanyalah candaan Dirga , kalau memang Ia berat, mana mungkin Dirga sanggup menggendongnya lebih dari 20 menit.
"Elahh ... Becanda kali Ra. Serius banget sih nanggapinnya. Sudah jangan ngambek yah! " seru Dirga terkekeh kecil.
Dirga pun menengokan kepalanya sedikit, agar bisa melihat ekspresi Kiara.
Benar saja, saat ini Kiara sedang melengoskan kepala ke arah lain, dengan pipi menggembung lucu.
Dirga terkekeh geli melihatnya, kemudian melanjutkan perjalanannya dan tak lupa menggoda Kiara di sepanjang perjalanan mereka, munuju ke tempat yang kata Dirga bisa bikin Kiara lebih heboh.
__ADS_1
"Jelek marah gitu!" ujar Dirga menggoda.
"Biarin,"
"Nanti nggak ada yang mau sama kamu!" balas Dirga masih menggoda.
"Nggak apa-apa,"
"Yakin?"
"Iya!"
"Ha-ha-ha!!!"
"Nyebelin!!!" seru Kiara membahana.
Membuat Dirga harus rela, telinganya bedenhing lagi.
Skip
10 menit kemudian, akhirnya Dirga dan Kiara sampai di tempat yang sebenarnya hanya Dirga dan keluarga Wijaya saja yang tahu.
Lahan seluas 15x15 ini adalah lahan pribadi milik keluarganya, di kelola oleh penduduk yang bekerja dengan keluarganya, tanah subur ini di tumbuhi oleh berbagai jenis buah Berry.
Dirga mengajak Kiara untuk memasuki Kebun, untuk beristirahat sejenak di sebuah gubuk di tengah kebun.
Di sana Ia di sambut oleh Bapak Jun, pengelola kebun tersebut yang berpura-pura sebagai pemilik kebun atas perintah Dirga.
"Selamat datang di kebun Berry kami, silahkan di minum dulu jus Strawberry segar ini!" ujar seseorang tersebut ramah.
Seorang perempuan paruh baya, Istri dari Pak Jun bernama Bu Ina, Ia membawakan dua gelas jus Strawberry untuk Kiara dan Dirga.
Kiara mengucapkan terimakasih dan mulai meminum jus tersebut dengan santai, rasa asam manis dari buah Strawberry terasa di lidah Kiara,membuat Kiara takjub karena kesegarannya.
"Omo!!! Ini Jus Strawberry paling segar yang pernah aku minum Ga, ini segar banget terus enak banget!" seru Kiara senang dengan senyum cerah.
"Benarkah?" tanya Dirga singkat.
"Iya, ini segar sekali. Apa karena buahnya di petik langsung yah?" balas Kiara semangat.
__ADS_1
"Hn, mungkin juga karena di sini tidak pakai pestisida!" ujar Dirga menjelaskan.
"Benar kan? Aku ini pencinta jus buah loh, Aku suka minum atau apa pun yang berhubungan dengan buah!"balas Kiara semangat.
"Selain itu?" tanya Dirga. Ia menikmati segala sesuatu yang ada di depannya, maksudnya Kiara yang saat ini bercerita dengannya tanpa ada rasa canggung.
"Suka makan manis, suka yang manis-manis, lalu suka semua yang manis, he-hehe!!" balas Kiara lalu terkekeh lucu.
Mendengar kekehan dari Kiara, Ia pun terkekeh merasa aneh dengan jawaban Kiara yang tidak jauh dari manis-manis.
"Semuanya manis?" tanya Dirga menggoda.
"Karena Aku suka manis!!" balas Kiara cepat.
"Kamu juga manis!"
"Hah??"
"Nggak ada tayang ulang!" balas Dirga mengelak.
"Yah, kasih tahu Aku, maksudnya tadi apa?" tanya Kiara penasaran.
"Nggak ada siaran ulang, titik," ujar Dirga final. Membuat Kiara cemberut, lalu meminum jus miliknya kembali.
"Bhuuu ... Pelit!" gumam Kiara.
"Dasar, sudah berapa kali sehari Gue tertawa. Bahkan karakter keseharian Gue juga berubah, benar-benar bahaya!" batin Dirga.
"Hn,"
"Ish!!!" seru Kiara kesal.
Diam-diam menyembunyikan senyumannya,
Kiara merasa hari ini walaupun sial namun ada keindahan setelahnya.
Bukan hanya karena bisa menikmati jus segar, tapi juga bisa melihat hewan secara langsung dan pastinya karena merasakan bahu tegap milik Dirga.
( Yang terakhir jangan sampai Dirga tahu ya)
Bersambung.
__ADS_1
\=\=\=\=