Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Sebelum Kencan (Bertemu Pemain Film)


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


" Biasa aja tuh, masa baru yang seperti ini sudah marah. Bagaimana nanti kalau Gav sudah bisa berjalan, lalu melakukan hal yang lain. yang pastinya, membuat aku geleng kepala." balas Dirga santai, tangannya menepuk-nepuk kasur di sebelahnya yang kosong. Kode untuk Sang Istri, agar segera pindah ke sebelahnya.


Kalian juga bisa mengartikanya, sebagai kode minta di manja.


Ehem ...


" Kenapa?" tanya Kiara, setelah rebahan nyaman, di samping Suaminya yang segera mendekapnya erat.


" Besok kita pacaran kuy." bisik Dirga, saat Sang Istri sudah ada di dekapannya.


" Pacaran?" beo Kiara, mengulangi pernyataan Sang Suami.


" Hmmm ... Pacaran, berdua." balas Dirga membenarkan pernyataannya.


Kiara pun berbalik, menghadap ke arah Suaminya. Tanpa melepaskan pelukan Dirga, yang memeluknya dari belakang.


" Gav sama siapa nanti?" tanya Kiara, dengan dahi mengernyit bingung.


" Sama Mama kan bisa? " balas Dirga santai, mengecup kening Sang Istri yang berhiaskan kerutan lucu.


" Emangnya mau kemana?" tanya Kiara penasaran.


Sebelum menjawab, Dirga mengusap kening Istri terlebih dahulu. Sehingga kerutannya hilang, lalu tersenyum membuat Istrinya tambah penasaran.


" Kemana aja yang kamu mau, tapi sebelumnya kamu ikut aku dulu. Bertemu dengan partner bisnis Aku , Kami ada Meeting dengan Pembuat Novel yang di angkat jadi Film layar lebar." ujar Dirga, menjelaskan kepada istrinya yang memasang wajah minta di .....


( Dirga please, fokus. Oke Thor )


" Ketemu pembuat novel, judulnya apa yank, terus siapa namanya yank? " tanya Kiara penasaran.


" Namanya Adi Kusma, Judul Novelnya Pendekar Elang Putih. Best seller loh yank, partamanya dari Novel online gitu. Terus ada penerbit yang lirik, lalu pada saat cetakan pertama langsung terjual habis 1000 buku. Makanya Aku berani jadi sponsor, abis seru sih ceritanya." ujar Dirga semangat, Ia sangat antusias saat menceritakan projek barunya.


Kiara yang mendengarnya, tentu saja ikut semangat. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan Novelis, bernama Adi Kusma apalagi melihat Filmnya.


" Kok aku nggak tahu yah, Novelnya kamu ada nggak yank?" tanya Kiara semangat.


Dirga mengangguk menjawab pertanyaan Kiara, kemudian tersenyum saat melihat binar mata Penasaran istrinya.


" Benarkah? Mana yank, coba lihat. Aku mau baca, Kamu kok nggak kasih tahu Aku dari awal sih." Lanjutnya nyerocos tanpa henti, saat mendapat anggukan kepala Suaminya.


" Penasaran yah? Nanti deh Aku kasih liat, lupa bawa soalnya. Kebanyakan kerjaan, jadi nggak inget masukin Novelnya." balas Dirga kalem, Ia lelah saat mengingat kerjaannya yang aduhai bejibun.


" Okay, besok Aku minta tolong Mama sama Mami. Jadi besok kita Meeting dulu, baru kencan yah yank?" seru Kiara semangat, menegaskan lagi rancananya besok.


" Kencan pertama, setelah Gav lahir." balas Dirga, tersenyum senang saat mendapat kecupan singkat di pipinya.


" Jadi, besok enaknya kemana?" tanya Kiara bingung.


Dirga menyembunyikan senyum menjurus mesumnya, saat mendengar pertanyaan bernada bingung dari Sang Istri.


" Hm ... Gimana kalau ....


" Kalau apa yang?" tanya Kiara penasaran, saat perkataan Suaminya menggantung lama. Seakan ingin menggodanya, apalagi tatapan mata serta alis naik turun yang di sengajanya.


" Kalau ke Hotel saja, anggap Baby Moon ketiga kita? Gimana, kamu setuju nggak?" bisik Dirga, menuai pekikan kesal dari Kiara. Belum lagi cubitan pedas, yang bersarang di dadanya.


" Ya ya ya ya ... Sakit yank, ya ampun. Aku di cubitin terus, mending di cium deh dari pada di cubit." gerutu Dirga. Ia mengusap dadanya yang perih, hasil dari cubitan Sang Istri yang saat ini sedang melengoskan wajah malu.


" Hentai ( mesum )" dumel Kiara, membalik tubuhnya. Membelakangi Sang Suami, yang saat ini malah terkekeh gurih.

__ADS_1


" Kan kamu yang tanya, masa di jawab masih di salahin. Emang yah, jadi cowok itu serba salah. Di jawab dapet cubitan, nggak di jawab sama aja." gumam Dirga, dengan wajah bersembunyi di punggung Kiara, yang diam-diam tersenyum malu.


" Udah tahu emang begitu, terima aja deh nasib kamu yank jadi cowok." balas Kiara, namun Ia kembali menghadap Sang Suami.


" Besok ke Anjol yuk yank, taman Dupan yang baru buka itu. Bagaimana?" tanya Kiara, memandang Suaminya penuh harap,dengan puppy eyes mode on.


Oh ya ampun, dari sekian banyak tempat, kenapa harus tempat ramai? Dirga tidak suka keramaian, jika itu bukan demi Anak dan Istrinya.


" Ya Lord, mau nolak tapi lihat matanya nggak tega." batin Dirga, menahan agar kokoronya tahan godaan.


" Huft ... Everything for you dear." balas Dirga pasrah, tersenyum kecil saat Kiara memeluknya, sabagai pengganti kata terima kasih.


" Gomawoyo, yobo ( terima kasih, sayang.)" bisik Kiara pelan, wajahnya Ia lesakan di dalam dada Suaminya yang tumben pakai baju.


" Hummm " gumam Dirga, menikmati suasana malam ini.


" Okay, sekarang bobok cantik dulu. Besok ada kencan panjang, untuk kita berdua." Lanjutnya, menuai anggukan kepala dari Kiara.


Keesokan harinya


Pukul. 09:45. WKS.


Saat ini Kiara dan Dirga sedang ada di Mansion Wijaya, mengantar Gav yang langsung di serbu oleh Sang Eyang Putri.


Siang nanti, Sang Oma akan datang. Karena pagi ini Oma Sarah ada Acara jogging, bersama dengan teman Sosialitanya.


" Jadi kalian mau Meeting dulu, baru kencan nih ceritanya?" ujar Putri, menggoda Sang Anak dingin dan Menantu, yang saat ini tersipu dengan senyum malunya.


Sampai sekarang Putri sendiri heran, padahal sudah memiliki buntut. Tapi Sang Menantu , masih saja malu-malu begitu kalau di goda.


" Mah, udah deh. Jangan jahil, apa mau di bawa aja nih Gavnya?" seru Dirga, menghentikan Sang Mama yang jahil. Kalau tidak buru-buru di hentikan, maka Mamanya akan semakin menjadi.


" Huh, nggak seru kamu mah Ga." balas Putri mendengus kecewa, Ia kesal saat Sang Anak menghentikan aksi jahilnya.


" Ya sudah mah, sebentar lagi meetingnya mulai. Aku nggak mau telat, Kami pergi dulu. Titip Gav yah mah, terima kasih." ujar Dirga, berpamitan kepada Putri, yang mengangguk maklum.


Bhuu hi hi tu tu da da bhu bhuuyyy


" Tuh Gav udah bilang bubhuy, buruan sana berangkat." usir Putri kejam, masa bodo yang penting Cucu tampannya senang.


" Titip Gav yah Mih, sore kami jemput Gav." Seru Kiara, memandang sedih Gav yang malah senang di tinggalnya.


" Dasar gembul" batin Kiara, menggeleng kepala.


" Iya kalian senang-senang yah, jangan fikirin yang di sini. Kalian tenang saja, Mami sama Mama kan yang jaga." balas Putri lembut, mengusap kepala Menantunya sayang.


" Iya Mih, terima kasih sekali lagi." ujar Kiara, mengecup pipi Mertuanya sekilas.


" Nah, Baby. Mommy sama Daddy ada perlu dulu yah, ingat jangan ngerepotin Oma dan Eyang Putri. Baby paham kan? " ujar Kiara, menghadap ke arah Sang Anak yang memandangnya polos. Mata bulatnya berbinar, saat melihat dari dekat wajah Sang Mommy.


Bhuuu tu tu


" Gav pintar, Mommy nanti bawa mainan yah buat Gav. Got it? " lanjut Kiara, yang di sambut tepuk tangan heboh. Tubuh Anaknya melonjak senang, sehingga membuat Eyang Putri sedikit kewalahan.


" Yah sayang, kasian Eyang. Baby kan buntal, nanti jatuh loh." Seru Dirga khawatir, saat melihat Sang Mama repot, menahan dengan susah payah agar Sang Cucu diam di pelukannya.


Bhu da da ngih


" Iya Daddy pergi, Baby jangan bakal yah. Jangan mgerepotin Oma sama Eyang nanti, Anak Daddy yang pintar. " gumam Dirga, di depan wajah Gav, dengan tangan menepuk kepala Anaknya sayang.


Bhuuuu


" Good Boy" Lanjutnya. Ia mencium pipi Gav gemas, saat mendapat jawaban ambigu dari Anaknya.


" See you swaet heart." gumam Kiara, mencium pipi Gav pelan, lalu mengikuti langkah Suaminya.


" Bhu bye Mommy Daddy"

__ADS_1


Skip


Saat ini Dirga bersama beberapa Sponsor berada di dalam Meeting Room, di Perusahaan Rumah Produksi Film terkenal. Mereka Sedang membahas masalah, yang sebenarnya belum seberapa Dirga pahami.


Di depannya ada Sutradara, serta pemilik Novel yang akan di adaptasikan.


Adi Kusma, seorang novelis yang awalnya hanya menulis, di salah satu aplikasi Novel online. Kini berkat karyanya yang banyak peminatnya, Dia menjadi salah satu penulis berbakat. Sebenarnya bukan hanya Pendekar Elang Putih, masih ada satu karyanya yang lain.


Dirga mendengar dengan seksama, pembahasan yang berurusan dengan produksi. Kira- kira sekitar 2 jam rapat berlangsung, Meeting berjalan lancar dan Dirga puas akan prospektif kedepannya.


Kini hanya Dirga, Sang Istri pemain film serta Sang penulis cerita. Yang masih tinggal, di Meeting room, sesuai permintaan Kiara yang ingin bertemu Si punya novel.


" Jadi nanti Kamu yang jad Mahesa? Lalu Kamu Puspita ? Wah pas yah dengan penggambaran tokoh karakter." Seru Kiara heboh, saat bisa melihat langsung mereka bertiga.


" Ah, terima kasih atas pujiannya. Nyonya Wijaya, Saya merasa tersanjung." balas pemeran mahesa, dengan senyum kecilnya.


" Iya, Nyonya Wijaya sungguh berlebihan. Saya merasa beruntung, bisa mendapatkan kesempatan gabung dengan projek ini." Sahut pemeran puspita, rambutnya panjang hitam dan wajahnya pun cantik.


" Tidak, Aku seriusan loh. Iya kan sayang, Aku beruntung bisa bertemu kalian." sanggah Kiara cepat, Ia tulus memuji Aktor dan Aktris di depannya saat ini.


" Kak Adi juga, padahal masih muda yah. Tapi sudah sukses, semangat terus ya Kak dalam berkarya." lanjut Kiara, menghadap ke arah Adi Kusma yang tersenyum kecil.


" Terima kasih, Nyonya Wijaya dan Tuan Wijaya. Ini semua juga karena dukungan dari perusahaan Wijaya, sehingga biaya produksi bukan jadi masalah di pembuatan Film ini." balas Adi merendah.


" Istri Saya benar, karya kamu memang bagus Adi. Sukses selalu, di tunggu volume ke 2 dan seterusnya." ujar Dirga, mendukung Sang Istri yang mengangguk semangat.


Selanjutnya, yang terdengar adalah obrolan selingan. Tentang masing-masing kabar atau hal sepele lainya. Yang tentu saja di dominasi oleh Kiara, Istrinya yang sangat antusias dengan hasil nanti. Bahkan Kiara juga meminta tanda tangan, di Novel cetak dari Pendekar Elang Putih yaitu Adi Kusma.


Acara Meeting telah selesai, Kiara dan Dirga sekarang ada di perjalanan. Memulai kencan perdananya, berdua tanpa ada Gav di tengah-tengah mereka.


Di dalam mobil, Kiara tidak henti tersenyum. Menggenggam sebelah tangannya, yang tidak memegang stir kemudi.


" Hehe" kekeh Kiara tiba-tiba, menuai kernyitan dahi dari Dirga.


" Ada apa huem?" tanya Dirga Penasaran


" Kita kencan yank!" seru Kiara senang, membalas pertanyaan Suaminya.


" Dasar kirain kenapa, seneng banget yah di ajak kencan." batin Dirga gemas.


" Huem, kencan." balas Dirga membenarkan.


Tanganya yang tadi di genggam Kiara , Ia lepas untuk menepuk kepala Istrinya, dengan tepukan ringan dan sayang.


" Kita kencan, jadi apa kamu sudah siap kencan. Sayang ku? " tanya Dirga lembut, memandang ke arah Kiara. Untunglah momentnya pas, sedang lampu merah, membuat Dirga, bisa melihat wajah Istrinya yang berseri-seri.


" Siap sayang" balas Kiara, mengangguk kepala semangat. Mengulas senyum lebar, sehingga lesung pipi serta gigi kelincinya terlihat jelas.


" Okay, berangkat." Seru Dirga semangat


" Berangkat, cus yank" seru Kiara tidak kalah semangat.


Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya...


Jangan lupa komentar dan klik jempolnya...


Serta vote dukunganya yaaa...


Baca juga Pendekar Elang putih


Ceritanya tidak kalah seru loh.


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2