
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Oek ... Oek ... Oek ...
" Sepertinya Gue kenal tuh suara siapa. " kata Dirga dalam mimpinya dengan dahi mengernyit berfikir , mengingat suara khas siapa yang akhir - akhir ini selalu menyapa di tiap jamnya.
" Mih Baby Gav Pup "
Oek ... Oek ...
" Iya Sayang, Mami ambil popok dulu "
Oek ... Oek
" Mih, biar Yaya yang gantiin "
" Iya Sayang "
" Huum ... Bener juga itu bunyi suara Bayi nangis , emm ..."
Sambil mengernyit dan berfikir, Dirga masih belum Konek dengan apa yang ada di fikirkannya. Ia masih tidur, hampir terlelap lagi namun langsung melotot saat ingat suara yang di dengarnya adalah suara Baby Gavnya.
Dengan mata sepet, efek bangun tiba-tiba. Dirga kelimpungan, bangun dari tidurnya dan menghampiri Istrinya dengan panik.
" Sayang! Baby kenapa?" tanya Dirga heboh , dengan raut wajah khawatir yang kentara, melihat bergantian Baby Gav yang sudah mulai tenang dan Istrinya yang melihat Ia dengan ekspresi geli.
" Kamu kenapa panik Ga?" tanya Mami Putri dari arah belakang Dirga dengan heran, di Tangannya ada popok baru. Melihat dirga dengan ekspresi menahan tawa, lihat saja rambut acak acakan khas bangun tidur. Apalagi ekspresi panik yang di keluarkan Anaknya, yang biasanya selalu menampilkan wajah tanpa ekspresi. Anak dinginnya berubah sejak kenal dengan Menantunya.
" Baby Gav tadi menangis mah" balas Dirga masih belum paham situasi.
" Nangis ya wajar, kan Baby lagi pup." ujar Mami Putri santai, lalu mendorong Anaknya ke samping.
" Geser! Ganggu aja." lanjut Mami Putri dengan kejam, masa bodo dengan Anaknya yang terdorong hampir limbung. Membuat Dirga mendengus kesal, sambil menguap tanpa malu Ia pergi, meninggalkan Dua Perempuan yang saat ini sibuk mengganti popok, lalu berjalan menuju kamar mandi.
Sebenarnya Ia masih mengantuk, baru bisa tidur bebepa menit yang lalu. Bukan hanya karena tangisan Anaknya tapi juga mengejar targetnya, yang seharusnya sesuai hitungan, tapi terpaksa salah hitung karena Istrinya lahiran lebih cepat seminggu.
Blam
" Dirga lucu banget Mih, bisa panik gitu yah. Padahalkan nangis gara-gara pup" seru Kiara geli, setelah Suaminya menutup pintu kamar mandi.
" Hihi ... Wajar sayang, Dia juga baru bisa istirahat beberapa menit yang lalu. Jadinya kurang konsentrasi" balas Mami Putri di sela kekehannya, Ia mengerti kondisi Anaknya yang khawatir mengingat ini anak pertama mereka .
" Dirga sigap banget yah Mih, Dia juga jadi kurang istirahat. Padahal masih harus ngurus kerjaan kantor yang menumpuk" ujar Kiara dengan senyum nggak enaknya. Ia jadi kasihan, semua beban perusahaan di limpahkan di pundak Suaminya.
" Dirga itu, meskipun orang luar melihatnya arogan dan dingin. Nyatanya hatinya lembut apalagi dengan Buah Hatinya sendiri." balas Mami Putri, tersenyum hangat dengan tangan mengusap rambut kiara yang di ikat asal.
" Mami benar."
Ceklek ...
" Pada ngegosipin Aku yah?" tanya Dirga tiba-tiba, setelah membuka pintu kamar mandi. Ia habis mandi, biar segar ngilangin mata sepet. Ingin bermain dengan Baby Gav lagi, tanpa kedip kedip manja matanya yang pedas efek kurang tidur.
" Dih narsis , liat baby ! daddymu narsis tuh. Jangan di tiru yah Sayang " seru Kiara membalas perkataan Dirga, kemudian memeletkan lidah mengejek.
Dirga terkekeh. Kemudian berjalan ke arah Dispenser, meletakkan gelas untuk di isi dengan air hangat yang di minumnya sekali teguk.
" Minum Kopi enak nih " batin Dirga
" Aku ke kantin dulu mah, mau minum kopi.
Ada yang mau di beliin sesuatu?" seru Dirga bertanya kepada Dua wanita kesayangannya.
" Pembalut Aku habis sayang, Kamu mau beliin?" tanya Kiara ragu, melihat Dirga yang ekspresinya canggung seketika.
" O .. Oke Aku beliin " balas Dirga akhirnya, meski sedikit terpaksa.
" Yang ukuran 41cm yah sayang" seru Kiara lalu tersenyum lebar, saat melihat Suaminya mengangguk mengerti.
" Mama mau apa?" tanya Dirga beralih melihat Sang Mama yang sedang membereskan perlengkapan bayi.
" Em ... Nggak usah. Oh iya , nanti Mama Sarah bawa makanan. Kamu jangan makan di luar ya Ga!" balas Mami Putri mengingatkan.
Dirga mengangguk mengerti lalu sebelum pergi, Ia menyempatkan diri untuk mencuri ciuman di bibir Istrinya, saat Sang Mama menoleh ke arah lain.
Cup
" Morning kiss sayang, seharusnyakan lebih dari ini " bisik Dirga memandang Kiara yang tersipu malu karena di ingatkan kegiatan pagi rutin Mereka.
" Dasar mesum!" bisik Kiara. Ia lebih memilih menundukkan kepalanya, melihat Baby Gav yang tertidur di dekapannya, daripada melihat ekspresi Suami mesumnya.
" Loh, Aku kalau nggak mesum Baby Gav nggak akan nongol di dunia Sayang. " balas dirga masih berbisik- bisik.
Mami Putri, yang melihat Anak dan Menantunya berbisik- bisik mengeryitkan dahinya Penasaran. Penyakit Keponya kumat, maka jangan salahkan Ia jika langsung bertanya tanpa malu.
" Kalian lagi bahas hal Mesum yah? " tanya Mami Putri tepat sasaran, oh ... Ia ini Maminya dari Seorang Dirga, yang emang di kenal mesum kalau ada mahluk tuhan ciptaan Tuhan bernama Kiara di dekatnya.
__ADS_1
Kiara tersedak , Dirga terkekeh.
" Mama tahu aja , memang Mama debes ( the Best). Heheh ... " balas Dirga nggak tahu malu sambil terkekeh.
Gyutt ...
" Akh ... Sakit sayang!"
" Makanya jangan kotor otaknya, pagi - pagi udah ngeres aja tuh isi kepala" ujar Kiara sewot, meski pipinya merona malu.
" Dih, sama Istri sendiri ini. Iya kan mah?" tanya Dirga melihat ke arah Sang Mama yang saat ini sedang terkekeh.
Mami Putri mengangguk kepala tanda setuju, masih dengan kekehannya. Ia hendak berbalik ke arah mandi, namun sebelum menutup pintu, Ia menoleh ke arah belakang dan mengedipakan mata menggoda.
" Jangan lupa, kalau bisa anak kedua perempuan ya Yaya sayang, hehe"
Blam
" Mami!" seru Kiara kesal, antara malu dan senang, Pagi harinya lebih jadi berwarna.
" Hahaha ... Request dari Mami tuh, masa Kamu nggak mau mengabulkan?" tanya Dirga menggoda Istrinya yang auto melotot sewot ke arahnya.
" Sembarangan, udah gih sana pergi. Katanya mau wedang?" ujar Kiara mengalihkan pembicaraan.
" Oke, oke ...Daddy pergi dulu yah Baby. Jangan nakal loh! " seru Dirga lembut. Mengecup kedua pipi gembil anaknya yang tidur, Sudah nyaman lagi habis di ganti popoknya.
" Jangan lupa pesanan Aku ya sayang " kata Kiara mengingatkan Suaminya yang mengangguk canggung. Teringat dengan tugas Negara dari Sang Istri, yang pernah Ia alami sewaktu dulu Kiara kehabisan stok.
" kali ini di pandang seperti apa lagi ya?" batin Dirga bertanya kepada Author yang sedang makan uduk.
( Lu malu Ga? Kata siapa? Ngaco )
" Oke" balas dirga singkat, kemudian berjalan ke arah pintu. Meninggalkan Istrinya yang sedang berbicara dengan Mamanya yang baru keluar dari kamar mandi.
Skip
Siang harinya
Hari ini Baby Gav kedatangan Uncle Kai, yang baru saja pulang dari Jepang. Kaisar datang bersama Ronald yang selalu setia menemani.
Dirga curiga, jangan - jangan ada Bau-Bau romantis di antara keduanya. Emang sih Ronald adalah Asisten Pribadinya Kai, tapi masa harus selalu nempel. Kemana - mana harus berdua.
" jangan - jangan mereka pacaran? " batin Dirga, dengan mata memicing menatap keduanya dengan pandangan curiga.
Plak
" Akh ... Kampret."
" Tuh otak gesrek yah, Gue ngerti maksud tatapan Lu. Jijik Gue, cuih" ujar kaisar cuek
" Lu tiap hari berduaan mulu sama Ronald, ya Gue curiga lah" balas dirga lempeng, tangannya mengusap punggungnya yang di tampol Kaisar dengan kekuatan nggak main - main.
" Nyeri euy ... Kampret"
" Wajar Ga, Dia jomblo. Padahal Gue mau bawa Calon Istri Gue kemari, tapi tuh Si bos koplak maksa minta di temenin. Kalau nggak ngambek katanya" seru Ronald cuek, membuat Kaisar sewot dengan gerutuannya..
" Wkwkkwkw ... Jomblo pengganggu. "
Dirga ngekek. mendengar candaan Ronald yang memang akan jadi cuek dan nyaplak kalau sedang di luar kantor, sesuai Permintaannya untuk nggak kaku di hadapannya.
" Ron, Lu mau Gue kirim ke Antar Dimensi?" ancam Kaisar dengan suara rendah, melihat Ronald dengan mata berkilat - kilat sadis. Tapi sayang sekali, Ronald nggak perduli.
" Dengan senang hati, kalau mau kerjaan Lu berantakan dan kehidupan jomblo Lu tambah sepi, kirim aja Gue ke tempat paling indah " balas Ronald telak, membuat kekehan Dirga menjadi tawa Ngokok hingga membuatnya duduk di sofa dengan tangan memegang perutnya yang sakit.
" hahahaha "
" Ronald mati aja Lu "
Dan selanjutnya, gelud antar Kaisar dan Ronald tidak bisa di hindari. Bahkan Dirga sendiri sengaja tidak memisahkan keduanya , hingga suara tangisan Baby Gav menginterupsi mereka.
Oek ... Oek ... Oek ...
" Bangke, Anak Gue bangun."
Oek ... Oek ... Oek ...
" Astaga kalian ini " desah Kiara pasrah. Lebih baik menenangkan Anaknya, daripada ngurusin 3 pria songong dan koplak serta stres di sofa sana, sedang saling mencumbu tanpa ada yang mengalah.
" Ya Gusti, kenapa punya suami dan sahabat seperti ini yah modelnya " batin Kiara pusing sendiri..
" Cup ... Cup Gavnya mommy jangan nangis ya" bisik Kiara dengan menepuk nepuk bokong Anaknya pelan.
Tok ... Tok .. Tok ...
Ceklek
" Haloo, Mba Kiara. Fania datang bawa rengginang nih" suara Fania yang semangat terdengar, di balik pintu yang tadi di ketuk dan di buka perlahan olehnya.
" Loh ... Ada apa mba?" tanya Fania heran, saat melihat 3 orang yang duduk di sofa dengan pakaian berantakan.
" Ngerebutin kucing tetangga" balas Kiara asal, membuat Fania mengernyitkan dahi bingung gagal paham.
__ADS_1
" kucing tetangga yang sebelah mana?" batin fania bertanya.
" Mas Dirga, kalau mau kucing di rumah Fania banyak" seru Fania polos, melihat dirga yang malah terkekeh.
" Kucing oyen barbar ada nggak?" tanya Dirga meledek Fania yang malah nyengir, lucu mendengar pertanyaan Suami Mba sepupunya.
" Kucing kepala hitam adanya Bang" balas Fania terkekeh lucu.
Fania lalu melirik ke arah sebelah Dirga duduk, lalu memiringkan kepala bingung. Saat melihat cowok asing yang juga sedang melihat ke arahnya.
Blushh
Fania merona saat melihatnya, Ia pernah bertemu saat di pernikahan Kiara meski tidak bertegur sapa karena saat itu sedang sibuk. Bahkan Nama pun tidak tahu.
" Ganteng, nggak kalah sama Mas dirga dan Bang Raka" batin Fania girang.
Kaisar , yang melihat penampakan cewek lumayan manis di depannya mendadak gerogi. Terakhir, Ia merasakan detak Jantungnya yang tiba-tiba meningkat saat pertama melihat Kiara setelah lama tidak berjumpa, dan saat ini ia merasakannya lagi.
Deg ... Deg ... Deg ..
" Ini jantung gue tah?" batin Kaisar bertanya.
Dirga sebenarnya memperhatikan, apalagi Ronald yang lama berteman dengan Kaisar. Mereka berdua tersenyum, lalu berpura-pura seakan tidak mengetahui keadaan.
" Ehem ... Fania sama siapa?" tanya Dirga sok biasa aja. padahala di hatinya sudah cekikikan, saat melihat Fania yang gelagapan ketahuan melamun dengan mata melihat Kaisar, begitu pula dengan Kaisar.
" Ah, sendirian Mas"
Obrolan pun mengalir seperti biasa, dengan sesekali tertawa saat Ronald mengeluarkan jokenya. Tentu saja ada juga yang saling lirik tanpa ketahuan, kirim kode melalui tatapan.
" Sepertinya Aku / Gue suka deh sama dia"
Batin Kai dan Fania kompak.
Skip
Tidak terasa waktu cepat berlalu, Kaisar dan Ronald pamit undur diri. Sedangkan Fania juga harus pergi, ada telepon mendadak dari Agensi modelnya.
" Baby Gav papa pulang dulu yah, nant ..
Plak
" Nggak usah ngaku - ngaku, mau Gue bom gedung baru kantor Lu heum? " seru Dirga sewot. Setelah menampol punggung Kaisar, sekalian bales dendam dengan barbar .
" Enak aja Embrio Gue diaku-aku " batin Dirga sewot, mendengus nggak perduli saat Kaisar mendesis sakit.
" Bercanda kali Paijo. " balas Kaisar dengan tangan mengusap punggungnya, Meresapi betapa syahdunya tampolan dirga yang nggak main-main kekuatannya.
" Jangan berantem terus, nggak malu di lihat sama Baby Gav heumm" desis Kiara, melotot tajam ke arah Suami dan Kakaknya. Sedangkan Ronald hanya bisa terkekeh senang, saat melihat dua cowok sejagat incaran cewek diam tanpa bisa melawan.
" Maaf sayang / Maaf chuby" seru Dirga dan Kaisar kompak, kemudian saling menatap dan melengos ke arah berbeda.
Fania melihatnya dalam diam. Ia merasa jika Cowok yang tadi membuatnya salah tingkah ada apa-apa dengan Kiara Mba sepupunya, yang memang memiliki kecantikan luar dalam.
" Sepertinya Mas Kai ada apa-apa deh sama Mba kiara" batin Fania sedih.
Mereka bertiga akhirnya meninggalkan ruang inap Kiara, berjalan bersama menuju parkiran.
" Kamu bawa mobil Fan?" tanya Kaisar tiba-tiba, saat mereka hampir sampai di pintu keluar Rumah Sakit.
" Naik taksi Mas Kai" balas Fania dengan senyum kecil.
" Anterin aja Kai, kebetulan Gue mau ketemu Tara di Restoran dekat sini" seru Ronald beralasan. Padahal, Ia ingin Kaisar memiliki kesempatan berdua dengan Fania.
" Ini saja Kai, yang bisa Gue lakukan untuk Lu" batin Ronald ngedrama.
" Eh ... Jangan aku taku ...
" Nggak apa-apa Fan, Gue anterin aja. Nggak ngerepotin kok " sela Kaisar cepat. Sepertinya Ia mengerti maksud Sahabatnyaa, maka Ia pun ambil langkah cepat.
" Thank Ron, Lu emang sahabat terdebes " batin Kaisar tersenyum ke arah Ronald yang balas nyengir menggoda.
" Yuk Fan, mau Gue anter kemana? "
" Em , ke daerah ...
Mereka berdua, berjalan meninggalkan Ronald di belakang yang melihat ke arah Mereka dengan senyum bahagia. Ia berharap jika ini adalah waktunya Kaisar bisa mendapatkan kebahagiaannya.
" Semoga jodoh ya Kai".
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kelanjutannya yaa....
Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempolnya ...
Serta vote dukunganya..
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1