Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Pulang


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca


Dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kiara bangun lebih awal, agar bisa segera berangkat menuju Kota tempat tinggalnya.


Ia berencana untuk menemui Dirga lebih dulu sebelum pergi dari Desa .


Waktu masih menunjukan Pukul enam pagi, tapi Ia tidak bisa lagi menunda rencana keberangkatan nya.


" Barangku sudah siap semua, sebaiknya Aku cepat menemui Dirga " gumam Kiara setelah mengecek kembali barang yang tadi malam sudah di packing nya.


Tidak butuh waktu lama bagi Kiara untuk sampai di depan pagar penginapan milik Dirga , tidak ingin membuang waktunya Kiara segera masuk kedalam halaman.


Pada saat Kiara membuka pagar kebetulan sekali bertepatan dengan seorang Asisten rumah tangga yang akan membuang sampah di depan.


" Rani ya" sapa Kiara membuat Asisten rumah tangga yang sudah di kenalnya segera menghampiri nya.


" Ah .. Nona Kiara selamat pagi" sapa Rani ramah.


" Selamat pagi Rani , Dirga sudah bangun bangun belum? " tanya Kiara langsung tanpa basa basi setelah membalas sapaan dari Rani .


" Maaf , Tuan Dirga belum bangun Non " sesal Rani.


" Nggak apa-apa, Aku langsung masuk aja. Makasih ya Ran " balas Kiara, kemudian melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah menuju kamar dimana dirga tidur.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka memperlihatkan mahluk tampan kesayangan Kiara yang masih terbuai alam mimpi nya.


" Tampan .... Hehe..." batin Kiara terkekeh dengan bibir tersenyum senang.


Kiara memandangi Dirga , yang tidur dengan posisi terlentang di mana satu tangan di atas perutnya dan satunya lagi di sisi tubuhnya.


" wajahnyaa polos banget pas lagi tidur, tapi kalau udah bangun polos nya ilang di gantikan wajah om-om mesum. Hehe" gumam Kiara.


Tangan nya dengan jahil menjawil hidung bangir milik dirga membuat sang empunya risih karena merasa terganggu.


"Hi hi hi" kekeh Kiara, menikmati kegiatan usil nya.


" Biasanya kan kamu yang jahilin Aku, sekarang gantian Kamu yang Aku jahilin" gumam kiara dengan tangan yang semakin kurang asem menjahili hidung dan telinga Dirga .


Kiara tidak tahu jika sebenarnya Dirga sudah bangun semenjak pintu terbuka, nalurinya tetap bekerja walaupun dengan mata terpejam.


" Pagi yang indah" batin Dirga menikmati kejahilan Kiara terhadapnya.


Tidak tahan dengan rasa geli yang menyerangnya, akhirnya Dirga pun menangkap tangan Kiara dan menarik tubuh kiara ikut masuk ke dalam selimut yang di pakainya


(author nggak tahu bagaimana bisa, coba tolong ajarin ya).


Kyaa.. pekik Kiara kaget, karena tiba-tiba tubuhnya tertarik dan masuk kedalam selimut dengan Dirga yang memeluknya erat.


" Berisik sayang, kita bobo lagi yuk" gumam Dirga mengajak Kiara melanjutkan bobo bersamanya


" Yak ...lepasin aku Ga, bangun ih....." ronta Kiara yang tidak di dengar Dirga,


Malahan sekarang pelukannya semakin erat saja.


" Hummm ... Masih pagi sayang" balas Dirga dengan mata yang terpejam namun tidak dengan hidung nya yang kini sudah sibuk mengendus harum tubuh bawel kesayangan nya saat ini.


" Udah mandi ya? mau kemana sih. " tanya Dirga


" Sepertinya Kiara mau pulang" batin Dirga menebak dalam hati

__ADS_1


" Nah ... Makanya Aku kesini pagi-pagi Ga , aku mau bilang ke Kamu, kalau Aku mau pulang" balas Kiara muram


" Kakek aku masuk rumah sakit Ga " lanjut Kiara bergumam dengan suara lirih, dan menahan air matanya yang sudah ingin keluar.


Dirga membalik tubuh Kiara menghadap nya dan memeluk kiara kembali, kemudian mencium kepala kiara sayang seakan menyampaikan rasa sedih nya.


"Kamu mau pulang sekarang? " tanya Dirga pelan yang di jawab anggukan pelan dari Kiara.


" Iya ... Aku udah pesan tiket Kereta jam delapan nanti" jelas Kiara


" Nggak usah, kamu Aku antar sampe kota tempat kamu tinggal . Lebih cepat dengan mobil Aku " balas Dirga tegas


" Tapi Ga ..."


" Tidak ada tapi Sayang, Kamu tunggu Aku di sini, Aku mandi dan bersiap siap dulu" perintah Dirga yang tidak bisa di bantah Kiara.


" Umm ... Oke. Terima kasih ya Ga " ujar Kiara tulus.


" Nggak perlu sayang. Tapi..."Dirga menggantung ucapan nya membuat Kiara mengernyit bingung.


" Tapi apa Ga? " tanya Kiara dengan ekspresi bingung.


" Tapi ... Kalau Kamu mau berterima kasih bisa kok pake cara lain" lanjut dirga membuat kiara tambah bingung


" Cara lain gimana? " tanya Kiara penasaran


" Cium di sini" ucap Dirga menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya kemudian menyeringai mesum.


Bruk... Sebuah bantal pun melayang mengenai lengan Dirga , membuat Dirga terkekeh karena reaksi lucu dari Bawel kesayangan saat ini.


" Dasar mesum" omel Kiara


" khe he he... Oke becanda sayang.


Tapi yang sekarang Aku serius" ujar dirga kali ini dengan ekspresi serius nya membuat kiara yang melihat lnya juga memasang ekspresi sama seriusnya


Dirga menggenggam tangan kiara lembut lalu tersenyum sedih.


" Apapun yang terjadi, kamu janji ya nggak akan marah dan ninggalin Aku " ucap Dirga ambigu membuat Kiara melongo tidak mengerti.


" Ada apa dengan Dirga " batin Kiara


" Maksudnyaa apa Ga? " tanya Kiara


"Ssstttt. .. Cukup bilang Aku berjanji aja Ra " balas Dirga dengan menekan kata janji.


Kiara yang masih belum mengerti hanya bisa mengiyakan ucapan Dirga.


" Oke .. Aku janji deh hehhe" janji Kiara di akhiri dengan kekehan Cerianya, membuat dirga bisa sedikit bernafas lega.


" Aku sungguh sangat mencintai kamu Ra " bisik dirga dengan suara tertahan nya.


" Aku tahu..." jawab Kiara


" terimakasih...."


Cup


Dirga pun mencium kening Kiara lama, kemudian turun dari ranjang hangatnya menuju kamar mandi, bersiap untuk mengantar kiara menuju kota S lebih tepatnya ke rumah sakit di kota S.


" Jangan lupa, kamu bilang ke Rani buatin sarapan untuk kita yank" teriak Dirga dari dalam kamar mandi


" Oke " jawab Kiara ikut berteriak.


Setelah membereskan barang barang yang menurut Dirga penting, Dirga turun dari kamarnya dan menemukan kiara yang sedang mengobrol dengan Rani di meja dapur.


" Pagi sayang" ucap Dirga mengambil kesempatan mencium pipi kiara cepat.

__ADS_1


Membuat wajah Kiara memerah, malu karena perbuatan mesun Dirga di lihat oleh Rani , yang kini terdiam menyaksikan kegiatan tuan mudanya.


" Anu ... Non, kalau gitu Rani permisi dulu.


Selamat menikmati sarapannya Tuan , Nona "


Pamit Rani gugup, saat melihat Dirga yang memberikan tatapan mata tajam kepada nya.


" Oke terimakasih /Hn " jawab Kiara dan Dirga bersamaan. Setidaknya sejak bersama kiara dirga mau balas menyapa para pegawai nya.


Butuh waktu sekitar tiga jam untuk sampai di perbatasan kota Y , Kiara yang akhirnya di antar Dirga pun merasa lega, karena ia tidak perlu memakan waktu lama untuk bisa mencapai kota asalnya.


" Kita kemana Ra , rumah kamu atau"


" Rumah sakit langsung Ga " balas Kiara cepat, bahkan belum selesai pertanyaan Dirga kiara sudah menjawabnya.


" Oke " balas Dirga singkat, dan perjalanan pun berlanjut.


Di kantor milik keluarga Wiratmadja, tepatnya di ruangan milik direktur yang sekarang di duduki oleh Kaisar , berdiri seorang pria sebagai asisten kepercayaan Kaisar yang sedang membacakan Laporan yang di terimanya dari orang suruhannya.


Laporan mengenai Kabar Kakek Bagus yang sekarang sedang di rawat di rumah sakit


" Oke. .. Aku mengerti, lalu ada laporan apa ada lagi?" tanya Kaisar, dengan tangan yang masih sibuk menandatangani dokumen penting


nya.


" Saat ini nona Kiara sedang di perjalanan menuju ke Rumah sakit, bersama Pria yang data nya tidak bisa kita tembus Tuan " lanjutnya menjelaskan laporan yang membuat kaisar menghentikan gerakan tangannya tiba-tiba.


" Kiara sedang dalam perjalanan" tanyanya antusias


" Benar tuan" jawab asistennya singkat


" Benarkah ... Lalu apa maksudnya Pria yang tidak bisa di tembus informasinya. Kenapa bisa seperti itu." Tanya Kaisar dengan nada yang tidak senang.


" Informan kita masih belum mendapatkan Informasi, mengenai siapa calon yang sudah di pilihkan untuk Nona Kiara , jadi kami curiga jika Pria yang mengantar Nona Kiara adalah pria pilihan keluarga Wicaksono " jelasnya membuat Kaisar mengepalkan tangannya menahan emosi.


" Dan seperti nya priaa ini bukan dari keluarga sembarang" lanjutnya, membuat Kaisar tambah emosi mendengarnya.


" Pakai cara apapun dan dapatkan segera informasinya" perintahnya mutlak yang segera di laksanakan oleh Sang asisten kepercayaannya


" Baik tuan" jawabnya tegas kemudian meninggalkan ruangan milik Kaisar.


Di ruangannya, Kaisar berusaha meredam kan emosinya, bahkan pena di tangan nya pun patah, akibat terlalu erat Ia mengepalkan tangan nya.


" Shit .... Siapa cowok itu, selain Gue nggak akan ada lagi cowok yang pantes buat kiara. "


Ujar nya kesal, dan kemudian merubah ekspresi kesalnya menjadi lembut.


" Iya kan sayang? " Lanjutnya bergumam bertanya pada saat melihat Foto di mejanya,


Berupa Foto Kiara dan Fotonya sendiri, saat masih mengenakan Seragam Sekolah .


Dan sebuah Foto baru, di mana Kiara sedang tersenyum menghadap bunga-bunga cantik saat Festival Musim Semi di Desa, yang Ia dapatkan dari Paparazi suruhannya.


" Lu semakin cantik dengan senyuman Lu itu chabi... Dan cuma Gue yang boleh miliki Lu " Gumamnya sinting kemudian tersenyum setan dengan segala rencananya.


Cinta yang membuatnya buta, jika dulu Ia tidak bisa melawan Takdir karena ketidakmampuannya, maka sekarang apapun akan Ia lawan demi mendapatkan cintanya kembali.


" Takdir ... Khe.... Yang Gue tahu, Kiara itu cuma milik Gue. " Ujarnya dengan hati jumawa, Merasa Dunia sudah di gengaman nya, Tidak merasa jika saat ini Takdir pun masih menentangnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tinggal kan jejak komentar dan saran nya yaa


Tunggu kelanjutan nya jangan lupa jempol nya


Sampai babai

__ADS_1


__ADS_2