
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Rumah sakit ibu & anak kota S
Kiara sedang duduk di luar ruang periksa , menunggu giliran di panggil oleh perawat di RSIA terbesar di kota S, tidak jauh dari apartemen nya.
Dirga baru saja selesai menelepon nya sesuai dengan kesepakatan mereka 1 jam sekali menelpon selama 15 menit.
Kiara bahkan harus berbohong pada saat dirga menanyakan keberadaan nya.
" aku harap pemeriksaannya cepat selesai, tapi antrian nya masih banyak sekali." gumam kiara cemas
Jika saja saat ini ia periksa dengan suaminya mungkin ia tidak perlu lama mengantri layaknya pasien umum.
Tapi kiara ingin memberitahukan berita ini jika memang benar apa adanya.
" aku nggak sabar... " batin kiara dengan senyum mengembang, ia mengusap perut rata nya dengan lembut dan sekali lagi terkekeh salah tingkah.
Perasaannya campur aduk dan itu membuatnya tidak bisa untuk tidak cengar cengir seperti orang gila.
Untung saja wajahnya ia tutupi masker sehingga tidak perlu mengudang tatapan aneh dari orang yang ada di samping.
Kiara menengok lagi di sekitarnya, di mana semua pasien rata rata ibu hamil dengan beragam bentuk perut, mulai dari yang besar seperti bulannya atau sepertinya yang masih rata namun sudah ada kehidupan baru di dalamnya.
Hatinya menghangat saat membayangkan beberapa bulan yang akan datang ia bisa memeriksakan kandungannya bersama dirga yang senantiasa mengusap perut buncit nya, sama seperti pemandangan di depannya saat ini, di mana ada pasangan suami istri yang sedang bercanda dengan sesekali sang suami mengusap perut istrinya pelan.
" Kira kira apa yah reaksi dirga kalau tahu berita ini? Semoga saja benar aku hamil" batin kiara berdoa dan tersenyum lebih lebar saat membayangkan dirga yang heboh dengan kabar kehamilannya.
" Nyonya wijaya... "
Ketika nama nya di sebut sontak berpasang mata melihat ke arahnya dengan tatapan Penasaran, membuat nya sedikit canggung dan segera masuk menghindari kerisuhan.
" Iya saya..." balas kiara, mengikuti langkah perawat yang entah mengapa berbeda saat melayaninya.
" Silahkan masuk nyonya wijaya " perawat dengan nametag siska mempersilahkan ia masuk dengan sopan dan ia pun mengangguk sebagai ucapan terima kasih
Setelah duduk kiara melepas masker dari wajahnya dan dokter kandungan dengan papan nama etty setiawan spOG tersenyum.
" Selamat siang, ada yang bisa di bantu nyonya wijaya?" tanya Dr. Etty ramah
" Selamat siang ibu dokter, begini jadi tadi pagi itu saya baru saja tes kehamilan dan hasilnya positif. Saya mau pastikan lagi apa memang benar dan juga saya mau tahu usia nya kalau memang benar ada " ujar kiara semangat dan menjelaskan dengan binar mata bahagia.
" Wah... Selamat kalau gitu nyonya wijaya,
Bagaimana kalau kita langsung periksa USG untuk memastikan usia janin nya?" tanya Dr. Etty ramah dan kiara mengangguk kepala semangat dengan hati berdebat debar.
" Baik ibu dokter" balas kiara ceria
Perawat siska menyiapkan ranjang dan ketika kiara sudah berbaring nyaman siska meletakan selimut di perut bagian bawah, sedangkan dokter etty membuka baju terusan kiara agak repot karena kiara harus menyingkap dulu hingga atas agar terbuka.
" Maaf yah nyonya jika tidak nyaman" seru dokter etty tidak enak.
Dokter etty curiga saat mendengar dan melihat sendiri nyonya wijaya yang pernah ia lihat di majalah atau di televisi ternyata benar adalah pasien nya saat ini.
" Iya dokter nggak apa-apa" balas kiara maklum
Setelahnya dokter etty mengoleskan gel pelumas di kulit perut bagian bawah kiara dan menempelkan probe sedangkan matanya ke arah layar monitor sedang menampilkan gambar hitam putih yang hanya dokter itu sendiri paham dan mengerti maksudnya apa.
" Nyonya wijaya di depan nyonya ada layar juga, silahkan di lihat nanti saya jelaskan maksudnya.
Coba di lihat... ini adalah kantung rahim yang sudah terbentuk, kira kira nyonya sudah berapa bulan belum haid?" setelah memberi sedikit menjelaskan dokter etty menanyakan perihal periode yang di alami kiara.
" Eem.. Sudah mau 2 bulan ini sih dok" jawab kiara mengingat jika selama 2 bulan ini ia tidak haid.
" Benar sekali janin nya juga sudah mulai terbentuk dan perkiraan usianya juga tepat, sekitar 7 minggu tepatnya.. " seru dokter etty bahagia
" di sini lihat... sudah mulai terlihat titik kecil masih seukuran buah cerry namun pertumbuhannya cepat,selamat ya nyonya wijaya" lanjut dokter etty setelah menunjukan titik hitam kepada kiara yang menangis bahagia.
" Loh... Jangan menangis, ibu hamil nggak boleh emosi apalagi menangis itu bisa memengaruhi si janin loh " goda dokter etty membuat kiara pun terkekeh di sela sela tangisan bahagianya.
" Saya bahagia sekali dokter, kira kira 6 bulan yang lalu saya sempat keguguran dan saya tidak menyangka akan cepat di berikan lagi. Saya kira kalau sudah keguguran akan lama hamil lagi" ujar kiara curhat tentang kegalauannya dulu yang merasa takut tidak bisa hamil lagi.
" Kata siapa susah, jika rahim dalam kondisi subur dan siap produksi lagi, tidak ada kata tidak bisa hamil untuk seorang wanita usia produktif nyonya kiara dan juga sekalipun orang itu berkali kali keguguran jika yang maha kuasa berkehendak pasti bisa " ujar dokter etty menyemangati kiara yang akhirnya berhenti menangis dan kini tersenyum cerah
" Eem... Suami saya juga bilang gitu dokter, ternyata emang iya " balas kiara semangat
" Lalu apa tuan wijaya sudah tahu? " tanya dokter etty kepo
" Eh.. Dokter tahu suami saya?" tanya kiara kaget
__ADS_1
" Kenal dari televisi.. Hehe.." balas dokter etty bercanda
Kiara ikut tertawa saat mendengar perkataan dari dokter spesialis kandungan di depannya, ia sih nggak heran jika suaminya di kenal masyarakat umum.
" Nah nyonya kiara ini foto dan buku periksa, sebisa mungkin pilih dokter kandungan yang cocok dengan ibu. Dan juga bla. Bal.. Bla..." dokter etty menjelaskan dengan detail tentang apa yang harus di lakukan dan di hindari pada masa kehamilan trismester pertama, juga memberi resep obat untuk mengurangi mual serta vitamin yang di butuhkan.
Kiara selesai periksa kandungan nya dan akhirnya mengetahui usia janin nya sekarang, ia tidak menyangka jika ternyata sebelum mereka honeymoon ia sudah mengandung.
Tapi untunglah kandungan nya kali ini kuat dan bertahan sampai ia tahu dan sadar akan kehadirannya.
Kiara berfikir Apa mungkin perilaku anehnya akhir akhir ini adalah bentuk dari komunikasi dari jabang bayi yang ada di kandunganya yah? .
Entahlah... Kiara bahkan baru sadar dengan apa yang di alaminya saat ini adalah fase ngidam nya, tapi kenapa wow banget yah sampai dengan tega nya menjauhi suami tampanya, memandang jijik bahkan menyuruh suami nya memakai kemeja yang jelas jelas bukan warna kesukaan suaminya.
Kiara terkikik geli dengan kelakuannya sendiri, apa akan ada hal yang lebih wow lagi di masa kehamilannya nanti?
Siapa yang tahu...!!!
Apartemen
" Iya sayang aku di sini nggak ada apa-apa kok, aku baik-baik saja" ujar kiara menenangkan dirga yang ada di seberang sana, selalu menanyakan keadaannya lebih dulu di awal ia menerima panggilan.
Terhitung sudah panggilan ke 6 di pukul 15:00, mulai dari pukul 9 pagi hingga 3 sore saat ini.
" sudah makan siang?"
" sudah sayang, aku siang ini makan banyak sayur kok" balas kiara ceria
" Kamu kedengarannya senang sekali yank?"
" Eh... Masa sih... Emang kamu ngerasa aku seperti itu?" tanya kiara dengan bibir menahan senyumannnya
" Iya... Nada suaranya beda dari pagi, artinya kamu istirahat baik"
" Tentu dong..."
" Oke... Hari ini Aku pulang cepat, apa kamu mau di belikan sesuatu?"
" Aku mau keripik kentang, yang bungkus nya besar 5 ehh.. Nggak nggak bukan 5 tapi 10 bungkus" seru kiara heboh
" Hah?"
Kantor dirga
" Kok hah?"
" Hehe... Lagi mau aja yank, jangan lupa beliin yah "
" Oke... Aku beliin, ya sudah aku tutup dulu yah, sehabis ini selesai aku langsung pulang" ujar dirga dengan tangan mensave dokumen nya dan segera mengirimnya ke dani untuk di print out.
"Oke... Titdija yah yank"
" Apaan tuh yank?" tanya dirga Penasaran
" Hati hati di jalan, heheh.... Bye Sayang "
" oke.. Bye dear.." balas dirga tersenyum geli
Tut
" Dasar ada ada aja.... Lagian kenapa hari ini nitip nya keripik kentang, udah beralih ke makanan asin kali yah si bawel maniak manis" gumam dirga bingung.
Dirga segera membereskan meja kerjanya yang super berantakan dengan lembaran kertas laporan miliknya dan mematikan laptop nya untuk ia letakan kembali di tas nya.
Dirga tidak suka membiarkan orang lain membereskan laporan yang masih dalam proses kerja sama untuk meminimalis kebocoran rahasia, ia lebih memilih dani sebagai tangan kanan kepercayaan atau ia sendiri yang membereskan.
Setelah beres menyisakan bekas gelas kopi nya, baru lah ia meninggalkan ruangannya setelah mematikan lampu dan menutup pintu kemudian berjalan ke arah lift menuju area parkiran di mana mobilnya terparkir.
Di perjalanan ia melihat toko baju bayi dan anak anak yang ramai di kunjungi, sepertinya baru buka.
" Kenapa rasa nya mau mampir yah, tapi buat apa juga gue mampir. Bocah juga belum punya" gumam dirga bingung sendiri
Tapi tetap membelokan mobil nya dan berhenti di toko itu, bukan kok bukan untuk beli baju bayi tapi memang di samping nya ada supermarket tujuan dirga.
Dirga kan ada titipan dari kanjeng ratu apartemen bernama kiara wijaya keripik kentang 10 bungkus ukuran jumbo, Dirga sendiri heran itu buat stok apa emang doyan yah... Entah lah kalau di makan sampai habis ya syukur dirga malah senang ... Uang dirga masih banyak kok kalau cuma buat beli 10 bungkus keripik bahkan pabrik nya juga bisa ia be...
( please... Nggak usah songong ga, mending buruan beli keripik nya jangan banyak bacod, deehhh... Author sensi)
Di tangan dirga sudah ada 2 kantung berisi keripik kentang dan pokky, yang entah kenapa ia sendiri juga ingin makan saat ini.
Dirga berfikir... Apa jiwa ia dan kiara sedang tertukar yah sehingga kesukaan juga tertukar?
" gila aja emangnya di tipi tipi sinetron +62.."
Batin dirga geli
__ADS_1
Dirga menengok lagi ke arah toko sebelah dan memutuskan untuk memasuki, ingat cuma memasuki loh... Masuk kan belum tentu beli.
Hal yang pertama ia lihat ketika memasuki toko adalah jejeran pernak pernik khas bayi dan entah kenapa wanginya juga khas bayi.
Ini telinga nya yang bermasalah atau apa tapi entah mengapa dirga seakan ada yang memanggil dengan sebutan daddy dan tubuh nya berjalan menuju rak sepatu bayi dengan sendiri nya tanpa bisa di cegah.
Tap..
" ini kenapa gue bisa ada di rak sepatu, beliin buat siapa coba? Tapi kok gue pengen banget ya beli sepatu ini" batin dirga bingung saat tangan nya mengambil sepatu bayi dengan gambar panda berwarna abu abu.
Tidak ingin lebih bingung akan sikap anehnya dirga mengambil sepatu itu lalu membawa nya ke kasir dan buru buru pulang dari pada ada kejadian aneh lagi misalnya beli stroler gitu, emangnya siapa coba yang mau di dorong pake stroler bayi? Nggak mungkin dong raka si kampret yang di pakein baju bayi terus di ajak keliling komplek pake storler? Dih memikirkan nya saja sudah merinding...
.
.
Hatcchuuu....
" gila... Ada yang lagi kangen sama gue nih" gumam raka narsis kemudian melanjutkan lagi kegiatan nya memeriksa laporan keuangan bar miliknya.
.
.
Skip
Dirga sampai di Basement apartemen nya 15 menit kemudian dan kemudian mematikan mesin mobil nya.
Di sampingnya ada tas kerja dan 2 kantung belanja berisi snack miliknya dan kiara, serta paper bag berisi sepatu bayi yang ia beli di toko samping supermarket.
" Kiara bakal kesinggung nggak yah gue beli ini? Dia kan udah pernah kehilangan gue nggak mau kiara mikir yang nggak nggak. Nanti kirain gue ngebet banget pengen punya bocil, ya emang sih gue pengen banget punya tapi gue juga nggak mau maksa dia.
Haih...apa gue buang aja yah atau gue kasih ke orang? " gumam dirga dilema
" huft... Nggak apa-apa deh, nanti gue jelasin aja biar nggak salah paham " lanjutnya masih bergumam sendiri persis seperti orang edan
Akhirnya dirga membawa semua barang belanjaanya dengan satu tangan sedangkan satu tangan lainnya menutup pintu mobil dan menekan tombol lift yang ada di Basement yang akan membawanya ke lantai atas di mana apartemen berada.
Ting
Dirga segera keluar pintu lift setelah mencapai lantai 30 dan menekan pasword pintu apartemen milikinya
Ceklek
Pintu terbuka dirga pun masuk dan
Meletakkan sepatu nya di rak sepatu di samping pintu
" Assalamualaikum... Sayang aku pulang, nggak ada ciuman selamat datang apa?" seru dirga setelah mengucapkan salam tapi sayang sekali tidak ada yang menyahuti apalagi memberinya ciuman selamat datang
Dirga mengernyitkan dahi nya bingung saat tidak menemukan seonggok cewek cakep berlabel wijaya di sekitar ruang tamu maupun dapur..
Dirga mulai khawatir, ia bergegas meletakkan barang bawaannya asal kecuali laptop nya, lalu melenggang ke arah kamar berharap ia bisa menemukan istrinya yang saat ini sedang sakit.
Brak...
Dirga membuka pintu kamar dengan kuat sehingga menimbulkan debaman keras
" Sayang kamu di mana?" seru dirga mengeraskan sedikit suara nya, namun lagi lagi yang di cari tidak di temuinya.
Dirga berjalan ke arah ranjang miliknya saat matanya tidak sengaja melihat kotak kecil dengan sampul berwarna coklat dan pita silver sebagai pemanis.
" Apaan nih...ada surat nya..." melihat ada namanya tertulis di kertas tersebut ia pun membacanya dalam hati dan kemudian mengernyit bingung saat mendapat instruksi untuk membuka kotak berwarna coklat tersebut.
" Hari brojol gue udah lewat 6 bulan yang lalu kan? " gumam dirga bingung.
Tidak ingin Penasaran, dirga segera membuka kotak tersebut dan menemukan foto hitam putih yang tidak ia mengerti tapi tidak asing di penglihatannya, ia seperti pernah melihat tapi entah dimana.
Di foto hitam putih itu tertulis nama ny. Wijaya yang artinya istrinya dan nama dokter etty, SpOG.
" Setahu gue sih SpOG itu spesialis kandungan... Terus buat ap... " dirga tidak jadi melanjutkan perkataannya saat tebakan tebakan positif hinggap di otak jeniusnya.
" ini... Ini jangan bilang foto USG kiara".
" Iya sayang itu punya aku...."
Deg
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisahnya...
Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya...
Vote dukunganya juga yaaa..
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih