
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Seminggu berlalu.
Kesehatan Kakek Bagus pun mulai meningkat
Dan seminggu pula, Kiara di sibukan dengan kegiatan barunya.
Menjadi Direktur di Hotel milik keluarganya, membuat waktu Kiara habis, di sibukkan oleh segala Remeh temeh Dokumen dan sebagainya.
Inilah yang membuat kiara ogah dengan menjadi Direktur, waktunya hanya akan habis oleh setumpuk Dokumen, kertas serta laporan yang tidak ada habisnya. Belum lagi menemani Sang Papa, menghadiri meeting dengan Partner Relasi lainya.
" Akh ... Kapan selesainya sih ini kertas-kertas Lucknut " teriak Kiara kesal.
Untung saja Kantornya saat ini sedang sepi, karena memang memasuki waktu istirahat makan siang, jadi Ia tidak perlu menahan suara emasnya lagi.
" Huft .... Oke. Calm down ya, marah nggak jelas gini, nggak akan membuat tumpukan kertas di meja kelar" gumam Kiara mencoba santai
Drt .. Drt ...
Saat Merasakan getaran, pada handphone yang Ia letakkan di mejanya. Kiara berhenti membaca Laporan, untuk melihat siapa yang sedang menghubunginya.
Melihat nomor asing, yang tidak di kenalnya membuat dahi Kiara mengernyit bingung
" Siapa ya? " gumam Kiara pelan.
Menimbang-nimbang apakah di jawab atau tidak, akhirnya Kiara memutuskan untuk tidak
menjawabnya.
" Biarin aja lah, kalau emang Aku kenal nanti juga kirim pesan"
Kiara meletakkan kembali handphone di meja nya. Kemudian fokus membaca Laporan yang tadi sempat tertunda.
Kemudian tidak lama Handphonenya kembali bergetar. Namun kali ini, nama Dirga yang tertera membuat senyum Kiara mengembang.
" Hi hi " kekeh Kiara senang, sebelum menerima penggilan dari Dirga.
Klik.
" Moshi-moshi .... ( haloo ) " sapa Kiara, menggunakan bahasa jepang dengan suara imutnya.
Di sebrang sana dirga terkekeh mendengar suara imut bawel kesayangan nya.
" daijobu desuka... ( apa kamu baik-baik saja ) "
" ne... Daijobu.. ..(ya.. Aku baik-baik saja) " balas kiara kemudian tersenyum.
" anata ga koishi ( aku kangen kamu )"
Kiara menggigit bibir bawahnya, mendengar ucapan Dirga yang berbisik lembut, membuat jantungnya berdebar kencang.
"Ugh ... Untung saja Dirga nggak ada di hadapan Aku saat ini" batin Kiara malu
" Watashi mo.... Anata mo koishi (aku juga... Aku juga kangen kamu)" balas Kiara dengan nada riang.
" nanti malam, kamu mau makan malam di luar sama aku? "
Pertanyaan dari Dirga, membuat Kiara yang mendengarnya tentu saja, menyambutnya dengan pekikan senang.
" Mau ...." balas Kiara semangat
" oke, nanti aku jemput di mana?"
" Kantor aja, Aku sampai sore di kantor" jawab kiara
" kerjaan kamu banyak dear "
" eumn... Gitu lah, posisi baru jadi masih harus belajar banyak." jelas kiara singkat, menjawab pertanyaan bernada khawatir dari Kekasihnya.
" Pelan-pelan saja, nanti juga terbiasa Dear "
" Ne ... Wakatta... ( iya Aku ngerti)" balas Kiara paham.
" Okey ... Ja mata ne .... .. ( oke.. Sampai jumpa...)"
" Ne ....( iya)..." balas Kiara menyudahi percakapan, Kemudian menekan tumbol merah, memutuskan panggilan telepon dari Dirga.
" Yey ..... Akhirnya ketemu lagi, setelah seminggu nggak ketemu, uhhh Miss you so much Gaaaaa ....." seru Kiara senang, sambil memandang layar Handphonenya.
di mana ada gambar Dirinya dan Dirga, yang sedang berpose jelek, dengan pipi saling menempel sebagai Wallpapernya.
" Nggak sabar nunggu malem"
" Oke ... Cepet-cepet kerjain Laporan. "
Gumam Kiara semangat, kemudian dengan hati senang, Kiara mengerjakan kembali tugasnya yang tertunda.
Kantor Wijaya
Di perusahaan cabang milik keluarga Wijaya
yang ada di kota Y.
Dirga, yang saat ini sedang melihat pemandangan dari jendela ruangan kantornya pun tidak tahan, menampilkan senyum bahagianya.
Gimana bisa Tuan sombong kita nggak tersenyum bahagia, jika nanti malam Ia sudah ada janji temu dengan Bawel yang sangat di rindukannya.
" Ck ... Kangen bat dah Gue ... Seminggu nggak ketemu" gumam Dirga
" Mana Gue belum bisa pindah kota,
Cih... Gara-gara Curut dua nih ah...
__ADS_1
Kalau Gue nggak setia kawan mending Gue tinggal Mereka dua di sini" racau Dirga emosi.
Sebenarnya bisa saja, Dirga pindah ke Kantor lainnya yang ada di kota S, agar bisa setiap hari menemui Bawel kesayangannya.
Tapi mengingat dua sahabatnya, yang masih belum bisa meninggalkan Kota ini membuatnya frustrasi.
Kebetulan kantor pusat milik Raka, yang join dengannya di kota S juga belum sepenuhnya selesai renovasi. Sehingga Raka belum bisa pindah, untuk memulai memimpin di sana.
Sedangkan Faro, masih ada Klien yang harus ia selesaikan masalahnya.
Ada yang tahu sebenarnya apa kerjaan Faro ini?
Eh...
Belum di kasih tahu ya? Oke akan Saya jelaskan.
Lahir di keluarga Wardhana, Faro merupakan penerus dari Perusahaan Wardhana bidang jasa Advokat.
Di mana Ia adalah anak pertama dan memiliki satu adik perempuan. Perusahaan Turun temurun, dalam memberikan bantuan Hukum milik keluarga Wardhana sudah terkenal dari jaman Kakeknya. Sehingga kini Faro, sebagai penerus pun, mau tidak mau harus mengikuti jejak Keluarganya. Menjadi Lawyer atau Pengacara.
Walaupun kadang suka sengkleh jika sudah bertemu sahabat Strongnya, tapi jangan salah Faro merupakan seorang jenius di bidangnya.
Buktinya saja, Ia mampu lulus dari Universitas jurusan Hukum, hanya dalam waktu 5 tahun yang kebanyakan Orang 7 tahun.
Serta magang selama 2 tahun, kemudian mendapat surat resmi Lisensi dan Sertifikat sebagai seorang Advokat setelahnya.
di usianya yang masih terbilang muda, Faro mampu menangani berbagai macam kasus.
Sehingga banyak Pengusaha besar yang rela membayar mahal, agar Ia mau membantu dalam bidang hukum. Dengan label Advokat, maka Faro bisa memberikan bantuan hukum di Kota manapun asal masih satu negara.
Dan Tentu saja, Faro pun menjadi pengacara pribadi dari Sahabatnya Dirga dan perusahaan milik Mereka bertiga saat ini.
Oke skip
Pukul 3 sore, Dirga sudah ada di perjalanan menuju kota S, dimana Kiara berada.
Masih denga Lamborghininya, Dirga Mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, berharap cepat sampai tujuan yaitu Kantor tempat Kiara berada.
" Ck .... Macet lagi ... Fak" gumam Dirga, mengumpat emosi saat melihat antrian panjang di depannya.
Maklum, jam sudah memasuki waktu pulang kantor dan anak sekolah.Sehingga jalanan penuh dengan kendaraan pribadi dan kendaraan umum.
Dirga kesal ?? tentu saja waktunya sangat berharga loh, satu menit terbuang sama saja dengan satu menit berkurang kesempatan bertemu Bawel kesayangannya.
Jika saja ini jam kerjanya, Kalikan saja per menit yang telah terbuang dengan pundi rupiah.
( Nggak usah sombong, males gue juga ngitung angka nol nya .. Cih)
Akhirnya setelah menunggu beberapa menit, lalu lintas pun kembali normal, tapi ada saja hambatannya. kali ini berasal lampu lalu lintas yang berubah menjadi merah.
" Njiiiirrrrrr .... Pake acara lampu merah lagi" Teriaknya emosi.
( Mbok yo sabar toh Mas Dirga , lagian masih lama dari waktu yang di tentukan... Berisik Thor )
Nggak tahu apa ya, ada yang udah kanget berat sama seseorang di sana.
Kali ini hambatan telah di lalui, lampu merah telah berganti warna menjadi hijau.
Di depannya, Kawasan Hotel mewah milik keluarga Wicaksono sudah mulai terlihat. lahan Hotel yang luas, bangunan mewah serta fasilitas yang lengkap membuat hotel Wicaksono bernama Hotel Luxury Elite ini menjadi hotel terkenal dan bertaraf internasional,Pengunjung nya rata-rata dari kaum elit.
Tamunya mulai dari Pejabat, Perusahaan besar hingga artis ternama pun memilih Hotel ini.
Hall yang besar membuat Hotel ini juga menjadi tempat yang cocok untuk acara-acara bergengsi.
Maka dari itu Hotel Luxury Elite, tidak pernah sepi tamu yang menginap maupun yang menggunakan Hall untuk Meeting atau Event.
Kantor Kiara terpisah dengan bangunan Hotel, walaupun terpisah bangunan kantor Kiara sama mewahnya dengan Hotelnya.
Masih satu kawasan, tepatnya di Gedung utama sebelum memasuki wilayah parkir Hotel.
Dirga memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus tamu di luar gedung kantor.
Kemudian mematut penampilannya di spion dalam mobilnya.
" Ck ... Belum mandi juga tetap tampan" Gumamnya narsis
( Muntah aku mas, diem lu )
Dirga turun dari mobil, kemudian berjalan menuju pintu masuk Gedung kantor.
Untunglah suasana sudah tidak terlalu ramai, hanya tinggal Petugas keamanan, beberapa Pegawai yang ada di meja informasi serta Office Boy / Girl, yang sedang sibuk berlalu-lalang membersihkan area Lobby kantor.
Sesampainya di depan meja informasi, Dirga berdehem meminta perhatian, pada seorang Reseptionist yang sedang sibuk dengan make-up nya tanpa melihat sekitar.
"ehemm..."
Deheman dari Dirga, membuat wanita yang sedang sibuk touch-up bedak di wajahnya gelagapan dan berdiri tiba-tiba.
" Se .. Selamat sore, ada yang bisa di ban ...tu" Sapa Reseptionist itu terburu, lalu tergagap terpesona di akhir kalimatnya karena melihat rupa dari Orang yang berdehem tadi.
" Astagfirullah .... Ganteng banget, kayak upah-upah kuriyah" Batinnya takjub, hampir saja mulutnya menganga jika ia lupa sedang menghadapi Tamu saat ini.
" Nona Kiara apa ada di ruangannya?" tanya Dirga dengan nada datar, di ikuti wajah Teflonnya.
" Maaf sebelumnya, apa sudah ada janji dengan Beliau?" tanya Reseptionist dengan suara manisnya, kelihatan sekali sedang Flirting ( mencari perhatian ) .
Dirga yang mendengar suara beda dari reseptionist di depannya mengangkat alis sebelah heran.
" Kenapa nih cewek? " Batinnya merasa aneh.
" Sudah." jawab Dirga datar, singkat plus cueknya.
" Baik , dengan Tuan siapa dan dari Perusahaan mana? " Tanyanya (lagi) masih belum menyerah, dengan sikap yang di buat-buatnya.
" Dirga dan saya kekasih Nona Kiara " jawab Dirga menekan di kata kekasih. Yang tentu saja membuat Reseptionist itu menampakkan raut wajah kaget dan pucat pasinya.
" Mampos ... Pacar bos sendiri mau di godain" Batinnya horor.
__ADS_1
" Aah ... Saya segera tel ...
" Tidak perlu, tunjukkan dimana ruangannya saja" sela Dirga cepat, tidak ingin berbasa-basi dengan Aura dominannya.
Merasakan perubahan udara di sekitarnya membuat Reseptionist itu merinding,
Buru-buru Reseptionist itu menjawab sebelum melakukan kesalahan.
" Maaf Tuan , tidak bisa... Harus menghubungi Beliau dulu baru bisa menemuinya." ujar Reseptionist itu tegas.
" Nggak boleh sembarangan, siapa tahu aja Tuan ini ada niat jahat" Batinnya profesional.
Dalam hati Dirga berdecak sebal, namun tidak menutup rasa salutnya juga.Walaupun di awal sempet bikin Ilfeel, namun ternyata cukup Profesional juga.
Dirga mengeluarkan Handphone dari saku jasnya, kemudian menekan tombol panggil untuk menelepon Kiara.
Klik.
" Aku di bawah Dear ..."
"...... "
" Hn .... Aku ke atas"
Tut
" Sudah , bisa saya sekarang pergi ke atas? " tanya Dirga datar. Membuat Reseptionist itu tidak mampu membalas, Ia hanya mampu mengangguk kepala menjawab pertanyaan dari Tamu di depannya.
" Ya ampun.... Ganteng-ganteng serem banget, tapi benarkah itu Pacarnya Nona Kiara . Wahhh ... Nona Kiara hoki banget dapet yang bening kayak gitu" gumam Reseptionist tersebut kagum, kemudian melanjutkan acara Touch-upnya.
Dirga menaiki Lift menuju lantai atas,
Ting...
Tidak lama pintu Lift terbuka dan kemudian dirga keluar, berjalan ke ujung Ruangan milik Kiara.
Tok .. Tok .. Tok..
Setelah mengetuk dan mendapat jawaban dari dalam, Dirga membuka pintu ganda itu dengan pelan.
Ceklek...
" Ada yang kangen aku? " sapa Dirga, dengan suara beratnya. Pada saat masuk ke dalam dan menemukan Kiara, yang saat ini sedang
Duduk menghadap layar Laptopnya.
Mendengar suara Dirga di ujung pintu, membuat Kiara refleks menoleh dan memekik, sebelum bangkit dan menerjang Dirga dengan pelukan mautnya.
Grep...
Dirga menerima dengan lengan terbuka lebar, kali ini Ia siap menerima terjangan, sehingga Dirga tidak harus jatuh pada saat Kiara memeluk nya erat.
" Kamu kali yang kangen " balas Kiara lirih
Dirga terkekeh dan mempererat pelukannya.
" Kamu tahu itu dengan pasti" ujar Dirga
" I realy miss you Dear " Lanjutnya berbisik di telinga Kiara . Membuat Kiara meremang, antara geli dan Ehemmm seperti itu lah pokoknya.
Kiara ikut terkekeh, kemudian mendongak untuk melihat wajah Dirga.
" Hehe .. Miss you too sweat heart" balas Kiara kemudian tersenyum cantik.
" Kissnya mana? " pinta Dirga kurang ajar, dengan senyum mesum yang di diam-diam di rindukan oleh Kiara.
Senyum yang membuat kiara malu dan tersipu, Ia pun menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Dirga.
" Nani yo.... Hentai ( apa sih... Mesum )" ujar Kiara, dengan suara yang teredam di dadanya saat ini.
" Tapi cinta kan? " ledek Dirga kemudian terkekeh.
" Ugh ...." gumam Kiara tambah malu.
" Ya sudah nggak pake cium. Kit ... " ujar Dirga ngambek namun...
Cup
Dirga melongo, dengan pipi dihiasi rona merah.
" Itu tadi apa yank? " tanya Dirga dengan tangannya memegang pipinya.
" Ih ... Kamu kan tadi minta cium, ya sudah Aku ci ... cium kamu" jelas Kiara sebel plus malu.
Kelakuan Kiara membuat Dirga menampilkan senyum setannya, tanpa di ketahui oleh Kiara yang masih betah menyusupkan wajah di dadanya setelah mencium pipinya.
" Hei ... Yang tadi itu sejenis ciuman ya? " tanya Dirga, membuat Kiara mengangkat wajahnya melihat Dirga dengan raut wajah heran.
" Tentu saja ..." balas Kiara bingung
" Cium pipi juga kan termasuk ciuman kan?" batin Kiara bingung.
" Kamu bilang itu ciuman? sini Aku tunjukin ciuman yang benar itu seperti apa" ujar Dirga
Misterius. Tentu saja membuat Kiara, yang tidak siap dengan kejadian selanjutnya memekik kaget dan berganti menjadi desahan, saat Dirga sudah mencumbunya dalam.
Ya ... Saat tadi Dirga menyelesaikan kalimatnya, Dirga segera mencium Kiara dalam dan menggebu, untuk menghilangkan perasaan rindu yang sudah di tahannya selama seminggu.
Kemudian
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tunggu kelanjutan dari kisah nya ya
Jangan lupa tinggal kan jejak komentar dan saran
Serta klik jempol nya
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih