
Happy reading vrohh...
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Hari berlalu dengan cepat, tidak terasa Kiara sudah menginap di desa ini selama satu minggu.
Tapi sayang dua hari ini Kiara memutuskan untuk berdiam diri di kamar atau hanya sekedar keliling di sekitar penginapan.
Untunglah moodnya sedikit membaik, setelah bertelepon ria dengan sahabatnya Elisa.
Ia bersyukur setidaknya Ia memiliki seseorang,yang selalu ada di saat Ia membutuhkan.
"Apa jadinya jika Aku tidak mengenal Elisa?" gumam Kiara lirih.
Rencananya besok Ia akan melanjutkan wisatanya, Ia ingat bahwa Ia belum melihat seluruh Jenis bunga, yang ada di Taman bunga Desa ini karena insiden Kereta kudanya kemarin.
"Sayang banget, kalau tidak melihat semuanya, lebih baik Aku hubungi Dirga lebih dulu!" seru Kiara senang.
Kiara pun mengirim pesan kepada Dirga, untuk memberitahukan jika besok Ia ingin kembali berkeliling, tetap dengan Dirga yang menjadi pemandunya dengan tujuan utama taman bunga.
______________________________
To:Dirga
From:Kiara
Ga!!!!
Sudah pulang dari kota kah?
_____________________________
.
.
Dirga saat ini sedang dalam perjalanan pulang dari Bandara menuju Desa nuan.
Di saat Ia sedang fokus dengan jalanan di depannya, Ia merasakan getaran di sakunya.
"Siapa, ganggu aja," gumam Dirga kesal.
Ia mengambil Handphone di saku kemudian membuka sandi keamanan dengan sidik jarinya, lalu menekan tombol open pada menu talk-talknya.
_____________________________________
From:Kiara
To:Dirga
__ADS_1
Ga!!!
Sudah pulang dari kota kah?
_____________________________________
Senyum di bininya terbit saat melihat pesan dari Calon Istri i nakalnya, Ia pun dengan segera menekan tombol raply dan membalas pesan singkat dari Kiara dengan jawaban singkat.
"Kira-kira Dia bakal kesal tidak yah, dapat balasan pesan singkat banget?" gumam Dirga bertanya. Ia tersenyum geli membayangkan jika di penginapan sana, Kiara marah-marah saat membaca pesan terlalu singkat darinya.
.
.
Di saat bersamaan
Di penginapan Kiara
Drrt! Drrt! Drrt!
Handphone miliknya bergetar sekali, menandakan jika ada sebuah pesan masuk.
Ia segera membuka pesan singkat, yang ternyata dari Dirga.
_______________________________
From:Dirga
Otw.
________________________________
"Sudah Aku duga," gumam Kiara geli.
Pesan balasan yang terlalu singkat dan padat dari Dirga,membuat Kiara pun tersenyum kecil.
Biasanya Kiara akan kesal, jika Dirga membalas pesannya singkat seperti tadi. Namun kali ini berbeda, Kiara tersenyum merasa rindu dengan candaan garing dari Dirga.
Seketika Ia terkejut saat sadar dari fikiran anehnya.
"Hah!! Yang bener saja, Aku rindu dengan Orang tengil macam Dirga?" batin Kiara kaget.
"Bahkan nulis chat pun singkat pake banget, benar-benar khas Seorang Dirga," gumam Kiara geli.
Kiara Membalas pesan jika besok Ia ingin berkeliling kembali dan mendapatkan balasan cepat dari Dirga, Kiara memutuskan untuk tidur lebih awal, Ia ingin besok dalam keadaan tubuh segar dan bugar.
Untunglah bengkak di matanya sudah hilang, jika tidak besok akan sangat memalukan di lihat oleh Dirga.
Sekali lagi Ia kaget dengan fikirannya, Ia pun memukul kepalanya pelan,untuk menghilangkan fikiran ngawurnya.
__ADS_1
"Kenapa harus malu,memang Dia siapa? Ih nggak usah berfikir yang aneh deh Kiara!!" gumam Kiara memperingati.
"Sebaiknya Aku cepat tidur, besok Aku akan menghabiskan sepanjang hari dengan berkeliling tempat keren!!" seru Kiara semangat.
Kiara mematikan lampu tidur di meja samping tempat tidurnya,lalu menarik selimut memejamkan mata dan berharap besok menjadi hari yang menyenangkan untuknya.
"Semoga besok lebih indah," bisiknya sebelum terbuai dalam alam mimpi.
Penginapan Dirga
Dirga sampai di penginapanya menjelang dini hari, rasa lelah dan kantuk rasanya membuat Ia ingin bergegas menjamah kasurnya empuknya.
Namun sayang sekali, saat Ia merasakan lengket di sekujur tubuhnya membuat Ia membatalkan niat sucinya.
"Sebaiknya Gue mandi dulu, gila lengket banget badan!" gumam Dirga pelan.
Dirga akhirnya memutuskan untuk mandi sebentar, Ia pun memasuki kamar mandi dengan tangan sibuk melepas satu per satu kain yang melekat di tubuhnya dan kemudian hanya guyuran air dari showerlah yang terdengar setelahnya.
Dua puluh menit kemudian, Dirga keluar kamar mandi dengan handuk menggantung di lehernya, sambil mengeringkan rambutnya Dirga berjalan menuju tempat tidurnya.
Ia menjatuhkan bokongnya di pinggir ranjang dekat meja lampunya, lalu membuka laci tempat Ia menyimpan selembar foto.
Memandang dengan tatapan teduh, Dirga sekarang yakin bahwa Ia telah terpesona oleh Si wanita yang ada di foto tersebut.
Selembar foto yang Ia dapatkan, dari orang suruhannya mencari informasi tentang calon Istrinya.
"Dua hari nggak ketemu dan Gue tersiksa dengan rasa rindu sepihak Gue , Kiara lu cewek bahaya yang harus cepet-cepet Gue dapetin, nggak ada yang bisa ngerebut Lu dari Gue, selamanya Lu punya Gue " gumam Dirga posesif.
Dirga merasakan keinginan yang sangat kuat, untuk memiliki Kiara untuknya seorang.
Maka dari itu Ia bertekad untuk membuat Kiara jatuh cinta padanya. Sehingga Kiara tidak akan meninggalkannya,sekali pun itu hanya dalam mimpi.
"Selamanya Lu punya Gue, Kiara Arya Wijaya!" gumam Dirga mengganti nama belakang keluarga.
Dirga tahu bukan hanya Dirinya yang menginginkan hati Kiara. Banyak laki-laki di luar sana yang mencoba untuk mendapatkan Kiara.
Walau Kiara sendiri sebenarnya tidak menyadari, bahwa pendekatan yang di lakukan oleh laki-laki lain tersebut merupakan sebuah pendekatan dalam hal romantis.
"Jangan harap ada yang bisa merebut Lu, dari gengaman tangan Gue!" gumam Dirga dengan senyum miringnya.
Dirga meletakkan foto Kiara di dadanya, lalu menutup mata bersiap untuk tidur.
"Mimpi indah sayang," bisik Dirga sebelum benar-benar tertidur lelap.
Dan setelahnya hanya dengkuran halus yang terdengar dari mulut Dirga, tanda Ia terlelap dalam tidurnya.
\=\=\=\=\=\=
Salam hangat dari saya sehangat pelukan selimut tetangga .... 😁
__ADS_1