
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
" kiaraaaa"
Mendengar suara keras memanggil nama nya kiara menoleh ke belakang dan menemukan elisa yang sedang berjalan ke arah nya.
Elisa memakai dress sedengkul berwarna merah dengan perpotongan bahu terbuka.
Cocok untuk kulit putih khas nya, make up natural dan tambahan aksesoris yang terlihat matching.
Jelas saja elisa ini desainer tentu saja ia tahu bagaimana berpenamilan menarik.
Kiara berdiri dari duduk nya menyambut elisa dengan pelukan kangen, tentu saja sudah lama mereka tidak bertemu.
" kamu cantik banget, aku suka gaun nya cocok dengan bentuk badan kamu" komentar elisa ia membolak balikan badan kiara membuat kiara pusing sendiri.
" kamu juga cantik" balas kiara
" kita kan cantik" ucap mereka bersama kemudian terkekeh menuai lirikan dari sekitar nya.
" eh eh... Kenalin beb, ini dirga" ujar kiara membawa elisa ke hadapan dirga yang hanya diam melihat kelakuan heboh nya dengan elisa.
" hai... Aku elisa, kita pernah bertemu waktu meeting di kafe tempo hari" ujar elisa dengan mengulurkan tangan nya
Dirga menyambut nya
" dirga" singkat dan nyebelin
Kiara bahkan harus mencubit lengan dirga yang hanya memakai kemeja sangking nyebelin nya.
" ugh.." jika saja bukan di tempat umum dirga akan memekik sakit tapi karena menjaga image nya dirga hanya mampu meringis kecil.
" yang bener, ini sahabat aku jangan dingin gitu" omel kiara galak
" iya sayang maaf"
Kaisar melangkah kan kaki nya menuju meja kiara dengan pelan, setiap langkah nya terasa berat.
Malam ini ia harus bicara dengan kiara, menanyakan sikap nya yang pilih kasih.
" ra..."
Kiara, dirga dan elisa yang sedang ngobrol asyik serempak menoleh ke arah samping saat ada seseorang memanggil nama kiara pelan.
Kaisar berdiri di samping kiara yang di sambut kiara dengan senyum tipis.
"hai kai" sapa kiara ceria sambil berdiri menghadap kaisar yang terpesona melihat penampilan kiara saat ini.
" kamu sendiri kesini?" tanya kiara kepala nya celingak celinguk melihat belakang tubuh kaisar.
" nggak tuh kan ada kamu" jawab kaisar dengan senyum tipis, menghilangkan eksistensi dirga yang sedang menatap nya tajam.
" ehemmmm...." deheman dari dirga serta hawa dingin mulai keluar dari tubuh dirga
" si tengik satu ini" batin dirga marah dengan tangan mengepal
" seperti nya sayang sekali ya, kiara nya sudah ada yang menemani" ujar dirga dingin ia dengan segera merangkul pinggang kiara erat dan menatap tajam kaisar yang juga menatap nya.
Mungkin jika ini dunia kartun ada kilat yang beradu dari tatapan mata dirga dan kaisar.
Elisa yang peka tentu saja tahu dengan apa yang terjadi, ia sudah mendengar ceritanya dari kiara tentang dirga yang berbohong dan kaisar yang dulu juga berbohong serta kaisar yang sekarang gencar mendekati kiara lagi.
" di lihat dari sifat nya wijaya satu ini nggak mungkin membiarkan kaisar dekat dengan kiara lagi, duh kai... Seharusnya kamu tahu sudah tidak ada ruang di hati kiara untuk kamu" batin elisa melihat kaisar dengan pandangan sedih
Kiara melihat bergantian antara dirga dan kai, kenapa hawa nya bisa dingin seperti ini.
Padahal suasana halaman tempat mereka saat ini ramai dengan alunan musik dan suara bising dari obrolan di sekitar nya, tapi kenapa bagi kiara sangat sunyi?
" ra.... Aku mau bicara bentar sama kamu , berdua saja. Bisa kan? " ujar kaisar menekan kata berdua dan menatap mata dirga menantang.
" nggak ***.."
" oke" sahut kiara cepat, memotong ucapan yang akan keluar dari mulut dirga.
Dirga protes, berbicara lewat mata namun kiara keras kepala dan hanya tersenyum seakan bilang jika ia akan baik-baik saja.
__ADS_1
Menghela nafas lelah dirga melepas rangkulan nya dan kembali duduk membiarkan kiara pergi berdua dengan kaisar ke ujung menjauhi meja nya saat ini.
" tenang aja, kiara tahu dengan apa yang dia lakukan" ujar elisa tiba-tiba
" hn..." dirga sih yakin kiara tidak mungkin meninggalkan nya demi cowok seperti kai
Puk
Seseorang menepuk bahu dirga dan kemudian duduk tanpa di suruh
" beres..." tanya dirga ambigu
" sip" jawab raka singkat
" kemana yang lain?" tanya dirga saat mata nya tidak melihat faro dan dani di sekitarnya.
" tuh" jawab raka menunjuk dengan dagu nya saat melihat faro dan dani yang berjalan ke arah meja nya.
" udah siap?" tanya dirga lagi
Faro dan dani hanya memberikan jempol nya tanda siap kemudian ikut mendudukan diri di meja yang sama dengan dirga.
" siapa ni?" tanya faro saat melihat penampakan asing di sebelah dirga
" elu selingkuh ga, bangke dasar" lanjut nya menuduh dengan seenak udel nya membuat serbet yang sudah di bentuk cantik melayang ke kepala nya.
" lu yang bangke.." balas dirga judes
" ini sahabat nya kiara, kenalan sendiri sana" lanjut nya cuek
" oh... Kirain, hai gue faro" sapa faro memperkenalkan diri.
Tangan nya terulur ke hadapan elisa yang tentu saja di sambut elisa ramah.
" elisa" balas elisa memperkenalkan diri dengan senyum cantik nya
Deg deg deg
" ini jantung gue bukan sih".
Faro yang tangan nya bersalaman dengan elisa merasakan sengatan aneh dalam hati nya, dan ia suka itu.
" ck... Udahan kali salaman nya" ujar raka reseh bahkan tangan nya di pisah secara paksa dan pelaku nya tentu saja raka yang juga sedang gantian bersalaman kemudian berbicara sok akrab dengan teman dari kiara.
Sedangkan dirga hanya diam namun tidak dengan hati nya yang sedang deg deg ser.
Lalu faro sendiri memandangi elisa dan sesekali akan melengos jika elisa melihat ke arah nya.
" duh... Kok gue gini" batin faro malu saat melihat elisa yang tertawa karena obrolan lucu nya dengan raka.
Raka yang orang nya easy going mudah bergaul tentu saja membuat orang asing sekali pun akan cepat akrab dengannya.
Tiba-tiba setitik rasa iri dalam diri faro muncul
" kenapa gue nggak bisa seperti raka".
Kaisar membawa kiara menjauhi meja dan menuju sudut halaman di bawah pohon yang sudah di pasang lampu cantik di sekitar nya.
" ada apa kai?" tanya kiara penasaran
" ra... Kamu sama dia lagi?" tanya kai pelan
" dia? Maksudnya dirga?" tanya kiara dan kai membalas nya hanya dengan anggukan kepala pelan
" iya... karena aku cinta dia kai" balas kiara mantap, ia tidak mau memberikan harapan kepada kai. Jangan bilang ia tidak tahu apa maksud kai memberitahu tentang kebohongan dirga kepada nya,
dan lagi kai sendiri berbohong kepada nya dengan membawa bawa nama kakek nya.
" tapi dia udah berbohong sama kamu ra?" tanya kai kesal
" aku tahu" balas kiara singkat
" lalu di mendapat kesempatan sedangkan aku nggak?" tanya kai menahan emosi
" kenapa kamu bilang aku nggak kasih kamu kesempatan? Bukan kah saat ini aku sedang memberikan kamu kesempatan kai?" tanya kiara marah
" maksud aku kenapa dia masih bisa bersama kamu sedangkan aku nggak bisa lagi ra? Apa kah ini salah ku berkorban untuk kamu? " tanya kai
" ra aku masih sangat mencintai kamu " lanjut kai lirih
__ADS_1
Deg
Kiara kaget dengan perkataan kai,
" kai...."
" padahal aku kira suatu hari nanti waktu aku sudah kuat aku bisa memiliki kamu lagi, tapi nyata nya cinta ini hanya aku yang masih menyimpan" ujar kaisar pelan, ia mengepal kan tangan nya kuat tidak ingin berteriak emosi di hadapan kiara nya.
" aku belajar keras, dengan harapan bisa memiliki kamu lagi di masa depan.
Tapi aku salah lagi, ternyata aku bahkan tidak ada lagi di hati kamu.
Ra... Egoiskah aku saat itu ingin mempertahankan kamu dan mama ku?" lanjut kai pada saat kiara hanya diam mendengar nya.
" kai... Maafin aku.
Terima kasih atas pengorbanan mu untuk aku, kerja keras kamu selama ini sudah terbukti kamu menjadi orang sukses sekarang.
Aku memang mencintai kamu tapi itu dulu, dulu sekali kai.
Saat ini di hati aku sudah ada yang lain walaupun dulu kamu egois dengan hubungan kita, tetap tidak akan mungkin karena kita tidak di takdirkan untuk bersama.
Kai... Mungkin aku bukan yang terbaik untuk kamu sehingga tuhan memisahkan kita.
Aku yakin di luar sana ada wanita yang lebih baik dari aku.
Kamu hanya butuh membuka perasaan kamu untuk mereka.
Di samping kamu bahkan ada melisa, bukan kah kalian sudah lama bertunangan?.
Kai... Wanita akan melakukan segala nya untuk laki-laki yang dia cintai, begitu pun melisa, meskipun cara yang dia pakai salah tapi itu membuktikan jika dia sangat mencintai mu.
Lupain aku kai, aku sudah bahagia dengan laki-laki pilihan aku dan keluarga ku.
Kamu pun harus begitu, kamu harus bahagia dengan cinta mu sendiri.
Aku akan selalu mendukung mu sebagai teman dan seorang adik" ujar kiara panjang lebar.
Kai yang mendengar nya tentu saja merasa sakit di hati nya, tapi ia sadar jika yang di katakan kiara benar.
Cinta nya tulus untuk kiara, tapi ia tidak bisa memiliki kiara.
" aku menyayangi mu kai" ujar kiara tulus, sebelah tangan nya mengusap sebelah pipi kaisar lembut sebelum meninggalkan kaisar sendiri di bawah pohon yang menjadi saksi atas sakit hati kedua kali nya.
Kaisar menangis tanpa suara,
Puk
Seseorang menepuk bahu kai pelan
Sebelumnya
Dirga yang gelisah menunggu kiara memutuskan untuk mengikuti kai dan kiara diam diam , ia hanya ingin memastikan kai tidak berbuat macam macam terhadap kiara tidak lebih.
Tidak ia tidak ingin menguping apalagi mengintip, tapi jika kelihatan ia juga tidak akan menolak untuk melihat dan mendengar nya.
Cukup lama dirga memperhatikan nya dan setelah kiara pergi meninggalkan kai sendiri, dirga pun melangkah kan kaki nya mendekat ke arah kai.
Puk..
" kai..." panggil dirga pelan
Kai menoleh dan melihat dirga yang berdiri di depan nya dengan gaya sengak nya seperti biasa, tapi entah kenapa ada yang berbeda dengan aura yang di keluarkan dirga, tidak ada aura permusuhan lagi.
" mungkin memang sudah seharusnya begini". Batin kai mengalah
" gue titip kiara ya, jangan buat dia sedih apalagi menangis.
Kiara akan jadi satu satu nya cewek di hati gue" ujar kai lalu meninggalkan dirga yang tersenyum tipis.
" tanpa lu bilang juga gue tahu"
Gumam kai pelan kemudian ikut meninggalkan tempat nya berdiri menuju belakang panggung di mana sahabat nya menunggu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya.
Jangan lupa komentar dan klik jempol nya
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih