Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Ingin cepat pulang


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Ruangan milik dirga yang dingin menjadi semakin dingin saat yang punya ruangan sedang diam menahan emosi di sertai hawa kulkas nya.


Sedangkan Dani yang sedang berdiri di depan nya cuma bisa diam menunduk, memikirkan nasib nya kali ini.


" duuuhhh nasib" batin nya nalangsa


" saya nggak marah dengan kalian" ujar dirga di luar dugaan membuat dani yang tadi hampir saja terserang asma mendadak seketika bisa bernafas lega


" tapi saya nggak akan memberikan mereka kesempatan lagi kalau sampai kiara ku bertemu lagi, selain urusan kantor dengan si br****k satu itu" lanjut nya dengan tetap mengeluarkan hawa kulkas nya.


membuat dani harus menahan diri agar ia tetap sanggup berdiri menghadapi bos nya yang lagi dalam mode badak ngamuk.


" APA KAMU MENGERTI" tanya dirga datar menekan setiap perkataan nya.


Membuat dani segera mengangguk kepala paham


" mengerti pak" balas dani tegas menutupi nada suara nya yang hampir bergetar karena takut


" lebih serem bos gue daripada setan....hiyyyy" batin dani takut


Dirga mengatur nafas nya untuk meredam rasa emosi.


" kapan meeting terakhir kita di laksanakan" tanya dirga setelah merasa emosi berkurang


" lusa, dan malam nya ada pesta untuk merayakan keberhasilan kerja sama antara perusahaan wijaya dan stuward pak" jelas dani


" oke... Pastikan semua dokumen dan surat surat penting beres, apa pesawat jet pribadi wijaya sudah sampai di sini lagi" tanya dirga mengingat jika jet pribadi milik keluarganya kemarin di pakai untuk menjemput kakek nya yang akan pulang ke kota S.


" pilot kita mengabari jika malam nanti tiba pak" balas dani.


Dirga diam sejenak, memikirkan nasib percintaan nya kedepan.


Mungkin sebentar lagi uhuk papa (calon) mertua nya uhuk akan memberi kabar tentang kejadian seru hari ini,


Kalau kiara sih dia nggak yakin akan menceritakan tanpa harus di tanya


" sampai sekarang lu belum bisa terbuka, apa karena gue sendiri belum terbuka ya" batin dirga miris.


" oke... Kamu boleh kembali ke kamar istirahat " perintah dirga.


Dani pun pamit dan kemudian meninggalkan dirga, kembali ke kamar nya untuk mengistirahatkan hati, tubuh dan fikiran nya.


" umur gue sekarang berapa ya, kok makin hari serasa mau menghadap yang kuasa aja " batin dani merana.


Jika bukan karena ia punya hutang kebaikan dan juga bukan karena gaji nya yang besar dani bersumpah tidak ingin mengenal apa lagi menjadi tangan kanan dari seorang dirga mahesa wijaya.


" malaikat maut bahkan nggak ada apa-apa nya sama dia"


Dirga sedang melihat suasana pagi di kota Eropa.


Di sini waktu menunjukan pukul delapan pagi, berarti di kota S Saat ini sekitar pukul dua siang.


Bawel kesayangan nya pasti lagi sibuk,


Lagian seperti yang baru saja di laporkan bawel nya baru kembali dari meeting bersama (nggak usah di jelasin bikin emosi aja... Sabar loh ga)


dirga saat ini sedang menikmati pemandangan pagi di kota brussel melalui kaca jendela.


" lain kali ajak kiara ke sini boleh juga tuh" gumam dirga membayangkan jika ia dan bawel kesayangan nya memghabis kan waktu berdua di kota nya saat ini.


Apalagi jika sedang ada pameran karpet raksasa pasti bawel nya akan memekik senang sepanjang waktu.


" cih.... Jadi pengen cepet pulang,


Nunggu dua hari kenapa lama banget sih"


They say oh my god I see the way you shine🎶


Take your hand, my dear, and place them both in mine🎶


You know you stopped me dead when I was passing by🎶


Dering handphone nya membuat dirga menolehkan pandangan nya ke arah meja lampu tempat nya meletakan handphone.


Dirga segera berjalan menuju meja dan mengangkat telpon dengan tangan kanan nya,


Di layar tertera nama bawel kesayangan nya.


" kayak nya ada yang kangen nih" gumam dirga narsis


Dirga berdehem sebelum menekan tombol hijau.


Klik


" yes .... Looks like someone missed me right (seperti nya ada orang yang merindukan aku) " ujar dirga alih alih menyapa ia lebih memilih menanyakan rasa rindu kiara dengan pede nya.


Di seberang sana kiara yang mendengar pertanyaan narsis bin pede dari dirga pun mendengus dengan bola mata berotasi

__ADS_1


" pede banget sih " balas kiara sok biasa aja padahal dalam hati udah mau terkekeh


" loh berarti ini cuma kangen sepihak dong, kasihan sekali ya aku" ujar dirga pura pura sedih


Akhirnya kiara pun mau tidak mau terkekeh dengan gurih nya karena mendengar nada suara dirga yang merajuk.


Membuat dirga pun tersenyum melupakan bahwa pagi tadi ia mendapat kabar yang membuat mendadak emosi.


"emang ya bawel kesayangan gue doang yang bisa bikin emosi gue reda"


" he..he.. Kamu lagi apa sayang" tanya kiara setelah selesai dengan kekehan nya


" sedang menikmati pemandangan kota brussel, lain kali kita liburan ke sini ya berdua" jawab dan ajak dirga


" gimana menurut kamu" lanjut nya bertanya


" wahhhh... Sepertinya Asyik tuh, aku mau


Kapan kapan yah kita kesana .." seru kiara senang


"oke..sekalian bulan madu yah ? " tanya dirga spontan keceplosan sangking senang nya


" bulan madu gimana ga?" tanya kiara bingung


" em... Ya bulan madu, kalau kita nikah kan pasti bulan madu" terang dirga terlanjur basah


Kota S kantor kiara.


Mendengar kata kata dari dirga kiara yang saat ini sedang memegang gelas berisi air minum pun mendadak melepas kan gelas tersebut dari gengaman nya sehingga gelas nya pun jatuh dan pecah berantakan dengan kiara yang terdiam kaku


Prang..


" haloo sayang, bunyi pecah apa itu..."


Kiara diam


" haloo sayang jangan buat aku takut.."


Seru dirga khawatir


" hal..."


" ah... Aku baik baik saja ga" jawab kiara menyela kalimat dari dirga


" kamu yakin" tanya ulang dirga


" iya ga aku nggak apa-apa"


" ah.. Itu tadi ada karyawan yang tidak sengaja memecahkan gelas saat meletakkan minum di meja aku" balas kiara bohong


" yakin?" tanya dirga curiga


" iya sayang... Percaya deh sama aku.


Oh... Iya, kamu nggak kerja hari ini?" tanya kiara mengalihkan pembicaraan


" aku sudah free, proyek nya lancar berkat doa kamu" balas dirga mencoba percaya dengan penjelasan dari kiara


" benarkah syukurlah...." seru kiara senang


" kalau begitu karena proyek nya lancar pulang nanti aku dapet oleh oleh dong" tanya kiara ceria


" semoga dirga nggak nanya macem macem lagi"


" emang kamu mau di bawain apa?" tanya dirga lembut


" eummm..... Coklat dari Belgia, tapi aku mau nya kamu beli di Amerika" pinta kiara ngaco


"kerjain ahh khu khu khu " batin kiara tertawa setan


" hah.. Yang bener aja sayang kamu mau beli coklat Belgia tapi beli nya di Amerika.


Ada ada saja" balas dirga belum sadar sedang di kerjain kiara


" lohh... Kan tadi kamu nanya aku mau di bawain apa, ya sudah kebetulan aku lagi mau coklat belgia tapi yang beli nya di Amerika.


Kalau kamu nggak mau beliin ya sudah aku nggak maksa kok" ujar kiara pura-pura ngambek


" hehehe... Rasa no koe"


" tapi sayang kalau aku beli nya di Amerika nama nya bukan coklat belgia tapi coklat Amerika, kamu yang bener saja...." jelas dirga frustrasi


Tiba-tiba terdengar kekehan kecil dari kiara membuat dirga seketika tersadar bahwa saat ini ia sedang di kerjai oleh bawel kesayangan nya.


" kiara bawel gendut tukang makan... Kamu ngerjain aku ya " tanya dirga menekan setiap kalimat yang di ucapkan nya


" hi hi hi.... Rasain... Emang nya enak di kerjain ha ha ha" balas kiara di akhiri dengan tawa membahana nya.


Di sebrang sana Dirga mahesa wijaya seorang lelaki sempurna terdiam kaku dengan wajah merona malu karena baru kali ini ia bisa di bodohi oleh seorang cewek terlebih lagi kekasih nya sendiri


" ya ampun... Gini ya yang nama nya bucin, mau marah tapi sayang" batin dirga dengan senyum kaku di wajah nya.


Tapi dirga akui kiara cewek yang berbeda satu satu nya cewek dengan kepolosan yang nggak di buat buat dan satu satu nya cewek yang bisa bikin dia melakukan drama yang menurut nya merepotkan.

__ADS_1


"lu harus tanggung jawab ra, gimana pun cara nya lu harus jadi milik gue, siapa pun nggak akan bisa rebut lu dari gue, sekali pun itu cinta pertama lu. " batin dirga penuh tekad


" puas ketawa nya sayang" tanya dirga datar membuat kiara yang sedang berjuang melawan sisa sisa kikikan nya pun segera berhenti karena mendengar perubahan nada bicara dari kekasih mesum nya.


Glek


" bentar lagi ada yang ngamok nih... Gawat" batin kiara ngeri


" he he... Maaf maaf" balas kiara


" dirga ganteng jadi kan bawain aku coklat nya? kali ini serius deh coklat Belgia" lanjut kiara serius dengan nada manis nya, sebelum tanduk di kepala dirga muncul.


Dirga menghela nafas menyerah jika sudah mendengar suara manis dari wanitanya.


Kemudian tersenyum lucu mengingat tingkah unik dari kekasih nya.


" iya bawel... Aku bawain, bila perlu pabrik nya aku beliin khusus untuk kamu" balas dirga lembut


" emang bisa beliin aku pabrik coklat, mahal loh" tanya kiara tangan nya usil menekan nekan keyboard laptop nya.


" kalau aku bisa beliin kamu pabrik coklat kamu bakal kasih aku hadiah apa" tantangan dirga sombong


" ummm.... Apa ya!!!! Nggak tahu ah...


Lagian seperti kamu bisa saja" jawab kiara acuh


" oh iya... Aku masih ada kerjaan nih. Nanti lagi kita sambung yah" lanjut kiara ingin mengakhiri pembicaraan nya dengan dirga.


" oke... Kerja yang semangat ya sayang" seru dirga


" tentu sayang... Hehe" balas kiara ceria


" bye... Love you dear" ujar dirga lembut


"bye... Love you too" balas kiara kemudian menekan tombol merah memutus panggilan telpon nya.


Huuuufffff..


Kiara membuang nafas nya lelah,


Memikirkan perkataan dirga yang selalu berujung dengan pembahasan pernikahan.


Bukan nya ia tidak mau, tapi saat ini ia tidak bisa karena bagaimana pun ia telah memiliki calon tunangan yang arti nya akan jadi suami nya nanti.


" dirga aku mencintaimu tapi bagaimana cara aku menjelaskan padamu,aku belum ingin kehilangan kamu" batin kiara sedih.


Brussel, belgia uni eropa


Setelah selesai bertelpon ria dengan kekasih nya, ada dua hal yang dirga fikir kan.


pertama tentang kiara yang selalu menghindar jika ia sudah membahas tentang pernikahan dan kedua tentang tantangan dari kiara.


" seperti nya untuk pernikahan gue harus cepet cepet jujur sama kiara" ujar dirga dengan nada muram nya


Dirga kemudian berjalan ke arah kaca jendela lagi lalu melihat suasana luar hotel ia menginap saat ini .


"seandainya lu tau ra" batin dirga muram


" lalu kiara becanda nggak ya minta beliin pabrik coklat" gumam dirga berfikir.


Lagian Bagi nya jika hanya pabrik coklat tidak masalah.


Ia bisa saja ikut join menanam saham di salah satu pabrik yang ada di kota ini.


" sepertinya ide yang bagus, selain bisa untuk investasi bisa sekalian memenuhi tantangan dari kiara" gumam dirga dengan otak bisnis yang berfikir keras.


Kiara salah menantang orang, kiara tidak tahu jika dirga itu suka tantangan apalagi yang bisa mendapatkan untung dalam jangka waktu untuk seumur hidup.


" aku harus bicara ini dengan dani secepatnya semoga aku nggak lupa " gumam dirga dengan janji.


(Psssttt. Jangan bilang ke orang ya Penyakit dirga itu kalau ada rencana nggak segera di lakukan terkadang suka lupa)


" jadi pengen cepet cepet pulang ketemu bawel gendut " gumam dirga lesu.


Kenapa lesu...


Tentu saja bibir nya kering dua minggu tidak bertemu pelembab alami nya.


" ck... Pulang nanti pokok nya harus lama dan bergairah" gumam dirga dengan senyum mesum nya


Dirga membayangkan jika saat ia pulang nanti dan bertemu bawel nya kemudian mereka akan melakukan ehem.. Lalu di lanjut ke yang lebih ehem hingga kiara dan ia akan ehemm


"shit... Cuma memikirkan nya saja bisa buat adik gue tergoda.. Cih sial" decih dirga kesal pada saat melihat ke arah bawah tubuh nya.


Sedang kan kiara yang saat ini sedang fokus dengan laptop nya tiba-tiba merasakan merinding di sekujur tubuh nya


" hiiyyy.... Kenapa tiba-tiba begini ya, apa akan ada hal bahaya yang terjadi ya" gumam kiara cemas dengan tangan yang mengusap bagian belakang leher nya.


( benar sekali kiara, memang akan ada bahaya tapi bahaya yang mengasyikkan lohhh hehe.. Bletak... Jangan nakut nakutin thor)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung dulu

__ADS_1


__ADS_2