Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Hampir saja


__ADS_3

Mohon maaf jika Typo mengganggu


Happy reading vrohh


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶°


Dirga duduk di Sofa depan Televisi di kamar Kiara, kemudian celingak-celinguk melihat isi dari ruangan yang di huni Kiara dengan teliti dan ternyata sama saja.


" Sepertinya perlu sedikit renovasi" Batinnya melihat ruangan yang ternyata sudah lama tidak ada pembugaran.


Bosan menunggu Kiara yang belum juga selesai berpakaian, Dirga pun membuka Handphonenya untuk melihat pesan yang belum sempat Ia baca.


Beberapa pesan dari Mama , sahabat serta asistennya di kantor yang isinya tentang laporan-laporan, yang jika Raka mendengarnya akan langsung mengalami Amnesia mendadak, tapi tidak jika untuk Dirga karena sudah makanan nya sehari hari.


Setelah membaca sebentar dan ternyata masih bisa di tunda, Dirga pun beralih ke pesan lainya dari Sang Mama , yang isinya membuat Ia melotot karena permintaan Absurd dari Mamanya


" Ya Lord ... Punya Mama satu kok gini amat, ketularan siapa sih nih Mama Gue ...Baru juga baikan sama Si bawel udah minta yang aneh aneh aja" gumam Dirga heran, dengan permintaan berupa foto mesra dengan Kiara dari Sang Mama tercinta.


Dirga menscrol lagi kebawah, yang ternyata masih ada note kelanjutannya.


Kali ini Dirga bukan hanya melotot, bahkan rasa nya ingin sekali meneggelamkan diri di danau belakang penginapan, sangking kagetnya dengan permintaan Mamanya yang sebenarnya Ia sendiri juga mau saja mengabulkannya.


Sebenarnya apa sih, isi pesan dari Mamanya selain foto mesranya dengan Kiara ? Mau pada tahu nggak??? Yakin mau tahu???


Jangan deh ... nanti kalau pada tahu, bisa bisa yang baca pada setuju lagi sama permintaan Mama tercintanya Dirga yang Iya iya.


Dirga menggeleng kepalanya, untuk menghilangkan Fikiran Nistanya akibat membaca pesan dari Mamanya, kemudian membuka pesan grup dari dua Sahabatnya yang Isinya ajakan menghadiri Reuni seangkatannya.


" Reuni yaa.... Hmm.. Males sih sebenarnya, tapi kalau nggak ikut bisa di resehin terus sama Si curut satu " gumam Dirga pelan, tapi masih terdengar oleh Kiara yang berjalan menghampirinya.


" Curut !!! di mana Ga ?? " tanyanya sambil menepuk bahu Dirga, yang membuat Dirga kaget seketika.


" Astogeh .... Ra, ngagetin aja sih" ujar Dirga lucu, yang membuat Kiara terkekeh merasa lucu dengan ekspresi kaget Dirga

__ADS_1


" Khi hi hi" Kekehnya


" Sengaja biar kamu kaget.. Bwleee" ujar Kiara sambil memelet kan lidah meledek Dirga


" Lagian seru banget sih baca pesannya? " lanjut kiara setelah duduk di samping Dirga


" Kenapa emangnya kalau seru??? Cemburu ya??? Takut Aku kirim pesan sama Cewek lain ya? " tanya Dirga menggoda kiara di akhir kalimatnya.


" Emang " batin kiara cepat


" Dih ... Pede banget" balas Kiara


" Lagian, apa hak aku cemburu dan larang Kamu kirim pesan sama Cewek lain" lanjut Kiara sok cuek padahal dalam hati menahan sedih.


sebelum membalas Dirga melihat dulu pakaian yang di pakai Kiara saat ini.


Pakaian simple, tapi menggoda berupa baju terusan longgar setengah paha yang menampilkan kaki jenjang mulus, Kiara sukses membuat Dirga merona.


Tidak ingin fikirannya menjadi kotor, Dirga buru-buru mengalihkan matanya ke arah berlawanan, mencoba mengalihkan sejenak fikirannya


Sebenarnya jika saja yang di hadapan nya ini bukan Kiara , Dirga pun tidak akan kesulitan mengontrol fikiran nistanya, tapi karena itu Si Bawel Kesayangannya, maka Dirga pun agak sulit menanganinya.


" Cemburu sama ngelarang juga nggak apa-apa kok" gumam dirga asal dan pelan,


namun lagi lagi karena pendengaran Kiara yang sensitif maka tetap terdengar


" Nggak apa-apa gimana Ga? " tanya Kiara heran, dirga buru buru menghadap kiara


" Nggak , nggak apa-apa kok" jawab Dirga.


Hening sesaat membuat suasana pun menjadi canggung.


Dirga berdehem, kemudian mengalihkan pandangannya ke makanan yang tadi di bawanya.

__ADS_1


" Ehem ... kamu makan dulu gih Ra ... Nanti keburu dingin" ujar Dirga memperingati Kiara tentang makanan yang sudah di pesannya


" Oh iya.. Heheh" jawab Kiara di sertai kekehan salah tingkah, karena suasana canggung tadi.


" Kamu udah makan belum" tanya Kiara sambil memindahkan makanan dari baki ke atas meja


" Belum , sebenarnya aku ke sini mau ngajak kamu makan bareng" jawab dan jelas Dirga


" Oh ... Kalau gitu kita makan barengan aja" ajak Kiara senang, Dirga tersenyum usil


" Yakin barengan?? Nggak kurang??? Kamu kan makannya banyak" ledek Dirga di akhir kalimat nya yang membuat kiara langsung melotot dan menerjang Dirga, di sertai cubitan maut sehingga Dirga, yang tidak siap pun terdorong dan jatuh terlentang akibat terjangan maut Kiara.


" Oi Oi...sakit..auchh..sakit Ra ... Arghh" pekik Dirga menahan Sakit


" Rasakan .. Rasakan" ujar Kiara sambil mencubit Dirga dengan ganasnya.


Kiara tidak sadar dengan posisinya saat ini yang sedang menimpa Dirga, beberapa saat pun yang terdengar adalah pekikan sakit dan minta ampun dari Dirga .


Kiara sudah lelah namun masih belum menyerah, cubitannya pun tidak seganas tadi. Melihat Kiara yang sepertinya belum mau menyerah, membuat Dirga menghentikan Kiara dengan cara memegang kedua tangan Kiara, kemudian membalikkan posisi sehingga saat ini Dirgalah yang ada di atas Kiara sekarang, dengan satu tangan menumpu berat badannya dan satu lagi memegang tangan mungil Kiara dengan satu tangan di atas kepala Kiara.


Nafas mereka berdua memburu, baik Dirga maupun Kiara sama-sama saling melihat dengan kaget karena posisi ambigu mereka saat ini. Deru nafas dan debaran satu sama lain terdengar di telinga Mereka berdua . Kiara memperhatikan wajah Dirga yang berada di atasnya dengan pipi yang memerah karena jaraknya yang terlalu dekat sebaliknya Dirga pun demikian.


Ruangan yang semula penuh dengan suara pekikan sakit Dirga pun berubah sunyi, karena mereka berdua sibuk dengan pemikiran masing-masing, bahkan baik Dirga maupun kiara seperti nya tidak ada yang berinisiatif untuk mengubah posisinya saat ini, masih tenggelam akan pesonanya.


Namun di saat meraka masih memandangi satu sama lain, tiba-tiba saja dering nada panggilan dari handphone Kiara membuat mereka reflek menjauhkan tubuh masing-masing, Dirga yang menggaruk lehernya salah tingkah dan kiara yang merona gugup. Kemudian Ia berdiri dan berlari kecil menuju meja tempat Ia meletakkan handphonenya.


" Aishh ... Hampir saja" batin Dirga dengan degub jantung seperti habis lari marathon.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Penasaran???


Jangan kemana-mana ya ikuti terus kisah nya, klik jempol serta komentar nya juga. Jangan lupa lohh

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2