
Maaf bila typo mengganggu saat membaca
Happy reading minna san
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
" Kiara ...." seru Dirga kaget membuat Kiara tersenyum dan melambai tangan semangat
" Hai ... " sapa Kiara balik,
" Aku ganggu ya? " lanjut Kiara bertanya yang di jawab Dirga segera dengan gelengan kepala
" Nggak kok, nggak ganggu" Ujarnya dengan lembut dan senyum kecil di bibir nya.
Kemudian Dirga memberi kode Pak Rudi, yang hanya bengong Melihatnya dan kiara di depannya dengan deheman singkat,
Membuat Pak Rudi pun gelagapan, buru-buru undur diri dengan gerakan canggung. Masih tidak menyangka jika Tuannya yang di kenal dingin, dengan Mahluk bergender Perempuan bisa mengeluarkan nada lembut seperti itu.
Oh ... Jangan lupa juga Senyumnya walaupun tidak kentara, tapi bagi Ia yang sudah mengenal Tuan mudanya dari jaman dulu tambah berfikir, jika ada yang tidak beres dengan perempuan di depannya saat ini
" Keajaiban dunia, siapa Perempuan ini sehingga bisa membuat Tuan Muda bersikap lembut bahkan tersenyum" Batinnya bertanya, berjalan menuju Ruang tamu, karena tadi sudah di usir secara halus oleh Tuan Mudanya.
" Apa ini ada hubungannya dengan Tuan muda menginap di sini, karena biasanya Tuan muda hanya menginap, jika ada Festival atau Inspeksi bangunan. Itu pun hanya 1 atau 2 hari lalu pulang" lanjutnya dalam hati bertanya pada diri sendiri, dan itu membuatnya tambah pusing
" Sepertinya perempuan itu bukan perempuan biasa" Pak Rudi pun membereskan kembali dokumen yang berserakan di atas meja, Kemudian memasukannya lagi kedalam Tas jinjing yang Ia bawa, sambil menunggu Dirga kembali ke ruang tamu.
Suara langkah kaki pun terdengar membuatnya duduk tegak, bersiap menerima Perintah
" Pak Rudi ..." panggil Dirga tegas
" Ya Tuan? " jawab Pak Rudi cepat
" Diskusinya kita lanjutkan nanti, Bapak bisa kembali bekerja " lanjut Dirga, yang di jawab anggukan kepala mengerti Pak Rudi.
__ADS_1
" Baik Tuan " jawab Pak Rudi
" Ada yang di perlukan lagi Tuan? " lanjut Pak Rudi bertanya.
Dirga tidak langsung menjawab, tapi melirik Kiara yang ada di sampingnya sebentar.
" Kamu mau minum apa, Dear " tanya Dirga lembut
" Apa aja boleh" jawab Kiara di sertai senyum manisnya..
Setelah selesai bertanya Dirga kembali melihat Pak Rudi
"Pesankan Red Velvet Cake , Keripik Kentang dan dua gelas Juice Strawberry lalu antarkan kemari di balkon atas, ingat harus pelayan seperti biasa yang mengantar saya tidak suka jika yang lain" jelas dan perintah Dirga dengan nada datar dan aura kembali semula, di mana aura tersebut membuat Kiara yang mendengarnya merasa heran dan Asing, dengan Suara dan Aura yang Dirga keluarkan.
Jika biasanya Kiara merasakan aura hangat, namun kali ini beda aura yang ia rasa hanya di miliki oleh Seorang pemimpin tegas tak terbantahkan, dingin di sertai aroma Arogan membuatnya sedikit merasa tidak nyaman.
"Kenapa Dirga berbeda" batinnya heran.
" Baik Tuan, segera laksanakan" jawab Pak Rudi.
" Kalau gitu saya permisi Tuan " pamit Pak Rudi,. Kemudian dengan cepat menyambar Tas di meja, lalu melangkah terburu setelah permisi kepada Dirga dan Kiara.
Setelah Pak Rudi meninggalkan penginapannya, seketika Aura Dirga kembali menjadi hangat dan menenangkan.
Membuat kiaraY kembali merasa nyaman, Dirga menggandeng tangan Kiara lembut kemudian membawanya ke atas, ke Balkon kamarnya
" Yuk ... Ke atas" ajak Dirga
" Um ... " jawab Kiara menurut saja. pada saat ia di seret lembut Dirga, menuju lantai atas di Mana kamar Dirga berada.
Sesampainya di lantai atas tepatnya di depan kamar Dirga , Dirga mendorong pintu kamarnya kemudian mempersilahkan Kiara masuk.
" Masuk Ra ... Kita duduk di Balkon kamar Aku aja, tempatnya strategis bisa lihat Lapangan tempat Festival di adakan" jelas dirga sebelum Kiara berfikiran yang iya-iya Terhadapnya.
__ADS_1
" Kirain di ajak ke kamar mau ngapain, duh.. Dasar" batin kiara malu sendiri, sudah berfikir jelek kepada Dirga
" Umm ...." jawab Kiara singkat menunduk malu takut, Dirga melihat Wajahnya yang saat ini bersemu karena fikiran iya-iya nya.
Masih menyeret Kiara agar mengikutinya, Dirga pun segera menggeser pintu terbuat dari kaca, yang menghubungkan kamar dengan Balkonnya terbuka. Sehingga angin sejuk siang hari pun menerpa wajah Kiara, membuat Kiara merasakan sensasi sejuk yang pas di nikmati cuaca panas gini.
Dirga mengajak Kiara ke ujung balkon kamarnya sehingga membuat Kiara bisa melihat pemandangan Lapangan yang tadi di Kunjunginya dengan jelas.
" Woahhhh .... Sugoi ..." pekik Kiara takjub dengan apa yang di lihatnya, ternyata melihat dari atas pemandangan Lapangan, yang sudah di hias sedemikian rupa lebih menyenangkan walaupun dari bawah juga menyenangkan tapi menurut Kiara dari atas jauh lebih keren.
Kiara menghadap Dirga, yang juga sedang melihat Lapangan dengan pandangan Takjub
" Curang ih... Kamu bisa lihat dari atas, tapi dari kamar aku nggak kelihatan" gumam Kiara kesal kepada Dirga , membuat Dirga terkekeh mengejek kemudian mengusak kepala Kiara brutal membuat rambut Kiara pun acak-acakan.
" Dirga ... Ih jahat" pekik Kiara sambil menghalangi tangan Dirga yang semakin usil di rembut Kepalanya.
" Hahaha "
Dirga pun hanya tertawa semakin keras.
Kegiatan Mereka pun terganggu, karena ketukan pintu dari pintu balkon kamar Dirga, membuat mereka berdua diam dan melihat ke arah pintu, yang ternyata adalah pelayan yang mengantarkan pesanan Dirga.
Dirga berhenti tertawa dan merubah lagi auranya, kemudian mengangguk mengiyakan atas permintaan izin dari Pelayan tersebut.
Setelah pesanannya tertata rapih di meja, Pelayan tersebut langsung undur diri, karena melihat tatapan Dirga. yang seakan tidak ingin ada yang mengganggu dan itu membuat Kiara bingung lagi.
"Kenapa mereka takut dengan Dirga ? Siapa Dirga bagi mereka? Dan kenapa Auranya berbeda dengan setiap Orang " tanya Kiara penasaran pada diri sendiri dan tentu saja di dalam hatinya.
Kiara berusaha mengacuhkan, karena Ia sendiri merasa bahwa sosok Dirga belum sepenuhnya Ia ketahui, jadi mulai saat ini Kiara bertekad untuk mengetahui Dirga lebih dalam.
karena bagaimana pun, Ia sudah memutuskan untuk memulai suatu hubungan dengan Dirga, jika Dirga menyatakan perasaannya lagi kepadanya.
"Aku harus tahu semua nya tentang kamu Ga " tekadnya dalam hati, sambil melihat Dirga yang kini sedang sibuk, dengan cemilan Yang ada di meja saat ini.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=
Bagaimna selanjutnya jangan kemana-mana ya