Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Room servic spesial


__ADS_3

Mohon maaf bila typo ada di sana sini


Happy reading vrohh


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Dirga sampai di koridor penginapan Kiara , bertepatan dengan seorang pelayan yang kebetulan sedang berdiri, membawa baki berisi makanan dan hendak mengetuk pintu kamar milik Kiara .


buru-buru Dirga mencegah pelayan itu, karena Ia tiba-tiba terlintas ide yang cemerlang


" Tunggu! " tegurnya kepada si pelayan,tangan pelayan itu berhenti di udara kemudian membalik badan menghadap Si penegur, dan di lihatnya Dirga dengan tatapan bingung.


Melihat Si pelayanan seperti kebingungan Dirga berdehem


"ehem... Pesanan itu untuk Tamu yang di dalam kan?" tanya Dirga To The Point dan di jawab anggukan heran oleh Si pelayan


" Betul Tuan " Jawabnya sopan


" Kalau gitu, sini berikan kepada saya" pinta Dirga yang membuat pelayan itu tambah bingung


"Siapa ni orang, sok banget gayanya" batin pelayan tersebut, tidak tahu Dia sedang berhadapan dengan siapa.


" Maaf tuan tidak bisa, ini Tugas Saya jika saya melalaikan tugas saya dan melimpahkannya kepada orang lain, terlebih itu adalah tamu di sini nanti saya akan kena marah, sekali lagi maafkan saya Tuan " ujar pelayan itu dengan sopan dan menundukkan pandangannya ke bawah.


Dirga mengeluarkan aura dinginnya, sehingga pelayan itu merasa takut dan sedikit bergetar


" Apa kamu tidak tahu siapa aku?" tanya Dirga datar


" Maaf tuan saya tidak tahu, dan saya baru Bekerja" jawab dan jelas pelayan itu yang berusaha untuk menjaga suaranya agar tidak terdengar bergetar.


Mendengar jika orang yang di depan nya ini adalah pegawai baru, akhirnya Dirga pun menghilangkan sedikit Aura dinginnya lalu menghembuskan nafas pelan mencoba memakluminya.


"Untung aja pegawai baru, sabar Dirga " Batinnya

__ADS_1


" Kamu baru di sini, pantas saja..." Dirga membuka Dompet dan mengeluarkan Kartu pengenal kemudian menunjukannya kepada si pelayanan baru, yang membuat pelayan itu cepat-cepat meminta maaf, atas perilakunya yang kurang sopan dan tidak mengenali Pemilik tempatnya bekerja.


" Maafkan saya tuan, maafkan saya" pintanya sungguh-sungguh


" Oke .. Nggak masalah, sekarang berikan baki itu kepada saya. Kamu tenang aja biar saya yang urus sisanya dan kamu kembali bekerja" perintah Dirga bossy.


Dalam hati, pelayan itu masih takut karena orang yang di depannya ini adalah pemilik tempat ini. Bagaimana Ia bisa memberikan Baki yang beratnya lumayan, melihat Pelayan itu masih ragu membuat Dirga mendecakkan lidah kesal


" Ck .... Kamu mau melawan perintah dari Saya " Gertaknya


" Tidak Tuan maaf" kemudian Ia segera memberikan Baki tersebut kepada Dirga dan segera pergi setelah mengucapkan maaf.


Setelah pelayan tadi meninggalkannya, dirgaT kemudian menegakkan punggungnya dan berdehem lalu mengangkat tangannya mengetuk pintu.


Tok tok tok ( bunyi pintu di ketuk)


tapi hingga tiga kali ketukan belum juga di sahuti.


Kemudian mencoba lagi.


Sedangkan di dalam kamar, Kiara baru saja selesai dengan ritual mandinya, sehingga Ia tidak mendengar jika ada yang mengetuk pintu kamar nya.


Kiara keluar kamar hanya dengan handuk melilit yang menutupi dada hingga setengah pahanya, sambil mengeringkan rambutnya yang basah habis di keramas kiara menggumamkan lagu yang tadi di dengarnya


" hemmm🎶 mmm hmmm 🎶"


Gumam mengikuti alunan Melodi, Kiara menuju lemari tempat pakaiannya di simpan, sebelum mencapai pintu lemari, Kiara mendengar samar pintu luar kamarnya yang di ketuk.


Maklum letak kamar mandi, lemari, serta pintu luar agak berjauhan sehingga akan sulit mendengar jika Ia sedang berada di dalam kamar mandi.


Kiara berhenti sejenak dari kegiatan menggosok rambutnya dengan handuk, mencoba mendengar , setelah Ia merasa yakin ada yang mengetuk pintu barulah Ia berjalan menuju pintu, setelah sebelumnya memakai kimono tidurnya untuk menutupi handuk yang tidak mampu menutupi seluruh tubuhnya.


Kiara melirik sebentar jam kecil di meja lampu tidur

__ADS_1


" Jam tujuh yaa.. Sepertinya itu pesanan makanan Aku" Gumamnya pada diri sendiri.


Tok... Tok.. Tok..


Ketukan masih tedengar


" Iya ... Tunggu sebentar"


Di luar kamar Dirga masih menunggu


"Lumayan berat juga ni Baki , sepertinya Pelayan di sini bekerja sangat keras. Naikin Gaji mungkin bisa menyenangkan mereka semua" pikir Dirga, Ia merasa jika pekerjaan seperti ini sangat berat dan pantas menerima lebih banyak upah.


"hmmm... Nanti biar Gue diskusi sama Pemimpinnya " Lanjutnya


" Iya ... Tunggu sebentar"


Sahutan Kiara terdengar .... setelah menunggu lumayan lama ketukannya di sahuti, membuat tangan Dirga kebas dan pegal.


Mendengar sahutab dari Kiara , membuat Dirga tersenyum senang dan bersiap untuk memberi kejutan.


Ceklek...


Pintu pun terbuka


dan......


\=\=\=\=\=


Jangan kemana mana tetap stay disini yaaa


Ikuti terus kisah nya dan jangan lupa juga jempol serta komentar nya


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2