Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Tamu tak di undang


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Apartemen dirga


Setelah selesai berbelanja, kiara dan dirga segera kembali ke apartemen untuk menyusun barang barang hasil berburu mereka hari ini.


Dirga juga membantu kiara menyusun bahan makanan di tempat yang tidak terjangkau oleh kiara.


" Kamu beli ini untuk apa yank?" tanya dirga dengan tangan menunjukan benda yang di maksud olehnya.


" Oh itu.. Untuk Asahan pisau, masa kamu nggak tahu yank?" balas kiara dan Balik bertanya saat ia melihat benda yang di tunjukkan dirga.


" Baru tahu tuh.... Pisau nggak tajam ya tinggal beli lagi" ujar dirga santai lalu meletakkan barang yang ada di tangan nya ke dalam lemari atas.


" Jangan dong... Itu nama nya pemborosan" balas kiara menasihati dirga yang hanya bisa mengangkat bahu acuh


" Kalau gitu kasian penjual pisau dong yank, kalau kita beli pisau untuk di pakai seumur hidup tanpa membeli lagi" ujar dirga, ngajak kiara gelud dengan ucapan yang kalau menurut sudut pandang si pedagang pisau emang benar iya.


" Bukan berarti beli sekali bisa di pakai untuk seumur hidup sayang, emang nya pisau nggak ada masa pakai nya? Nggak ada rusak atau patah hummmm?" balas kiara nggak mau kalah.


Jangan sembarangan ngajak kiara gelud yah apalagi kalau soal berdebat, bahkan waktu rapat BEM sewaktu ia kuliah nggak ada mahasiswa anggota rapat yang mampu menandingi jurus congorna dari kiara.


" Nah.. Kata kamu pemborosan?" ujar dirga membalikkan lagi pernyataannya kiara, ia tersenyum usil saat melihat mata kiara yang sudah mode leser siap tembak.


" Dan tolong di garis bawahi saat kamu bilang kalau tidak tajam lagi yang artinya bisa di buat tajam kembali dan pada saat aku bilang kalau patah emang kamu bisa nyambungin lagi pisau yang patah hemm?" balas kiara memberikan alibi nya masih dengan nada nggak mau kalah nya.


" Lalu...kalau aku bisa nyambungin pisau yang patah kamu mau apa ? " balas dirga usil dengan seringai mengejek nya, membuat kiara yang sudah bersiap siap dengan kalimat selanjutnya terdiam saat mendengar kalimat mengesalkan dari dirga.


" Dan kenapa kita malah membahas masalah pisau dengan pedagang pisau, yang pisau nya di beli sekali untuk seumur hidup sih yank? kenapa nggak membahas masalah lain seperti *bagaimana cara buat adonan agar cepat jadi aja hehehe* .... " lanjut dirga bertanya dengan pertanyaan ambigu nya , kemudian terkekeh saat menyaksikan sendiri bagaimana keras kepalanya kiara jika merasa sudah benar.


" Dih dasar, kamu Ngerjain aku yah, lagian apaan tuh buat adonan emangnya kue apa....." balas kiara Sewot, dengan pipi menggembung lucu saat ia sadar suami nya sedang menggoda ia dengan pertanyaan absurd nya.


" Abis kamu kritis banget sih tentang masalah seperti itu ... Dan menurut aku sih kalau kita membeli artinya sekalian kita membantu kan.


Yah.... meski apa yang kita beli itu tidak terlalu di butuh kan.


Dan Yang aku maksud kita di sini adalah aku loh yank bukan orang lain" ujar dirga menjelaskan panjang lebar, menekan kata aku saat kiara hendak protes lagi dan di balas dengusan pasrah dan kesal oleh kiara


" Bhuuu..... Sesukamu lah" ujar kiara menyerah kemudian menggembungkan pipi nya ngambek


" Cie... Yang kalah berdebat, mana coba pipi nya aku lihat... Coba liat?" ujar dirga merayu kiara yang saat ini sedang melengoskan wajah nya dengan pipi menggembung lucu, saat dirga berniat memegang wajah nya di ikuti dengan tawa kemenangan dari dirga.


" Apasih pegang pegang.... Syuh syuh " seru kiara dengan tangan yang menampik tangan dirga kesal,tapi ia terkekeh saat dirga tiba-tiba memeluknya dari belakang sambil mengecupi leher dan punggung nya yang terbuka di ikuti seruan.


" Bawel kalah bawel kalah.... Sini kecup kecup muah muah muah "


Ting tong ting tong


Kiara dan dirga yang sedang asyik bercanda terdiam serempak dan saling pandang dengan raut wajah Penasaran nya..


" Ada yang bertamu?" tanya kiara melihat dirga yang malah mendengus seperti sudah tahu siapa gerangan yang datang alih alih menjawab nya.


" Nggak usah di bukain yank" balas dirga cuek


Dirga tentu saja tahu siapa gerangan yang datang ke apartemen nya, karena selain sahabat strong dan keluarga nya tidak ada orang lain lagi yang tahu.


Bahkan paket sekalipun, karena dirga selalu memakai alamat mansion wijaya atau perusahaan nya jika memesan atau menerima paket untuknya.

__ADS_1


" Loh kok nggak usah di bukain sih yank?" tanya kiara penasaran


" Aku takut nya orang edan yang bertemu yank" balas dirga ngawur, kemudian balik ke kerjaannya yang belum selesai.


" Lanjutin beres beresnya yuk yank, nggak usah perduliin tamu tak di undang" lanjut dirga saat melihat kiara yang sedang melihat antara ia dan pintu bergantian dengan ekspresi lucu nya.


Ting.. tong... Ting.. Tong..


" Yaaank.... Bel nya bunyi lagi.. Aku bukain yah pintunya? " ujar kiara, kesal karena dirga yang cuek malah membuka sekaleng soda dan meminumnya santai


" Ck... Biang Rusuh dateng" gumam dirga berdecak kesal saat melihat kiara yang sudah memelas melihat nya


" Biar aku aja yang buka pintunya, kamu lanjutin aja beres beres nya" lanjut dirga mengalah, dari pada bel pintu apartemen nya jebol karena semakin lama dibiarin bunyi nya semakin bar bar, di pencet tidak sabaran oleh tamu yang pasti si kampret dan si geblek alias sahabat edan nya.


" ganggu orang aja" gumam nya kesel, tapi tetap membuka pintu, di mana saat ini ada raka yang menampilkan raut watados nya dengan tangan yang masih memencet bel apartemennya meski ia sudah membuka pintu dengan tatapan setannya.


" Apasih, Sorry aja nggak nerima gembel minta sumbangan" ujar dirga judes alih alih "say hallo" saat membuka pintu


" dan singkirkan tangan penuh kuman lu di bel apartemen gue, mau gue panggilin tukang sunat lu biar adik lu yang nggak seberapa itu tambah abis heh?" lanjut dirga dengan kejam nya.


Dirga kesal loh... Maksud hati ingin berduaan sama kiara dengan harapan ada adegan anu anu nya, eh malah hancur berantakan karena kedatangan tamu tak di undang berupa 2 mahluk berjenis kelamin jantan edan yang merangkap sebagai sahabat tapi stres nya.


" Si anying belum dapet jatah lu hari ini, baru dateng bukannya di sapa, di peluk, di cium minimal di lempar pake duit kek. eh... malah di siram pake hujan lokal mengandung asam fosfat" balas raka songong dengan tambahan memencet lagi bel apartemen dirga sengaja di sertai gerutuan panjang seperti....


" nyoh nyoh nyoh... Makan nih, rasain , gue rusakin sekalian..."


Tentu saja membuat dirga yang sudah jengkel makin jengkel saja.


" si bangke..." dirga baru saja ingin menganiaya raka yang lehernya sudah dalam pitingan lengan dirga, harus tertunda karena suara merdu yang berasal dari istri nya bertanya tentang siapa tamu yang datang, sehingga dirga pun melepaskan lagi walau dengan hadiah tambahan untuk raka berupa tampolan di bokong raka menggunakan kakinya .


" kiara cantik... Abang raka datang bertamu nih " seru raka heboh, masuk tanpa permisi meninggalkan dirga yang menggeram marah, serta faro yang dari tadi menyaksikan adegan unfaedah dengan tangan bersedekap dada nggak perduli, lalu ikut masuk dan duduk santai di sofa tanpa di persilahkan.


" Si kampret sama si geblek nih nggak bisa yah kalau nggak bikin hipertensi" batin dirga berusaha sabar dengan kelakuan ajaib dari dua sahabat edannya.


" Si kampret itu keripik punya gue, Kenapa jadi lu yang makan" ujar dirga ngegas saat melihat si renyah keriuk keriuk kesayanganya ada dalam dekapan seorang kampret yang dengan santai nya bilang


" Deh... Sewot, kiara kok yang kasih" lalu dengan nikmatnya memakan keripik itu dengan bunyi krauck krauck yang di sengaja agar ia bisa mendengarnya.


" bangs...."


" Bang apa sayang? Bang toyib, bang jono bangbingbung yok kita nabung? Hummm..."


Glek...


" sial gue lupa ada bini gue di dapur" batin dirga horor, tersenyum kaku saat melihat kiara yang tersenyum manis dengan nampan berisi 4 gelas jus jeruk di kedua tangannya.


" Ehehe... Maksude aku ora ngono loh ... Ehhhh maaf salah bahasa.. .


maksudnya aku bukan begitu loh yank, maksud aku begini..


bang-Gaimana kabar kalian berdua, seperti nya semua sehat, itu loh sayang kelanjutannya, aku nggak mungkin lah mau ngucapin kata kata kasar " ujar dirga panjang lebar dengan nada meyakinkan , berharap istri bawel nya nggak curiga atas kalimat makian yang mau ia keluarkan.


" Oohhh... Awas aja ya kalau kosa katanya nggak di saring lagi saat ngomong, aku ulekin cabe baru nyaho loh... " balas kiara santai dan percaya, meski sebenarnya ia tahu cara mereka bertiga berbicara emang seperti itu tanpa maksud buruk .


Faro dan raka yang menyaksikan sendiri adegan STI (Suami Takut Istri) live tanpa ada editing bukan kaleng kaleng terkekeh dalam hati, saat melihat dirga yang tidak bisa melawan perkataan dari kiara yang sebenarnya bernada santai, tapi mampu membuat dirga yang kata nya pria ter-tampan sedunia manusia dan jin tunduk dan menggangguk patuh.


" gila... Ini kah yang di sebut dengan de pawer op bucin?" batin faro dan raka kompak masih dengan menahan kekehan yang kalau nggak di tahan akan membuat hidup mereka layak nya di neraka ala dirgavil( dirga evil).


" Di minum yah... Aku mau ambilin cemilan dulu " ujar kiara setelah meletakkan minuman di meja


" Terima kasih, kiara emang baik nggak seperti si itu...." balas raka dengan nada ceria dengan mata melirik dirga yang menatap nya penuh dendam


" Hahaha.... Abang raka bisa aja, emang gitu kok direktur mah... Kadang kadang nyebelin" ujar kiara yang mengerti apa maksud dari raka yang melirik suami nya dengan usil.

__ADS_1


" Ya sudah aku ke belakang dulu yah.." lanjut kiara kemudian melenggang ke arah dapur meninggalkan trio strong dengan dirga yang bersiap menganiaya raka tapi harus di batalkan karena dengan reseh nya faro berteriak kepada kiara sehingga kiara balik memarahinya.


" thanks bro... " ujar raka mengadu tos nya dengan faro yang balas dengan senyum kemenangan ke arah dirga


" sama sama bro... Khe he he" balas faro dengan kekehan senang nya saat berhasil membuat dirga kalah.


" bangke.... Piippppp... Awas lu pada yah kalau nggak ada kiara di sini" batin dirga emosi.


" kalian berdua ngapain sih kesini, seperti jelangkung aja. Kalau jelangkung sih mending dateng pas ada pesta. Nah lu dua nggak ada angin nggak hujan apalagi pesta maen dateng tanpa surat dari pemerintahan.


Bikin acara mesra mesraan gue berantakan aja" romet dirga panjang lebar


" ni orang kayak nya lagi PMS deh"


" Lu nggak tahu ga kita berdua mau ngapain ke sini?" tanya raka dramatis, menuai tatapan Penasaran dari dirga yang mendengarnya.


" Emang mau ngapain ke sini?" tanya dirga tanpa curiga sedikitpun saat raka menoleh ke arah faro yang juga menoleh ke arah nya kompak mengangguk seakan bilang " ini saat nya kita kasih tahu rahasia kita"


( yang ini bercanda)


" kita sepakat kesini karena sesuatu ga" balas faro serius, membuat dirga juga serius


" oke.. Gue dengerin" balas dirga serius


" kita kesini karena....


.


.


.


Mau minta oleh oleh ga,


Gimana lu nggak lupa kan sama kita berdua?"


ujar raka dengan cengirannya, menjeda kalimat nya sebentar hanya untuk menyampaikan sesuatu yang membuat dirga auto ngamuk lagi, saat melihat faro dan raka yang cekikikan karena berhasil membuat nya ikut menampilkan raut wajah serius yang sesungguhnya hanya ingin menjebaknya.


" Ehhh...bangke, minggat lu berdua dari sini.


Nyesel gue bukain pintu... Sialan"


" DIRGA SAYANG, CABE NYA UDAH SIAP NIH MAU DI SUAPIN APA MAKAN SENDIRI HEM?"


" mampus lu.. Wkwkwkwkwk" seru faro dan raka kompak saat melihat dirga yang wajahnya pucat pasi saat mendengar seruan keras dari arah dapur di mana kiara berada.


" ampun yank....."


Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kalau punya temen gini enaknya di apain?


Di godog? Di goreng? Di penyet? Atau di wakafkan untuk yang membutuhkan?


Ikuti terus kisah nya yaaa...


Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan klik jempol serta vote dukungannya..


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2