Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Pertaruhan


__ADS_3

Happy reading minna san


¶¶¶¶¶¶¶


Raka yang sedang duduk di kap mobilnya, melihat ke arah datangnya suara mobil asing yang menuju ke arah nya


" Mobil baru... Lumayan juga selera ni orang" batin Raka sambil mengangkat alis satu penasaran ingin tahu siapa yang mengemudi mobil canggih berwarna merah tersebut.


Bisik-Bisik pun terdengar di sekitar Raka mengagumi betapa bagus, canggih serta mahalnya mobil yang mereka lihat saat ini dan itu membuat Raka tersenyum miring, dan beranjak menjauhi mobil tersebut. Ia menuju ke arah Faro dan teman temannya berkumpul saat ini, tidak lama kemudian pengendara itu turun memperlihatkan kaki jenjang berbalut sepatu sport merek ternama, memandang sekitar dengan mata tajamnya mencari orang yang menantangnya.


Dirga sukses membuat para Wanita di sekitarnya menjerit historis, karena gayanya yang berbeda dari gayanya di sekolah


" Lihat ... Bukan kah itu Dirga , Omaygat kalau ini mimpi tolong jangan bangunkan Aku! " jerit tertahan dari salah satu Wanita tersebut dan kya kya lainya, serta seruan lainya yang jika di jelaskan akan panjang ceritanya.


" Ck ... Anak cewek tuh seharusnya tidur ini malah keluyuran" batin Dirga kesal karena selalu dalam kehidupannya tidak jauh dari wanita merepotkan macam fans girlnya.


Sedangkan Raka, yang baru saja ingin mendudukan bokong nya di sebelah Faro harus berdiri lagi. Sengaja ingin menyambut Dirga lebih tepatnya mengejek


" Wahhh ... Bakal seru nih" batin Raka senang


" Dirga beneran dateng tuh... Mobilnya boleh juga" komentar Faro sambil memperhatikan detail dari mobil Ferrari 458 yang sepertinya di rawat dengan baik.


" Kali ini pasti Raka bakal minta ni mobil jadi taruhan" batin Faro yakin.


Raka menghampiri Dirga, yang sebelahnya di temani oleh orang yang tidak di kenal Raka.


"Bawa pengawal ni curut" batinnya

__ADS_1


" Wah ... Wahh... Tuan muda di temani pengawalnya ke sini, kenapa Anak Mama ... Takut yaaa? " lanjutnya dengan nada main-main.


Dirga hanya memasang wajah Flatnya menanggapi ejekan dari Raka


" Bacot lo... To the point aja, mau taruhan apa Lu sama Gue " tanya Dirga mantap, Raka tersenyum dalam hati,


kemudian menjawab dengan nada jenaka


" Ulu Ulu... Sabar donk Bro ... Nggak gini aturannya" diam sejenak


" Di sini ada sekitar 6 orang yang akan bertanding ,nggak perlu Juara kalau Lu bisa ada di posisi ke-4 aja, Gue bakal nggak ganggu Lu sesuai perkataan Gue tadi sore? " seru Raka serius kepada Dirga


" Shit ... Gue di remehin" mencoba menekan amarahnya Dirga menghela napas sebelum menjawab.


" Oke ... Terus kalau lu yang menang lu minta apa sama Gue?" tanya Dirga penasaran, tersenyum tipis kemudian raka mendekatkan bibirnya ke telinga dirga


Bisikin Raka langsung membuat Dirga memundurkan tubuh nya menjauhi Raka


" Bangke ... Apa maunya? " batin Dirga


Raka tertawa ngekek melihat reaksi berlebih dari Dirga, kemudian melanjutnya kalimatnya


" Eits ... Nggak bisa mundur loh, simple kan??? Oke... Gue tinggal dulu. Sebaiknya Lu juga persiapan diri lu baik-baik" Raka menjeda beberapa saat sebelum berbalik dan benar benar meninggalkan Dirga yang mematung, masih memproses apa maksud dari permintaan raka


" Ah ... Maksud Gue siap-siap kalah... Khu huhuhu" lanjut Raka di susul kekehan edannya.


Sedangkan Faro yang melihatnya hanya bisa menggeleng kepala kehabisan kata, jika sudah menyangkut Raka yang ah... Yang seperti itu lah pokoknya.

__ADS_1


Akhirnya pertandingan pun di mulai, Raka dan Faro mengikuti pertandingan dan empat orang lainya termasuk Dirga . Di tengah pertandingan terjadi salip menyalip saling mengeluarkan Skill dan Teknik Drift masing-masing, unjuk gigi untuk mempertahankan posisinya. Dirga yang saat ini ada di urutan terakhir harus bisa memikirkan jalan terbaik, buliran keringat menetes dari keningnya, Ia merasa gugup campur takut akan kekalahan. Ia akui lawannya kali ini memang bukan amatiran bahkan mungkin sudah Pro , benar kata Usup kebut-kebutan dan balapan adalah hal yang berbeda.


Kali ini Ia mengakui, kesombongannya ternyata berujung buruk untuknya. Seharusnya Ia lebih bisa mengendalikan lagi emosi sesaatnya. Namun jika sudah begini mau bagaimana lagi


" Sial ..." batin Dirga kecewa.


Pada saat akan mendekati garis finis, dirgaa harus menerima kenyataan jika hari ini adalah hari kekalahanya.


Sedangkan Raka yang berada di urutan pertama merasa puas, akhirnya kali ini Ia bisa membuat cowok songong favoritnya kalah dan menanggung malu.


" Mueheheheh .... " Batinnya tertawa edan.


Mereka semua turun dari mobil dan menuju masing-masing kelompoknya, Dirga menuju ke arah Usup yang menunggunya dengan raut wajah biasa aja, kenapa biasa aja? karena Usup tahu Dirga bukan orang yang suka di kasihani


" Congrat Ga ..." Ucapnya mengulurkan kepalan tangan bermaksud adu tinju tangan


" Yeah " jawab Dirga singkat menyambut tinjuan tangan Usup .


Prok... Prook... Prook


Bunyi tepuk tangan dari belakangnya membuat Dirga membalikkan badan, menghadap seseorang yang tadi menepuk tangan minta perhatian..


" Udah siap dengan kewajiban Lu " tanya Raka yang membuat tubuh Dirga seketika membeku.


\=\=\=\=\=


Yoooo... Apakah permintaan dari raka, tetep stay di sini ya

__ADS_1


Jangan lupa klik tanda jempol nya serta komentar nya ya kawan


__ADS_2