
Halooo.... Masih penasaran gak niii sama cerita nya terus ikuti kisah nya ya. oke langsung aja Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶¶
Belum juga sampai di Taman bunga, Kiara sudah mencapai batasnya. Semangat yang tadi menggebu hilang entah kemana, akhirnya Mereka memutuskan untuk istirahat lagi untuk mengumpulkan tenaga.
Saat melihat keringat yang menetes di dahi Kiara, Dirga pun memberikan sapu tangan miliknya.
"Sepertinya agak keterlaluan, " batin Dirga bersalah
"Jaraknya masih terlalu jauh loh, kalau kita tetap mau ke taman bunga." seru Dirga tiba-tiba.
Dirga tidak yakin bahwa Kiara akan mampu berjalan menuju tempat yang Kiara ingin kunjungi.
"Benarkah?? Huff ... Jadi apakah kita harus putar arah pulang ke penginapan??? Aku sungguh lelah, ingin meluruskan punggung serta kakiku!!" seru Kiara merengek.
Sumpah Kiara tidak bisa merasakan kedua kakinya lagi sangking lelahnya Ia berjalan.
Jika saja Ia membawa handphonenya, mungkin Ia bisa menelepon pihak penginapan untuk menjemput mereka sekarang juga. Namun apa daya, Kiara sedang ingin menikmati Quality timenya tanpa gangguan dari telepon luar.
"Lagian mana tahu, bakal ada kesialan season dua setelah bertemu perempuan itu," batin Kiara meratapi nasibnya.
Kiara duduk dengan wajah di tekuk kesal, sudah jauh-jauh berjalan masa harus batal.
"Padahal mau lihat bunga lagi," gumam Kiara muram.
Melihat Kiara yang kelelahan dengan wajah kecewa, Dirga pun merasa kasihan lagian ini juga karena kesalahannya, jika saja Ia tidak berbohong jika roda kereta rusak mungkin saja mereka sudah sampai di taman.
"Biasanya Gue nggak pernah gini!" batin Dirga heran.
Akhirnya Ia mengalah, dari pada melihat wajah ceria calon Istrinya berubah muram.
"Naiklah ke punggungku!!" seru Dirga lalu berjongkok membelakangi Kiara , bermaksud untuk menggendong Kiara di punggungnya.
__ADS_1
"Ehhh ... Kamu apa gak capek? Gak usah deh," tolak Kiara , lagian Ia tidak mau membuat Dirga lebih capek dari sekarang.
"Nggak apa-apa, buruan gih naik!" paksa Dirga, akhirnya Kiara pun mau tidak mau menaiki punggungnya.
"Kamu serius?" tanya Kiara ragu.
"Iya, sudah cepat naik!" balas Dirga cepat.
Kiara pun akhirnya naik ke punggung Dirga, Ia bisa merasakan bahu lebar.
Kiara tanpa sadar mengeratkan pelukan tangannya ke leher Dirga, membuatnya bisa menghirup aroma tubuh Dirga , aroma parfum maskulin pun tercium olehnya,
"Padahal sudah jalan lumayan jauh, tapi kok Dia nggak keluar keringat yah? wanginya bikin aku nggak sadar ingin menghirupnya lagi dan lagi. Nyaman banget," gumam Kiara dalam hati.
Entah kenapa Kiara merasa perasaan yang nyaman, walaupun ini kali ke dua ia dan Dirga bertemu. Ia hanya merasa jika Ia merasakan nyaman, seperti mereka sudah lama bertemu.
"Makasih ya Dirga," gumam Kiara di samping telinga Dirga. Kemudian menenggelamkan wajahnya, di perpotongan bahu dan leher Dirga.
Sedangkan dirga yang mendengar gumamam kiara di dekat telinganya merasa geli, karena jujur saja ini adalah pertama kalinya Dirga menggendong seorang wanita di punggungnya , walaupun Kiara bukan wanita pertama yang pernah ada di hidupnya.
"Bahkan Dia pun nggak pernah Gue perlakukan seperti ini" batin Dirga heran .
"Santai aja .... Oh iya mau ke tempat lain aja nggak? taman bunga kan masih jauh, bagaimana kalau Aku tunjukin tempat yang lebih menarik?" usulan Dirga di sambut dengan antusias oleh Kiara, sangking antusiasnya Kiara tidak sadar bahwa wajahnya hampir menempel kebagian samping wajah Dirga, karena Kiara memajukan wajahnya guna melihat wajah Dirga saat ini.
"Kemana-kemana? Serius lebih seru dari Taman bunga?" seru Kiara bertanya dengan antusias dan penasaran.
"Iya ... Nanti kamu juga tahu, nah pegang yang erat jangan sampai jatuh dari gendongan aku ya," perintah Dirga yang di balas dengan semangat oleh Kiara.
"Yosssshhh jalan Pak ... Yuhuu!" seru Kiara semangat.
Seruan semangat Kiara membuat Dirga menggelengkan kepala, tidak habis fikir dengan kelakuan orang yang ada di gendongannya.
Kemana tadi kucing yang mengeluh lelah?
__ADS_1
"Mood nya gampang banget berubah ubah. Dasar perempuan " batin Dirga heran.
Ia pun melanjutkan perjalanan, dengan Kiara yang ada di gendongannya.
Dengan Kiara yang bertanya, tanpa ada waktu berhenti di setiap detiknya.
"Apakah masih jauh?" tanya Kiara iseng.
"Kita baru saja berjalan," balas Dirga seadanya.
"Lalu apakah Kita akan menemukan sesuatu yang menyenangkan?" tanya Kiara lagi.
"Sudah Aku jawab," balas Dirga cuek. Ia belum menyadari jika Kiara saat ini sedang terkikik.
"Lalu apakah masih lama?"
" ...."
"Lalu -
"Kamu mau di turunin di sini? Heum!!!" ujar Dirga dengan nada datar. Ia kesal saat di tanya lagi dan lagi, oleh orang yang ada di gendongannya.
"Hi-hi-hi!!!"
"Kiara!!!!" panggil Dirga dengan datar.
"Ampun, he-he-he!!!!" seru Kiara terkikik geli.
"Dasar," gumam Dirga geli saat mendengar kikikan senang dari belakang.
\=\=\=\=\=
Jadi mau kemana kah mereka selanjutnya mau tahuuu?
__ADS_1
Ikuti terus kisahnya
Bhuubyeeeee