
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kiara berhenti sejenak, melihat suasana sekeliling yang menurutnya sangat berbeda dari biasanya. Lebih ramai dengan pegawai yang hilir mudik, kesana kemari sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Kiara Lalu melanjutkan kembali langkahnya, menuju Pak Teguh, yang sedang menunggunya di samping Kereta kuda.
" Pagi Pak ..." sapanya semangat, tak lupa senyum merekah sepertinya karena efek semalam.
ehem...
Pak Teguh, yang kebetulan sedang berjongkok. membelakangi Kiara ,karena sedang memeriksa keadaan keretanya pun bangkit berdiri, kemudian berbalik menghadap Kiara.
" Pagi juga Non! " Sapanya kemudian.
Sambil tengok kanan kiri kiara mengerutkan kening bingung
" Ini mau ada apaan sih Pak? " tanya Kiara kepada Pak Teguh.
Pak Teguh ikut melihat sekelilingnya
" Oh ... Ini Non, mau ada Festival Musim semi. Nanti non juga boleh ikut kok" jelas Pak Teguh , yang membuat Kiara Reflex menepuk keningnya.
" Ya ampun, padahal baru kemarin nanya. Hari ini udah lupa saja" seru Kiara
" kokY jadi pikun gini ya" lanjutnya dalam hati.
" Dasar Non ini, masih muda tapi udah pelupa" ledek pak teguh, yang membuat Kiara terkekeh malu.
" Hehe ... " Kekehnya
" Jadi , acaranya di adakan di mana Pak? " Lanjutnya bertanya.
" Di lapangan nggak jauh dari sini Non, di sana memang khusus di jadikan tempat kegiatan Festival di laksanakan" jelas Pak Teguh membuat Kiara menganggukan kepala mengerti
__ADS_1
" Ya sudah Pak , yuk kita kesana" ajak Kiara semangat
" Baik Non! " jawab Pak Teguh, kemudian bersiap menaiki Keretanya.
Sedangkan Kiara, masih di tempat celingak-celinguk seperti sedang mencari keberadaan Seseorang , Pak Teguh menoleh ke belakang dan melihat Nonanya belum menaiki kereta dengan heran.
" Ada apa Non? " tanya Pak Teguh mengagetkan Kiara , sehingga Kiara tersentak
" Oh ... Nggak ada apa-apa pak" Jawabnya. kemudian menaiki kereta kudanya, kebiasaannya yang tidak membawa handphone, membuat Ia tidak bisa menghubungi Dirga untuk menanyakan keberadaannya
"Tumben banget nggak ngerecokin, biasanya udah Stand by siap jahilin Aku**! " batin Kiara heran.
" Jalan sekarang Non? " tanya Pak Teguh
" Um .. Jalan Pak " jawab Kiara, setelah memastikan lagi di sekelilingnya. Siapa tahu saja ada seeonggok mahluk hidup, dengan rupa yang tampan bernama Dirga. Sedang berjalan menuju ke arahnya, tapi karena tidak di jumpainya dari sudut ke sudut. Jadi Kiara memutuskan untuk pergi duluan.
"Mungkin nanti Dia nyusul" batin Kiara berfikir positif.
Di halamannya, Dirga masih melakukan ritual olahraganya. Minggu kemarin Ia tidak sempat untuk berolahraga, karena kerjaan dan setiap pagi sudah di sibukan dengan segudang aktivitas meeting dan lain sebagainya. Sehingga tidak ada waktu baginya, untuk bersantai dan itu jugalah alasannya mengapa Ia tidak mengabari Kiara atau sekedar kirim pesan. Karena baru saja Ia ingin mengeluarkan handphonenya, maka Asistennya akan memberikan lagi setumpuk dokumen di hadapannya. Membuatnya harus menahan geraman kesal, jika saja asisten Lucknutnya tidak mangancam akan melaporkannya kepada Sang Bos Papa (Tua) tercintanya, sudah di pastikan Loptop di Kantor sudah hancur berkeping-keping sangking kesalnya dirga saat itu.
Kan double siyal...
Memikirkan itu, membuat Ia ingin sekali memakan seseorang sebagai pelampiasannya.
Dering Handphone membuatnya berhenti dari kegiatan Push-upnya, Dirga menyeka keringat di dahinya dengan handuk di sampiran kursi, lalu duduk dan melihat siapa pagi-pagi gini yang mengganggunya.
Jika itu orang nggak penting, siap-siap saja akan mendapatkan siraman Qalbu yang akan membuat Si penelpon kejang-kejang seketika (becanda) .
Nama Mamanya tertera di layar handphonenya, membuat Dirga harus melepaskan nafas keras batal mau mengeluarkan siraman qalbu menyejukan Jiwa miliknya.
" Kenapa lagi dah" Gumamnya heran.
sebelum menerima telepon dari Mamanya, Dirga lebih dulu meminum air isotoniknya. Kemudian menekan tombol hijau, siap - iap menerima rentetan pertanyaan dari Ibu Ratu di Istananya.
" yesY mommm...." jawab nya ogah ogahan,
__ADS_1
" Pagi sayang, kenapa tadi malam tidak balas pesan Mama ? Tidak angkat telpon dari Mama ? Kenapa fotonya belum di kirim?" sapa Mamanya, kemudian membombardir Dirinya dengan pertanyaan yang ternyata berhubungan dengan permintaan Mamanya semalam.
Dirga pasang wajah datar, mendengar rentetan pertanyaan dari Mamanya
" Dohhh ... Emaknya siapa sih ini, benarkan... Sudah gue dugong" batinnya.
" Mah ... Seharusnya yang di tanyain itu kabar Dirga dulu, udah sarapan belum, baru deh nanya yang lainya" jawab Dirga sambil menepuk dahinya frustrasi.
Sang mama hanya terkekeh tanpa dosa "masa bodo" Fikirnya, nggak peduli karena yang sekarang ingin Ia tahu adalah bagaimana kelanjutan hubungan anak dan calon mantunya. Apakah Dirga sudah berhasil atau malah belum ada yang terjadi dengan Mereka berdua.
Anaknya ini kan, walaupun dingin dan di kenal Arogan. Tapi gantengnya naudzubilah (lebay amat tante) mana mungkin dong calon menantunya nggak jatuh cinta sama anak Samata biji Ia dan Suaminya. kan kan?.
" Hehehehe .... Kabar kamu pasti baik sayang, jam segini kamu mana sarapan, dan pasti sekarang lagi sibuk Olahraga . Iya kan" jawab Mama Putri, yang sudah hafal betul dengan kebiasaan Sang anak.
"Mama Gue emang de bes" batin Dirga lalu tersenyum
" Iya .. Mama yang paling ngerti Aku " ujarnya
" lagian kenapa sih Mah buru-buru amat, Santuy aja lah Mah, Dirgakan masih berusaha. Anaknya susah di tebak" lanjut Dirga , membuat Mamanya tambah penasaran.
" Tapi, kamu suka nggak sih sama kiara? " tanya(lagi) Mamanya dengan nada yang tambah penasaran.
" Suka ..." Dirga menggantung Ucapannya.
" Bukan suka lagi Mah, tapi sepertinya Dirga udah cinta sama Dia. " Lanjutnya kemudian yang membuat senyum Mama Putri mengembang semakin lebar
"Akhirnya, ada yang bisa membuat anak dinginnya jatuh cinta" batin mama putri.
" Terus ..." tanya Mama Putri, kemudian di mulailah Sesi tanya jawab, yang sebenarnya dirgaY enggan membeberkan perasaannya sekarang, tapi karena yang bertanya Wanita Kesayanganya. Mau tidak mau Ia menceritanya hingga selesai padahal Ia sendiri merasa malu
" Ck ... Cowok kok curhat, bodo amat lah. Nyokap Gue ini" Batinnya, menahan rasa malu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terus ikuti yaaa
__ADS_1
Terimakasih