Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
HONEY MOON ~ lanjut....


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat (karena author suka yang detail)


Juga di bawah ini ada adegan 21+, mohon bijak saat membaca.


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Dirga memperhatikan istri nya yang saat ini terlelap hanya dengan selimut menutupi tubuh polos istri nya,


Adik nya bangun lagi saat mengingat adegan erotis nan panas yang beberapa saat lalu ia lewati dengan sang istri...


" shit..... Padahal cuma keinget, bikin on lagi.


Bangke..." batin dirga frustrasi saat merasa adik nya yang mulai bangun.


Dirga mengecup bahu terbuka milik kiara yang di hiasi bercak merah ke unguan dengan sayang, lalu bangkit meninggalkan ranjang hangat nya sebelum ia khilaf dan membobol untuk yang kesekian kali nya kegiatan yang baru saja berhenti beberapa saat lalu.


Ia melihat jam digital pada meja lampu samping tempat tidur nya menunjukan UTC 04.30, artinya cukup lama mereka menghabiskan subuh panas mereka, bahkan ia tidak tahu berapa banyak ronde yang mereka lalui , yang pasti ia yakin jika rahim kiara penuh dengan cairan milik nya.


Dirga Kemudian berlalu ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, sebelum melanjutkan lagi pekerjaannya yang tertunda akibat ajakan join buat anak dari istri nya yang sungguh menggoda.


Di bawah guyuran air shower, dirga tidak henti terbayang kegiatan perdana nya setiap kali ia memejam kan mata.


Apalagi mengingat lagi desahan dan jeritan puas dari istri nya,


" akh.... Gila, mandi air hangat malah bikin kebayang terus" gumam dirga frustrasi lalu mengganti air nya menjadi dingin.


Seketika saat air dingin menyentuh kulit tubuhnya, fikiran dirga pun bisa terkontrol kembali .


Sehingga ia pun bisa mandi dengan tenang, meski kadang telinga nya akan kembali terngiang saat kiara meneriaki nama nya saat pelepasan.


Senyum dirga mengembang, lalu memutuskan untuk segera menuntaskan kegiatan mandi nya karena pekerjaan nya harus segera di selesaikan.


Skip


Dirga keluar dari kamar dengan handuk melilit di pinggang nya, dan segera memakai boxer baru yang ia ambil dari lemari pakaian nya.


UTC 05:00 artinya ia mandi cukup lama, lalu ia pun bergegas berjalan ke arah laptop nya yang masih terbuka dengan layar hitam mode auto sleep nya.


Dan seterusnya ia pun mulai fokus mengerjakan pekerjaan nya meski sesekali melirik ke arah di mana kiara tidur, dengan selimut melorot sehingga memperlihatkan dada sintal milik istri nya yang juga di penuhi becak merah ke unguan.


Ia tidak percaya bahwa ia benar benar seorang pelukis profesional, bagaimana bisa kulit putih milik kiara saat ini di penuhi warna merah ke unguan yang hampir memenuhi area leher, bahu dan dada nya dengan bentuk sempurna.


" bangke... Buru kelarin kerjaan terus bobok enak lagi" batin dirga menggelengkan kepala berulang agar fokus otak nya tidak kemana-mana lagi.


Skip


" oke beres..." gumam dirga puas, lalu mengirim nya melalui e-mail ke tangan kanan nya yaitu dani, yang pasti saat ini sedang tidur karena di kota S masih jam 4 subuh dan di korea sendiri UTC 6 pagi .


" lanjut bobok...." gumam dirga, ia meletakkan laptop nya di meja lalu merenggang kan Otot nya yang kaku dan kemudian berjalan ke arah ranjang nya, ikut masuk ke dalam selimut, memeluk lagi dari belakang tubuh polos istri nya.


Sedangkan kiara secara refleks berbalik lalu menenggelamkan diri nya kepelukan dirga, yang di sambut dirga dengan suka cita sebelum ikut memejamkan matanya menuju alam mimpi indah, di pagi hari indahnya.


UTC 09:00


Kelopak mata kiara berkedip beberapa kali sebelum terbuka sempurna, dan kemudian senyum malu dengan pipi merona malu tercipta saat ia melihat siapa lelaki yang sedang memeluk nya erat dengan mata terpejam.


Aroma segar dari dirga menandakan jika sang empunya sudah mandi namun tidur lagi.


Kiara menghirup aroma kesukaannya yang berasal dari tubuh suami nya, dan ia tidak pernah bosan menghirup nya.


" tadi malam dirga... Uhhhh...."


Kiara tidak bisa berkata kata lagi saat mengingatnya.


Pipi nya bertambah merah saat mengingat adegan panas mereka .


Kiara melihat jendela lebar di depan nya yang menampilkan suasana terang khas siang hari.


" Aku kesiangan..." gumam kiara pelan, kemudian memindahkan lengan dirga yang melingkar di perut nya, ia memutuskan untuk mandi sebelum memulai lagi aktivitas liburan nya.


Setelah lengan dirga berhasil ia pindahkan tanpa sang empunya lengan terbangun, kiara pun bergeser menuju ke arah tepi spring bed dan menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos nya

__ADS_1


Baru saja kiara akan turun dari ranjang nya, saat ia akan mengangkat tubuh nya tiba-tiba rasa nyeri menyerang bagian **** ********** nya.


" akh...." kiara meringis, berusaha menahan rasa sakit.


Jangan sampai dirga bangun akibat ringisan nya, ia tidak mau mengganggu dirga yang masih terlelap di samping nya.


" ukh.... Ini sakit sekali" gumam kiara menahan sebisa mungkin hingga ia berhasil berdiri.


Namun sayang sekali saat ia melangkah, rasa sakit lebih menyerang nya dan ia pun refleks terpekik sehingga dirga pun terbangun karena pekikan nya.


" sayang, kamu kenapa?" tanya dirga kaget, ia buru buru bangun melihat ke arah kiara yang kesakitan dengan tangan memegang area kewanitaanya, dengan pandangan khawatir.


" sayang kamu kebangun, maaf ya.." ujar kiara dengan suara tidak enak, dirga menggelengkan kepala, kemudian mendekati kiara yang masih berdiri di tepi ranjang belum beranjak karena ia akan merasa sakit jika bergeser sedikit saja.


" Apakah masih sakit, aku minta maaf.


Semalam aku terlalu bersemangat" ujar dirga menyesal, ia memandang kiara dengan tatapan memelas nya sehingga kiara pun balas dengan senyum manis menenangkan.


" Tidak sayang, aku yang meminta juga" balas kiara lembut.


" Biar aku bantu kamu..." ujar dirga yang di balas kiara dengan pandangan bingung, sebelum ganti menjadi pekikan kaget saat dirga membawa tubuh nya kedalam gendongan ala pengantin, kali ini ia tidak terlalu terkejut karena ia mulai terbiasa.


" Kamu mau ke kamar mandi kan? " tanya dirga lembut


" umm..." gumam kiara mengangguk kepala imut dengan pipi merah merona,


Tubuh polos nya bersentuhan dengan tubuh polos suami nya yang kebiasaan hanya pakai boxer kalau ada di kamar pribadi.


" kenapa?" tanya dirga dengan kekehan tertahan nya saat melihat wajah kiara yang berhiaskan rona merah buru buru menyusup di dada nya saat ia menunduk ke bawah untuk melihat wajah kiara.


" nggak apa-apa" gumam kiara dengan kepala menggeleng lalu lengan nya melingkar di leher dirga dengan erat.


Ceklek...


Dirga membuka pintu kamar mandi tanpa hambatan, membawa kiara masuk dan mendudukan di atas closet yang tertutup.


" kamu duduk di sini dulu, aku mau siapin air hangat untuk kamu berendam, okey?" ujar dirga lembut, mengusap rambut kiara lalu mengecup dahi kiara sayang, kemudian beranjak menuju bathtube dan mengisi nya dengan air hangat lalu menuangkan bath foam aroma lavender.


Aroma yang membuat ia ingat akan adegan panas semalam , membuat ia menggelengkan kepala berulang menghilangkan fikiran iya iya nya yang tiba-tiba mampir di otak besar nya.


Tidak lama, dirga pun kembali menuju ke arah nya lalu membopong nya kembali berjalan ke arah bathtube yang sudah berisi air hangat beraroma lavender.


" air nya sudah siap, kamu berendam dulu okey..." ujar dirga,


Ia ikut masuk kedalam bathtube dan meletakkan kiara di depan nya, sedangkan ia di belakang kiara membuat kiara menolehkan kepala ke arah dirga dengan pandangan bertanya.


" kenapa kamu ikut masuk? " tanya kiara heran


" aku mau bantu bersihin punggung kamu" balas dirga santai dengan wajah lempeng nya.


" Ak.. Aku bisa sendiri" ujar kiara gugup, wajah nya melengos kembali menghadap ke arah depan, malu melihat dirga yang menampilkan wajah seakan akan biasa saja.


Mendengar nada gugup dari kiara, membuat jiwa usil dirga meronta minta di lepaskan.


Niat ingin membantu kiara menghilangkan capek dengan memijat punggung kiara malah menjadi niat terselubung.


Dirga menampilkan seringai setan menjurus ke mesum nya, saat ia merasakan tubuh kiara yang menegang di depan nya.


Tangan dirga yang semula ada di bahu kiara yang sedang memijat kecil, turun perlahan ke arah dada sintal milik kiara yang pas di gengaman telapak tangan besar nya untuk ia remas lembut .


" emhh... Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya kiara di awali desahan dengan nada lirih nya


" Aku bantu pijat, badan kamu pasti lelah" balas dirga di telinga kiara dengan suara serak nya, dirga sudah dalam mode tegang nya.


" enghh... Jangan seperti itu" ujar kiara mendongakan kepalanya saat dirga mulai mengecupi leher nya, ia mendesah saat jari dirga mampir di pucuk dada nya yang ternyata sudah...


" Yang ini sudah tegang sayang"


Iya... Dada nya sudah mulai sensitif dengan sentuhan dari suami mesum nya...


" emh... Stop it, ga" gumam kiara, menyuruh dirga berhenti namun respon tubuh nya tidak sesuai dengan mulut nya yang terus mengeluarkan desahan merdu yang membuat dirga semakin semangat.


Kiara tersentak kaget Saat merasakan sesuatu menekan belahan bokong nya, yang ia yakini pasti itu adik dirga yang sudah mulai tegang saat ini.


" you make me can't stop to touch you again and again dear , I want to eat you now... Hard and faster more than last night... You make me so crazy dear..." bisik dirga serak dan sesekali mengecup daerah sensitif kiara yang ada di belakang telinga.

__ADS_1


Kiara merinding saat merasakn area sensitif nya di sentuh dirga dengan lembut, ia juga merasa melayang saat dirga berkata seperti itu.


Kiara merasa jika dirga tidak akan bisa lepas dari nya, dan itu membuat nya bangga.


Air hangat membuat kewanitaannya mulai sedikit membaik, tidak sesakit tadi maka kiara putus kan untuk berinisiatif memulai nya lebih dulu, memberi dirga reward atas perjuangan dirga dulu, saat dirga berhasil mengembalikan rasa percaya nya terhadap mahluk hidup bergender laki-laki.


Kiara berbalik menghadap dirga yang mata nya sudah di tutupi kabut nafsu, saat melihat tubuh nya yang juga sudah terbakar oleh gairah yang di ciptakan dirga dengan sentuhan sentuhan lembut dirga di sekujur tubuh polos nya di dalam air tadi.


" so... Lets me do it first, to give you a special sevice now.... More Harder and faster as your wish my master" bisik kiara dengan suara mendesah sexy, di telinga dirga saat ia berbalik kemudian menatap wajah dirga yang saat ini terpejam namun bibir tersenyum miring menantang.


Senyum miring yang terlihat sexy dan menggoda di penglihatan kiara saat ini.


Deg.. Deg...


" ya tuhan.... Aku nggak akan biarkan ada perempuan lain melihat senyum dirga yang seperti ini" batin kiara posesif menahan degupan jantung yang menggila saat melihat wajah dan senyum sexy menikmati dari suami nya.


Seperti nya kelamaan bergaul dengan sang suami mesum membuat ia ketularan mesum juga.


" so....do it now.... My majesty" balas dirga dengan suara parau nya.


Dirga akan melihat sampai mana kiara akan memberi nya special service sesuai perkataan yang di katakan sendiri oleh kiara.


" with my pleasure my master. ..." balas kiara dengan suara tak kalah parau nya dari dirga.


Dan selanjutnya yang terdengar hanyalah sahutan desahan menggoda dari keduanya.


Dengan kiara yang berubah menjadi sosok liar yang saat ini menjadi sosok favorit dirga mulai detik ini.


Skip...


Pintu kamar mandi terbuka dengan kiara yang ada di gendongan pengantin dirga.


Kiara tidur, tepat nya jatuh pingsan kelelahan menghadapi nafsu besar nya, dan perasaan dirga tentu saja puas, bisa di lihat dari senyum lebar dirga yang tidak pernah luntur semenjak keluar dari kamar mandi hingga ia meletakkan tubuh kiara yang hanya berbalut handuk setengah paha nya.


" seperti nya gue kelewatan deh.." batin dirga bersalah namun tidak menyesal, saat melihat kiara yang terlelap di atas spring bed yang sprai nya masih belum di ganti, di hiasi bercak merah yang berasal dari kiara yang telah lepas segel nya.


" anj... Piiiippp sekali nya main nggak solo langsung abis abisan.... Sial... " batin dirga senang di sertai senyum sinting nya.


Dirga keluar dari kamar untuk menghubungi farhan, memberi tahu hari ini tidak ada perjalanan wisata.


" sekarang jam 1 , kiara udah ngelewatin waktu sarapan dan makan siang nya, tapi kasian juga kalau di bangunin " gumam dirga dilema.


" gue pesenin makanan dulu aja, si bawel harus makan dulu.


Baru lanjut bobok lagi...." ujar dirga dengan tangan bersiap menekan nomor pelayanan villa untuk memesankan makanan untuk ia dan kiara nanti.


Selagi menunggu pesanannya datang dirga berjalan ke arah jendela besar yang menampilkan laut dengan matahari bersinar terang sehingga menimbulkan pantulan cahaya di atas air nya...


" akhirnya.... Kiara jadi milik gue seutuhnya" gumam dirga bahagia dengan senyum lebar nya.


" gue harap cepet nongol bocah kecil di rahim kiara biar kakek nggak rusuh.."


Batin dirga berharap, saat mengingat permintaan wajib dari dua kakek yang saat ini sedang main golf dengan perasaan entah kenapa menjadi senang.


Di lapangan golf kota S


" menurut kamu cicit kita nanti keluar 1 atau 2? " tanya bakrie kapada bagus yang saat ini sedang giliran memukul bola.


" mau nya sih 3, kehehhe....." balas bagus, menghadap bakrie dengan kekehan nya setelah memukul bola dan masuk tepat sasaran.


" ide bagus.... 1 wicaksono dan 2 wijaya pasti adil " ujar bakrie yang tentu saja di balas bagus dengan keras kepala.


Dan setelahnya yang terdengar adalah pertengkaran absurd bin ngaco nya, yang berasal dari dua kakek nyentrik.


sampai membuat orang di sekitar mereka berbisik Penasaran dan melihat mereka dengan pandangan aneh.


Sekian.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisah selanjutnya..


Jangan lupa tinggal kan jejak komentar dan klik jempol serta vote dukungan nya yaaa..


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2