
Happy reading vrohh..
¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Tepat pukul delapan pagi, Kiara bangun dari tidurnya dan juga sesuai waktu yang Ia janjikan Dengan Dirga.
Setelah merenggangkan otot tubuhnya yang kaku, kiara turunn dari ranjang lalu berjalan ke arah jendela dan membukanya lebar kemudian menghirup udara segar desa.
"Hoam .... Telepon Mama dulu deh, baru mandi ..." gumam Kiara setelah menguap.
Kiara mengambil handphonenya lalu menelpon sang mama untuk laporan rutin.
Kalian ingat kan kenapa Kiara masih di perbolehkan menikmati quality timenya? Tentu saja sudah jelas dengan syarat wajib menghubungi Keluarga setiap saat.
Kiara menekan tombol panggil pada nomor telepon Sang Mama, menunggu dengan sabar panggilan darinya di terima.
Nada sambung terdengar, hingga nada ke-tiga baru lah panggilannya di terima.
Tut! Tut! Tut!
Klik!
"Halo!"
"Pagi Mah ... " sapa Kiara setelah panggilannya di terima.
"Pagi sayang,Kamu baru bangun ya?"
"He-he-he .... Tahu aja nih, Si Mama,"
Kiara terkekeh mendengar tebakan mamanya yang tepat sasaran.
"Kamu tidur jam berapa sayang, oh iya ... Yaya kapan pulang? Mama kanget banget nih ..."
"Tidur jam dua Mah, ummm ... Yaya masih betah di sini Mah, he-he ... " jawab Kiara sambil terkekeh kecil.
"Betah karena apa nih? Jangan-jangan di sana Yaya-nya Mama punya pacar yaa****?"
__ADS_1
"Ihh ... Apaan sih Mah, ada-ada saja deh!" balas Kiara malu. Hampir saja Ia tersedak saat mendengar ucapan Sang Mama.
"Masa sih ... Kok suaranya beda gitu sih, seperti ada nada malu-malu kucing gitu ... Ha-ha-ha-ha!"
Saat mendengar tawa meledek dari Sang Mama, Kiara pun cemberut kesal. Entah kenapa, Mamanya selalu bisa mengetahui apa yang sedang di rasakan olehnya.
"Nggak kok Mah ... Kiara nggak punya pacar atau apa lah itu, tapi kalau temen baru Kiara ada. He-he ..." balas Kiara seadanya.
Karena tidak bisa menutupi apapun dari sang Mama, Kiara akhirnya jujur dengan apa yang terjadi tentang Ia yang memiliki teman baru.
Kiara bukan hanya menganggap Sang Mama sebatas seorang Ibu, tapi juga teman sekaligus sahabat.
Kiara tidak malu untuk menceritakan semua yang terjadi kepada Sang mama, bahkan tentang dia di masa lalunya pun. Maka dari itu selalu mamanya lah, orang pertama yang akan menilai boleh atau tidaknya seorang laki-laki mendekati Ia atau juga kalian bisa menyebut Sang Mama dengan sebutan Mother Complex
Tapi sebenarnya bukan hanya Sang mama yang memiliki penyakit itu, bahkan Papa dan Kakek nya pun seperti itu.
Tapi kenapa malah Sang Kakek ingin sekali Ia menikahi orang yang tidak di kenalnya?
Kiara sendiri tahu sebenarnya jika sudah Sang kakek yang memilihkan, maka Pria tersebut sudah terjamin Bibit, Bebet dan Bobotnya.
"Bahkan jika Pria tersebut kaya dan orang terpandang, kalau Aku nggak kenal dan nggak cinta untuk apa? huh ..." batin Kiara kesal saat mengingat alasan Ia pergi dari rumah.
Mama"
"Emm ... Mama juga nggak akan kenal, tapi oke deh Aku kasih tahu namanya, jadi namanya itu Dirga!"
Kiara ngobrol dengan Sang Mama sambil membuka baju tidur yang di pakainya dan menggantinya dengan jubah mandinya.
"Dia juga sedang menikmati masa liburan nya di sini Mah," lanjut Kiara setelah mengikat tali jubahnya dan berjalan menuju balkon untuk menikmati sinar matahari pagi.
"Oh jadi namanya Dirga, lalu bagaimana orangnya? Tampan kah? Putih kah?"
Mendengar pertanyaan dari Mamanya yang aneh, Kiara pun tersedak slavia sendiri.
Ia kaget dengan pertanyaan Mama yang beda dari biasanya, biasanya pertanyaan pertama dari Mamanya yaitu anak dari keluarga mana? Pekerjaannya apa?
Nah sekarang ... kenapa Sang Mama menanyakan tentang rupa dari teman prianya.
__ADS_1
"Tumben, aneh banget**!" batin Kiara penasaran.
"Uhh ... Apa sih Mah aneh deh, Oh ya Mah udah dulu yah, Yaya mau mandi dulu yah, bau iler nih, he-he-he" ujar Kiara berusaha menghindar.
Kiara lebih baik menghindar dari pertanyaan Mamanya dari pada penjang, nyerempet kemana-mana. Soalnya jika Mamanya sudah menanyakan satu pertanyaan, pasti akan timbul pertanyaan lainnya
"Berabe coy," batin Kiara dengan bahasa gaul.
"Duh Kamu mau menghindar yaa ... Hi-hi-hi ya sudah deh, mandi yang wangi yaa! siapa tahu nanti nak Dirga kesemsem. He-he ... "
Wajah Kiara seketika merona, saat mendengar kalimat godaan dari Sang Mama.
"Ihhh ... Mama usil deh!" balas Kiara pura-pura ngambek.
"Oke-oke ... Have fun ya sayang, jangan lupa makan dan jaga kesehatan, bye sayang "
"Oke Mah ... Bye Mah ...."
Tut!
Kiara mematikan sambungan telepon dari Sang Mama.
Ia kemudian menyempatkan dirinya untuk melihat sekitar, tepatnya ke arah belakang. Di sana ada penginapan seperti rumah yang di bangun terpisah dari tempatnya sekarang.
"Mewah juga penginapan yang di sana, sepertinya mahal harga sewanya," gumam Kiara pelan.
Ia pun berniat pergi untuk melakukan ritual mandinya, sebelum melakukan aktivitas hari ini.
"Sebaiknya Aku mandi, eh ... Tunggu dulu,"
Kiara baru saja ingin kembalikan tubuhnya, saat matanya tidak sengajaelihat sesuatu yang tidak asing, kemudian Ia memincingkan mata untuk mempertajam penglihatannya.
"Itu kan ..."
\=\=\=\=\=\=\=\=+++++++++++
Siapakah yang di lihat Kiara tunggu kelanjutanya yaa guys ...
__ADS_1
Hatur nuhun ...