Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Gue calon ayah cuy...


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Keesokan hari nya


Kantor wijaya


Dirga berjalan dengan bibir tersenyum meski tipis hampir tak terlihat, serta menebar hawa harum bunga bunga di sepanjang jalan dari area parkiran hingga lobby perusahaan.


" Selamat pagi tuan dirga" sapa salah seorang bawahan sopan dan menunduk hormat


" Selamat pagi" balas dirga bonus senyum tipis setipis keripik kentang yang tiba-tiba jadi snack favorit kiara saat ini, kemudian melenggang dengan langkah ringan meninggalkan karyawannya yang melongo tidak percaya karena tingkah menakjubkan dari nya pagi ini.


" hah.. benarkah yang tadi itu bosnya yang uhuy ?"


" Selamat pagi tuan dirga"


" Pagi juga"


" Eeeehhhh...."


Sepeninggalnya dirga ke ruangannya,


Di lobby kantor wijaya tapatnya di meja reseptionist sedang ada sekumpulan karyawan yang lagi merencanakan selamatan, dengan tambahan kotak kecil hampir penuh dengan pecahan uang lembaran mulai dari ribuan hingga puluhan ribu dengan koordinator kembang salah satu reseptionist yang dapat sapaan hangat dari bos mereka pagi ini.


" Ada apa sih pagi pagi udah pada sumbangan gitu, Emang siapa yang kena musibah?" tanya ros saat melihat teman kantor nya memasukan uang pecahan puluhan ribu ke dalam kotak yang dikelilingi oleh satu orang bernama kembang reseptionist di perusahaan wijaya.


" Kamu nggak tahu ros? " tanya kembang dramatis menuai gelengan polos dari ros yang belum bertemu biang masalah alasan mereka ngumpulin sumbangan.


" Kamu tadi nggak lihat sih, Tuan dirga tersenyum , tuan dirga yang uhuy itu loh tersenyum..." seru kembang heboh kemudian meninggalkan ros yang sama sekali nggak ngerti letak masalah nya ada di mana


" Terus apa hubungannya sama sumbangan?"


Gumam ros bingung menelengkan kepala sebelah dengan dahi mengernyit gagal paham.


Puk


" copot... Akh.. Pak dani kebiasaan bikin kaget terus" seru ros sewot saat melihat dani yang malah memasang wajah tanpa dosa nya


" Kenapa pada heboh?" tanya dani singkat tapi dari nada nya kedengaran kepo sekali.


" Nggak tahu, Udah ah... Aku mau ikut sumbangan dulu " balas ros cuek kemudian melenggang pergi meninggalkan nya yang sedang menganga tidak percaya, di tinggal begitu saja tanpa embel embel ngobrol ngana nganu.


" Sial gue di cuekin" gumam dani kesal dan bertambah kesal saat melihat ros yang malah ngobrol dengan rekan kerja nya yang lain tanpa melihat ke arahnya yang sedang menahan cemburu.


" ck... Sekali nya jatuh cinta langsung bertepuk sebelah tangan" batin dani kesal kemudian meninggalkan lobby menuju ruangannya dari pada melihat pemandangan menyesakkan hati.


.


.


Ting


Dirga sampai di lantai paling atas, lantai di mana ruangan nya berada, ia dengan langkah seringan kapas berjalan santai menuju di mana ruanganya berada....


Ceklek.. Blam..


Brukh..


Dirga segera menduduki kursi nya lalu mulai mengeluarkan laptop miliknya dan segera menghidupkan nya.


Di layar laptop nya kali ini ada beberapa foto yang sudah ia edit dan ia jadikan dengan segera wallpaper agar ia bisa selalu melihatnya kalau kalau aja ia kangen dengan calon mailakat kecil nya.


Kalian nggak salah baca kok, emang benar kok di wallpaper layar laptopnya ada foto yang sudah ia edit dengan kumpulan foto nya dan kiara beserta foto USG yang tadi malam kiara berikan untuknya...


Senyum dirga bertambah lebar saat mengingat bagaimana tadi malam ia tertawa bahagia saat kiara mengusap perutnya dan menunjukan 2 jari nya sebagai tanda usia janin


Tadi malam


" ini... Ini jangan bilang foto USG kiara" gumam dirga antara percaya dan tidak percaya


" Iya sayang itu punya aku...." seru seseorang di ujung pintu kamar nya dengan senyum cerah


" sayang kamu dari mana? lalu Sayang... Ini maksudnya apa?" tanya dirga beruntun sambil memegang hasil USG kiara dengan tangan gemetar berjalan ke arah kiara yang terlihat berseri seri


" Itu calon anak kita yank, usianya 2 bulan jalan, hehe...." ujar kiara senang mengusap perutnya yang masih rata dengan 2 jari taracung saat menyebut kata 2, kemudian terkekeh

__ADS_1


" Kamu... Kamu serius sayang?" tanya dirga belum percaya dan kiara mengangguk semangat menjawab nya


" Jadi aku sekarang calon daddy? " tanya dirga semangat


" Eem... Dan aku calon mommy" balas kiara kemudian tersenyum senang saat dirga membawanya kepelukan eratnya


Grep


" Terima kasih sayang, terima kasih banyak..." bisik dirga saat dirga memeluk kiara erat dan di balas kiara tak kalah erat kemudian terdengar isakan lirih dari kiara tiba-tiba


" Hei... Kenapa menangis sayang, apa aku terlalu kuat memeluk kamu?" tanya dirga dan di balas gelengan kepala pelan dari kiara yang masih berada di pelukannya


" Aku bahagia banget sayang, aku bahagia..."


Bisik dirga serak, jujur yah dirga mau nangis loh.. kalau saat ini ia nangis bakal di ketawain para pembaca nggak yah?


( mana ada yang berani ga, nanti jadi gembel mendadak)


Di pelukan nya masih terdengar isakan lirih dan itu membuatnya khawatir, ia segera mengurai pelukannya untuk melihat ekspresi wajah kiara saat ini


" sayang ... Jangan nangis aku mohon... Lihat aku?" ujar dirga memegang kedua pipi kiara yang kini basah karena lelehan air mata dari kiara yang akhirnya mau melihatnya


" Kenapa menangis apa kamu tidak bahagia?" tanya dirga lembut, kedua jempol nya menghapus butiran airmata yang lagi lagi kurang ajar menghiasi mata indah istrinya


" Eem.... Aku terlalu bahagia saat tahu aku hamil lagi, sangking aku bahagia aku nggak tahu kenapa sampai ada air mata " balas kiara serak sesekali sesegukan


" Karena terlalu bahagia seharusnya kamu tersenyum sayang, jangan nangis aku mohon itu nggak baik untuk anak kita " ujar dirga pengertian, mengelus perut rata kiara yang entah kenapa seperti ada ribuan kupu kupu yang terbang di dalam perut nya hingga rasanya membuat perasaan senangnya tidak bisa di ekspresikan lagi.


" Emm... Ibu dokter juga bilang gitu " balas kiara kali ini tersenyum kecil saat perkataan dirga mengingatkannya pada perkataan dokter kandungan yang ia temui tadi pagi.


" Kamu nggak ajak aku ke dokter? Berarti kamu tadi pagi bohong sama aku?" tanya dirga sedikit kecewa


" Maaf... Aku hanya ingin memastikan sebelum berbagi kebahagiaan ini dengan kamu sayang, aku nggak bermaksud membohongi kamu" balas kiara, menatap meta dirga dengan sorot mata menyesal


" Oke... Kali ini aku maafin kamu, jangan sekali kali berbohong sama aku sayang.


Pahit manis nya kebohongan itu tetap nggak baik, kamu ingat yah... Setidaknya kalau kamu ajak aku, aku bisa mendampingi kamu...aku nggak mau kamu kenapa napa di perjalanan tadi" ujar dirga memaklumi, kiara tidak salah ia hanya ingin memberikan kejutan untuknya.


" Emm... Lain kali nggak ada bohong sayang, maafin aku..." balas kiara tersenyum lebar


" Its okey.... Sekarang biarkan aku kasih salam untuk bocil aku dulu" ujar dirga menurunkan tubuhnya menjadi posisi jongkok sejajar dengan perut kiara.


" Hallo bocil nya daddy.... Sehat terus di sini yah, daddy nggak sabar nunggu kamu nongol di dunia daddy. Daddy mencintaimu sayang" ujar dirga lembut lalu mengecup berulang ulang perut rata kiara sehingga kiara pun terkekeh, kemudian dirga menempelkan telinga nya di perut rata kiara..


" Masih belum bisa sayang, ukuran nya masih sebesar buah cerry tapi kata dokter pertumbuhannya cepat" balas kiara ceria mengusap kepala dirga yang sedang mendongak ke arahnya.


" Benarkah.... Lalu bagaimana lagi?" tanya dirga Penasaran dengan nada semangat nya


" lalu...."


Kiara dengan semangat menceritakan lagi apa yang dokter jelaskan untuknya kepada dirga hingga detail.


Dan akhirnya malam ini di habiskan oleh dirga dan kiara yang berbincang seputar kehamilan dan apa saja yang harus di lakukan dan larangan semasa kehamilan .


Saat ini.


" Bos kita ada meeting ulang dengan perusahaan baron pukul 1 siang nanti" ujar dani dengan mata melihat buku agenda kegiatan dirga hari ini


" Oke nggak masalah " balas dirga semangat, meski jari jari tangannya sedang menari indah di keyboard laptop nya


" Eeeee.... " dani yang mendengar balasan bernada semangat dari bos nya melongo nggak percaya.


Hampir 2 minggu menebar hawa sesat hitam kelabu di kantor karena kegalauan yang dani baru pahami, sekarang ada apa lagi? kenapa bos nya sekaligus temannya yang biasa nya hanya membalas perkataannya hanya dengan 2 huruf " H dan N " kali ini membalas perkataannya bonus dengan nada semangat mendayu dayu.


" ga..." panggil dani


" Iya?" balas dirga , nggak sadar saat dani manggilnya ga bukan bos seperti biasa


" fix ini orang kerasukan" batin dani ngeri sendiri saat penggilannya di kantor berubah tapi dirga tetap menyahutinya.


" Kamu siapa?" tanya dani melotot horor melihat dirga yang malah pasang raut wajah bingung bonus nggak pake tatapan tajam seperti biasa.


" Gue?" ujar dirga menunjuk hidungnya sendiri dengan jari telunjuk nya bingung dan di balas anggukan kepala cepat oleh dani


" Dirga lah bangke...gila lu yaaa. Siapa lagi emang? brad pitt? Lee min jul ? Gantengan juga gue kemana-mana " lanjut dirga sewot balik lagi ke dirga yang judes meski sedikit narsis.


" Huft... Syukurlah.. Masih dirga yang songong nya kebablasan" desah dani lega saat mengetahui jika bos nya masih sama seperti dulu meski agak geser otaknya.


" Wah... Gue baru inget kemaren sempet minta lu pesenin tiket pesawat ke zimbabwe, apa udah di pesen heh dani asisten gue yang paling kurang ajar" ujar dirga datar melihat dani yang sedang melotot horor saat ia terkekeh seram.


" Bos iya ampuuuuuun....."

__ADS_1


" khu.. Khu.. Khu.."


Apartemen dirga


" kyaaa..... Ini cucu kita, ini cucu kita...."


" akhirnya kita punya cucu lagi jeng... Kya.."


Kiara menatap canggung kedua wanita yang sedang berteriak heboh dengan tangan memegang foto hasil USG nya bergantian, lalu terpekik heboh lagi saat melihat foto hitam putih itu lagi dan lagi.


Tadi malam setelah ia memberi tahu dirga tentang kehamilannya dan bercerita tentang seputar pemeriksaannya di dokter, dirga dengan semangat 69 segera menelpon mama serta mami nya kemudian berseru heboh memberitahu berita kehamilannya dan itu membuat nya geleng geleng kepala , Apalagi saat dirga menelepon sahabatnya berseru senang hanya untuk bilang


" gue jadi daddy dong cuy"


Udah gitu doang lalu memutuskan panggilannya kemudian tertawa senang saat dirga membaca pesan dari raka yang ia sendiri ngekek waktu membacanya.


Emang yah suaminya kalau sudah bersama dengan sahabatnya akan menjadi orang yang sangat berbeda.


" Kiara sayang" panggil mami putri membuat nya tersentak kaget, sepertinya ia sedikit melamun mengingat kejadian heboh semalem


" Ah.. Iya mih ada apa?" tanya kiara terkejut


" Nggak apa-apa sayang, kamu jadi sudah 2 bulan kan. Apa kamu mual mual di pagi hari?" tanya mami putri semangat dengan wajah senang berseri seri


" Iya mah... Tapi baru beberapa pagi ini, semenjak mama kirim makanan aku jadi sering mual mual" balas kiara tanpa maksud menyinggung


" Jadi sebenarnya kalau mama nggak kirim yaya makanan, yaya sendiri nggak tahu kalau yaya sedang hamil" sahut mama sarah kaget, ia tidak marah saat kiara bilang ia mual gara gara makanan dari nya.


" Iya mah.. Soalnya aku juga nggak ngerasa apa apa sih, tapi lucu deh mah sebelum aku tahu aku sedang hamil..... Bla bla.."


Kiara bercerita tentang kelakuan uniknya kepada mama dan mami nya tentang ia yang tiba-tiba jijik dengan dirga dan kelakuan unik nya yang lain, sehingga mama dan mami yang mendengar terkikik geli dan tertawa saat mendengar dirga di nistakan akibat fase ngidam kiara yang kiara sendiri belum sadari.


Lalu berlanjut memberi wejangan ini itu selama masa kehamilan yang di dengar kiara dengan seksama.


.


.


.


Saat ini di kantor wicaksono ada kakek bakrie sedang mampir untuk bertemu bagus yang mengambil alih lagi kerjaan yang seharusnya di pegang oleh kiara.


" Sebaiknya kamu pegang kendali lagi kantor ini bagus, agar semakin maju dan berkembang" ujar kakek bakrie menyembunyikan maksud sesat nya


" Tidak, setelah ini akan ada penyerahan tugas yang akan di emban oleh cucu menantuku dirga asal kamu tahu" balas kakek bagus yang mengetahui akal bulus bakrie


" Heh... Kamu mau jadi buyut tua nggak punya uang sewaktu cicitnya minta uang jajan gitu?" tanya kakek bakrie memanas manasi kakek bagus yang langsung mencak mencak


" kamu sengaja bilang gitu agar aku nggak punya waktu untuk menemani cicit ku main kan. heh... Pintar kodek, jangan kira aku nggak tahu akal sesat mu bakrie " balas kakek bagus dengan senyum sombongnya kemudian mendengus sinis saat sahabat muda hingga tua nya hanya terkekeh saat melihatnya dengan mata melotot galak.


" Sudah tua jangan galak galak begitu " ujar kakek bakrie santai


" Kamu lebih tua.... "


" Tapi aku buyut tua banyak uang"


" Pergi kamu dari sini, bisanya mengganggu saja" sewot bagus membuat bakrie malah terkekeh lebih keras


" akhirnya cicit wijaya nongol ke dunia Hahaha... "


" sembarangan wicaksono"


" wijaya..."


" wicaksono.. Bakrie sialan"


Dan teriakan menggelegar menutup episode dirga jadi daddy kali ini.


" hahahaha.... Buyut misquen"


Sekian


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya....


Jangan lupa loh jejak komentar dan klik jempol nya..


Serta vote dukunganya..


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2