
Maaf jika Typo mengganggu saat membaca
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Tawa membahana Kiara memenuhi penginapan tempat Dirga , mulai dari Kamar turun ke Ruang tamu dan hampir seluruh Ruangan bawah terisi dengan tawa Kiara , di susul sesekali suara tawa Dirga yang kali ini lebih lepas. kenapa bisa seperti itu???
Ohhh ... Rupanya setelah Kiara berhasil mengerjai Dirga di balkon tadi, Dirga yang merasa sudah di permainkan Kiara pun mencoba untuk menggelitiki tubuh Kiara tapi Kiaranya menghindar dan terjadilah aksi kejar-kejaran di antara Mereka berdua.
Kiara yang tidak ingin tubuhnya jadi korban kelitikan Dirga , terus menghindar dengan cara berlari ke sana kemari. Hingga turun ke bawah tepatnya ke ruang tamu dan tentu saja di sertai oleh tawa membahana milik Kiara, sehingga suasana yang biasanya sunyi pun jadi gaduh.
Bukan hanya Kiara yang tertawa ternyata Dirga pun demikian, mengejar Kiara yang terus berusaha mengelak dari kelitikan supernya pun ikut tertawa, Tawa lepas yang Ia sendiri tidak ingat kapan terakhir kali pernah tertawa seperti ini.
Cukup lama mereka saling kejar, hingga akhirnya Kiara naik lagi dan masuk ke dalam Kamar Dirga, belum juga sampai di pintu balkon. Tiba-tiba Kiara merasa ada seseorang yang menarik tangannya dan Menghempaskannya ke atas Ranjang King Size yang super empuk sehingga Tubuhnya tidak terlalu merasakan sakit,
yupz ... Benar sekali, Seseorang yang menarik dan Menghempaskannya ke ranjang adalah Dirga yang berhasil mengejar dan menangkapnya.
" Kena kau, Kucing nakal" ujar Dirga sambil terengah-engah lelah hingga nafasnya pun putus-putus
"Larinya kebut juga nih bawel" Batinnya sambil mengatur nafasn, yang sekarang mirip sekali dengan Orang bengek. Kiara masih tertawa, walau dengan nafas yang sebelas dua belas dengan Dirga.
" Ha ... Hosh ... HaHa. Hosh... Ha... Am.. Hosh ampun Ga" ujar Kiara dengan putus-putus meminta ampun dengan Dirga .
Dirga Bertumpu dengan kedua tangan menahan beban Tubuhnya , agar tidak menimpa Kiara yang sekarang ada di bawahnya, sedang sibuk mengambil udara tanpa menyadari keadaannya saat ini.
Nafas mereka masih ngos-ngosan, Kiara tertawa lagi.
__ADS_1
" Hahaha ... Ampun Ga , Sorry" ucap Kiara setelah tertawa masih belum sadar situasi, kemudian menutup mata menstabilkan Nafasnya lagi.
Hening sesaat.
Dirga memperhatikan Kiara dari atas, bagaimana cara Kiara tertawa. Hingga Kiara menutup mata menstabilkan nafasnya pun menjadi pemandangan yang mampu membuatnya tidak bisa Berfikir Logis .
Pandangan Dirga turun, dari mata ke bibir Kiara yang saat ini sibuk membantu hidungnya mencari tambahan udara kemudian turun lagi ke Leher jenjang putih Kiara , sehingga membuat Dirga menahan nafas, tidak sadar jika Ia juga sedang kepayahan menghirup udara.
Dirga menelan slavia gugup, dengan kondisinya saat ini. Di satu sisi Ia ingin sekali merasakan bibir penuh di bagian bawah milik Kiara , tapi di sisi lain ia tidak ingin di cap sebagai Lelaki yang mengambil kesempatan dalam kesempitan
"Ya lordY... Kenapa ujiannya terus berlanjut" batin Dirga merana.
kiara membuka matanya, dan melihat Dirga yang memperhatikan Ia dalam diam, tanpa suara namun dengan tatapan yang tidak Ia mengerti.
Kiara melambaikan tangannya agar dirgaY sadar
" Ga ... Dirga" panggilnya, membuat Dirga pun sadar kemudian fokus lagi kepada Kiara yang di bawahnya
" Berat ih... Sampai kapan, kamu mau di atas Aku " tanya Kiara, nggak mempermasalahkan Keambiguan posisi Mereka saat ini
" Sampai Aku puas" jawab Dirga singkat
" hah.." Kiara kaget dengan jawaban yang Dirga keluarkan
"Apa maksudnya? " batin Kiara bingung.
Dirga melihat raut wajah Kiara yang bingung
__ADS_1
" Sampai kamu nyerah, minta maaf udah ngerjain Aku . Hehe ... " Lanjutnya sambil terkekeh
"Apa sih bikin baper aja" batin Kiara kecewa
" Apa sih ... Awas ih ... Kamu berat tahu" ujar Kiara jutek, sambil menyingkirkan tubuh Dirga yang berada di atas nya.
Sehingga Dirga pun berguling ke samping, lalu melanjutkan tawanya menyembunyikan kebenaran yang Kiara tidak perlu tahu
" fakY... Jangan lagi... Fak.. Double shit" batin Dirga jengkel lagi-lagi ada kejadian yang nyaris saja bikin Dia kelepasan.
" Uh ... Lanjutin aja ketawanya, Aku mau makan Cake Aku" ujar Kiara menghentak kaki kesal kemudian meninggalkan Dirga yang masih menyembunyikan sesuatu dengan tawanya.
" Iya iya.. Dasar gendut, makan mulu kerjaannya" ledek Dirga yang masih terdengar oleh Kiara, membuat Kiara auto mengeluarkan suara emas lima oktafnya sambil memanggil nama Dirga
" Dirga reseh" teriaknya jengkel di susul dengan lemparan bantal sofa yang tepat mengenai wajah dirga
Buaghh ...
" Arghh ..." pekikan sakit dari Dirga yang membuat Kiara tersenyum puas
" Khe ... Rasakan" Dengusnya, kemudian benar-benar meninggalkan Dirga. Menuju meja tempat Cake favoritnya menunggu di santap
"I'm coming Baby ..." batin Kiara senang, tentu saja kue Favoritnya sudah dari tadi memanggilnya minta di Notice ...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan kemana-mana, ikuti terus kisah nya ya
__ADS_1
Jangan lupa tombol jempol nya serta komentar
Terimakasih manteman