
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Pagi ini dirga berjalan di sepanjang lobby kantor dengan langkah seperti biasa nya, apalagi jika bukan tegas dan wajah datar seperti tembok nya.
Tapi tolong di perhatikan aura pink di sekitar nya, bahkan saat ini dirga tidak sadar jika terus menanggapi salam dengan ramah dari bawahan nya di sepanjang koridor.
Yang otomatis membuat bawahannya membuang jimat pelindung setan mereka serempak.
Cckkcck... Ada ada saja
(Masih nyimpen jimat? Keterlaluan... Tak bilangin dirga loh kikikik)
" seperti nya gajian nanti benar-benar akan naik deh bulan depan" gumam ros pelan,
Ia saat ini sedang berdiri menunggu giliran untuk menyerah kan laporan yang di kerjakan nya
" gaji siapa yang naik?" bisik seseorang di belakang nya tiba-tiba, membuat ros kaget dan refleks dengan latah seperti biasa nya.
" akh.. Pak dani kebiasaan nih" ujar ros dengan tangan mengusap dada nya berulang.
" loh.. Maka nya di tempat kerja jangan ngegosip" balas dani sok polos nggak mikir jika
" sendiri nya juga suka gosip" ujar ros sinis
Iya... Benar kata ros jika dani juga suka ngegosip, tapi cuma dengan ros seorang kok.
"gue kan cuma ngegosip sama lu doang hayati" gumam dani pelan sangking pelan nya ros pun mengira jika dani sedang baca mantra.
" apa sih, pagi pagi sudah ngeromet sendiri" tanya ros heran.
" nggak apa-apa, males gosip sama kamu mah" balas dani kesal kemudian meninggalkan ros yang mengerut kan dahi bingung dengan kelakuan dani.
" seperti nya pak dani butuh pacar deh" gumam ros polos
( duh ros... Dani emang butuh pacar, masa kamu nggak ngerti sihhh, aduhhh gimana ini)
Dani mengetuk dan masuk ke ruangan dirga setelah terdengar suara "masuk" dari dirga
Ceklek.. Blam
" selamat pagi pak..." sapa dani sopan
" hn.. Pagi, bagaimana rapat kemarin yang di tunda, Apa hari ini bisa di laksanakan?" tanya dirga datar seperti biasa tapi lebih hangat
Wah... Hawa yang di keluarkan bos nya saat ini membuat ruangan dirga segar, seperti nya rapat nanti akan berjalan lancar.
" pak adi sudah mengatur nya pak" jawab dani
" good.... 30 menit lagi pastikan semua anggota rapat berkumpul di ruangan" ujar dirga kemudian ia menyibukkan diri dengan layar tab nya melihat keuangan yang terus meningkat dengan skala sedang namun naik setiap menit nya.
" baik pak" jawab dani,
Dani baru saja akan melangkahkan kaki nya meninggalkan ruangan milik dirga, tapi suara dirga berikut nya membuat senyum dani seketika mengembang.
" thanks dan bantuan kemarin, seperti nya bonus kamu bulan ini berlipat" ujar dirga tanpa melihat dani
" khukhukhu.... Kalau gini bisa di sisihin untuk melamar ros Wkwkkwkw"
Batin dani sumringah
Skip
Malam nya di kediaman wicaksono, kiara yang sedang menghadap ke arah cermin duduk dengan gelisah, tentu saja gelisah.
Malam ini ia akan bertemu dengan calon mertua nya, papa dan mama serta kakek dari dirga.
Juga ia dan dirga akan menentukan tanggal pernikahan mereka berdua.
Tok.. Tok...
"sayang... Turun ke bawah yuk" ketukan pintu dan suara dari mama nya membuat ia seketika menegang.
Jujur saja bukan hanya gugup yang ia rasakan saat ini namun malu dan juga lebih besar ke arah takut.
Kok takut?
__ADS_1
Tentu saja takut, awal mula perjodohan ini ia sudah membuat kesan yang buruk bagaimana kalau mama, papa dan kakek nya dirga tiba-tiba menentang pernikahan mereka.
Walaupun dirga bilang tidak demikian juga mama dan keluarga nya yang bilang agar ia tidak khawatir tetap saja kiara takut.
" ya tuhan, semoga malam ini berjalan lancar" gumam kiara dengan pose tangan berdoa
" iya mah" balas kiara setelah selesai berdoa
" yaya sedang memasang anting" lanjut nya beralasan padahal ia sedang menenangkan lagi detak jantung nya yang menggila.
Di ruang tamu ada kedua keluarga yang sedang dalam suasana bahagia.
Siapa lagi kalau bukan keluarga wicaksono dan wijaya.
Mereka semua terlibat dalam obrolan seru, masih berbasa basi sebelum memulai acara inti sehabis makan malam nanti.
Tak.. Tak... Tak..
Langkah suara sepatu yang berbenturan dengan lantai membuat perhatian semua yang ada di ruang tamu menoleh kompak ke satu titik yaitu ke arah kiara yang sedang turun dengan langkah anggun dan kepala menunduk malu.
Dirga melihat nya dari tempat duduk nya dengan pandangan takjub.
Malam ini kiara cantik sekali meskipun malam malam kemarin juga cantik, tapi malam ini entah mengapa terasa berbeda.
Malam ini kiara tampil dengan gaun soft pink selutut tanpa lengan nya,
Model nya seperti kemben tapi dengan brukat transparan di bagian dada hingga leher nya nya dengan model O neck membuat kiara terlihat lebih cantik dan feminim.
Rambut nya ia gerai dan memakai bandana mutiara membuat kiara terlihat aura dewasa nya.
High heel berwarna senada dengan tinggi 15cm membuat kaki kiara lebih jenjang dan indah di lihat.
Kiara bukan cewek yang suka memakai make up berlebih jadi ia hanya menambahkan sedikit sapuan bedak tipis dan lip gloss berwarna peach blossom membuat bibir nya terlihat menggoda di mata dirga yang saat ini sedang berjalan menghampiri nya untuk membantu kiara turun dari anak tangga.
" hati hati sayang" ujar dirga lembut, tangan nya ia ulur kan saat kiara sudah ada di anak tangga ke tiga dari bawah.
" terimakasih" balas kiara berbisik malu, ia merona saat melihat tampilan dirga malam ini.
Meski sudah sering melihat dirga dalam balutan formal tapi malam ini rasa nya sungguh berbeda.
Malam ini dirga tampil sederhana, sama seperti saat ia pergi ke kantor namun hanya menghilangkan dasi dan rompi dalaman jas nya.
Di tangga terakhir yang ia turuni ia bisa menghirup aroma maskulin kesukaan nya dari tubuh dirga, aroma manis dan lembut di saat bersamaan.
Dirga menuntun kiara hingga sampai di hadapan kedua orang tua nya serta kakek nya yang memandang kiara nya dengan binar pesona.
Mama putri berdiri dan membawa kiara dalam pelukan hangat nya, membuat kiara pun bahagia dan tersenyum meski awal nya tersentak kaget
" kamu cantik sekali sayang, pantas saja dirga tergila gila sama kamu" goda mama putri menuai desahan malu dari dirga dan kikikan senang dari kiara serta deheman menggoda dari keluarga yang lainya.
" terakhir kali melihat kiara seperti nya waktu umur 6 tahun saat mendiang daniah di makam kan" ujar kakek bakrie mengingat kilasan masa lalu menyedihkan dari sahabat nya bagus.
" iya...dan saat ini kiara kecil ku sudah menjadi seorang gadis cantik kebanggaan ku" balas kakek bagus dengan senyum kecil di bibir nya.
" daniah lihat cucu kita sudah besar cantik, kapan kita bertemu lagi" batin bagus sedih
Kiara menghampiri kakek nya dan duduk di samping bagus kemudian menyandarkan kepala nya di bahu kekek nya manja.
" kiara akan tetap jadi cucu kecil nya kakek" ujar kiara lirih di samping bagus.
Seketika ruangan menjadi sunyi karena teringat akan kenangan sedih yang dulu mereka lalui.
Sarah tentu saja sangat sedih, karena itu adalah saat di mana papa mertua dan anak kesayangan nya benar-benar terpuruk.
Dan karena tidak ingin menjadikan malam spesial ini dengan suasana suram, sarah pun menepuk tangan nya sekali kemudian tersenyum ceria
" karena pemeran wanita nya sudah datang Bagaimana kalau kita makan malam dulu sebelum membahas tanggal dan rencana pernikahan untuk kiara dan dirga" ujar sarah dengan ceria.
Orang yang pertama menyahut adalah mama putri di susul oleh fandi, hendri baru kemudian anggota keluarga yang tersisa.
Suasana di meja makan pun terasa hangat dan ceria, dirga yang sesekali membalas candaan fandi dan kedua kakek serta papa nya, juga kiara yang terkekeh kecil akibat kelakuan semuanya.
Jangan kira makan malam keluarga konglomerat kaku dan membosankan ya, nyata nya Kelakuan dari para kakek nya lah yang membuat mereka merasa santai.
Maklum saja karena selain di meja makan mereka pasti jarang bertemu karena kesibukan masing masing.
Pekerjaan yang tidak bisa di tunda terkadang membuat mereka semua jarang untuk mengobrol santai.
Jadi baik bakrie yang wajah nya kaku atau pun bagus yang memang wajah nya ramah tentu saja tidak mempermasalahkan justru bakrie merasa jika ia sudah terlalu lama tidak makan santai seperti ini.
__ADS_1
Jangan kan makan malam, sekedar sarapan saja ia tidak sempat sehingga jarang menghabiskan waktu santai nya dengan cucu nya.
jika bukan masalah kantor ia yakin ia dan dirga serta anak nya hendri tidak akan pernah bisa berkomunikasi.
Selesai acara makan malam mereka semua menuju ruang tamu untuk kembali membahas masalah tanggal pernikahan untuk dirga dan kiara.
" jadi kapan kira kira bagus nya pernikahan cucu kita di laksanakan ?" tanya bakrie mewakili hendri selaku papa dari dirga.
" bagaimana kalau 2 bulan lagi, tanggal 19 september tepatnya .
berbarengan dengan ulang tahun kiara" usul bagus yang juga mewakili fandi papa kiara.
Fandi dan hendri sama-sama memasrahkan tanggal kepada kedua kakek di hadapan mereka.
Bagi nya kapan tanggal pernikahan tidak masalah yang penting anak nya bahagia.
Hati kiara berdetak senang dengan pilihan tanggal dari kakek nya, itu artinya ia akan merayakan dua hal terpenting dalam hidup nya dalam satu kali acara.
Sedangkam dirga tersenyum tipis menyetujui secara tidak langsung rencana dari kakek kakek nya,
Baginya asalkan kiara setuju ia juga akan setuju.
Yahhh... Asal jangan nunggu 2 tahun lagi saja seperti apa kata papa mertua nya dulu.
(masih inget aja ga? Iya dong)
" bagaimana semua nya, apakah ada yang punya usul ?" tanya bagus memandang semua orang yang hadir malam ini.
Masing masing menyetujui penetapan tanggal yang sudah di tentukan oleh kakek bagus.
" kalau semua nya sudah setuju, sisa nya kita serah kan kepada para wanita dan kedua calon pengantin.
Bagaimana sarah" tanya bagus kepada sarah yang hanya diam menyimak percakapan papa mertua nya.
" tentu saja pah, sarah dan putri yang akan mengurus semua nya.
Betul kan jeng putri?" tanya sarah semangat yang tentu saja di sambut dengan tak kalah semangat dari putri.
" tentu saja, acara pernikahan nanti akan menjadi acara termegah untuk kedua keluarga kita" balas putri penuh janji.
Mata nya berbinar senang saat membayangkan kiara yang memakai gaun putih panjang dengan rambut di sanggul.
" oh iya.... Kalau begitu karena sebentar lagi mereka berdua menikah sebaiknya mereka berdua jangan saling bertemu dulu hingga dua bulan kedepan, bagaimana menurut kalian ?" ujar fandi usil seperti biasa nya.
Dirga shock..
Kiara melotot..
Para kakek terkekeh
Hendri geleng geleng kepala
Sarah menepuk dahi frustrasi
Putri hanya cengar cengir seperi fandi yang terkekeh saat melihat raut wajah dirga yang pucat dan shock atas seruan ide jahat nya.
" muehehe..."
Abis nya fandi masih kesal karena kejadian. Kemarin malam, hampir saja anak nya di makan garong di halaman rumah sendiri.
Ckckck.... Kejam sekali om
Sisa nya di isi dengan obrolan orang tua tentang acara pernikahan .
sedangkan dua tokoh utama kita diam diam melipir satu per satu, menjauhi ruang tamu dan bertemu di kolam renang milik keluarga wicaksono di belakang halaman rumah.
Kiara yang lebih dulu sampai di kolam berdiri di tepi kolam dan tersentak kaget saat merasakan pelukan dari arah belakang tubuh nya..
Greppp...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti kisah selanjutnya ya
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya...
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1