Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Kembali


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca


Dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Dirga memperhatikan Kiara, yang sedang berenang kesana kemari, dengan tatapan yang sulit di mengerti, sedikit Ia merasakan ragu dalam dirinya.


" Apa cara Gue salah ya? Tapi Gue udah melangkah jauh, dan Gue nggak bisa mundur" batin Dirga.


Dirga akui, jika ada sebagian dalam dirinya yang merasa puas, dengan jatuhnya Kiara ke dalam pelukannya. Namun, Ia juga tidak menyangka, Ia sendiri yang jatuh terlalu dalam ke pelukan Kiara.


" Kapan permainan ini berakhir ... " gumam Dirga memejamkan mata, menikmati hembusan angin sepoi-sepoi, yang menemani kesendiriannya saat ini.


Kiara tidak benar-benar menikmati aktivitas berenangnya saat ini, Ia sebenarnya sedang memikirkan hubungannya dengan dirga.


Sepulangnya Ia dari sini, mau tidak mau Ia pasti akan di pertemukan dengan Calon Suaminya.


Kenapa Kiara begitu yakin dengan apa yang Ia Fikirkan? tentu saja, Kakeknya yang tidak sedikit pun mundur dengan rencananya adalah sebuah bukti nyata, jika Ia harus dan wajib menuruti keinginan Kakeknya.


Jika sang Kakek luluh, bukankah sekarang Ia sudah di Rumah, kumpul bersama Mama dan Papanya lagi, tapi lihat sekarang.


" Bahkan ini sudah mau satu bulan, tapi kenapa Kakek belum menyerah juga! " gumam Kiara , berhenti berenang untuk melihat dimana Dirga sedang duduk, menyandar di batang pohon dengan mata terpejam.


" Kalau begitu, jangan salahin Kiara , kalau Kiara melawan keinginan Kakek kali ini" gumam Kiara dengan tekat bulatnya.


Kiara naik ke darat, menghampiri Dirga yang duduk jauh dari tepi danau, Ia Berdiri di depan Dirga, lalu Jongkok memperhatikan setiap lekuk pahatan wajah sempurna milik Dirga, mulai dari alis tebal yang menukik tajam, kelopak mata yang menyembunyikan mata hitam pekat seperti langit malamnya, hidung bangir mancungnya, dagu lancip dan yang terakhir adalah bibir tipis yang selalu mencuri ciumannya di setiap waktu.


" Jika saja Calon Suami Aku itu kamu Ga ..." batin Kiara sedih, hampir saja air matanya jatuh, jika saja Dirga tidak membuka matanya tiba-tiba.


" Ngeliatin Aku diam diam, emang sih aku terlalu tampan untuk di lewatkan" ujar Dirga dengan tampang sok (emang) tampan nya,


Membuat Kiara merotasi Bola matanya bosan


" Dasar narsis" ledek Kiara, yang di balas kekehan dari Dirga.

__ADS_1


" Udahan renangnya?" tanya Dirga, melupakan kegalauan tadi.


" Biar aja deh, yang penting Gue tahu, lu nggak akan mudah lepas dari Gue " batin Dirga lalu tersenyum.


" Belum .... Nggak seru, kalau nggak di temani sama kamu" balas Kiara manja, dengan senyum riangnya.


" Benerkan, Kamu itu nggak akan bisa jauh-jauh dari aku" ucap Dirga, menggoda Kiara yang Auto manyun mendengar pernyataan narsis Dirga.


Cup


" Yak .... Kenapa kamu cium aku tiba-tiba? " amuk Kiara, pada saat Dirga mencium sekilas bibirnya yang sedang manyun.


" Kenapa? nggak rela yah kalau cuma cium sekilas? " goda Dirga, melihat Kiara yang misuh-misuh dan melihatnya dengan mata melotot lucu.


" Ih ... Mesum" teriak Kiara, yang langsung membuat Dirga tertawa.


" Hahaha .... Oke, oke ... Mau berenang lagi nggak?" tawar Dirga, setelah menghentikan tawanya.


" Yuk! " balas Kiara semangat, menyeret Dirga yang mengulurkan tangan ke arahnya.


Dan siang itu, Dirga dan Kiara habiskan dengan berenang. Sambil bercanda dan tentu saja di selingi oleh kesempatan dalam kesempitan oleh Dirga Mahesum (Mahesa Mesum ) tanpa tahu apa yang akan terjadi kedepannya.


Di kediaman Wicaksono , sedang kedatangan tamu dari Keluarga Wiratmadja , tepatnya anak dari keluarga Wiratmadja.


Suasana pun menjadi suram, membuat Tuan muda Wiratmadja harus menelan slavianya susah. Ia berdehem untuk memberanikan diri memulai percakapan, dengan Kakek dari Wanita yang dulu dan sampai sekarang ini masih Ia cintai.


" Mau apa anda kemari? " tanya Kakek Bagus, dengan nada yang tidak bersahabat.


" Maafkan saya Kakek ...


" Sepertinya Kita tidak sedekat itu, hingga anda memanggil saya Kakek! "


Kalimat dari anak Wiratmadja itu, harus rela di telan kembali, karena pernyataan dari Kakek Bagus , yang saat ini sedang berusaha menahan emosinya.


" Maafkan saya tuan Wicaksono , sebelumnya izinkan saya untuk menyampaikan maksud saya datang kemari" pinta Wiratmadja muda, kepada Kakek Bagus yang hanya memasang wajah datarnya, menghadapi keturunan Wiratmadja yang sudah berani, membuat Cucu kesayanganya merasakan sakit hati terlalu dalam.


" Saya tahu saya bersalah, karena membuat Kiara merasakan sakit hati yang teramat dalam, tapi saat itu Saya di pilihkan dengan bla ... Bla ... Bla ...

__ADS_1


Tanpa bisa di cegah, cerita itu mengalir begitu saja. Kakek Bagus dan Mama Sarah yang mendengarnya dari balik dinding pun tidak kuasa, mendengar kenyataan yang sebenarnya.


" Ya Tuhan, bagaimana ada Lelaki yang mencintai Anakku dengan begitu besar"


Gumam Sarah sedih, dulu yang Ia tahu pemuda ini hanyalah lelaki yang sudah menyakiti hati Anaknya, namun mendengar cerita di belakangnya membuat Ia luluh.


" Bagaimana jika Kiara tahu, bagaimana nanti dengan Dirga. Kiara bahkan sangat menentang perjodohan ini" Sarah gelisah, saat Ia mengetahui sebuah Fakta, jika anaknya bukanlah perempuan yang mudah mengubah perasaannya. Apalagi Kiara dan pemuda Itu pernah menjalin kasih lama, namun harus kandas, karena penghianatan yang di dalamnya ada Intrik Politik Bisnisnya.


Meskipun saat ini Kiara sudah mulai membuka hatinya untuk Dirga, tapi tetap saja Ia masih gelisah.


Sedangkan Kakek Bagus berfikir, entah harus bersyukur atau merasa kasihan terhadap Lelaki muda keturunan Wiratmadja di depannya.


Di satu sisi Ia merasa Bersyukur, dengan putusnya hubungan Kiara dan lelaki di depannya, membuat Ia tidak perlu bersusah lebih payah untuk menjodohkan Cucunya dengan Cucu temannya.


namun di satu sisi, Ia sendiri ia tidak yakin, jika Kiara Cucunya akan menerima perjodohan ini. Meskipun sekarang Dirga sudah bisa mengambil hati Kiara, tapi diantara Dirga dan Kiara masih ada rahasia.


Apalagi kebenaran sebuah Rahasia, yang di sampaikan oleh Lelaki yang dulu di cintai oleh Cucunya, bukankah akan lebih susah baginya untuk melanjutkan perjodohan ini.


" Nasi sudah menjadi bubur, setidaknya kamu sudah berusaha. Dan Saya akui Pengorbananmu itu" ujar Kakek Bagus, kemudian memperhatikan Lelaki di depannya yang saat ini sedang tersenyum penuh Syukur.


" Aku sudah memaafkan perbuatanmu dulu, tapi semua sudah terlambat" lanjut Kakek Bagus, membuat Wiratmadja muda mengernyitkan keningnya bingung.


" Maksud Tuan Wicaksono? "


" Karena Kiara ....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pria masa lalu kiara kembali,


Apakah dirga akan benar-benar mendapatkan kiara dengan adil tanpa perjodohan.


Apakah jika kiara mengetahui kebenaran dari mantan nya kiara akan berpaling lagi ke cinta masa lalu nya?


Jangan ke anam anam yaaa


Tetap tunggu kelanjutan

__ADS_1


Jangan lupa komentar serta jempol nya


__ADS_2