
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
_____________
To : kiara
From : +8527896****
Hai chaby..
Aku merindukanmu
_______________
Kiara terdiam kaku dan menjatuhkan handphonenya ke lantai, panggilan itu hanya dia yang selalu memanggil nya seperti itu.
" Nggak , nggak mungkin itu pasti bukan dia" gumamnya,kiara menggeleng kepala kuat tidak percaya, bahkan kedua kakinya pun tidak mempu menopang tubuhnya, sehingga kiara merosot ke bawah dengan kedua tangan memeluk dirinya yang bergetar hebat.
Kenangan buruk masa lalu tiba-tiba muncul di fikirannya
" Tidak , Aku sudah lupain semua tentang Dia , Aku nggak mau inget Dia lagi, tidak ini nggak mungkin" racau Kiara
__ADS_1
Dengan air mata yang tiba-tiba keluar tanpa di perintah, Kiara mencoba berfikir positif tentang isi pesan dan Siapa pengirimnya, ia berharap ini hanya pesan iseng dan pengirim yang iseng pula.
Kiara menyeka air matanya yang hari ini terlalu banyak keluar dengan kasar, ingin mencegah air matanya tumpah lagi namun tidak bisa.
Saat ini Ia sendiri tidak ada seseorang di sampingnya, dengan tangan gemetar Ia mencoba mengambil handphone yang berada di depannya dan membaca lagi pesan singkat, tapi mampu membuatnya takut dan buru-buru menghapus pesan tersebut untuk menghilangkan perasaan takut nya saat ini.
Ia tidak mau pesan itu membuatnya kembali mengingat hal yang tidak perlu di ingat. Setelah pesannya terhapus, kemudian Ia memblokir nomor asing tersebut agar tidak bisa menghubunginya kembali.
Kiara menghirup dan melepas nafas dengan buru-buru mencoba meraih oksigen yang ia rasa menipis karena rasa takutnya, setelah agak tenang, kiara pun bangkit dari lesehannya dan melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi, untuk menbasuh wajahnya yang Ia rasa pasti kusam karena ada jejak air mata.
Mengunci kamar mandi dan berbalik ke arah cermin yang memantulkan wajahnya yang berantakan, Kiara kemudian memutar keran washtafel dan membasuh wajahnya berulang kali berharap wajah kusam serta matanya yang sedikit bengkak berkurang, bahkan Ia berharap rasa takutnya yang tergambar jelas di wajahnya hilang ikut terbawa air yang mengalir.
Di rasa cukup membasuh wajahnya, Kiara pun mengeringkan wajahnya menggunakan handuk kecil, yang selalu tersedia di dalam kamarnya yang mempunyai aroma Lavender, Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya dan melepaskannya perlahan, ia mendapatkan sedikit ketenangan dan Rileks.
" Um ... Fikirkan saja yang indah-indah seperti taman bunga, apa lagi bunga Tulip ungu yang Dirga kasih untuk kamu. Ya seperti itu, bayangkan saja jika yang tadi itu tidak terjadi dan kamu akan baik-baik saja Kiara , di sini kamu akan bahagia. Nikmati semua pemandangan yang ada di sini dan semua akan baik-baik saja, yah... Benar sekali akan baik-baik saja " ujarnya meyakinkan diri sendiri semuanya akan berakhir bahagia untuknya.
" Ya Tuhan Aku mohon jangan sampai ada hal buruk yang terjadi " doa dan pintanya.
Kiara menepuk-nepuk pipinya pelan kemudian mengangguk pasti dan tersenyum lebar, berharap senyumnya akan sampai di dalam hartinya terdalam dan itu sedikit berhasil.
Semangatnya kembali dan ia pun berjalan keluar dari kamar mandi, untuk melanjutkan kegiatannya apalagi kalau bukan buka dan posting foto di blog pribadinya.
Sedangkan di Kota sana di sebuah Gedung Kantor, seorang Pria yang wajahnya lumayan tampan dengan postur tubuh tinggi ideal. Sedang memandangi sebuah Figura yang berisi dua orang remaja yang satu seorang Gadis cantik memakai seragam SMA, dimana sang gadis tersenyum lebar, dengan binar mata bahagia yang terpancar kedua matanya. Sedangkan satunya lagi, Sang pria tersenyum tipis namun Rona bahagia terlihat jelas di kedua matanya.
__ADS_1
Pria itu memandangi foto tersebut dengan perasaan campur aduk, ada rasa bahagia, rasa sedih dan penyesalan serta kekecewaan terhadap dirinya sendiri.
Ia tahu Ia sudah amat sangat bersalah dengan Gadisnya.
" khe... Masih pantaskah Dia Gue panggil Gadisnya?" Tanyanya sinis terhadap diri sendiri
" Chaby. .. Gue kangen banget sama Lu , Gue harap Gue bisa jelasin apa yang terjadi dan kita bisa bersama lagi" Batinnya berharap, sambil masih memandangi foto itu dengan pandangan sedih, tangannya menelusuri setiap garis gambar di foto itu seakan wajah sungguhanyalah yang Ia sentuh.
" Chaby ...." Gumamnya lirih
\=\=\=\=\=\=\=\=
Yuuuuuhuu...
Ada apa ini, siapa ituuuu
Penasaran jangan kemana mana loh,
Baca terus dan jangan lupa jempol serta komentar nya, saran juga di butuhkan loh
Motivasi dari pembaca mempengaruhi semangat author jadi jangan lupa dukungan nya
Terimakasih manteman
__ADS_1