
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kiara duduk dengan tenang di hadapan kaisar yang melihat nya dengan senyum mengembang.
Flasback
Sehabis bertelpon ria dengan dirga, kiara memikirkan kata kata mama nya tentang meminta maaf dan melupakan kaisar.
" harus kah aku menghubungi nya terlebih dahulu" gumam kiara bingung
Di tangan nya ada kartu nama milik kaisar yang ia dapat dari Ronald.
"nggak apa-apa kan, aku hanya ingin meminta maaf kemudian melupakan kejadian yang sudah berlalu, oke.... Kiara kamu pasti bisa" gumam nya meyakinkan diri sendiri.
Setelah berfikir baik buruk nya kiara akhirnya memutuskan untuk menelpon kaisar terlebih dulu.
" kenapa nomor nya ada di kontak blokir, ah... Berarti benar yang waktu itu chat adalah kaisar. Huf... Dari awal hanya aku yang nggak tahu apa apa" gumam nya kesal.
Tut... Tut..
Kiara menunggu nada sambung dengan perasaan cemas
" tenang kiara... Tenang" batin kiara cemas
Klik..
" haloo..."
Di kamar kaisar
Kaisar saat ini sedang memeriksa beberapa dokumen yang siang tadi di berikan Ronald kepadanya.
Kerjaan yang tidak bisa di tunda membuat nya harus rela mengorbankan waktu istirahat nya agar semua kerjaan dapat di selesai kan tepat waktu.
Ashita kyou yori mo suki ni nareru🎶
Afureru omoi ga tomaranai 🎶
Ima mo konna ni suki de iru no ni 🎶
Kotoba ni dekinai🎶
Mendengar dering handphone nya kaisar pun mengalihkan pandangan dari laptop nya.
Di layar handphone nya tertera nama chabi memanggil.
Deg deg..
Jantung kai seketika berdetak dengan cepat, akhirnya setelah sekian lama ia menunggu waktu nya datang juga.
" terimakasih tuhan" gumam kai penuh syukur
Buru buru ia menekan tombol hijau menerima panggilan dari kiara, cewek yang paling ia cintai.
Klik
" haloo..." ujar kai, ia bahkan tidak menutupi nada gembira nya.
Senyum nya tidak pudar dan jantung nya tambah berdetak lebih kencang setelah mendengar suara kiara.
Deg.. Deg..
" duh jantung, tenang dikit napa" batin kai
" kaisar... " panggil kiara pelan,
Suara kiara yang ia rindukan masih sama seperti dulu, bahkan sekarang lebih lembut dan kaisar suka itu.
" iya... Ada apa chabi" tanya kai penasaran
" nggak apa-apa, em..." balas kiara ragu
" ada apa, kamu butuh bantuan aku" tanya kai khawatir
" tidak, em maksud ku... Apakah besok kamu ada waktu?" tanya kiara saat ini nada suara nya lebih tenang.
" eh.. Besok, em... Ada kok. Emang ada apa" tanya kai semangat.
" abis ini minta Ronald undur meeting" batin kai senang
" oke.. Kalau gitu, em.. Besok Aku tunggu kamu di Cafe moonbukcs pukul 1 siang bisa kan? " ajak dan tanya kiara
" bisa... Em maksud aku bisa, besok aku pasti dateng" balas kai semangat bahkan ia hampir saja membalas pertanyaan dengan seruan senang nya.
"hampir aja bikin kiara ilfeel" batin kai lega
Sangking senang nya mendapat ajakan kiara untuk ketemuan, ia sampai tidak sadar berjalan bolak balik di kamar nya saat ini.
" kalau gitu sampai besok. Bye" ujar kiara mengakhiri percakapan nya dengan kai
" oke.. Bye" balas kai senang
Tut. Tut.. Tut..
__ADS_1
Panggilan pun berakhir, menyisakan kaisar yang sedang merasakan kebahagiaan berlebih.
" kiara ngajak gue ketemuan? apa gue mimpi. Coba gue tabok dulu pipi author"
Gumam kai kurang di hajar
( heeeeyyy gue santet lu macem macem)
" cih... Nggak sabar nunggu besok, besok gue harus tampil sempurna di depan kiara" ujar kai dengan semangat 69 nya.
( 45 kai 69 mah ambigu banget, diem aja thor)
Flasback end
" pesen yang biasa kan ra" tanya kai lembut
" ice vanilla latte whiped cream nya yang banyak sama red velvet cake" lanjut kai dengan senyum bangga karena masih mengingat apa yang di sukai kiara sampai saat ini.
Kiara hanya mengangguk dengan senyum kecil.
" iya.. Makasih kai" ujar kiara
"kai?... Dulu bukan gitu cara lu manggil gue ra" batin kai kecewa
" sama sama ra" balas kai dengan senyum tipis nya, menyembunyikan rasa kecewa nya sat ini.
Tidak lama pesanan pun sudah ada di meja mereka, baru kali ini kiara tidak bisa menikmati minuman dan kue kesukaan nya seperti biasa.
" kamu masih suka aja yah sama yang manis manis, dari dulu nggak berubah. Liat tuh pipi tambah chabi aja... Bikin aku gemes aja" ujar kai ceria
" em.. Karena aku suka manis" balas kiara biasa saja. Lebih baik dari pada tidak membalas nya.
" kamu masih suka main sama cici elisa ra" tanya kai pura-pura tidak tahu.
" masih.. Dia sahabatku yang setia, jadi aku selalu main bareng" balas kiara yang sebenarnya tidak ada maksud menyindir namun bagi kai yang mendengar nya terasa tercubit.
Nyut
" sakit, tapi nggak berdarah" batin kai,
Kai bahkan harus menahan tangan nya agar tidak meremas kemeja di bagian dada nya yang terasa menyesakan.
" ah.. Maaf maksud aku bukan gitu" ujar kiara buru buru minta maaf saat melihat ekspresi kai yang berubah muram
" nggak apa-apa ra, emang itu kok kenyataannya" balas kai menyesal
" kai, aku ngajak kamu ketemu karena aku cuma mau minta maaf atas perbuatan aku dulu" ujar kiara tulus dan menyesal
" kamu minta maaf untuk apa ra, setahu aku kamu nggak punya salah sama aku" balas kai kaget
" nggak kai, aku salah karena dulu aku membenci kamu tanpa tahu kenyataan yang sebenarnya" jelas kiara
" aku sudah tahu semua nya, tentang kamu yang di paksa, tentang kamu yang melindungi aku, tentang semua kebohongan kamu" balas kiara
" bahkan aku kemarin udah menepis tangan kamu dengan kasar kai, maafin aku. Seharus nya aku nggak egois" lanjut nya kiara lirih
Untung lah Ruangan yang di pesan kai adalah ruangan vip sehingga pembicaraan mereka berdua tidak terdengar oleh orang lain.
" kamu tahu... Kamu tahu dari mana" tanya kai penasaran
" kenapa kai, apa aku nggak boleh tahu?" tanya kiara kecewa
" apa selama nya kamu mau aku jadi pendosa karena membenci orang yang seharusnya nggak aku benci" lanjut kiara bertanya dengan sedikit emosi di akhir kalimat nya.
" bukan maksud aku menutupi semua nya dari kamu ra, aku cuma mau kamu bahagia" ujar kai
" bagi aku kamu segala nya, aku nggak bisa milih antara kamu dan mama.
Saat itu mama sakit dan aku nggak bisa biarin pengobatan mama di putus sama papa aku.
Aku kira asal kamu nggak tahu dengan apa kesepakatan aku sama papa dan melisa saat itu, aku akan tetap memiliki kamu.
Aku nggak mau kehilangan kalian berdua, aku egois ra, aku serakah.
Tapi ternyata nggak bisa, aku salah.
Melisa meminta aku untuk membuat kamu terpuruk atau kamu akan di sakiti oleh orang suruhan melisa.
Saat kamu melihat aku dan melisa sedang berciuman dan tidur berdua di kamar, itu juga hanya akal akalan melisa.
Ia mau melihat kamu benci aku, tapi aku senang seenggak nya kamu menjauhi dan nggak akan mendekati aku lagi " jelas kai.
Kai mengepalkan tangan nya menahan segala emosi yang ada jika ia melihat kejadian menyakitkan dulu.
" aku tahu... Maka dari itu aku ajak kamu bertemu, kai aku.... " ujar kiara kemudian menjeda kalimat nya untuk mengambil dan membuang nafas agar ia tenang.
Mendengar kiara yang menjeda kalimat nya lama membuat kai takut, jantung nya ikut berdetak kencang tidak karuan.
" kai aku sudah maafin kamu dan aku juga minta maaf sama kamu" lanjut kiara tulus dan tersenyum menenangkan, yang tentu saja membuat kai yang tadi takut sedikit lega.
" aku nggak pernah marah sama kamu ra" balas kai senang
" kai... Mulai sekarang anggap aja kita nggak pernah ada masalah seperti ini.
Saat ini hubungan kita hanya sebatas rekan kerja dan teman satu sekolah.
Jadi aku harap kedepan nya kamu nggak perlu repot kirim aku bunga atau apapun itu.
__ADS_1
Kita jalani hidup kita masing masing ya, aku yakin ada banyak perempuan cantik di luar sana yang akan menerima kamu apa adanya"
Jelas kiara panjang lebar
Deg..
Bagai tersambar petir di siang hari, kai hanya bisa terdiam kaku saat mendengar semua perkataan dari kiara.
" tidak... Bukan ini yang aku mau"
" ra... Maksud kamu apa" tanya kai sedih
" aku tahu kok kamu yang kirim aku bunga, aku masih inget tulisan khas kamu kai.
Tapi sekarang semua sudah berubah saat ini aku punya seseorang yang berarti dalam hidup aku.
Dan aku nggak mau kehilangan untuk kedua kali nya.
Cukup dulu aku kehilangan kamu,kaisar aku memang mencintaimu tapi itu dulu.
Jadi aku harap kamu mengerti ya kai " balas kiara kali ini ia berharap kaisar mengerti.
Kai terdiam, mencerna setiap kata kata dari kiara.
" apa gue kalah " batin kai putus asa.
" tapi.. Tapi ra apa kita masih bisa berteman seperti biasa nya.
Maksud aku... Aku bisa menelpon kamu atau mengirim pesan dengan kamu?" tanya kai berharap
Kiara diam tidak langsung membalas permintaan kai
" hanya teman, aku rasa nggak masalah"
" kita bisa tetap jadi teman kai" balas kiara kemudian tersenyum cantik senyum yang membuat kaisar berubah fikiran
" oke... Sekarang kita teman" ujar kai setuju kemudian mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan kiara
" teman" dan kiara pun menyambut tangan kai dengan hangat.
" ya... Saat ini teman, tapi suatu saat gue pastiin lu akan ada di pelukan gue lagi ra"
Batin kai penuh dengan ambisi.
Akhirnya mereka bisa berhadapan dengan santai lagi, menikmati minuman dan makanan hingga tandas.
" mau aku anter pulang?" tanya kai saat mereka berdua selesai makan dan ngobrol
" nggak usah... Aku mau ke suatu tempat" balas kiara ceria
" seneng banget, mau kemana sih" tanya kai penasaran
" kepo.. Mau tahu aja deh. Hehe..." ledek kiara dengan kekehan khas nya
" dasar..." kebiasaan mengusap tangan nya di kepala kiara, kai pun tidak canggung untuk melakukan nya
" eh... Jangan gitu kai" tolak kiara dengan tangan yang menyingkirkan tangan kai yang ada di kepala nya
" emm sorry... Abis udah kebiasaan sih"
Nyut... Walau pun nada bicara nya di buat seakan menerima tapi tidak dengan hati nya yang berdenyut sakit.
" kali ini nggak apa-apa, lain kali jangan ya" ujar kiara mengingat kan.
" oke.." balas kai pelan
" oke.. Taksi nya udah ada, bye kai" ujar kiara lalu pamit dan segera masuk kedalam taksi setelah melambai tangan singkat.
Kai balas melambai dengan raut wajah bahagia yang lama lama memudar berubah menjadi datar
" bye..." ujar nya dengan datar dan dingin.
" sial"
Kiara menyempatkan ke butik dan pergi ke salon untuk mencuci rambut dan perawatan wajah nya sebelum berangkat menuju bandara untuk menjemput dirga nya.
Bandara internasional kota S
Dirga mendarat dengan selamat di bandara kota S.
Berjalan dengan wajah datar dirga hanya mengangguk pada saat pramugari dan pilot menyapa nya mengucapkan selamat jalan kepada nya.
" i'm home dear" bisik dirga lirih di ikuti senyum mempesona nya sehingga mengundang teriakan super berisik dari penumpang yang kebetulan ada di lobby bandara.
" ck... Lupa ada betina bar bar di sini" gumam dirga kesal.
Dirga menulikan pendengaran dari jeritan tertahan milik calon dan penumpang di sekitar nya.
Mengubah raut wajah nya menjadi datar lagi. Dirga berjalan dengan angkuh, melanjutkan perjalanan nya menuju gate arrival untuk menemui bawel kesayangan nya yang pasti sudah menunggu di sana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tetap tunggu kelanjutan nya,
Jangan lupa vote dukunganya
Dan tinggalkan jejak komentar serta klik jempol nya ya gaes
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih