Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Raka Si Songong


__ADS_3

Adegan di bawah mengandung kata kata kotor, mohon bijak dalam membaca


Happy reading vrohh


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Duduk dan mendengarkan setiap penjelasan Guru di depan kelas adalah kegiatan rutin Dirga di sekolahnya, jika di tanya tentang nilai Mata pelajaran, baik Akademik maupun Non Akademik, Dirga adalah yang terbaik. Tapi sifatnya yang sombong menjadikan Para Siswa di sekelasnya tidak menyukainya, mungkin lebih ke iri, karena Dirga memiliki segalanya. Wajah yang rupawan dan Otak yang cerdas, sehingga Guru dan murid khusus Perempuan mengidolakanya.


Raka memperhatikan Dirga yang sedang duduk menyendiri di bangku taman, Namun tidak benar-benar menyendiri malainkan di temani Fansnya dalan jarak yang lumayan sehingga dirganya sendiri masih bisa mentolerinnya.


Di temani oleh beberapa temannya Raka duduk sambil menggoda beberapa Siswi yang lewat, walaupun murid kelas pertama di sekolahya. Raka sudah di kenal sebagai Biang masalah, bukan hanya karena sering bolos pelajaran, tapi juga suka berkelahi. Tidak hanya di Sekolah bahkan di luar Sekolah pun Ia di kenal sebagai Badboy merangkap Playboy.


Dirga mendengar seruan jahil di susul siulan dari beberapa siswa tidak jauh dari tempatnya pun merasa terganggu, Ia tidak bisa konsentrasi Dengan acara baca bukunya. Salahnya juga hari ini lupa membawa headphonenya, sehingga suara suara yang menurutnya gak penting memasuki indra pendengaran nya,


Dirga berdecih kesal


" Cih ... Sekumpulan sampah" gumamnya dengan menatap tajam kumpulan Siswa tersebut kebetulan saat itu juga Raka sedang melihat ke arah nya, maka terjadilah tatap menatap mata antara raka dan dirga. Dirga yang menatap rendah Raka dan Raka yang menatap mengejek Dirga.


Pada saat ingin memutus kontak mata, Dirga tidak sengaja melihat gerakan bibir Raka, seakan ingin mengucapkan suatu kalimat, dan sontak saja membuat Dirga mengepalkan tangan nya menahan Emosi. Ia masih harus menjaga kelakuannya di sekolah jika tidak ingin membuat Kakeknya marah


"Sial ... Maksudnya apa Dia ngomong begitu, apa maunya tuh orang" batin Dirga lalu memutuskan untuk pergi dari pada meladeni cecunguk macam Raka.


Di waktu yang bersamaan, raka menggerakan bibirnya tanpa suara untuk mengejek Dirga


" An-ak Ma-ma da-sar cu-pu" ujar Raka dengan penekanan di setiap katanya, kemudian memperhatikan raut wajah Dirga yang memerah dan tangan terkepal menahan amarah, membuatnya menahan tawa apalagi pada saat Dirga meninggalkan bangku yang Dia duduki, maka pecahlah tawanya yang membuat teman teman segenknya menatap heran.


" Sehat lu Bro? " tanya Faro sambil memegang kening Raka, yang kebetulan sedang duduk di samping nya menghadap taman. Faro sendiri tadi sedang asyik ngobrol dengan teman yang lainnya jadi tidak sempat memperhatikan Raka yang sedang mengejek Dirga


" Ha ha... Sehat Bro ... Sehat banget malah, cuma tadi ada yang seru aja" Jawabnya masih dengan kekehan edannya


" Apa tuh Ka? " tanya Tara teman yang lainya

__ADS_1


" Hah ... Mau tau aja lu pada, kepo kayak anak cewek aja" jawabnya songong minta di tampol, yang akhirnya benar benar di tampol oleh Faro karena di antara mereka berlima hanya Farolah yang paling dekat dengan Raka, sehingga Faro tidak akan segan-segan menampolnya, jika Raka sedang dalam mode songong kaya gini


" **** lu... Kayak Rapat Kabinet aja pake rahasia segala, eek lo" ujar Faro setelah menampol Raka dengan seenak jidatnya


"Nanti juga cerita" batin Faro gak ambil pusing


" Ban***t lu, sakit pe'a... Lu kata ni kepala batok kelapa apa tahan sakit? " balas Raka sambil mengelus dan menahan nyut-nyutan di kepalanya


" Edan Si Faro sakit bener nampolnya" batin raka


"Dih ... Si Berbie, biasa di bogem aja lu kagak kesakitan. Ini di tampol pelan aja teriak kayak Perawan mau di anu" ledek kafka salah satu temannya


" B ajalah Gue mah..." Komentar Aden lalu di sambut dengan gelak tawa teman-temannya.


" Jadi cabut gak nih.... Males Gue pelajaran Pak Somad , apaan tuh pelajaran bikin ngantuk" ajak Raka kepada yang lainya.


" Jadilah... Kuy ke tempat biasa" jawab Aden


" Ya ikut Gue! " jawab Tara dan Kafka bergantian, sedangkan satunya


"Oke deh... Jangan lupa kalo ada tugas intip-intip dikit" ujar Raka main main


" Ya dikitnya lu tuh dari satu sampe kelar... Dasar ****" jawab Faro bercanda


" Sial lu... Pelit banget kaya Ibu kantin Sekolah"


wahaha ha ...


tawa mereka bersama.


Yahhh, begini persahabatan antar Raka dan Faro sudah dekat dari zaman mereka masih memakai popok hingga sekarang, sehingga apapun kata-kata Faro ataupun Raka ke masing-masing, jika di dengar orang lain pasti menimbulkan kesalah pahaman.

__ADS_1


Sore hari setelah jam pelajaran selesai. Dirga berjalan sendiri ke depan sekolah, di sana ternyata Raka yang sedang duduk di samping gang sekolahnya, bukan duduk sih lebih tepatnya menunggu Dirga lewat.


Raka berdiri dari duduknya kemudian berjalan pelan menuju Dirga yang berhenti karena ada Raka di depannya


"Woy anak Mama , Gue mau nantang Lo " tegur Raka alih alih menyapa sopan, Raka to the point alias blak blakan berkata seperti itu.


Dirga menatap datar Raka


"siapa lo" tanya Dirga cuek dan tentu saja singkat dan padat, Dirga mengernyit dahi heran.


"Siapa ni bocah, tampang udah kaya preman pasar" batin Dirga .


"Heh ... Gue sapa? " beo Raka lalu terkekeh singkat


"Gue Raka , Raka Ferdian ..." lanjut Raka .


Dirga masih melihat Raka dengan ekspresi awalnya, bahkan Ia sudah siap-siap angkat kaki ingin segera meninggalkan gang tempatnya berdiri saat ini.


"Ngabisin waktu aja" batin Dirga


" Nggak kenal..." ujar Dirga lalu melangkah kan kakinya meninggalkan Raka yang masih diam di tempat


" Dan Gue nggak perduli" Lanjutnya, pada saat posisinya ada di samping Raka pas sekali di telinga sehingga membuat Raka Emosi , Raka memcoba tenang dengan mengepalkan kepalan tangannya kemudian tersenyum sinis


" Heh ... Cupu pengecut, selamanya cuma jadi pecundang" ucapan dari Raka yang mengejek membuatnya hampir Terprovokasi, dan jika Ia tidak memiliki kendali kuat mungkin saja saat ini kepalan tangannya sudah mendarat indah di pipi Raka.


Dirga menghentikan langkah kakinya sejenak kemudian menolehkan Kepalanya kebelakang, tanpa membalikan badan Dirga hanya memberikan balasan yang membuat Raka tambah kesal


" Ya ... Dan pecundang adalah orang yang lebih dulu teriak pecundang, dasar pecundang Cih ..." ujar dirga lalu meludah jijik.


Dirga pun akhirnya benar benar meninggalkan gang tersebut, serta Raka yang sedang menahan rasa kesalnya. Namun tersenyum sintinglah setelahnya yang terlihat, sebab merasa senang menemukan orang yang sebelas dua belas dengannya.

__ADS_1


" Nggak buruk banget buat permulaan" batin Raka sinting.


Raka kemudian melangkah kan kakinya meninggalkan tempatnya saat ini menuju rumah sahabatnya siapa lagi kalau bukan Faro ... Sambil bersiul Raka melangkahkan kakinya ringan, menuju Mobil untuk tancap gas ke rumah Faro yang tidak terlalu jauh dari Sekolah.


__ADS_2