
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat (karena author suka yang detail)
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Saat ini dirga dan kiara sedang berada di first class lounge bandara internasional incheon untuk menunggu pesawat yang akan membawa mereka terbang kembali ke kota S.
Bawel kepunyaan nya dirga sedang duduk manis sambil cekikikan di hadapan layar handphone nya.
Sedangkan ia sendiri sedang mengerjakan sesuatu di laptop nya, sambil mengamati tingkah menggemaskan yang di keluarkan bawel nya di depan sana.
Duduk berjauhan, tidak ingin dekat dengan nya dan saat ia bertanya, seperti biasa ia akan menampilkan cengiran gigi kelinci nya dan bilang
" No... Curhat antara perempuan tidak boleh ada laki-laki , kalau kamu perempuan ayok kita bergabung "
Entah apa yang di bahas tapi yang pasti sejak sampai dan menunggu di bandara, kiara akan menampilkan ekspresi yang berbeda beda di tiap menit nya.
Kadang cikikan, mengerutkan kening bingung, kaget atau juga tersipu.
Emang yah perempuan itu mahluk yang kaya akan ekspresi... Apa lagi ekspresi kalau di ra...
Bletak
( jangan sementang author nggak nongol ajakin ngobrol jadi tambah mesum ya, heh wahai dirga yang mesum nya kebablasan. Apasih thor kan belun selesai ngomong, sewot aja)
Oke inti nya mahluk tuhan sejenis betina itu ekspresif dan selalu benar, itu yang dirga tahu.
" Aku mau ke toilet yank" ujar kiara tiba-tiba, membuat ia menaikan pandangan nya dari layar laptop ke wajah kiara yang melihat nya minta izin.
Semenjak kejadian yang dirga seumur hidup nggak ingin terjadi lagi, kiara akan meminta izin nya jika mau pergi dan tidak ada ia yang menemaninya.
" Oke, jangan lupa bawa tas nya" balas dirga mengingatkan kiara.
" sip... Hehe..." balas kiara, menganggukan kepala nya imut dan terkekeh lalu sedikit berjalan cepat sepertinya ada urgent.
" Dasar....." gumam dirga, lalu balik menghadap layar laptop nya dan mengerjakan pekerjaannya.
" kalau ini selesai, bisa luangin waktu beberapa hari males malesan di kamar sama kiara " batin dirga sumringah.
Kiara memasuki bilik toilet dan untungnya karena lounge tempat nya menunggu termasuk ruang vip jadi ia tidak perlu mengantri saat di toilet, meski masih ada beberapa yang hilir keluar masuk.
Ia melihat ke arah cermin toilet dan melihat pantulan wajah nya yang masih baik-baik saja tapi tidak dengan foundation di leher nya.
Kiara bersemu dengan noda merah menghiasi kedua pipinya, saat mengingat perkataan dirga sewaktu mereka selesai bercerita dan berlanjut memainkan beberapa ronde permainan .
Selagi bermain dirga tidak henti mengucapkan kata cinta untuknya dan bilang tidak pernah bosan menyentuhnya,padahal kemarin malam mereka sudah menghabiskan malam panas berulang kali.
" Apasih... Dasar dia nya aja yang mesum kuadrat, lihat bahkan aku sudah bilang untuk tidak menambah jumlah love mark nya masih saja tatap menambah.
Yang kemarin aja belum hilang semua, gini caranya bagaimana bisa aku nutupin dari mama dan mami nanti" gerutu kiara kesal, saat ia melihat di leher, pundak, dan dada nya sudah tercipta lagi (yang kata dirga) maha karya paling indah.
Bahkan ia harus memekik kesal saat ia sedang mandi dan membersihkan bagian paha dalam nya juga di temukan love mark yang ternyata sudah hampir memudar tercetak di sana lebih dari 5.
Kiara ngamuk tentu saja, tapi suami nya malah dengan santai nya berkata..
" loh... Kamu baru ngeliat yank, padahal itu first mark dari aku loh, tapi kamu kan udah kasih hukuman sama aku, jadi nggak boleh marah lagi loh"
Jangan lupa di ikuti alis nya yang bergerak naik turun dan senyum mesum nya seperti biasa.
" untung cinta " gumam kiara kemudian tersenyum malu.
Setelah mencuci tangan dan mengerikan tangan nya di mesin pengering tangan.
Kiara hendak membalikan badan nya dan Pada saat berbalik ia tidak sengaja menyenggol bahu seseorang yang tiba-tiba ada di belakangnya, hingga kiara agak terdorong ke belakang membentur pinggiran washtafel sedangkan yang ia tabrak sedikit terdorong tapi untung nya tidak jatuh.
" aww....ukkhh..." pekik kiara menahan sakit,
" Maaf, apa ada yang sakit?"
Sebelumnya
Fayana sedang berjalan ke arah toilet yang ada di lounge vip bandara incheon.
__ADS_1
Hari ini ia akan pulang ke kota S, kebetulan daddy candy nya membelikannya tiket pesawat first class untuk penerbangannya hari ini.
Sesampainya faya di toilet ia melihat seseorang di depan cermin yang sedang menggerutu sambil melihat area leher yang ia perhatikan terdapat merah ke unguan dengan jumlah yang sangat banyak.
" itu kiara kan"
Faya pun menghampiri dan berdiri di belakang kiara yang tidak memperhatikan sekitar, kemudian membalikkan tubuh nya tanpa melihat ia yang ada di belakang nya, sehingga kiara pun menabrak bahu nya membuat ia terdorong sedangkan kiara sendiri membentur pinggiran washtafel.
" Maaf, apa ada yang sakit?" tanya faya saat mendengar pekikan dari kiara.
" Kamu..." seru kiara kaget, saat melihat faya di depan nya.
" Kiara, kamu di sini juga" ujar nya pura-pura kaget
" Ah... Iya, aku hari ini pulang" balas kiara, mencoba biasa saja, biar bagaimana pun faya pernah menolong nya.
Dan lagian kesalahan masa lalu nggak perlu di sangkut pautkan dengan saat ini, yang lalu biarlah berlalu.
" Wahh sama dong, aku juga mau kembali ke kota S" ujar faya semangat, ia tidak menyangka akan ada kebetulan seperti ini.
" Oo.... Bagus dong, kalau gitu aku balik ke lobby dulu yah" balas kiara seadanya.
Entah lah ia merasa tidak nyaman saja, apalagi ia sudah berjanji pada suami nya jika ia tidak akan menemui atau jika pun bertemu untuk tidak terlalu akrab.
" Buru buru banget sih, ngobrol dulu yuk... Aku kan sudah lama nggak pulang ke kota S.
Aku mau tanya tanya nih..." ujar faya, mencegah kiara yang hendak melangkahkan kaki nya meninggalkan dirinya saat ini.
" nggak mungkin dong dirga udah cerita, setahu gue sih dirga orang nya dingin dan tertutup " batin faya menebak
" Eeumm... Gimana ya faya, aku nggak enak nih ninggalin suami aku sendiri" ujar kiara menekan kata suami agar faya mengerti
Deg..
" Lagian aku malu, aku lagi nutupin ini nih" lanjut kiara berbisik di dekat faya saat ia sudah berdiri di samping faya, dengan tangan menunjuk leher nya yang terdapat noda merah tertutup alas bedak yang tadi ia perbaiki.
Deg..
" sialan...." batin faya marah saat kiara menunjuk leher penuh kiss mark yang pastinya dari dirga kepadanya dengan tanpa malu malu .
" Aku duluan yah, semoga selamat sampai tujuan.." ujar kiara ceria, saat melihat ekspresi berbeda dari faya saat ia menunjukkan tanda kepemilikan dari dirga di leher nya.
" blehhh.... Malu maluin perempuan aja" gumam kiara menyerupai bisikan sehingga hanya dirinya lah yang bisa mendengar.
Faya yang di tinggalkan begitu saja oleh kiara menganga tidak percaya, apa benar kiara yang kemarin ia temui adalah kiara yang tadi di depannya?
Kemana ekspresi manis, malu malu dan polos saat kemarin ngobrol dengan nya?
Kenapa bisa berubah, meski tidak terlalu kentara.
Seakan punya sinyal jika ia sedang melakukan pendekatan buruk dengannya.
" jadi maksudnya dia mau pamer, heh..." ujar faya sinis, memandang kiara dengan tatapan tajamnya.
Kiara sampai di depan pintu ruang vip tempat dirga menunggu, kemudian membuka nya perlahan setelah merubah raut wajah nya menjadi ceria lagi.
Meski tadi ia bilang untuk melupakan, namun nyata nya alarm tanda bahaya sebagai perempuan selalu memperingatinya, sehingga ia pun dengan tidak tahu malu menunjukkan sesuatu yang privasi ke hadapan orang luar apalagi itu faya.
" huh...apa ini yang di sebut posesif?" batin kiara penasaran kemudian mengangkat bahunya acuh dan segera duduk di pangkuan dirga saat melihat dirga yang serius melihat ke arah layar laptop nya.
" Masih lama ya take off nya?" tanya kiara manja, dengan tangan menusuk nusuk pipi dirga jahil menuai kekehan dari dirga.
" Pesawat nya delay sayang, Lagian kamu ngeyel sih.... Ada pesawat sendiri yang gratis masih mau yang bayar tiket " balas dirga, menjepit hidung mungil kiara gemas menuai pekikan sakit dari kiara.
" Yak.... Sakit yank, ja'at banget ...rasakan ini ..". Gumam kiara kesal kemudian mencubit dada dirga kuat, membuat dirga yang di cubit mendesis sakit.
****** susu nya nyeri, di cubit kiara yang kesal karena ulah ja'at nya tadi.
" lagian kenapa di cubit sih, kenapa nggak di **** kan lebih enak " batin dirga edan, tangan nya mengusap area dada nya berulang ulang sambil melihat kiara yang saat ini beranjak dari pangkuan ya dan duduk di sebelah nya dengan pipi menggembung ngambek.
" Naik pesawat pribadi atau komersial, sama aja tuh... Sama-sama nggak ada orang lain selain pramugari yang bolak balik" dumel kiara yang terdengar lucu.
" si bawel kenapa pengen rame rame sih, yang ada malah nggak bebas mesra mesraan nya"
Batin dirga heran.
__ADS_1
Skip
Akhirnya dirga dan kiara berada di pesawat yang akan membawa mereka pulang ke kota S, dan perjalan sudah setengah nya.
Kiara seperti biasa bercerita ini itu dengan dirga yang di jawab oleh dirga cerita juga, tapi kiara sengaja tidak memberi tahu dirga tentang pertemuannya dengan faya agar dirga tidak khawatir terhadap nya.
Dirga sendiri akan berubah menjadi orang yang terbuka jika itu kiara, apapun pertanyaan dari kiara mau tentang dirinya ataupun keluarga nya, bagaimana ia dulu semua di ceritakan dengan terbuka.
Dirga mau kiara tahu pelan pelan tentang dirinya melalui ia sendiri tanpa perlu tahu dari orang lain, terlebih itu pihak yang tidak bertanggung jawab yang ada di luar sana.
Jadi sebisa mungkin dirga akan selalu mengatakan apapun yang terjadi dengan nya, agar tidak ada kesalah pahaman diantara mereka kelak di masa mendatang.
Cukup sekali ia membohongi kiara saat belum menjadi suami, jika saja saat itu ia tidak menutup nutupi kebenaran yang sesungguhnya, mungkin tidak perlu ada kesalah pamahan dengan bumbu mantan di tengah nya.
6 Jam kemudian, suara pemberitahuan dari awak kabin pesawat yang di tumpanginya, mengumumkan jika sebentar lagi pesawat akan landing di bandara internasional kota S.
Dirga melihat ke samping di mana ada kiara yang tertidur di samping nya dengan lelap, sehingga membuat ia tidak tega untuk membangunkannya.
" hei... Sayang, bangun... Sebentar lagi landing nih..." bisik dirga sambil menepuk pelan pipi gembil milik kiara.
Kiara belum bangun maski sedikit terusik dan bergerak hanya untuk perpindah posisi.
" wah... Nantangin" batin dirga dengan senyum aneh nya
Dirga pun melakukan suatu hal, agar bawel gendut tukang makan nya segera bangun, meski ia sendiri bisa menggendong kiara hingga gerbang gate arrival nanti.
Dan
Kecup.. kecup... Jilat... Jilat... **** ****
Iya... Dirga yang emang mau nya mesum terus pun mengecup bibir kiara.
Berawal dari kecupan, lalu menjilati kemudian mengemut dan yang terakhir adalah membawa masuk bibir kiara ke dalam mulut nya untuk di makan dengan gemas, sehingga membuat kiara yang sedang tertidur pun seketika membuka mata nya dan melotot horor, saat melihat dirga dengan senyum tanpa dosa nya melepas bibir nya di akhiri dengan bunyi
MUUACHHH
yang keras dan basah.
Kiara yang masih melotot horor hanya bisa bengong , belum sadar dari tidur nya pasca di bangunin dengan cara yang luar biasa oleh dirga.
" sebentar lagi landing" ujar dirga santai, kemudian menghapus jejak basah di dagu nya dan kembali mencium nya sekilas saat ia hanya diam bengong tanpa mengeluarkan suara apalagi protesan.
" kurang yah? Kok diem aja" tanya dirga dengan seringai menjengkelkan, sebelum kiara dengan barbar mencubit sekujur badan dirga yang langsung memekik sakit tapi tetap terkekeh saat mendengar gerutuannya.
" dirga kampret, dirga mesum, mesum kuadrat, nggak tahu malu, mesum garong, awas ya aku aduin ke mama, kamu jahatin aku terus bla.. Bla.. "
Dan gerutuan lainya, yang intinya mengatai nya mesum dan tak tahu malu.
" hahaa.... Iya ampun, bentar lagi landing nih nanti lanjut di kamar aja " ujar dirga di sela sela pekikan dan kekehan nya dan tentu saja kiara yang mendengar nya bertambah kesal.
Dan akhirnya 15 menit yang tersisa sebelum landing mereka habis kan dengan kiara yang menyiksa dirga dan dirga yang di siksa kiara.
Menyisakan pramugari yang dari awal melayani penumpang first class satu satu nya di pesawat tempat mereka kerja, merona malu dan terkikik geli saat melihat adegan kekerasan tapi sebenarnya romantis di saat bersamaan.
" jadi mereka ini yah yang kemarin naik pesawat first class, waktu si anu cerita ada pasangan pengantin baru yang mesra banget itu " tanya si pramuka 1 ke si pramugari ke 2
" iya... Berarti berita yang di televisi itu bukan pencitraan ya?"
"benar.... Bla bla.."
Dan mari kita tinggalkan saja mereka yang sedang asyik bergosip mengenai pasangan romantis di sana.
Saat ini dirga dan kiara sudah ada di gate arrival, berjalan ke luar di mana mama dan mami nya yang saat ini sedang melambai tangan heboh menyambut kedatangan nya saat mereka sudah terlihat.
Kiara yang emang sudah merindukan kedua mama nya segera berjalan cepat, meninggalkan dirga yang sedang mendorong troli berisi koper pakaian dan hadiah yang di beli mereka saat berada di korea kemarin.
Koper yang awal nya mereka bawa hanya 1 namun lihat sekarang kenapa ada 3 dengan printilan berupa kotak besar berisi boneka teddy bear hasil beli dari teddy bear museum park.
" gue di tinggal sendiri... Wah nggak bener nih"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti kisah selanjutnya yaa
Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya serta vote dukungan nya
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih