
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kiara saat ini sedang menikmati makan siang nya di restoran dekat kantor nya berada.
Selain Di temani musik melalui headset nya, kiara juga di temani oleh sang kekasih melalui chat.
Sayang sekali dirga sedang sibuk karena ia sekarang sedang mempersiapkan meeting terakhirnya jadi tidak bisa bertelpon ria.
Padahal kiara sudah melarang tapi nama nya juga dirga, ia tetap menolak dan ingin menemani kiara walaupun hanya melalui chat yang tidak langsung di balas.
" dasar keras kepala, hihi" dumel kiara tapi ujung ujungnya terkikik juga.
Ia senang di sela sela kesibukan dirga, ia masih jadi prioritas.
Bahkan dulu waktu pertama kali kiara menempati posisi direktur di kantor nya dirga yang sedang di perjalanan pulang dari kantor nya pun bela belain mendengar curhatan kiara tentang melelahkan nya pekerjaan sebagai direktur.
Dengan sabar juga dirga menjelaskan bagaimana menyikapi pekerjaan nya.
" ehh... Ngomong ngomong tentang direktur, sampai sekarang aku belum cari tahu tentang dirga seperti kata elisa waktu itu" gumam nya kaget, kiara lupa jika ia memiliki penyakit yang nama nya pelupa.
( kenapa penyakit nya sama seperti dirga ya... Cieeee...)
" nanti deh sampai kantor aku buka internet" ujar nya kemudian kembali membaca dan membalas pesan balasan dari dirga.
Sedang asyik menyantap makanan nya kiara di kaget kan dengan sebuah kopi di susul dengan seseorang yang menduduki kursi di depan kiara.
" eh... Sorry aku ma... Ronald" kalimat dari kiara terganti dengan pekikan pada saat menyebut kan nama teman dari mantan nya.
" tidak lagi"
" hai..." sapa Ronald singkat kemudian menyeruput kopi yang di beli nya dengan pelan.
" hai" balas kiara singkat.
10 menit kemudian, baik kiara maupun Ronald tidak ada yang buka suara.
Kiara yang berpura pura (emang) sibuk dengan ponsel nya dan Ronald yang melihat ke arah kiara sesekali menyeruput kopi nya.
Merasa jengah dengan kelakuan dan suasana canggung yang tercipta, akhirnya kiara mengalah
" ada apa" tanya kiara sopan
Ronald dulu dekat kiara, bahkan jika saja sahabat nya (kaisar) tidak lebih dulu bilang menyukai cewek di depan nya saat ini Ronald pasti sudah mendekati nya.
Tapi sayang Ronald bukan teman yang suka berebut.
Lagian ia bersyukur karena kaisar akhirnya mendapatkan kiara.
tapi sekarang ia tidak tahu masih harus bersyukur atau menyayangi hubungan kedua nya.
" kamu duduk di depan aku bukan cuma mau numpang minum kopi sambil liatin aku kan" tanya kiara jutek meski sedikit narsis tapi ia yakin jika dari tadi Ronald selalu melihat kearah nya.
" apa sih mau nya" batin kiara sebel.
Hey... Dia tahu siapa Ronald jadi jangan salah kan ia kalau ia jutek dengan orang yang punya hubungan dengan masa lalu nya.
Meski Ronald tidak bersalah tapi entah kenapa ia sebal melihat apapun yang berhubungan dengan kaisar.
" jutek banget, sama seperti kaisar yang sekarang" jawab Ronald acuh plus nggak nyambung nya.
" apa sih... Aku nggak mau cari masalah ya. Jadi tolong kalau kamu nggak ada perlu kamu bisa pergi cari tempat duduk lain karena aku lagi mau sendiri" cerecos kiara tanpa henti membuat Ronald pun terkekeh merasa lucu dengan kiara yang ngomel tapi tangan dan mulut nya tidak lupa mengunyah makanan milik nya.
" pantes aja si kai masih tergila gila sama lu ra" batin Ronald kagum tidak sadar senyum nya terbit seperti orang gila
"apa sih senyum senyum, gila ya " tanya kiara judes.
" khe... Lu lucu ra, dari dulu nggak berubah. Nggak pantes kalau muka lu di pasang muka judes kayak gitu" balas Ronald membuat kiara menggembungkan pipi nya lucu.
" apa sih... Nggak lucu ah ron,ada perlu apa" tanya kiara tapi suara nya tidak sejutek tadi lebih lembut sedikit.
" gue boleh minta waktu bentar kan ra, tapi nggak di sini" tanya Ronald membuat kiara penasaran.
" kenapa emang nya kalau di sini?" tanya kiara penasaran.
" lu nggak sadar ya di ikutin sama orang" jelas Ronald membuat kiara refleks melihat sekeliling dengan pandangan takut.
" apa maksudnya ron, aku merasa biasa aja" jawab kiara polos
" tentu saja yang nama nya mata mata ya pasti nggak keliatan"
" oke itu nggak penting, tapi gue mau cerita dan gue butuh tempat yang lebih private" balas Ronald
" gimana bisa nggak" lanjut Ronald sedikit memaksa
Kiara berfikir sejenak, antara mengiyakan atau menolak.
Di lihat dari sikap dan raut wajah Ronald seperti nya cerita ini memang penting dan pribadi
" hufff...apa boleh buat".
" oke... Di mana?" tanya kiara setelah menerima ajakan dari Ronald.
" ikut gue" ajak Ronald tanpa basa basi.
Ronald memberi kode agar kiara mengikuti nya lewat pintu belakang, membuat anak buah dari dirga kehilangan jejak dari kiara.
__ADS_1
Setelah merasa aman Ronald menggiring kiara masuk ke dalam mobil nya kemudian membawa kiara ke tempat yang hanya ia dan kaisar tahu.
"kita mau kemana ron, kenapa aku pake di umpetin segala" tanya kiara takut sekaligus heran dengan sikap Ronald.
" gue cuma mau lu denger cerita gue dengan nyaman, bentar lagi sampai kok" balas Ronald
Benar saja tidak lama kemudian Ronald memberhentikan mobil nya di sebuah panti asuhan.
" kenapa kamu bawa aku ke tempat terpencil ini ron, ini panti asuhan kan?" tanya kiara heran di akhir kalimat nya.
" ya... Masuk yuk" jawab dan ajak Ronald.
Kiara mengikuti Ronald dalam diam, ia memperhatikan sekeliling nya di mana ada bangunan yang ia yakini sebagian kamar terbukti dari jendela yang terbuka memperlihatkan tempat tidur bertingkat dan taman bermain anak anak.
Di sekeliling nya ada taman bunga dan juga pohon besar membuat kiara merasa nyaman.
Ronald di sambut belasan anak anak beragam usia mulai dari lima sampai belasan tahun dengan senyum lebar nya.
" nahh... Anak anak beri salam untuk kakak kiara" perintah nya kepada anak anak yang langsung menyerbu nya dengan sapaan dan pertanyaan nya yang membuat kiara terkekeh karena kelakuan juga pertanyaan lucu untuk nya.
" kakak kiara siapa nya kak ron"
" kak kiala umul na belapa"
" kak kiara"
" kak kiara"
Kiara pusing mendengar rentetan kalimat dari anak anak di depan nya, untung saja Ronald segera menghentikan nya
" sudah anak anak, sekarang kakak kiara nya kakak ron pinjem dulu. Sekarang kalian bermain saja" perintah Ronald yang di hadiah sorakan protes dari anak anak membuat kiara pun terkekeh lagi
" kalian jangan khawatir nanti kalau sudah selesai kita maen lagi ya" usul kiara dengan suara ceria membuat anak anak pun bersorak senang.
Setelah anak panti asuhan berhamburan untuk main kini tinggal menyisakan kiara dan Ronald.
" jadi" tanya kiara singkat
" masuk dulu" ajak Ronald kemudian membawa kiara menemui kepala panti.
Akhirnya di sini lah kiara saat ini,
Di sebuah ruangan dengan dinding di hiasi banyak foto dimana salah satu foto terdapat seseorang yang sangat ia kenal
" apa maksudnya ini ron" tanya kiara tidak sabar
" dengerin gue sampe selesai ya ra, jangan di sela" ujar Ronald yang tentu saja membuat kiara tambah penasaran
" janji" tanya Ronald
" oke" jawab kiara pasrah dari pada penasaran
tapi gue cuma nggak mau di sini kaisar yang menanggung semua nya sendiri.
Gue bakal terima kalau kaisar abis ini hajar gue atau musuhin gue sekali pun.
Oke gue mulai ya
Berawal dari masalah perusahaan keluarga kaisar yang hampir colaps.
kaisar di sudut kan oleh papa nya yang mengancam akan mencabut pengobatan mama nya kaisar kalau kaisar tidak menuruti apa mau papa nya.
Kaisar sendiri nggak tahu apa keinginan dari papa nya,
Tiba tiba ia di ajak papa nya untuk makan malam bersama perusahaan yang kata nya mau memberi bantuan dana besar untuk perusahaan keluarga nya.
Di situ kaisar akhirnya mengetahui apa maksud dari pertemuan saat melihat melisa ikut dalam acara makan malam nya.
Syarat yang harus ia tanggungan demi keluarga nya.
Kaisar bertengkar dengan om darius karena mau menolak nya. Tapi sekali lagi kaisar kalah karena tante mira jadi ancaman pamungkas andalan untuk membuat kaisar tunduk .
Lalu seperti yang kamu tahu kaisar berubah, kaisar menjalani hubungan dengan melisa.
Awal nya kaisar kira semua akan aman aman saja selagi kamu nggak tahu tapi ternyata nggak semudah itu kaisar salah langkah.
Melisa bukan cewek baik, dia licik dan penuh tipu muslihat.
Melisa mengancam akan membahayakan lu ra kalau kaisar nggak patuh dengan keinginan melisa.
Kaisar emosi dan membantah keinginan dari melisa.
Dan terbukti lu waktu itu di kerjai oleh anak buah melisa.
" bukan kah seperti itu?" tanya Ronald di sela sela cerita nya.
Kaisar akhirnya pasrah dan ikut permainan melisa.
Kaisar terpaksa mencumbu melisa di depan lu ra.
kaisar berpura pura bosen dan muak sama lu ra, bahkan kaisar bilang kalau lu itu nggak bisa muasin hasrat nya itu karena terpaksa. karena bagi kaisar keselamatan lu yang terpenting.
Kaisar sedikit lega waktu lu pergi menjauh dari nya, seenggak nya melisa nggak akan nyakitin lu lagi itu fikiran kaisar.
Dia rela lu benci asal lu nggak di apa apain melisa.
Puncak nya saat tante mira meninggal.
Kaisar hancur, kaisar terpuruk ra, kaisar menyesal dengan semua yang terjadi.
__ADS_1
Kaisar kehilangan mama nya yang paling dia sayang.
Akhir nya seperti yang lu tahu ra.
Kaisar pergi lebih menjauh dari lu mencoba untuk melupakan lu tapi ternyata nggak bisa kaisar tetap cinta sama lu walau dia tahu kalian nggak akan bersama lagi.
Kaisar belajar mati matian, lupa segalanya untuk bisa jadi kaisar yang sekarang.
Kaisar bukan kaisar yang ceria lagi semenjak nggak ada lu dan tante mira di sisi nya.
Kaisar bahkan bertekad mau menghancurkan om darius.
" jadi gimana menurut lu ra? Apakah setelah lu tahu alasan sebenarnya tentang kaisar lu masih ngejauhin kaisar dengan kejam nya?
Seenggak nya kasih dia kesempatan buat memperbaiki kesalahan masa lalu nya dan meminta maaf ra " ujar Ronald menasihati kiara yang kini terdiam dengan air mata mengalir.
Kiara mendengar dengan seksama penjelasan dari Ronald dari awal hingga akhir.
Kiara sedih karena baru mengetahui masalah yang di lalui kaisar.
Air mata nya mengalir tanpa bisa di cegah bahkan nasihat dari Ronald pun tidak bisa ia dengar dengan jelas.
Fikiran nya di penuhi dengan penyesalan, kenapa dulu kaisar tidak berterus terang kepada nya, malah memilih melindungi nya.
" jadi perbuatan kamu dulu itu cuma sandiwara, ternyata kamu selalu mencintaiku, bahkan hingga sekarang masih menyimpan perasaan cinta untuk aku" batin kiara sedih.
" ra... Gue udah selesai,
Lu mau pulang atau main dulu sama anak anak?" tanya Ronald saat kiara sama sekali tidak menggubrisnya.
Yang di lakukan kiara hanya terdiam dengan air mata mengalir.
" semoga kedepannya lebih baik buat lu kai" batin Ronald tulus.
" ra.. Hei kiara" tegur Ronald lebih kuat saat kiara masih belum merespon panggilan nya.
" ah... Maaf maaf" ujar kiara kemudian menyeka air mata nya buru buru.
" nggak apa-apa, jadi mau langsung pulang atau main dulu" tanya ulang Ronald
" pulang saja" jawab kiara singkat dengan suara lirih nya.
" Oke. Yuk..." ajak Ronald
Akhirnya Ronald mengantar kembali kiara ke depan gedung kantor kiara.
" makasih ya ra... Udah dengerin curhatan gue" ujar Ronald
"iya" balas kiara singkat dengan senyum tipis nya.
Ronald meninggalkan kantor kiara menuju kantor kaisar karena ia memang sengaja izin dengan alasan darurat yang syukur nya di perolehan oleh kaisar.
" semoga kai nggak curiga" batin Ronald mencoba tetap tenang.
Kiara tidak kembali ke kantor nya melainkan pulang ke rumah nya, ia sekarang dalam kondisi tidak bersemangat.
Bahkan handphone nya yang dari tadi berdering pun ia acuhkan.
Kiara sedang ingin sendiri tanpa ada yang ganggu.
Kiara tidak ingat bagaimana ia bisa dengan selamat sampai rumah nya dan berjalan dengan pandangan kosong.
Bruk..
Kiara menjauh kan tubuh nya di atas spring bed milik nya kemudian menangis sejadi jadinya.
Ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi terhadap nya.
Saat ini bukan lagi benci yang ada di hati kiara untuk kaisar tapi lebih ke iba.
Bagaimana bisa kaisar mencintai nya dengan cara seperti itu.
Bagaimana bisa kaisar mengorbankan kebahagiaan nya untuk keluarga dan dirinya.
Kiara merasa menjadi perempuan paling egois karena terlalu berfikir jika ia lah yang paling menderita tanpa memikirkan jika kaisar lah yang sebenarnya lebih banyak menderita.
Bahkan saat mama nya pergi meninggalkan kaisar selama nya kaisar tetap tegar.
" hiks... Hikss... Kai maafin aku kai" gumam kiara dengan isakan nya yang semakin menjadi
Di Eropa dirga blingsatan karena panggilan nya tidak di terima oleh kiara.
Anak buah nya pun melapor jika kiara pergi dengan seorang teman yang tidak di ketahui identitas nya.
Bahkan papa mertua nya pun bilang jika kiara tidak pulang sehabis makan siang.
"kamu di mana ra" ujar dirga cemas.
Dirga tidak memikirkan diri nya sendiri, bahkan perut nya bunyi minta di isi pun tidak ia hiraukan.
Saat ini di fikiran nya hanya ada kiara
. " ya tuhan apa yang terjadi"
Gumam dirga bertambah cemas.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung
__ADS_1