
Maaf bila typo mengganggu saat membaca
Dan
Ada sedikit adegan rate Ⓜ (mesum)
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Brukk..
Kiara dan Dirga jatuh di atas ranjang, dengan posisi Kiara yang di ada di di bawah tubuh Dirga.
" Ouchh ...." pekik Kiara merasakan berat tubuh Dirga di atasnya.
Melihat Kiara yang kesakitan karena tertimpah berat Badannya, Dirga pun segera menggunakan kedua tangannya, untuk menyangga beratnya dan kemudian melihat Kiara dengan pandangan khawatir
" Kamu nggak apa-apa Ra? " tanya Dirga, dengan suara khawatir yang kentara.
" Nggak apa-apa kok Ga! " balas Kiara dengan tangan yang ia letakkan di dada Dirga, memisahkan jaraknya dengan Dirga, agar tidak terlalu menempel dengan Badannya sendiri .
Dirga memandangi Kiara , yang saat ini sedang berusaha mendorong Dadanya agar menyengkir dari atasnya.
" Kenapa? " tanya dirga, dengan alis terangkat sebelah.
" Kok kenapa?" balas Kiara, saat melihat raut wajah biasa aja dari yang bersangkutan, malah sekarang Dirga makin menekan tubuhnya, sengaja menimpah Kiara di bawahnya.
" Ih ... Udah dong, berat ih.. Awas Ga" lanjut Kiara yang merasakan, lanjutan aksi sableng Dirga.
" Apa sih emang aku ngapain? " tanya Dirga polos
" Yak ... Jangan pura-pura nggak ngapa ngapain, itu tangan ngapain coba" pekik kiara, saat lagi-lagi merasakan tangan Dirga, yang kini menjahili bagian telinganya.
" Jangan telinga, Aha Ha ... Ha .. Stop ih Ga
, Gel ... Gelliii jangan di situ juga" pinta Kiara saat tangan Dirga menggelitiki pinggangnya.
" Ini hukuman untuk Kamu, udah ngerjain Aku " ujar Dirga, menikmati kegiatannya saat ini.
__ADS_1
" Ha ha ha... Iya iya maaf... Udah ampun Ga"
kiara berusaha menghalau tangan Dirga, yang kini Berada di pinggangnya dengan cara meronta-ronta bahkan kakinya ikut meronta, agar Dirga segera melepaskannya. Namun, Dirga yang Notabennya seorang pria, tentu saja tenaganya lebih kuat,Sehingga rontaan Kiara pun masih bisa di tahannya.
" Hayoo, Bilang apa dulu" tanya Dirga membuat Kiara menyerah
" Iya oke ha ... Tapi hahaha lep lepasin aku dulu" balas Kiara di sela tawanya.
" Good Girl " ujar Dirga. Kemudian menghentikan kelitikannya, Namun tidak sedikit pun beranjak dari atas tubuh Kiara. Tangannya Ia letakkan di samping kiri dan kanan tubuh Kiara , menyangga bebannya sambil melihat Kiara, yang saat ini sedang mengatur nafasnya di sertai wajah yang memerah kehabisan nafas akibat ulah dirga.
Tawa dan Nafas Kiara pun sudah normal lagi, kini Kiara balas memandang Dirga, yang sedari tadi melihatnya, lalu mengerucutkan bibir imut dan memukul dada Dirga dengan manja.
" Jahat ih.." ujar Kiara ngambek, mumbuat Dirga pun tersenyum senang. Melihat ekspresi Kiara, yang menurutnya selalu membuatnya tidak pernah bosan.
" Jahat kenapa" tanya Dirga , lalu tangannya menyingkirkan anak rambut yang berantakan, menutupi wajah cantik Kiara saat ini
" Kamu jahat, kan kepala aku sakit kamu jitak tadi" balas Kiara , dengan bibir masih mengerucutkan lucu. Membuat Dirga pun, harus Ekstra menahan diri, agar tidak mengikuti fikiran Sesatnya yang sudah sejak awal hinggap di Otak cerdasnya
"Huft .... Kenapa Lu nggak sadar posisi sih, masih aja pasang Pose minta di anu" batin Dirga frustrasi
" Humm ... Oke aku minta maaf" ujar Dirga dengan suara serak.
" Iya Aku minta maaf" balas Kiara singkat
" Dan sudah aku bilang, jangan pasang raut Wajah seperti itu" lanjut Dirga, dengan suara yang semakin serak dan berat
" Wajah gimana sih Ga? " tanya Kiara dengan polosnya.
" Wajah Aku emang kaya gini! " lanjut kiara kemudian meraba wajahnya sendiri
" Emang wajah polos itu gimana sih" tanya batin kiara bingung, yang terlihat di mata Dirga sunggu menggoda iman.
Grepp
Dirga menggenggam Tangan kiara, yang tadi ada di wajahnya sendiri. Untuk di bawa ke samping kanan kiri kemudian menggenggamnya erat, di lanjut dengan wajahnya yang semakin maju, menuju ceruk leher Kiara kemudian meniup telinga Kiara sensual.
" Wajah kamu Yang sekarang itu buat aku jadi berfikiran yang Iya-iya sama kamu, asal kamu tahu" bisik Dirga dengan suara lirih, membuat Kiara harus menahan rasa geli bercampur anehnya dengan sekuat tenaga
" Ga ... Ehnnn" kalimat Kiara tergantikan dengan desahan lirih, saat Dirga dengan tiba-tiba menjilat belakang daun tinga Kiara dengan gerakan lambat.
__ADS_1
" Emhhh ... Aku nggak mak... Emhhh maksud gitu Ga " elak Kiara yang saat ini berusaha menahan desahannya, akibat sensasi asing yang belum pernah ia rasakan
" Kenapa rasanya aneh sekali, apa yang sedang di lakukan Dirga " batin kiara menengadahkan kepalanya ke atas, yang adalah sebuah kesalahan karena secara tidak langsung ia telah memberi akses lebih pada dirga di area leher nya saat ini
" Emhh ... Stop it uhhhhh" pinta Kiara, di sela-sela desahannya, yang semakin menjadi karena Dirga memberikan sentuhan sentuhan di area Sensitifnya saat ini.
Mendengar ucapan Kiara, Dirga pun menghentikan sejenak aktivitasnya. Kemudian memandang Kiara, yang saat ini sedang memejamkan matanya, dengan bibir di gigit yang membuat Dirga membatin dengan satu kata " sexy" saat melihat raut wajah menggoda yang Kiara sajikan.
" Kamu yang minta" ujar Dirga membuat kiara yang tadi memejamkan matanya pun, melotot kaget dan bibir yang hendak membuka ingin bertanya pun menjadi kesempatan Dirga, untuk mencium dalam. Lidahnya ikut menyusup mengelitik rongga atas dalam mulut Kiara, membuat Kiara merasakan Sensasi asing namun nikmat bersama,
Dirga menggoda, mengajak Kiara yang masih Pasif dalam ciumannya.
" Balas Ra dan jangan lupa bernafas! " perintah Dirga di sela-sela ciuman panasnya, membuat Kiara sedik demi sedikit ikut ambil alih, dalam perang Lidahnya dengan Dirga dengan gerakan lambat, namun mampu membuat Dirga mengerang tertahan, di ikuti geraman rendahnya.
" Fak .... Ini bahkan lebih nikmat dari dugaan Gue " batin dirga mengumpat
" Gini masih belum cukup" Lanjutnya tidak puas dengan hanya sebuah ciuman panas.
Mendengar geraman rendah dari Dirga, entah mengapa membuat Kiara merasa bangga
"Kenapa rasanya seperti ini, Aku pun nggak sanggup menolaknya, ini terlalu nikmat" batin Kiara heran dengan kelakuannya saat ini. Ia menikmati sesuatu, yang dulu tidak pernah Ia Fikiran dalam sebuah hubungan Asmara. Bahkan Mantannya dulu, tidak pernah melebihi sekedar pegang tangan dan cium Pipi.
Selang beberapa menit, Dirga mengakhiri ciumannya karena Kiara mendorong Dadanya dengan kuat
" Hah .. Hah ... Hosh..." desah Kiara ngos-ngosan akibat kegiatan Kissingnya bersama Dirga.
" Kamu hosh .. Hosh ... Kamu jago banget ya ciuman, udah berapa Perempuan yang pernah ciuman sama Kamu?" tanya Kiara, dengan nafas memburu. Tidak tahu kenapa, Ia menanyakan ini dan tentu saja Ia merasakan perasaan sakit di Hatinya, membayangkan jika bukan hanya Ia Perempuan yang pernah merasakan Bibir Dirga
" Cih .. Kok kesel ya? " umpat kiara.
Dirga tersenyum miring, mendengar pertanyaan Kiara.
" Sepertinya ada yang cemburu"
" Menurut kamu?" tanya Dirga balik, yang tentu saja membuat emosi Kiara Tiba-tiba naik
" Pertanyaan bodoh, tentu saja banyak perempuan yang akan dengan suka hati, membuka baju Mereka buat di jamahnya". Batin Kiara emosi, entah dari mana Ia mendapatkan kekuatan, untuk mendorong dirga dari atas tubuhnya. Sehingga Dirga berguling kesamping, di susul kekehan yang terdengar menjengkelkan di telinga Kiara.
" dasar playboy mesum" umpat Kiara, kemudian bangkit berdiri bersiap pergi. Namun, Lagi-lagi Dirga berhasil menahannya dan membawanya lagi jatuh ke dalam pelukan tubuhnya dengan posisinya terbalik.
__ADS_1
" Lepasin aku Ga! " ujar Kiara, namun tidak di dengar, malahan membuat Dirga semakin terkekeh. Akibat tingkah Cemburu dari Bawel kesayangannya saat ini.