
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kiara senang bertemu dengan Sahabat dari Kekasih barunya, apalagi bisa kenal dan ngobrol akrab seperti ini. Meski pun kebanyakan Raka yang menemaninya berceloteh, sedangkan faro lebih banyak menggangguk dan bergumam, Entah kenapa Kiara seperti terbiasa dengan semuanya.
"Sepertinya kebanyakan gaul sama Dirga, jadi nggak sebel lagi denger jawaban berupa gumaman" batin Kiara memperhatikan Faro dan Raka yang duduk di depannya, tidak lama kemudian Kiara baru menyadari Aura yang lagi-lagi sama dengan waktu itu, waktu ia dan Dirga di acara Festival.
" Aura apa ini, kenapa berubah gini" batin Kiara yang baru merasakan hawa neraka, berbeda dengan 2 Orang yang di depannya, yang kini sudah mengeluarkan keringat dingin di dahinya.
Kiara melihat ke samping, di mana Dirga duduk diam dengan senyum di wajahnya. Namun, tidak dengan sorot mata dan wajah lempengnya.
" Kenapa dengan Dirga, aku nggak pernah liat orang senyum tapi matanya penuh dengan emosi" ujar Kiara dalam hati kemudian menepuk lengan Dirga lembut
Puk
" Kamu kenapa Ga ?" tanya Kiara sambil menelengkan kepala ke kiri di sertai pose imutnya, membuat Dirga yang tadi mengeluarkan aura Gloomy menjadi cerah seketika, apalagi saat melihat Kiara menampilkan Pose imut minta di Ehem. membuat Dirga yang gemas pun, tidak segan segan menganiaya pipi chabi Kiara.
gyuut...
Dirga mencubit kedua pipi Kiara gemas, membuat Kiara merintih kesakitan, serta dua pipi chabi Kiara pun harus rela berubah warna dari putih menjadi merah merona
" Ouch ... Sakit Ga ... Lepasin ih" seru Kiara. Sambil berusaha melepaskan tangan Dirga, yang masih betah nemplok mencubit pipinya dengan keras.
" Nggak mau Sayang, soalnya ini Favorit Aku! " balas Dirga cuek semakin kurang ajar.
" Gaaaa .... Aku gigit nih, Lepasin" ancam Kiara pada saat Dirga semakin semangat, menganiaya pipi kesayangannya.
" Nggak perduli, emang kamu berani? Coba nih coba" balas Dirga malah sekarang bukan hanya pipi kiara yang di garap, melainkan tangannya sudah nemplok di rambut Kiara hendak menjahili rambut yang sudah di Sisir rapih oleh Kiara ,
krauk....
__ADS_1
Bunyi kerupuk, eh salah itu bukan bunyi kerupuk yang renyahnya serenyah suara Dirga , yang memekik kesakitan akibat gigitan Kiara yang nggak main-main, itu adalah bunyi dari suara kulit tangan Dirga, yang di gigit Kiara bar-bar.
Salahnya sendiri mengira Ia main main, Kiara kesal dan bertambah kesal, pada saat Dirga tertawa di atas penderitaannya. kemudian yang selanjutnya terjadi ya seperti itu tangan Dirga pun menjadi Korbannya
( Ck ck ck .... Kasihaaaan )
" Akh ... sakit sayang! " pekik Dirga, sambil mengusap tangannya yang kini terlihat meninggalkan jejak dua gigi besar seperti kelinci, korban gigitan Kekasih Bawelnya.
" Pantes aja demen sama kelinci, Giginya bahkan mirip kelinci, tambah bikin gemes ajah" batin Dirga kemudian memasang tampang usilnya
" Kenapa tangan yang di gigit sih yank? kenapa nggak yang lain misalnya di...." ucapan Dirga terputus, saat tiba-tiba saja sebuah Kentang Goreng melayang ke arah kepalanya.
tuk.
" Cih ... Nyamuknya terbang " ujar Raka dengan Watadosnya pada saat melihat dirga yang diam di sertai hawa membunuhnya.
Di saat bersamaan
Raka bernafas lega, pada saat melihat Dirga mengubah hawa Gloomynya, menjadi cerah bersinar S**ligh yang terlihat menyilaukan di Matanya.
" Cih ... Berasa kayak Obat Nyamuk , yang di samping sok sibuk, yang di depan bikin iri, terus gue ngapain. Mana Handphone gueY tinggal di Kantor " batin Raka misuh-misuh sendiri, pada saat melihat pemandangan di sekitarnya.
" Lagian ni Songong marah cuma karena Ceweknya ngobrol sama Gue , dasar Posesif " batin Raka sebel, pada kelakuan unik Dirga.
Raka gabut sendiri , lalu ikut mencomot Kentang di meja dengan gerakan bar-bar, sambil menikmati pemandangan Lovely-dovey dengan pemeran utama Dirga dan Kiara.
"Berasa dunia milik berdua" batin Raka membuat Faro, yang duduk di samping nya
mengangkat alis sebelah heran dengan kelakuan raka.
" Tumben ni bocah nggak reseh" batin Faro, memperhatikan Raka yang diam saja melihat pemandangan di depannya, meski tidak dengan Mulut dan tangannya yang memakan Kentang Goreng dengan gaya sembarangan.
__ADS_1
" Yaaa .. Seenggaknya dia nggak gang... Doh... Baru aja di bilangin udah cari perkara aja " lanjut Faro dalam hati bernafas lega, namun menjadi Khawatir pada saat Raka dengan tampang minta di belainya, melempar potongan Kentang tepat di kepala Dirga.
" Mampos " ujar Faro bersiap dengan segala kemungkinan, saat Raka dengan Watadosnya ngajak dirga Gelut dengan ucapan lempengnya
" Cih ... Nyamuknya terbang" ujar Raka santai, yang dari sudut pandang Faro, sebentar lagi akan ada adegan yang melibatkan tenaga dan Keringat di dalamnya.
Bletak....
Dirga yang sedang emosi melampiaskannya, dengan cara melemparkan sebuah sendok ke arah Raka yang dengan Sigap menahannya. Namun tidak cukup beruntung, karena tetap mengenai sedikit bagian Atasnya
" Akh ... Njiw, sakit coeg" pekik Raka kemudian menghadap ke arah Kiara, meminta pertolongan dengan memasang tampang seperti Anak Guguk yang teraniaya.
" Ra ... Dirga jahat banget, kan kepala Aku jadi sakit" Lapornya membuat dirga mengumpat
" Fak .... Ouch" umpatan Dirga berubah pekikan sakit, raka yang melihatnya pun tersenyum penuh Kemenangan
"Emang bales dendam itu mengasyikkan. khu ... hu ... hu. " batin Raka tertawa setan mengasihani Dirga yang saat ini sedang di aniaya balik oleh Kiara , jangan tanya faro sedang apa, biarkan ia dan Notebooknya berduaan dengan segala urusannya.
" Di larang mengumpat Sayang, coba ulangi" ujar Kiara dengan suara seram, serta tangannya yang saat ini sedang mencubit pinggang Dirga sayang ( kejam),
" Ouuch...Sorry Sayang nggak lagi, ampun Yank .." pinta Dirga memelas
"Bangke ... Gara-gara Raka ini, gurih banget cubitannya"batin Dirga merasakan nikmatnya cubitan maut dari Kiara , dengan mulut yang tidak henti mengucapkan permintaan maaf.
Khu hu hu.... Rasakan-rasakan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan kemana-mana,tunggu kelanjutan nya yaaa....
Sempatkan tulis komentar dan tekan jempol nya yaaa
__ADS_1
Sampai babai
Lanjut gendong bayi kembar lagi