Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Bunga bunga misterius


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Golden weak kiara telah usai.


Kini kiara kembali lagi melakukan rutinitas


nya apalagi kalau bukan bercumbu,


Jangan ngeres dulu maksud saya bercumbu dengan kertas laporan loh.


Di meja nya saat ini telah menanti tumpukan kertas laporan yang minta di jamah.


" welcome to the hell" gumam kiara kesal saat melihat aneka warna map laporan yang terlihat indah di pandangan nya.


Sedang fokus fokus nya membaca laporan kiara di ganggu dengan dering telpon kantor yang ada di atas meja nya.


Kring.. Kring..


Klik.


" hum..." gumam kiara


"....."


" bunga? Siapa pengirim nya?" tanya kiara penasaran.


"......"


" oke... Antar ke ruangan saya


Kamu tanda tangan langsung aja nggak apa-apa" balas kiara


"......."


" iya, terimakasih"


Tut


" siapa yang kirim bunga, nggak mungkin dong kalau itu dirga. Dia kan lagi di Eropa" gumam kiara penasaran.


" ah.. Nanti juga tahu " ujar kiara dengan mengangkat bahu acuh


Tok... Tok...


" masuk" sahut kiara


Kemudian muncul lah qori asisten nya dengan membawa sebuket besar bunga anyelir berwarna merah di kedua tangannya.


" ibu kiara, silahkan bunga nya" ucap qori


" mau di letakkan di mana bu" lanjut nya bertanya.


Kiara bangkit dan berdiri kemudian berjalan menghampiri qori lebih tepat nya bunga yang di bawa kori.


"aneh banget dari sekian banyak jenis bunga kenapa harus anyelir" batin kiara heran.


Kiara mengambil alih bunga di tangan qori


" nggak ada kartu pengirim nya" tanya kiara heran


" maaf bu, saya kurang tahu" balas qori sopan


" um.. Oke deh, makasih ya qori kamu bisa kembali bekerja" ujar kiara


Qori pun berjalan ke arah pintu dan meninggalkan ruangan kiara.


Kiara memperhatikan dengan seksama buket bunga di tangan nya.


Terselip note kecil di tengah tengah buket dan jika tidak teliti mungkin tidak akan terlihat.


" kartu ucapan.... Tapi nggak ada namanya" gumam kiara pelan,


Kiara berjalan menuju sofa dan meletakkan bunga di meja sedangkan ia membuka dan membaca note kecil tersebut


_____________________


**Untuk mu yang selalu aku cinta


Anyelir ini menggambarkan perasaan aku


Selama nya akan seperti itu**


_______________________


Kiara membaca note itu dengan gumaman kecil,


" anyelir.... Apaan sih" ujar kiara bingung.


" kenapa tulisan nya seperi nggak asing y" lanjut nya penasaran.


Kiara meletakkan note kecil itu di laci meja nya.


Kemudian melupakan begitu saja


" orang iseng kok niat banget sih" batin kiara tidak ambil pusing.


Keesokan hari nya


Bunga lain pun sampai di ruangan kiara dan kali ini bunga


" bunga apa sih ini,

__ADS_1


Bentuk nya kecil kecil tapi lucu " gumam kiara dengan bibir yang meniup niup kecil bunga di tangan nya.


" kamu tahu ini bunga apa qor" tanya kiara penasaran kepada qori



"ohh... Itu kalau ngga salah nama nya baby emhh...oh ya Baby breath bu" jawab qori sedikit agak lupa.


" untung inget ada baby baby nya gitu.."


Batin nya lega senang karena bisa mengingat dan menjawab pertanyaan dari ibu direktur di depan nya.


" oh... Baby breath " ujar kiara dengan mengangguk angukan kepala mengerti.


" ya sudah kamu boleh kembali, terimakasih ya qori" lanjut kiara kemudian qori pun meninggalkan kiara sendiri.


" ada note nya lagi" gumam kiara dengan tangan yang mengambil note kecil di tengah tengan buket bunga


" tetap nggak ada namanya" gumam kiara kecewa.


______________________


*Untuk yang aku cintai


Baby breath ini ungkapan terdalam aku*.


______________________


" apa maksudnya" gumam kiara tidak mengerti.


Hari berlanjut, berbagai macam jenis bunga selalu di terima kiara.


Dan ini sudah yang ke tujuh kali nya.


" sebenar siapa pengirim bunga ini" gumam kiara dengan tangan memegang buket bunga dan kali ini bunga mawar berwarna peach



______________


*Untuk kamu yang kucintai


Kamu tahu mawar peach cocok dengan


Segala yang ada pada mu*


_________________


" ini udah keterlaluan... Aku nggak boleh nerima bunga yang lain lagi" gumam kiara cemas.


Skip


Kiara sampai di rumah pukul lima sore dan


Sedang rebahan santai sambil memikirkan masalah pengirim bunga misterius tersebut.


Di saat sedang memikirkan dan takut akan kedatangan bunga bunga misterius itu tiba-tiba handphone di samping nya bergetar


Melihat nama dirga di layar handphone membuat rasa cemas kiara menghilang meski sedikit.


Klik.


" haloo" sapa kiara mencoba untuk terdengar biasa saja


" aku nggak boleh bikin dirga khawatir" batin kiara.


" are you oke dear....( kamu baik-baik saja sayang)" tanya dirga to the point saat mendengar nada suara kiara yang berbeda.


Kiara menghela nafas, antar bersyukur dan tidak bersyukur memiliki kekasih kelewat peka.


" i'm oke sweat heart.... Bagaimana kabar kamu di sana" jawab dan tanya kiara mengalihkan kenyataan yang ada.


Di sebrang telpon sana dirga merasa ada yang salah ,


" sepertinya ada yang di sembunyi kan" batin dirga curiga


" aku baik baik saja.... Bagaimana dengan mu" balas dirga bertanya.


" hehe aku juga baik....." balas kiara dengan kekehan yang sudah sangat di rindukan oleh dirga.


" i miss you so bad.... ( aku kangen banget sama kamu)" ujar dirga membuat kiara yang mendengar nya tentu saja merona dengan jantung dang dung dang dung


" miss you too ga " balas kiara dengan senyum yang tidak bisa di lihat namun bisa di rasakan oleh dirga.


" aku tahu kamu lagi senyum... Iya kan " tebak dirga tepat sasaran


" hehe..." yang di balas kiara kekehan renyah nya.


" tau aja kamu" ujar kiara malu


" kamu yakin nggak ada yang terjadi selama aku nggak ada di sana" tanya dirga khawatir (lagi)


"nggak ada sayang" balas kiara manja, berharap dengan ia membalas dirga dengan manja maka dirga akan percaya.


" oke.... Fine" aku udah tahu tanpa kamu kasih tahu ra, tapi sepertinya kamu tidak terbuka sama aku " jawab dan lanjut dirga dalam hati.


" nggak ada apa-apa kok ga, serius.... Aku baik-baik saja ummm tapiiii " ujar kiara menggantung


" ceritain nggak yaaa" batin kiara bimbang


" tapi apa sayang, kamu cerita atau aku cari tahu dengan cara sendiri hummmm?" ancam dirga membuat kiara terpaksa menceritakan masalah nya namun tidak benar benar memberi tahu semua nya kepada dirga.


" iya aku cerita.... Jadi gini selama seminggu ini aku bla bla bla.... "


Dan mengalir lah cerita kiara tentang bunga misterius tapi kiara tidak menceritakan tentang notes kecil yang terselip di antara buket bunga.

__ADS_1


Di Eropa tepat nya di kantor sementara dirga saat ini waktu menunjukan pukul sebelas siang.


Waktu paling sibuk yang di jalani dirga saat ini namun dirga tetap menyempatkan diri menghubungi kiara.


Walau pun sibuk Dirga tetap mendengar cerita dari kiara dengan seksama, tidak ada yang terlewat.


padahal saat ini tangan dan mata dirga sedang fokus mengerjakan rancangan dan desain baru yang sedang di tangani nya.


Dengan headset Bluetooth di telinga nya dirga seakan sedang berbicara dengan biasa saja padahal tangan dan mata nya singkron bergerak tanpa hambatan.


Dani, yang di depan nya saja sampai berdecak kagum memperhatikan cara kerja dirga yang luar binasa .


" ckckckc... Yang jenius mah beda ya" batin nya kagum


Belum lagi dirinya yang sesekali akan menjelaskan sesuatu jika bos nya menanyakan tentang dokumen lainya.


Tambah kagum nya lah ia..


Seakan semua anggota tubuh dirga itu di ciptakan multifungsi oleh yang kuasa .


Terdengar lebay sih tapi jujur ia salut sekali dengan kinerja bos nya.


Jika ia yang ada di posisi bos nya, mungkin saat ini sudah keluar busa dari mulut nya sangking tidak sanggup menanggung otak nya yang sudah overload.


Ckckck.....


" pak... Waktu nya makan siang" tegur dani pelan mengingat kan jika saat ini sudah memasuki jam istirahat


Tentu saja maksudnya menegur halus jika ia juga butuh istirahat.


Kaki nya pegal karena menunggu bos nya yang sedang bertelpon ria dengan kekasih nya yang ada di kota S.


"seengak nya izinkan gue merasakan empuk nya permukaan sofa bos" batin nya nalangsa dengan pandangan mata memelas.


Dirga tidak menggubris, ia hanya mengangkat telapak tangan nya kode jangan di ganggu


" cih...." batin dani berdecih kesal


" mulai saat ini jangan terima kiriman apapun jika tidak ada nama pengirim, kamu ngerti kan sayang?" tanya dirga tegas


"iya aku ngerti" jawab kiara pasrah


" aku pastikan besok nggak ada lagi yang kirim kamu bunga atau benda aneh aneh lagi" janji dirga


" iya, aku percaya sama kamu" balas kiara yakin


" oke.. Aku tutup telpon nya, kamu istirahat jangan tidur larut" ujar dirga


"oke... Bye honey" balas kiara kemudian mengucapkan salam perpisahan


" bye.... I love you" ujar dirga


"love you Too"


Tut tut


Dirga mengakhiri telpon nya setelah kiara selesai bercerita.


" seenggak nya dia sudah mulai terbuka" batin dirga di ikuti senyum tipis nya, tipis sekali hingga dani yang di depan nya pun tidak bisa melihat nya.


"dan..." panggil dirga ke asisten nya


" iya pak" jawab nya singkat namun tegas


" tempat kan lagi beberapa orang di sekitar kiara, aku nggak mau kecolongan lagi.


Kamu tahu apa yang terjadi satu minggu ini?" ujar dirga bertanya


" maaf pak saya lengah" balas dani,


Tadi ia (tidak) sengaja mendengar percakapan antara bos dan nona nya.


" hn... Kali ini saya maafkan,


Dan jangan lupa perketat penjagaan di sekitar kiara. Saya nggak mau ada serangga mencuri madu milik saya Walau pun setitik"


Jelas dirga menggunakan kiasan namun cukup di mengerti oleh dani selaku orang yang sudah lama bekerja sebagai asisten dirga.


" baik... Segera laksanakan" jawab dani tegas.


Kemudian undur diri untuk segera melaksanakan tugas dari bos nya.


" nambah kerjaan kan, duhhhh gusti" dumel dani yang tentu nya dalam hati mana berani dia langsung ceplos


Kalau sampai terdengar alamat gajinya di potong sampe abis.


Di kantor sementara nya dirga memikirkan cerita dari kiara.


Bisa bisa nya dia sampai kecolongan... Apalagi kejadian nya berlangsung hingga seminggu


" ******* tu orang, rupa nya cari mati" gumam dirga emosi


" cih.... Kita lihat mau sampai kapan lu berbuat bodoh" Lanjut nya nya berdecih.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nanti kan terus kelanjutan nya


Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya yaaa...


Terus dukungan vote nya


Terimakasih


Sampai babai

__ADS_1


__ADS_2