
Happy reading vrohh....
¶¶¶¶¶¶¶¶
Suasana hening saat menunggu kelanjutan kalimat dari Dirga, mereka menanti dengan ekspresi penasaran yang kentara di raut wajah mereka.
"Jadi begini ..." Dirga menjeda kalimat yang akan di keluarkanya.
Ia menghela nafas sejenak, berharap apa yang akan di sampaikannya saat ini akan di terima oleh kedua keluarga, baik keluarganya maupun keluarga Kiara.
"Saya ingin melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan Kiara dengan cara Saya sendiri,Saya akan Membuat Kiara menyukai Saya tanpa harus ada paksaan dari Keluarga. Saya memang berniat melanjutkan perjodohan ini, namun ini bukan semata karena perjodohan atau paksaan, tapi Saya menginginkan perasaan tulus dari Kiara sendiri, dengan begitu dalam perjodohan ini tidak ada yang merasa di paksa," Dirga menjeda lagi kalimatnya ingin melihat Ekspresi dari masing-masing wajah semuanya , kemudian Ia tersenyum.
" Dan juga saya tidak ingin memaksa perasaan Kiara , biarlah semua mengalir apa adanya. Tapi akan Saya pastikan jika Kiara memutuskan untuk memilih saya, maka saya pun tidak akan melepasnya dengan mudah!" Lanjutnya dengan yakin.
Mereka yang mendengar baik Mama dan Papanya Dirga, bahkan Kakek serta Mama Papanya Kiara pun tersenyum Bahagia. Mereka merasa tidak salah memilih Calon suami untuk Kiara kesayangan Mereka.
Suasana sedikit sunyi, setelah Dirga menyudahi kalimatnya
Kakek Bagus berdehem untuk meminta perhatian, kemudian Ia menanyakan langkah selanjutnya kepada Dirga yang menjawab dengan tenang.
"Lalu ... Apa yang akan Kita lakukan, apakah Nak Dirga perlu bantuan?" tanya Kakek Bagus
"Tidak ada ... Saya percaya kalau Saya bisa mendapatkan Kiara, tanpa campur tangan Kakek dan Semuanya." balas Dirga tegas dan percaya diri.
Kakek Bagus tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
"Tidak salah lagi, memang keturanan Wijaya sahabatku lah, satu-satunya yang pantas untuk mendampingi Cucu kesayanganyaku" batin Kakek Bagus bahagia.
"Baiklah ... Kakek setuju untuk menyerahkan semuanya kepada Nak Dirga, Kakek percaya bahwa Nak Dirga akan melakukan yang terbaik untuk Kiara , dan tentunya tidak akan mengecewakan Kita semua, bukan begitu Nak Dirga?" tanya Kakek Dirga, meminta kepastian dan Fandi yang dari tadi menjadi pendengar setia pun angkat bicara
"Semoga ini yang terbaik," batin Fandi berharap.
"Benar ... Tapi jika Nak Dirga gagal mendapatkan Kiara dengan tulus, menggunakan cara paksa serta menyakiti perasaan Kiara, maka Saya sendiri yang akan turun tangan" ujar Papa Fandi, dengan nada rendah serta aura yang mencekam mengancam Dirga.
Bukan apa-apa, Ia hanya ingin yang terbaik untuk Princess kesayangannya. Maka dari itu kali ini Ia akan mencoba untuk percaya kepada Dirga .
Mendengar pernyataan dari Kakek dan Papa dari Kiara, Dirga pun menelan slavia gugup.
"Njirr ... Belum apa-apa udah dapat ancaman seperti ini," batin Dirga merinding.
Dirga memantapkan lagi hatinya dan meyakini keputusannya,lalu Ia mengangguk pasti.
Jawaban tegas dari Dirga membuat Mama Sarah tak kuasa untuk terisak, Ia bahagia saat akhirnya tahu ada laki-laki yang nantinya akan menjaga Putri kesayanganya.
"Semoga indah pada waktunya," batin Sarah berharap.
"Terima kasih Nak Dirga, selanjutnya jangan sungkan untuk minta bantuan.Tante tentu saja akan membantu semaksimal mungkin," ucap Sarah sambil tersenyum kecil.
"Tentu saja .... Terima kasih, Tante!" balas Dirga dengan senyum kecil.
Papa hendri dan mama putri pun turut bahagia, biarlah saat ini mereka menjadi pendengar dan mengikuti apa rencana Anaknya, namun Mereka juga berjanji akan selalu ada di belakang Dirga untuk membantunya dari balik layar.
__ADS_1
Dirga kemudian melanjutkan kalimat yang belum sempat di ucapkannya.
"Oh ya ... Setelah ini jika Tante,Om atau pun Kakek menghubungi Kiara,Saya harap siapa pun yang Menelpon jangan sampai menyinggung masalah Insiden tabrak Mobil yang di alami Kiara, saya takut rencana ini akan gagal dan Kiara akan curiga dan biarkan seperti tidak ada yang terjadi," jelas Dirga panjang lebar
Mereka semua mengangguk kepala paham, saat mendengar alasan Dirga yang masuk akal.
"Baik, Kakek paham," ujar Kakek bagus yang sependapat dengan usulan Dirga.
Flasback off
"Semoga saja Kiara bisa memaklumi dan merasakan perasaan tulus Dirga ya Pah!" ujar Sarah berharap, setelah mengenang sedikit pembicaraan rahasia antara Dirga dan Keluarganya.
Sarah Berdoa untuk kebaikan keduanya di masa yang akan datang nanti.
"Tapi tetap saja Mama Khawatir, Papa tahu sendiri kan, bagaimana sifat Kiara? " lanjut Sarah sedikit khawatir .
"Ya Papa tahu, tapi semoga saja apa yang kita inginkan terkabul Semuanya ya Mah ... Amin!" balas dan Doa Fandi.
"Amin!" lanjut Sarah
Mereka pun mengabarkan berita ini kepada Sang Kakek, yang saat ini sedang menikmati suasana pagi di belakang rumah.
\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisahnya ...
__ADS_1
Hatur nuhunnn