Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Tahan iman


__ADS_3

Happy reading vrohh...


¶¶¶¶¶¶


"Hah!!!"


Nginggg!!


Seketika telinga Dirga berdenging, saat mendengar pekikan dengan suara membahana milik Kiara.


"Ya Tuhan, ada yah cewek suaranya sama seperti toa masjid!" batin Dirga kagum.


"Biasa aja kali Kiara, seperti apa saja!" seru Dirga mendengus kesal.


Kiara terkekeh kecil, saat melihat Dirga yang mengusap telinganya efek suara cetar miliknya.


"Habis Aku kaget sekali, kenapa nggak bilang waktu di telepon tadi?" tanya Kiara penasaran.


"Baru kepikiran, jadi yah gitu deh!!" balas Dirga apa adanya.


"Oh ... Oke deh, tunggu Aku yah!!" seru Kiara menyetujui.


"Oke!" balas Dirga senang.


"Aku tunggu di lobby," Lanjutnya.


"Sip!!"


Akhirnya Kiara menyetujui ajakan Dirga untuk makan siang bersama, walaupun masih belum hilang rasa kagetnya tapi Kiara juga tidak enak jika menolak, apalagi ini adalah ajakan sebagai teman.


Dirga menunggu kiara yang sedang berganti pakaian di lobby penginapan sambil memainkan handphonenya, Ia juga sedang mengirim pesan kepada salah satu anak buahnya, untuk mempersiapkan tempat makan spesial dalam waktu singkat.


Hari ini Dirga akan membawa Kiara makan siang di rumah makan Khas Desa nuan, tapi ada sesuatu yang spesial apakah itu? kita tunggu saja nanti.


"Semoga suka," gumam Dirga berharap.


Sekitar lima belas menit kemudian Dirga melihat Kiara turun dari tangga menuju ke arahnya, membuat senyum tipis hingga di bibir kaku-nya.


"Sudah siap?" tanya Dirga saat Kiara di depannya.


"Siap!!" balas Kiara senang.


kemudian mereka meninggalkan penginapan dengan menaiki kereta kuda, Dirga bilang tempat yang akan mereka tuju agak lumayan jauh.

__ADS_1


Kiara mencoba menanyakan di mana tempat mereka makan nanti, namun Dirga hanya menjawab dengan senyum dan berkata ...


"Mau tau ya? Mau tau aja!!"


Jawaban yang sungguh mengesalkan.


Sudah bikin kesal, pake acara rahasia-rahasiaan segala.


"Mengesalkan sekali," batin Kiara mencibir.


Dirga melirik ke samping, melihat Kiara yang saat ini sedang mencebikan bibir imut. Demi Tuhan Ia harus menahan diri, untuk tidak melahap habis bibir tebal milik Kiara saat ini juga.


"Sialan," batin Dirga galau.


Biar bagaimanapun Ia laki-laki, melihat cewek yang di sukainya menampilkan ekspresi imut adalah hal yang paling menggoda imannya.


"Cih ... Tunggu aja sampe Lu jadi istri Gue, Gue bakal garap Lu sampe panen" batin Dirga nista.


"Nggak usah monyong-monyongin tuh bibir Ra, udah monyong kok dari sananya" ujar Dirga meledek.


Kemudian mencubit gemas pipi kanan Kiara menggunakan sebelah tangannya, lalu Ia juga iseng mengacak rambut yang sudah di ikat rapih dengan sengaja, ingin membuat Kiara berlipat- lipat kesal padanya.


"Rasakan!!" seru Dirga sengaja.


"Ih ... Dirga jahilnya nambah, Aku turun nih nggak mau ikut kamu makan siang. Lihat rambut Aku jadi berantakan!" omel Kiara kesal.


Sambil merapihkan ikatan rambutnya, kiara mengomel dengan suara kecil, sebal karena kejahilan Dirga kepadanya


"Huh dasar reseh, jahil, jahat, kan rambutnya acak-acakan!!" gerutu Kiara kesal.


Dirga tidak kuasa untuk menahan tawanya, saat mendengar gerutuan dari orang di sebelahnya.


"Ha-ha-ha!!!"


Memang Dirga tidak tertawa terlalu keras, tapi bagi Kiara yang mendengarnya entah kenapa tawa Dirga terdengar begitu bahagia.


Entah kenapa seakan tawanya kali ini adalah tawa tulus pertama, sejak mereka bertemu dan menjalani hari bersama.


Kiara Sedikit mengetahui bahwa Dirga bukanlah orang, yang akan mengeluarkan ekspresi seperti itu dengan mudahnya.


"Ga ... Kamu tampan deh kalau tertawa tiap hari seperti itu!"


Mendengar pujian dari Kiara untuknya Dirga hampir saja menarik bibirnya ke atas membentuk sebuah senyum.

__ADS_1


Namun tidak lama saat mendengar lanjutan kalimat dari Kiara, bukannya senyum tampan yang terbit malahan senyum jengkel.


"Tapi sayang tiap hari cuma bikin kesel, jadi tampannya hilang di gantikan dengan sosok Shinigami , Yuck ... Alias jelmaan iblis,Ha-ha-ha-ha"


Sekarang gantian Kiara yang tertawa, setelah berhasil mengolok Dirga seperti jelmaan iblis.


"Hoooo jelmaan iblis ya? Dasar," batin Dirga sedikit senang.


"Oi-oi jelmaan iblis dari mananya ... Rabun ya? coba kamu perhatiin lagi wajah Aku dengan seksama, yang ada hanya wajah sempurna ciptaan Tuhan tahu!" seru Dirga narsis.


Mendengar balasan Dirga yang terdengar super narsis, Kiara Auto muntah di tempat.


"Hueekkks ... Dirga please deh ngaca, nggak punya kaca ya di rumah?Nanti Aku pinjemin deh ... Lagian kamu itu emang jahil seperti jelmaan iblis,buktinya hari pertama saat itu kamu tega biarin aku jalan jauh banget. Kan capek ... yah walaupun kamu gendong Aku sesudahnya sih, he-he-he-he ... " balas Kiara telak. Kemudian terkekeh saat mengingat Ia di gendong karena kelelahan.


Tidak terima dengan balasan dari Kiara yang benay adanya, Dirga pun membalasnya.


"Kamu saja yang lemah, baru jalan seperti itu sudah lelah," balas Dirga tidak mau kalah.


"Wajar dong ... Aku kan perempuan!" seru Kiara membalas.


"Eleh ... Pake bawa-bawa gender,dasar gendut!" balas Dirga meledek.


"Yah ... Aku nggak gendut, enak saja!" balas Kiara tidak terima.


"Gendut,"


"Yah, Dirga!!"


"Gendut!!!"


"Dirga!!!"


"Ha-ha-ha!!!"


akhirnya mereka pun menghabiskan waktu di perjalanan dengan saling mengejek dan menertawakan satu sama lainnya.


\=\=\=\=\=


Yooo ... Balik lagi bersama dirga dan kiara, penasaran sama selanjutnya ikutin terus kisahnya.


Salam hangat guys, sehangat minyak telon


Asyiiikkk.

__ADS_1


__ADS_2