Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Wicaksono atau wijaya


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Setelah mengetahui di mana dirga berada kiara segera pergi menggunakan taksi untuk sampai ke bar galaxy, tidak butuh waktu lama akhirnya Kiara pun sampai di depan bar galaxy.


Kiara turun dari taksi dan memasuki bar dengan perasaan takut dan gelisah.


Hey...ia baru ini loh menginjakan kaki nya di tempat seperti ini jadi wajar bila ia takut.


Di meja bartender kebetulan kiara melihat seseorang yang di kenal nya,


Iya di sana ada raka yang sedang berbincang denga tamu


Kiara menghampiri raka yang tidak melihat nya karena posisi nya yang membelakangi pintu masuk


Puk


" raka" panggil kiara dengan tangan menepuk bahu raka pelan.


Merasa nama dan bahu nya di tepuk raka pun menoleh kan kepala nya ke belakang ke arah di mana seseorang memanggil nama nya akrab


" eh... Kiara" seru raka kaget saat melihat kiara yang berdiri di hadapan nya saat ini.


" mau ketemu dia ya?" tanya raka tepat sasaran yang di jawab anggukan pelan dan senyum cantik dari kiara.


" um... Ada kan?" tanya kiara


" di atas nyoh, mau di antar?" tawar raka


" em... Nggak usah" jawab kiara cepat di ikuti kepala nya yang menggeleng pelan.


" oke... Nanti kamu dari sini lurus aja ketemu lift lantai 4 pintu ke 2 dari samping lift" jelas raka panjang lebar


" um... Oke" balas kiara mengerti dan kemudian tersenyum hingga lesung pipi nya terlihat, meninggalkan raka bersama seorang tamu yang melihat nya lapar.


" mau gue yang nyolok tuh mata atau dirga bikin perusahaan lu bangkrut" tawar raka sadis saat melihat tamu nya yang lumayan kaya tapi mata keranjang sedang menatap kiara dengan tatapan menjijikan.


" dirga wijaya yang itu?" tanya laki laki di depan nya sebut saja brian dengan nada Penasaran.


" iya..." jawab raka singkat


" emang apa nya?" tanya bria kepo


" tunangan nya.. Banyak bacod lu ah, gue tinggal dulu mau nyamperin yang lain"


Balas raka santai


Meninggalkan Brian yang terpaku dengan muka pucat nya


"hiyyyyy... Ogah berurusan sama wijaya,


Kemarin aja wiratmadja tiba-tiba bangkrut apa lagi gue, yang masih kelas teri"


Kiara berjalan sesuai petunjuk dari raka dan sampai di lantai 4.


" eumm... Yang ini kan, kamar pintu ke dua dari pintu lift" gumam kiara bingung saat melihat pintu di depan nya.


Di lantai 4 ada 4 pintu dengan jarak berjauhan.


" semoga benar" gumam kiara pelan


Tok... Tok.. Tok...


Dirga yang sedang galau ngumpet semedi di kamar pribadi nya yang ada di bar milik join nya sama raka dan faro.


Saat ini dirga sedang menghadap laptop nya hanya sekedar melihat laporan dari dani tentang...... (yang ini rahasia)


" good, akhirnya berhasil" gumam dirga senang.


Ngomong ngomong dirga belum mandi efek galau jadi mager bawaan nya ( bohong author bilang air lagi mahal dan sumber air belum dekat. Berisik ga).


Setelah menutup file tanpa mematikan laptop nya dirga melenggang menuju kamar mandi untuk membersihkan kan badan nya.


(Dirga udah punya baju? Udah dani yang anter. Ooo)


Blam


pintu kamar mandi pun tertutup,


Setelah nya hanya suara air dari shower yang memenuhi ruang kamar milik dirga.


Ceklek


Tidak lama dirga keluar dengan handuk melilit bagian bawah tubuh nya dari pinggang hingga dengkul nya.


Menampilkan dada dan perut dengan kotak enam di sertai tetesan air dari rambut nya yang basah.


Dirga menghidupkan musik dari galeri musik handphone nya kemudian menghubungkan nya ke speaker Bluetooth.


Lagu dari exo - cbx berjudul for you mengalun dan dirga mengikuti setiap lirik nya.


Lagu nya hampir sama dengan perasaan nya saat ini,


Jujur aja sih dirga tidak seperti bawel kesayangan nya yang kemana mana harus mendengar musik, tapi ia suka mendengarkan musik jika sedang sendiri.

__ADS_1


Genre pop mulai dari lagu band asal Indonesia, mandarin, Jepang, Spanyol atau pun korea.


Sedang asik mendengar musik dan menggosok rambut basah dengan handuk kecil nya dirga di kagetkan dengan ketukan pintu dari luar kamar nya.


" siapa ni... Raka nggak mungkin ketukan nya lembut, faro lagi sibuk ngurus kasus perceraian pejabat yang ketahuan selingkuh.


Dani baru aja pergi,


( duh... Tinggal buka aja repot. Bicik ih thoy)


Tok.. Tok.. Tok...


" iya sebentar... Ck.. Ganggu aja "


Ceklek


" hai......."


Dirga diam antara kaget dan senang saat melihat orang di depan nya saat ini.


" duh... Gue masih mimpi tah"


" hai..... Aku di cuekin nih???" tanya kiara dengan pipi menggembung lucu


" kiara...." gumam dirga pelan


Tapi kiara mendengar dan kiara menggangguk untuk menjawab gumaman pelan dari dirga.


" kiara ak....."


.


" kyaaaaaa....." brugh


Eh... Ada apa kenapa kiara teriak?


Nanti dulu kita ke tempat lain dulu ya


Di ruang tamu kediaman wicaksono ada tamu sepuh dari keluarga wijaya.


Teman sepermainan dari kakek bagus, papa dari papa hendri, kakek dari dirga bernama kakek bakrie.


Yup... Dua kakek yang seharus nya sudah pensiun ini tapi masih keras kepala ingin bekerja sedang temu kangen.


Maklum sudah lama tidak bertemu karena kesibukan kakek bakrie, terakhir pekerjaan nya ada di Amerika dan baru beberapa hari ini ia pulang.


Baru juga pulang sudah ada masalah.


Ckckckc.....


" jadi anak yang nama nya wiratmadja ini yang bikin kacau hubungan cucu cucu kita?" tanya bakrie dengan suara seram nya.


" ya... Seperti itu lah.


Tapi syukur lah cucu ku sudah bisa menerima penjelasan dari kami sehingga ia tidak salah paham lagi" balas bagus senang.


Lihat binar mata nya tampak lebih bersinar


" apa perlu aku turun tangan?" tanya bakrie yang di jawab gelengan kepala dari bagus.


" nggak perlu, cucu mu sudah mengurus nya.


Jangan pura pura tidak tahu kamu" balas dan tebak bagus menuai kekehan dari bakrie


" cucu ku dari dulu nggak berubah, tetap selalu menyerang dengan agresif.


Dari itu aku percaya kan perusahaan kepada nya.


Sedang kan aku dan papa nya hanya memantau dan meneruskan apa yang sudah di dapat.


Dan lagi ia berbeda dari hendri.


Tanpa wijaya di belakang nama nya pun dirga sudah memiliki segala nya sendiri "ujar bakrie dengan nada bangga yang sangat terlihat jelas.


" ya... Sama seperti mu juga.


Perusahaan dua keluarga bisa langsung hancur dalam satu kali serang, benar benar khas seorang wijaya " balas bagus dengan nada sarkas nya. Ia merinding saat mengingat berita tentang kebangkrutan perusahaan wiratmadja yang tiba-tiba.


Dan bakrie bukan nya tersinggung malah terkekeh atas nada sarkas sahabat nya.


" sungguh mengerikan"


" lalu di mana menantu cantik ku?" tanya bakrie


" sepertinya sedang berduaan dengan cucu garong mu, huh" jawab bagus kesal dengan dengusan di akhir kalimat nya


" ha ha ha... Nama nya juga anak muda, seperti kamu tidak saja" balas bakrie santai menanggapi nada kesal dari bagus.


"lagian dari mana kamu tahu cucu ku garong heh?" lanjut nya bertanya


" enak aja garong, cucu gue bukan garong tapi maow"


" emang nya kamu saja yang punya anak buah, tentu saja dari orang suruhan ku.


Seenak nya saja nyosor cucu cantik ku" jawab bagus masih dengan nada jengkel nya


" loh bagus dong, bukannya biar kita cepat menimang cicit. Iya kan" seru bakrie semangat

__ADS_1


" benar juga apa kata mu bakrie...


Khu Khu khu....akhirnya kita bisa nimang cicit dari cucu kita" ujar bagus menyetujui pemikiran dari bakrie yang ikut tertawa bahagia bersama nya


" kalau cicit ku keluar nama di belakang nya harus wicaksono. Titik" ujar bagus tegas


(melantur ya kek, mending cucu cucu nya di nikahin dulu deh)


"enak saja tidak bisa begitu dong, harus wijaya" tolak tegas bakrie


" tidak tidak. Wicaksono" balas bagus keras kepala


" tidak bisa wijaya"


" wicaksono"


" wijaya"


( oi oi... Kenapa malah ngeributin nama. Belakang, kan author bilang nikahin dulu aja deh kenapa malah heboh sendiri)


" wicaksono"


" wijaya"


(oi... Aih...malah nambah heboh)


Oke kita biarkan para kakek dengan pertengkaran yang pasti nya tidak akan berujung, nggak usah di pisahin tunggu capek sendiri. Oke sip.


Kita balik lagi ke kamar dirga di bar galaxy.


" kyaaaaa......" brugh


Sebuah tas tangan melayang membentur area privasi dirga di mana tempat adik kecil dirga bersembunyi di balik celana pendek yang di kenakan dirga saat ini.


" akh..... Hampir saja pecah, kenapa teriak si sayang?" tanya dirga heran tangan nya memegang tas milik kiara yang tadi di lempar oleh kiara tepat ke arah milik nya berada


" ini aset masa depan cuy".


"handuk kamu melorot" jawab kiara cepat mata nya di tutup oleh kedua telapak tangan nya.


"ya ampun.... Kok bisa, uh malu".


Batin kiara dengan rona merah di pipi nya.


" ya nggak apa-apa kali sayang kan aku sudah pakai celana pendek di balik handuk aku heheh" jawab dirga santai dan terkekeh di akhir kalimat nya


" hihihi... Lucu juga ekspresi nya, gimana kalau gue nggak pake celana ya tadi. Ck... Sial"


(loh kok gitu ga? Hushh... Mau tau aja)


" eeee..." kiara tepekik malu kemudian mengintip sedikit dari telapak tangan nya dan menemukan dirga yang sudah memakai kembali handuk nya di pinggul nya.


" hampir saja... Fyuhh" gumam kiara lirih.


" mau masuk nggak?" tawar dirga


" um" gumam kiara kemudian mengangguk pelan dan melangkah masuk setelah dirga memiringkan tubuh nya memberi jalan untuk kiara masuk


Kiara masuk ke ruangan yang tidak terlalu lebar tapi juga tidak sempit.


dengan sofa panjang menyambut nya pada saat masuk ke dalam dan lemari setinggi pinggul sebagai pembatas kamar tidur.


Ruangan kamar sekaligus ruang tamu menjadi satu tanpa sekuat dinding sehingga terkesan luas, tidak seperti apartemen milik dirga yang mewah di sini semua nya tampak sederhana.


"duduk dulu ra, aku pakai celana dulu" ujar dirga melenggang pergi tanpa melihat kiara yang saat ini sedang memerah malu karena melihat punggung dirga yang terlihat enak untuk di senderin eh...


" eeeehhhhhh..... Kok aku mesum"


(loh yaya bukan nya baikan dulu ya baru nanti ada adegan mes...


Bletak.... Apa sih thor malu ih)


" kenapa nggak pakai baju sih ga, kebiasaan deh" omel kiara pada saat dirga yang kembali menemui nya hanya dengan memakai celana levis berwarna biru dongker nya.


" enak gini lah dear... Adem" jawab dirga santai ia berjalan menuju handphone nya dan mengganti musik nya menjadi lagu mandarin dari z tao berjudul Promise.


" eh... Lagu ini kamu suka juga ga?" tanya kiara semangat


" iya suka, pas sama perasaan aku sih" balas dirga baper


" eeee... Blussshhh"


Kiara merona mendengar nya,


Ia mengerti arti lagu ini.


Melihat kiara yang merona tampil lah senyum oh bukan senyum tapi seringai dirga yang terlihat mengerikan di mata anak anak.


Ehemmmmm


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisah nya ya


Jangan lupa tinggal kan jejak komentar dan klik jempol nya ya


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2