
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Mansion wijaya
Saat ini dirga dan lainya sedang melihat rekaman cctv yang di dapat dani dari pusat keamanan di mall kota S.
Dani bisa mendapatkan nya dengan mudah karena bos nya memang punya saham di mall kota S tersebut.
" Dari rekaman cctv sayang sekali nggak terlalu jelas gambarnya " ujar dani menjelaskan saat yang lainya melihat dengan mata fokus di layar laptop milik dani.
" Hancurkan segera mall kota S, saya nggak mau tahu. bagaimana bisa mereka tidak memasang cctv tambahan di sudut parkiran apalagi masih ada ruko yang di sewa kan?" ujar diarga murka saat ternyata tebakannya tepat sasaran.
" Kamu tenang dulu ga, kalau kamu gegabah akan membuat pemegang saham lainya salah paham. Apalagi ini menyangkut karyawan di sana " ujar hendri menenangkan dirga yang sedang emosi.
Dirga sedang benar-benar dalam keadaan yang lepas kontrol, sehingga fikiran nya pun ikut terpengaruh.
" sial.. "
" Hn... " gumam dirga tidak bisa berkata apa-apa, ia mencoba tenang agar istri nya cepat ketemu.
" Tapi kita bisa lihat dari cctv di luar gedung mall bos, di situ terlihat lebih jelas gambar nya. Ini baru selesai saya download file yang di kirim tim SS kita " ujar dani bagai angin segar untuk dirga.
" Oke... Cepat putar" perintah dirga tidak sabar
Dan
" an***g.. Piiipp.... Bangke... setan... Piipp" dirga yang lagi lagi kalap saat selesai melihat kelanjutan rekaman cctv langsung tanpa permisi dan masa bodo nggak perduli dengan kakek dan papa nya segera mengeluarkan kata kata kebun warna warni setelah bangkit berdiri dan berjalan agak menjahui keluarga nya yang masih melihat isi rekaman cctv.
Bahkan kakek dan papa serta mertua nya sampai ngelus dada saat mendengar makian dirga yang kosa katanya beragam dan berwarna.
Sedangkan faro, raka dan dani serempak melihat ke arah dirga dengan menepuk dahi nggak habis fikir.
" Anying, dani cepat hubungi perusahaan santoso dan batalin Kerja sama atau buat kesepakatan" ujar dirga segera setelah selesai mengabsen kebun kebun indahnya.
Kembali ke mode dirga yang dingin dan kejam, persis seperti sebelum bertemu dirga.
" Gue mau rekaman cctv sepanjang mobil itu melaju ada saat ini juga, gue nggak mau tahu caranya" lanjut dirga nggak perduli.
" Raka hubungin anggota bawah tanah lu sekarang juga, cari siapa orang yang udah buat anak buah gue pingsan" perintah dirga yang segera raka laksanakan, ia segera pergi memeriksa orang yang pas dengan wajah yang terlihat di cctv.
Jarang ada yang tahu jika sebenarnya raka punya koneksi di dunia bawah tanah, tidak terlalu dekat tapi raka cukup di segani di dunia hitam.
Pekerjaannya sebagai pemegang usaha yang berhubungan dengan dunia gemerlap membuat raka mesti dan harus punya backup kuat selain faro di bagian hukum dan dirga di bagian investasi.
" Gue cabut dulu ga.." ujar raka sebelum meninggal kan mansion wijaya dan meminta izin yang lainnya dan di balas anggukan oleh dirga.
" gimana dani udah di kirim?" tanya dirga ambigu.
" surat pembatalan kontrak sedang di urus dan sudah menghubungi pihak santoso mereka minta rapat darurat bos" balas dani cepat tanggap.
" lalu cctv?" tanya dirga (lagi) masih dengan perkataan singkat dan dingin nya
" Devisi SS kita baru dapat beberapa gedung, masih mencoba" balas dani sedikit takut saat melihat dirga yang siap ngamuk lagi
" Gue bilang cepet kenapa masih lelet, mau di pec..."
" Sabar dirga, kamu jangan emosi" sela fandi cepat, sebelum dirga lagi lagi melampiaskan amarah kepada orang yang tidak bersalah.
Ia baru ini melihat dirga dalam mode seram nya, selama ini dirga selalu menampilkan raut wajah datar untuk lawan bisnis atau raut wajah dengan senyum saat di hadapan anak kesayanganya.
Fandi bisa merasakan dirga sangat marah meski saat ini raut wajah nya tidak ada emosi lagi, tidak seperti beberapa saat lalu.
" Hn..., cepat perintahkan mereka untuk berburu waktu, gue nggak mau ada apa-apa sama kiara. Semakin lama mereka lelet mencari info artinya semakin lama kiara di temukan. Lu tahu apa maksud gue dani.
Gue nggak suka orang lelet" ujar dirga panjang lebar dengan nada dingin nya.
Papa mertuanya apalagi tatapan kakek dan yang lainya yang sedang menatap ke arah nya seperti orang kaget.
Tentu saja kaget, ia di kenal sebagai orang yang diam, tenang dan hanya akan menampilkan raut wajah datar tapi saat ini bahkan ia tidak segan untuk memaki.
" Sudah bos, kita bisa lihat arah melaju nya. Tapi rekamannya berhenti di gedung perbatasan Sepertinya ke arah pinggir perdesaan atau tempat seperti kampung gitu" ujar dani menjelaskan pendapat nya.
" periksa daerah terakhir yang di lalui, terus cari yang punya wilayah.
Pah pinjem laptop buat lacak plat mobil nya dan lokasi terakhir kiara,biar dani urus masalah rapat dadakan." ujar dirga kepada papa nya yang segera di lakukan.
__ADS_1
Dirga menerima laptop milik papa nya dan segera membuka aplikasi di handphone menyambungkan data yang di kirim dani untuknya
" faro catet ini plat nya, terus cari siapa pemilik nya pake lap... Akh sial laptop gue udah remuk" ujar dirga kesal saat ia ingat jika laptop nya sudah jadi remahan elektronik teronggok di dalam kamar nya.
" pake handphone aja bis..."
" Pake laptop papa aja" sela fandi cepat memberikan laptop miliknya kepada faro dan segera menerima dan membuka aplikasi rahasia setelah menelpon koneksi nya agar di izinkan mencari data pemilik plat.
" ketemu, daerah pinggir kota S deket pabrik bekas milik santoso" ujar dirga puas membuat yang ada di sana akhirnya bisa menghela nafas sedikit lega
" ketemu nih ga, atas nama budi santoso. plat nya request istimewa jadi agak susah" ujar faro menambah perasaan lega dari keluarga wijaya dan wicaksono.
" Bos budi santoso sedang menunggu kita di kantor" lapor dani segera saat mendapat pesan dari sekretaris di kantornya.
" Bagus... siap siap dani ,kita berangkat sekarang juga " balas dirga dingin, kemudian sebentar mampir ke kamar nya untuk mengambil coat panjang dengan gambar naga hitam warisan wijaya tanda jika ia adalah pewaris dari perusahaan wijaya yang artinya dirga sudah dalam mode serius nya,
Dan mengambil kunci mobil audi a4 nya.
" Udah siap dan?" tanya dirga singkat dan dani mengangguk tegas
Di ikuti faro dan dani, dirga melangkahkan kaki nya dengan langkah tegap nya menebar hawa menakutkan sehingga 2 kakek dan 2 papa yang melihatnya berdoa semoga dirga nggak keterlaluan saat eksekusi.
" Anak mu luar binasa hen" gumam fandi geleng kepala setelah dirga memasuki dan melanjukan mobil nya tancap gas tanpa perlu repot pemanasan.
" Kiara yang buat dirga berubah, kiara juga yang buat dirga berubah lagi" balas hendri tanpa melihat ke arah fandi yang masih geleng kepala.
"mimpi apa dapet mantu sejenis dirga" batin fandi ngeri campur takjub plus bangga nya
Di pinggiran kota di pedesaan
4 jam berlalu
Kiara baru saja bangun dari pingsan nya dan merasakan sakit di kepala nya.
" awhh... Eh.. Kenapa tangan kaki aku di ikat?" gumam kiara heran saat akan memegang kepala nya ternyata tidak bisa dan melihat kaki dan tangannya di ikat dengan ia duduk di lantai
" pantas saja dingin" batin kiara saat tidak ada alas selembar pun yang membatasi nya dengan lantai kotor tempat ia terduduk.
" sudah bangun heh putri tidur yang akan tidur slama lama nya?" seru seorang perempuan dengan nada datar nya.
Deg...
" fa.. Fay.. Faya...." ujar kiara tergagap saat melihat melihat faya yang sedang tersenyum sinis melihat nya
" kenapa? " beo faya membuat wajah polos kemudian merubah raut wajah nya menjadi datar lagi
" Tentu saja untuk mengirim lu ke dunia sana, cewek kayak lu itu harusnya ma-ti" lanjut faya lalu menyeringai seram
" kam.. Kamu mau apa" seru kiara takut saat melihat faya yang mendekatinya dengan belati terayun kanan dan kiri
" kenapa kok takut gitu? Padahal ini belum sampe loh di kulit mulus lu..." ujar faya dengan nada main mainnya senang saat melihat tergetnya ketakutan.
Tap...tap...tap...
" Bersiap menuju neraka sana sa-yang" lanjut faya dan....
Kantor perusahaan wijaya
Di ruang meeting ada dirga yang memandang datar seorang yang duduk di hadapan yang menampilkan raut wajah gelisah nya.
" Dani... Lu kasih liat rekaman cctv mall" ujar dirga datar yang di segerakan oleh dani yang berada di belakangnya.
" Maaf tuan wijaya, apa maksudnya dengan cctv saya tidak mengerti" seru budi bingung
"...."
" pak budi silahkan di liat, dan tuan wijaya akan menanyakan sesuai rekaman" ujar dani, dengan tangan menyurungkan laptop ke hadapan budi lalu menekan tombol play menampilkan sebuah tindak seperti penculikan dengan orang yang di kenalnya sebagai pelaku.
Deg...
Jantung budi berdetak cepat karena takut, namun masih belum tahu maksudnya dari ia menonton video berdurasi beberapa menit tersebut.
" Jadi.... Kamu kenal siapa yang membawa wanita itu masuk ke mobil?" tanya dirga datar saat budi melihat nya takut
" saya kenal" balas budi pelan dengan kepala mengangguk
" Apa kamu tahu siapa wanita yang di masukan kedalam mobil?" tanya dirga (lagi) dengan tangan mengepal menahan emosi
" tidak" balas budi dengan menggeleng namun ia sedikit mengenali meski tidak jelas, ia berfikir jika sampai wijaya repot mengurusi masalah wanitanya dan seorang wanita yang tidak di kenal berarti wanita yang di maksud dirga adalah seseorang yang astaga ...
Seketika budi melihat ke arah wajah dirga yang sudah merah menahan amarah.
__ADS_1
" Sudah mengerti?" tanya dirga dengan gigi menggeletuk marah saat melihat budi yang menampilkan raut wajah kagetnya
" Tapi saya tidak tahu apa-apa tuan dirga meski saya mengenal perempuan di rekaman itu, saya berani bersumpah atas nam.."
" Dan bukti sudah mengarah kepada anda semua, lihat lagi laporan tempat penyekapan menuju pabrik kosong keluarga santoso" sela dirga menahan emosi.
"....."
" 30 menit, 30 menit lagi anak buah saya akan bersiap untuk ke tempat eksekusi.
Saya harap anda mengerti dengan apa yang saya mau, buat dia mati atau kamu yang mati" lanjut dirga lalu beranjak dari duduk nya dan berlalu meninggalkan budi yang segera sadar dan langsung menghubungi anak buah serta koneksi dunia bawah tanah nya.
" Biar saya yang urus wanita kep***t itu tuan wijaya" ujar budi mengikuti langkah dirga yang tegap dan terburu sehingga ia sendiri harus sedikit berlari saat mengejar dirga yang berjalan tanpa melirik sedikit pun ke arahnya maupun bawahannya yang menyapa.
" hn"
Skip
Dirga di perjalanan menuju pedesaan tempat pabrik kosong milik santoso, Mengendarai audi a4 nya dengan kecepatan yang tidak mampu di tandingi mobil di belakangnya kecuali faro yang tepat berada di belakangnya.
Sesuai yang di katakan dirga, tidak lama dari ia pergi dari kantor, anak buah santoso sudah bersiap di tempat siap di beri instruksi oleh dirga.
" Menurut informasi terakhir faya hanya sendiri ga dan nggak ada penjagaan di lokasi" ujar dani di samping dirga melihat ke arah dirga yang wajahnya sudah melebihi kata angker.
" hn, lalu?"
" Lokasi aman, hanya menunggu perintah eksekusi"
" Tunggu gue dateng" ujar dirga kemudian menambah lagi kecepatan mobil nya hingga dani segera mencengkram pegangan pada atas pintu mobil milik dirga
" maaaakkkk.... Anakmu belum kawin, tapi udah mau menghadap yang kuasa" batin dani menahan rasa takutnya saat dirga tiba-tiba menyalip sebuah truk besar yang ada di depan nya dan hampir menabrak mobil dari arah depan saat sudah menyalip, untung nya dirga segera menekan gas nya hingga lebih dulu sampai di depan truk, sebelum mobil dari arah depan nya melaju ke arah mobil dirga.
Pedesaan pabrik kosong
Faya membawa kiara untuk duduk lalu mengikat ulang kiara yang tidak bisa melawan karena faya menekan belati d punggungnya.
Kiara merasakan punggungnya sebentar lagi tembus dan bolong saat belati itu semakin menekan kedalam.
Setelah duduk, faya kemudian tersenyum jahat sebelum memulai menyayat lengan kiara dengan luka memanjang menimbulkan jeritan yang sangat memilukan di pendengaran siapa pun namun bagi faya adalah lagu terindah.
" AKHH..."
" Terus... Semakin lu berteriak semakin gue senang" bisik faya seram lalu melepas belati nya dari lengan kiara yang sudah membuat luka , seperti nya cukup dalam Karena kulit kiara menampilkan daging dan darah segar yang terus bercucuran
Hiks... Hiks...
" nangis terus sayang... Gue suka tangisan lu" seru faya senang tertawa edan
Faya pun menendang dari kursi berkali kali dari arah belakang, hingga kursi yang di duduki kiara jatuh beserta kiara yang ikut jatuh lalu tertimpah oleh kursi tersebut.
"coba kita lihat wajah cantik lu" ujar faya setelah mengangkat kiara beserta kursi sehingga kini teduduk lagi, kemudian mengangkat wajah kiara dan menampar nya berulang
Plak... Plak..
" Akk.... Akh... Hiks, tolong... Hiks.. Tolong .. ."
" terus aja lu minta tolong" ujar faya senang memegang kedua pipi kiara dengan kuat
" Karena nggak akan ada yang menolong elu hahahaha...." lanjutnya kemudian tertawa senang..
" uughhh....sa.. Sakkit... Perut aku sak... Kit"
Gumam kiara lirih membungkukan tubuh nya karena tangannya tidak mampu menekan perut nya karena sedang di ikat.
Faya melihat ke arah lantai yang tiba-tiba ada noda darah mengalir
" gila ni cewek datang bulan ya" batin faya mengernyit dahi nggak perduli
" coba kita lihat, mana lagi bag...."
BRAKKKK...
Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti kisah selanjutnya...
Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol serta vote dukunganya...
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih