
Monmaap manteman bila typo bertebaran
Happy reading vrohh...
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Keesokanya kiara bangun dengan hati yang gembira dan cerahnya melebihi hari kemarin.
Hatinya sedikit tenang, saat Sang mama memaklumi tindakannya saat ini.
Kiara saat ini membuka Laptopnya untuk memeriksa kiriman E-mail, dari rekan kerjanya.
Ini juga adalah salah satu alasan sang Kakek, mengapa tidak segera mencarinya,sewaktu Ia pergi dari rumah.
Yupp ... sebenarnya mudah bagi keluarganya untuk menemukan dirinya, dengan koneksi di semua jaringan yang beliau miliki. Apalagi bagi Sang Kakek mencari Ia hanyalah masalah sepele, bahkan hanya dalam hitungan jam pasti beliau dengan segera menemukan keberadaanya.
Ini semua terjadi sejak Insiden itu, Kiara sebenarnya memiliki GPS pada sepasang anting yang selalu di pakainya, kegunaan yang menurut sang Kakek tidak Ia ketahui, padahal Kiara sudah tahu kegunaan Anting yang di telinganya.
Maka dari itu anting yang sudah Ia pakai selama lebih dari sepuluh tahun itu, Ia lepas dan simpan di meja rias kamarnya beserta surat yang Ia tulis untuk keluarganya.
Dan juga karena Kiara masih mengerjakan tugas kantornya melalui bawahan dan rekan kerjanya, secara tidak langsung Kakek Bagus mengetahui bahwa Cucunya dalam keadaan baik-baik saja.
"Sebaiknya Aku cepat menyelesaikan ini," gumam Kiara pelan.
Kiara sebenarnya tahu, Sang Kakek bukanlah orang yang Otoriter atau apapun yang yang di kehendakinya harus di lakukan. Tapi entah kenapa Ia merasa, khususnya masalah perjodohan malah menjadikan Sang kakek seperti itu yaitu tidak bisa di bantah.
"Humm!!" gumam Kiara dengan jari-jari menari di keyboard Laptopnya.
Sunyinnya kamar menjadikan ketikkan keyboard adalah satu-satunya yang terdengar di kamar Kiara.
Saat ini Kiara sedang Merevisi dokumen yang sudah di kirim sebelum ia Acc, kebanyakan isinya tentang penyewaan Hall dan acara Outbond, yang jika tidak di atur waktu dan tempatnya dengan benar, maka kekacauan lah yang akan terjadi.
Apapun itu tidak boleh ada jadwal yang terbentur jika tidak Klien akan kecewa, bahkan isi Konten pun harus sempurna jika ingin hasil yang memuaskan.
Kadang Kiara berfikir, jika bekerja di bagian yang sekarang Ia jalanin saja kadang sudah membuatnya pusing, apa lagi kalau menjadi Direktur utama nanti.
"Huft .... Melelahkan," gumam Kiara.
Ada sekitar empat Event besar untuk satu bulan ini dan beberapa acara Wedding yang waktunya hampir berbenturan, pantas saja Rekannya memintanya untuk di Revisi dulu.
"Aihhhh .... Mentang-mentang Aku bilang selalu laporkan masalah, tapi jangan langsung kirim semua kerjaan ke aku lah, Arghh!!" seru Kiara kesal.
__ADS_1
Kiara misuh misuh sendiri saat membaca laporan dari Rekannya, bukannya sudah di kasih tahu ya dari awal kalau Ia ingin menikmati Quality Time dan hanya akan menerima laporan bukan merevisi.
"Huft ... Tenang Kiara, cepat selesai cepat juga bersenang-senang!" seru Kiara semangat.
Rasa tanggung Jawabnya, membuat Ia tidak bisa tutup mata atas masalah yang terjadi di Kantornya,khususnya di bagian Marketing.
"Menyebalkan," dengus Kiara menahan kesal.
Kiara menghubungi Dirga untuk memberi tahukan bahwa mungkin hari ini, Ia akan di kamarnya dulu karena ada urusan penting.
"Sebaiknya Aku hubungi Dirga saja," gumam Kiara lalu menekan tombol panggil pada kontak milik Dirga.
Ia menunggu hingga nada sambung ke tiga dan akhirnya di terima juga.
**Tut! Tut! Tut!
Klik!
"Hn**?"
Kiara mendengus saat hanya mendengar gumam singkat dari orang yang di hubunginya.
"Ga ... Hari ini pass dulu yah, maksud Aku hari ini Aku nggak jalan berkeliling dulu," ujar Kiara menjelaskan.
"Oh baiklah!"
"Oke, sampai jumpa besok!" seru Kiara semangat. Setidaknya Dirga bukan orang yang penasaran dengan kegiatan orang lain.
"Hn,"
Tut!
Panggilan pun berakhir, maka seharian ini setelah menelpon Dirga, kiara hanya duduk di depan laptopnya dan mengerjakan beberapa dokumen yang Ia anggap serius.
"Tidak langsung, tidak melalui telepon selalu seperti itu!" dumel Kiara kesal. Namun jika di perhatikan ada senyum di bibirnya.
Di penginapan Dirga
Setelah berakhirnya panggilan dari Calon istrinya, Dirga menghabiskan pagi harinya dengan berolahraga serta mengerjakan tugas kantornya.
Di saat Ia sedang fokus mengerjakan tugasnya, tiba-tiba terlintas ide cemerlang di otak cerdasnya.
__ADS_1
"Ah ... Benar juga," gumam Dirga senang.
Skip
Seperti yang sudah di rencanakannya, maka di sini lah Ia.
Pukul satu siang mengunjungi Kiara di kamar Inapnya, tepatnya berdiri di depan pintu kamar Kiara .
Karena Kiara hari ini tidak dapat berkeliling, yang otomatis membuatnya tidak bisa menghabiskan waktu dengan Kiara, kenapa tidak Ia saja yang mengunjungi Kiara.
"Makan siang bareng sebagai teman nggak masalah kan?" batin Dirga senang.
Tok! Tok! Tok!
Sedangkan Kiara yang mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya membuat Ia kaget.
"Astaga!!!" pekik Kiara.
"Siapa yang berkunjung, Aku gak pesan sesuatu atau ada seseorang yang di kenal" lanjut Kiara bergumam heran.
Menghentikan aktivitas ketikannya, Kiara berjalan menuju pintu dan mengintip telebih dahulu keluar melalu lubang di pintunya.
Kaget adalah yang Ia rasa ketika wajah Dirga yang terlihat, Ia kira siapa ternyata Dirga lah yang mengunjunginya
"Ada apa ya? " gumam Kiara bertanya.
Karena tidak ingin panasaran lebih lanjut, Kiara pun membuka kan pintu kamarnya dan menanyakan keperluan Dirga.
"Eh ... Dirga ada apa?" tanya Kiara heran,
Sebelum menjawab Dirga tersenyum kecil.
"Tidak ada apa-apa , emang harus ya mau bertemu temen, harus ada masalah dulu?" ujar Dirga bertanya.
Balasan dari Dirga entah mengapa, membuat Kiara menarik bibirnya ke atas sedikit merasa aneh dengan dirinya sendiri.
"Aku kesini sebagai teman loh ... Bukan sebagai Guide Tour!" lanjut Dirga saat tidak ada tanggapan.
"Jadi, mau makan siang bareng Aku?" ajak Dirga to the point.
" Hah? "
__ADS_1