
Maaf bila typo mengganggu saat membaca
Dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Mereka sampai siang hari di kota S,
saat ini mereka masih dalam perjalanan munuju rumah sakit besar kota S dimana Kakek Bagus di rawat.
" Mau makan dulu Dear? " tawar Dirga kepada Kiara yang saat ini duduk dengan gelisah.
" Sepertinya nggak deh ga, Aku mau langsung ketemu Kakek , Mama dan Papa aku" balas Kiara muram
" Oke , tapi sampe sana jangan lupa makan siang yah! " ujar Dirga lembut,sebelah tangan nya Ia gunakan untuk mengusap pelipis Kiara lembut, sedangkan satunya lagi tetap di roda kemudi.
" Iya " jawab Kiara singkat, kemudian tersenyum sambil menikmati usapan Dirga pada pelipisnya.
Kemudian hening lagi, suasana pun menjadi berbeda terasa sunyi karena biasanya Bawel di sampingnya pasti akan sibuk berceloteh, tapi sekarang hanya diam dengan ekspresi sedihnya.
" Kakekmu pasti baik baik saja Ra , aku jamin itu! " ujar Dirga memecahkan keneningan.
Jujur aja Dirga lebih rela telinganya berdenging, karena celotehan Kiara dari pada sunyi sepi seperti hati jomblo di luar sana Ehemmm..
" Jangan sedih ya, sayangku" lanjut Dirga lembut, membuat Kiara mau tidak mau mengembangkan senyum tulusnya.
" Iya ... Makasih banyak ya, Sa .. Say.. Sayang" balas Kiara canggung di akhir kalimatnya dengan muka merona.
Biasanya Ia tidak sadar jika memanggil Dirga dengan sebutan sayang, tapi kali ini Ia sadar dan itu membuat nya gugup serta malu.
Dirga Terkekeh setelah terpaku mendengar panggilan sayang dari Kiara untuknya.
" Khe he... He... imut banget sih, pacar siapa sih ini! " ujar Dirga di sertai tarikan mesra pada pipi kiri nya, membuat Kiara terpekik.
" Ouchhh .... Sakit Gaaa " rengek Kiara
"Sakit yaa... Sorry ya Dear , abis kamu imut banget sih" goda Dirga yang di hadiahi tampolan sayang legendaris Kiara .
" Gombal ih" ujar Kiara setelah manampol lengan Dirga sayang, kemudian melengoskan wajah menghadap kaca jendela mobil di sebelahnya.
"Kangen sama kota ini.... Mama , Papa , Kakek
__ADS_1
Kiara pulang" batin Kiara sedih.
" Bentar lagi sampai kok" ujar Dirga membuat kiara mengalihkan pandangannya ke arah Dirga lagi.
" Iya ... Aku nggak sabar ingin ketemu sama keluarga aku lagi" balas Kiara tersenyum, yang ikut menular ke Dirga , sehingga Dirga pun tersenyum tipis.
" Lu cantik dan baik Ra, sehingga Gue ngerasa kalau Gue nggak perjuangin Lu maka selamanya Gue bakal jadi cowok **** dari yang terbego" batin Dirga, kemudian fokus ke depan, dimana saat ini sudah terlihat pintu masuk dari Rumah sakit elit di kota S.
Sesampainya di depan pintu rumah sakit, Kiara turun namun tidak di ikuti Dirga .
Sebelum turun, Dirga sudah memberitahu jika Ia tidak ikut masuk karena ada keperluan mendadak dan penting, sehingga Kiara pun tidak banyak bertanya.
" Uhh .. Dasar kebiasaan" dumel Kiara pada saat mengingat perbuatan Dirga sebelum menurunkannya tadi.
Beberapa saat sebelum Kiara turun
" Kopernya Aku anter ke rumah kamu aja, nggak apa-apa kan?" tawar Dirga yang di setujui langsung oleh Kiara
" Kalau gitu mana ciuman perpisahannya? " pinta Dirga kurang ajar
" Ehh .. Cium perpisahan? " ujar Kiara kaget
" Iya ... Cium perpisahan, takutnya nanti kamu kangen sama Aku karena beberapa hari ke depan pasti kita akan sulit bertemu" jelas Dirga membuat Kiara malu bercampur sedih
" Kan aku ini orang nya ngangenin" lanjut dirga narsis, membuat Kiara terkekeh lucu
Grep...
Kiara kaget karena Dirga yang tiba-tiba memeluk nya erat.
" Emang Aku bakal kangen banget sama Kamu *love,"
" Bahkan Gue sendiri nggak tahu, bisa tahan atau nggak* " gumam Dirga kemudian lanjutnya dalam hati.
" Aku Juga pasti kangen banget sama kamu Ga " jawab Kiara kemudian balas memeluk tak kalah erat tubuh Dirga.
Dirga tersenyum kemudian melepas pelukan nya dengan tidak ikhlas.
" Oke ... Masuk gih" perintah Dirga pada Kiara setelah membantu melepas seat belt milik Kiara .
" Okay " lalu
cup
__ADS_1
Kiara pun mengecup pipi dirga singkat,
membuat dirga pun syok seketika
" Udah yahh.." ujar kiara Malu hendak membuka pintu, namun berhenti karena tarikan tiba-tiba dari Dirga, kemudian di susul dengan Ciuman lama dan basah dari bibir Dirga di bibirnya.
Yang tentu saja karena Kiara yang tidak siap membuat Kiara memberikan lagi-lagi akses lidah Dirga masuk kedalam rongga mulutnya.
" Enhhh mmhhh..." lenguh Kiara tertahan, yang di telinga Dirga seperti nyanyian merdu.
Butuh waktu sepuluh menit untuk Dirga
menyudahi ciumannya, barulah Dirga melepaskan ciumannya menyisakan sisa sisa slavia yang menjuntai, pada saat lidahnya berpisah dengan lidah milik kiara.
Slurpp...
Dan Dirga pun membersihkan sisa slavia miliknya dan Kiara yang berada di sudut bibir Kiara dengan cara menjilatinya. Membuat Kiara merasakan detak jantungnya bertambah cepat karena malu.
Wajahnya dan wajah Dirga masih berdekatan, dengan mata yang saling memandang. bahkan, hidung mereka saling menempel, dengan nafas yang bisa saling di rasakan saat mereka menghirup dan menghembuskan nafas.
" Take care of you Dear , and i will be miss you so much" bisik Dirga di depan bibir Kiara
Selama perjalanan menuju ruang kakek nya berada, Kiara tidak henti-hentinya menepuk pipinya yang saat ini Ia yakini memerah, agar Ia tetap sadar dari bayang bayang mesum di Mobil tadi.
Kelakuannya membuat setiap pengunjung rumah sakit melihatnya dengan tatapan heran. Membuat kiara malu dengan kelakuan
bodohnya.
" Ih ... Dasar Dirga mesum, ughhh" gumam Kiara kesal dengan tangan yang sedang menekan tombol up pada papan tombol Lift.
Sedang mkan di dalam mobilnya, Dirga yang tadi memasang wajah bahagianya pada saat ingat kejadian menyenangkan dengan Kiara, seketika merubah raut wajah nya menjadi datar mengingat jika Ia kecolongan, saat melihat sebuah mobil Sedan hitam yang mengikutinya dari perbatasan kota S ikut parkir di area Rumah sakit, namun masih dalam jarak aman.
" Fak ... Untung kaca mobil Gue udah Gue desain gelap . Kalau nggak Gue nggak akan rugi juga ngeliatin Lu pemandangan yang bakal bikin lu mati berdiri. Dasar t**k" gumam dirga kesal.
Dirga menekan tombol panggil, menghubungi tangan kanannya untuk menyelidiki mobil sedan yang telah berani mengikutinya secara diam-diam.
" Mau main main sama Gue Lu , butuh seribu tahun lagi buat Lu bisa ngalahin Gue " gumam Dirga di ikuti dengan aura setannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan kemana-mana selalu tunggu up terbaru nya.
Jangan lupa juga tinggalkan jejak komentar dan saran.
__ADS_1
Serta klik jempol
Sampai babai