Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Kencan ( Kejutan )


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Baru saja Dirga ingin mendekati lagi, hendak menendang tubuh keduanya. Suara dengan nada bergetar takut menghentikanya, di susul dengan suara peluit petugas keamanan, yang datang terlambat.


Priiittt ... Priiiittt


" Stop sayang, Aku baik-baik saja. " jerit Kiara, meskipun suaranya bergetar takut. Tapi Ia berhasil, menghentikan tindakan selanjutnya yang akan di lakukan Sang suami.


Ia memandang ngeri kejadian di depannya, bagaimana saat Sang suami memukul keduanya dengan Brutal. Ia baru ini melihat Suaminya dalam mode gahar, meski pernah melihat hasil dari perkelahian dengan kaisar tempo lalu. Tapi melihat dengan mata kepala sendiri, ke agresifan Suaminya dalam menyerang, membuat Ia takut.


Deg


" Kiara" batin Dirga kaget.


Kaki Dirga berhenti di udara, saat mendengar suara teriakan takut dari Sang Istri. Ia menoleh ke arah di mana Kiara berdiri, dengan pandangan takut ke arahnya. Mata berkaca-kaca, dengan kepala menggeleng.



( cast - jinyoung got7 as Dirga Mahesa Wijaya)


Sedangkan Kiara yang melihat Sang Suami sudah berhenti memukuli lelaki asing tersebut , memberanikan diri menghampiri Suaminya. Ia berjalan sedikit cepat, lalu menghambur memeluk Sang Suami di ikuti isakannya.


Dirga belum beraksi, Ia masih berdiri meredakan emosinya. Bahkan pelukan dari Istrinya belum di balasnya, tapi ketika mendengar isakan lirih dari Sang Istri membuatnya tersentak.


Deg


" Shit" batin Dirga menyesal.


Dirga dengan segera, membalas pelukan Kiara dengan pelukan erat. Lalu membawa wajah Sang Istri menghadap ke arahnya dengan kedua tangannya, melihat dengan seksama raut wajah ketakutan Sang Istri, dengan hiasan jejak air mata di pipi gembilnya.


" Sssttt ... Its oke Dear, tidak ada lagi yang akan ganggu kamu, " bisik Dirga lirih, menatap mata Kiara yang berkaca-kaca khawatir.


Kiara balas memegang kedua pipi Sang Suami, dengan tangan mungilnya. Ia membolak-balikan wajah Sang Suami memeriksa dengan seksama setiap sisi wajah Dirga , yang untung saja tidak terluka sedikit pun.


" Syukurlah, kamu tidak apa-apa sayang. Aku takut sekali kalau kamu kenapa-napa, Aku nggak mau sampai kamu terluka sayang," cerca Kiara panik.


Ia medesah lega saat Sang Suami dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan wajahnya tidak tergores sedikit pun, hanya penampilannya saja yang sedikit berantakan.


" Aku nggak apa-apa sayang, apa mereka melakukan sesuatu terhadapmu?" tanya Dirga khawatir, tangannya memeriksa setiap anggota tubuh Sang Istri, yang menggeleng kepala.


" Aku nggak apa-apa sayang, Aku serius," balas Kiara. Meyakinkan Dirga, saat melihat raut wajah tidak percayanya.


Dirga membawa lagi Kiara ke dalam pelukannya, menenggelamkan wajah Sang Istri di dada berbalut kaos putihnya. Mencoba mencari ketenangan untuk dirinya, dengan pelukan erat yang di terimanya.


Di depannya 2 orang petugas ke amanan, sedang memegang 2 lelaki dengan wajah babak belur. Yang mencoba meronta minta di lepaskan, tidak terima saat akan di Seret ke Pos keamanan.


Salah satunya petugas menghampirinya, mengajaknya ke Pos keamanan, untuk melaporkan kejadian. Ia hanya mengangguk, lagian juga Ia tidak khawatir, dengan apa yang akan terjadi kepada dirinya. Baginya Sang Istri selamat, itu lebih dari cukup.


" Hn, kami ke sana." balas Dirga datar , dengan kepala mengangguk singkat.


Mereka berdua mengikuti dari belakang petugas keamanan, yang membawa 2 lelaki tidak beruntung. Ia Berjalan dengan memeluk bahu Istrinya erat, serta membisikan kata penenang.


" Sstt ... Semua akan baik-baik saja, trust me heumm, " bisik Dirga lembut, menuai anggukan kepala dari Kiara.


Mereka akhirnya sampai di Pos keamanan, memberikan kesaksian dari Kiara sebagai korban. Sedangkan Dirga sama sekali tidak menyesal, telah melakukan tindak kekerasan. Mereka berdua meminta maaf kepada Istrinya, namun mereka juga mengajukan banding. Membawa ke meja hijau, dengan tuduhan penganiayaan.


Dirga hanya mengangguk, menerima tantangan dari 1, di antara keduanya yang menampilkan wajah sombong. Saat menyebutkan nama keluarga, yang lumayan berpengaruh di kota S.


" Hn ... kalian persiapkan saja pengacara handal, karena saat sidang nanti. Bukan hanya kalian yang akan hancur, jadi sebelum lebih jauh melangkah sebaiknya kalian fikir, baik buruknya yang akan terjadi. Setelah kalian naik banding dan kalah," ujar Dirga panjang lebar dengan tatapan mengintimidasi. Hawa yang di keluarkan pun berubah, lebih dingin membuat orang di sekitarnya merasa sesak.


Kiara merasakan suasana mencekam, saat Sang Suami mengeluarkan tatapan intimidasi. Ia juga melihat sekitarnya, dimana orang-orang mulai mengeluarkan keringat dingin dengan wajah pucat pasi.


" Ingat, fikirkan ini baik-baik. Seperti yang kamu bilang, bahwa keluarga kamu adalah pemilik saham di sini. Tapi kamu bahkan belum tahu, dengan siapa kamu berhadapan, " ujar Dirga. Nada suaranya dingin, memandang seseorang berwajah sombong, dengan ekspresi wajah tidak kalah sombong milikinya.


Dirga ingin melihat, bagaimana raut wajah sombong di depannya nanti, menangis karena kehilangan segalanya.


Padahal tadi ia sudah menyebut nama keluarganya, tapi orang di depannya sama sekali tidak terkejut. Kalau begitu Ia pastikan saat sidang nanti, Ia akan membuat orang sombong di depannya merasakan apa itu pahitnya kekalahan.


Setelah selesai dengan urusan di Pos keamanan, Ia membawa Kiara ke arah tempat istirahat. Ruangan khusus Owner, dimana Dirga memiliki akses untuk masuk kedalamnya.

__ADS_1


" Maaf yah, seharusnya Aku bisa jaga diri Aku sendiri," gumam Kiara. Ia melihat Sang Suami, dengan pandangan khawatir. Apalagi kejadian hari ini, sampai di bawa ke meja hijau segala.


Dirga hanya tersenyum tipis, lalu menepuk kepala Sang Istri pelan. Kemudian Ia berjalan ke arah Vending Machine, menempelkan E-Money Card di tempat scaning dan menekan Yes pada layar sentuh mesin.


Suara kaleng jatuh terdengar, memenuhi ruangan tempat mereka berada. Tidak ada yang buka suara, sehingga keheningan pun tercipta.


Dirga berbalik ke arah di mana Kiara duduk, berjalan pelan dan duduk di samping Istrinya, yang hanya bisa memandangnya Penasaran.


" Kenapa?" tanya Dirga santai.


" Kok kenapa! " seru Kiara, balik bertanya.


" Huft ... Aku nggak apa-apa sayang, Kamu jangan khawatir. Aku pasti bisa melewati ini, lagian bukti dari kamu sudah cukup." balas Dirga kalem, memberikan senyum semeyakinkan mungkin. Sehingga Sang Istri, hanya bisa menghela nafas pasrah.


" Baiklah, Aku percaya Kamu, yank," ujar Kiara menyerah.


" Nah, minum dulu. Tadinya Aku beliin Kamu Es Krim, tapi keburu Aku buang," ujar Dirga. Menyerahkan minuman kaleng dingin, yang di terima Kiara segera.


Sekitar 20 menit istirahat, Dirga mengajak Sang Istri kembali untuk menikmati wahana lainnya. Meskipun ada sedikit kejadian tidak enak, tapi Dirga ingin membuat hari kencan spesial mereka tetap berkesan.


Kesibukannya di Kantor, membuatnya sedikit lalai memenuhi kewajibannya sebagai Suami dan seorang Daddy.


Bahkan besok Ia juga harus ke luar kota, mengurus perusahaan miliknya di kota lainya.


Ia kemudian melihat ke arah Arloji, di tangan kirinya.


" Jam 5 lewat yah, sebentar lagi sunset," batin Dirga.


" Kuy, lanjut ke wahana lainnya. Tapi Aku sebenarnya, ingin mengajak Kamu naik Bianglala," ujar Dirga. Menuai pekikan senang, dari Istrinya yang langsung melupakan kejadian tadi.


" Bianglala? Benarkah!!!" pekik Kiara senang.


" Iya, Bianglala. Bukan biang bawel seperti kamu, " balas Dirga. Meledek Sang Istri, yang memukul lengannya main-main.


Bugh ...


" Jahad, masa Aku biang bawel sih," ujar Kiara sewot. Ia mendelik galak, ke arah Suaminya yang malah terkekeh.


" Hehe ... Kamu kan emang bawel , bawel kesayangan Aku," seru Dirga santai. Menahan tangan Sang istri, yang Otewe ingin memukulnya lagi.


" Apaan lagi itu, Daddyseh?" batin Dirga kepo.


" Apaan itu Daddyseh, yank," tanya Dirga Penasaran.


" Daddy reseh, beleee," seru Kiara balik meledek. Sehingga keduanya tertawa, melupakan kejadian tidak enak hari ini.


" Dasar, kocheng oyen," ujar Dirga. Mengusak gemas rambut panjang Istrinya, sehingga kini rambut milik Sang Istri berantakan.


" Yah, sayang. Acak-acakan lagi kan, Kamu mau ngerapihin?" pekik Kiara kesal. Tapi kembali tawa, saat merasakan serangan. Berupa kelitikan maut, dari Sang Suami yang saat ini terkekeh senang.


" Rasakan," gumam Dirga tidak perduli.


" Yaank!!!"


" ahahaha ... "


Skip


Akhirnya, setelah menyelesaikan candaan menguras tenaga. Kini pasangan bahagia Kita, sedang mengantre untuk naik ke wahana Bianglala.


Mereka berdua masuk di dalam kotak Bianglala, berdua tanpa ada yang ikut masuk. Dirga meminta dengan khusus, memerintahkan bawahan yang di turuti segera oleh mereka.


Ketika kotak Bianglala, yang di tumpangi Kiara dan Dirga bergerak ke atas, pas sekali momentnya saat menjelang Magrib, membuat suasana dalam kotak Bianglala semakin romantis. Berlatar belakang Matahari terbenam, membuat keduanya hanyut dalam kebahagiaan.



.


" Wah!!! Indah, sekali," gumam Kiara kagum. Saat melihat Sunset, dari dalam Bianglala. Ia memandang berbinar, saat matahari kesukaannya perlahan turun, bergantian tugas dengan penguasa malam.


Dirga tersenyum tipis, saat melihat Istrinya antusias dan bahagia.


Kiara-nya tidak pernah berubah, selalu semangat dengan apa pun, yang menurutnya menarik.


" Katanya, pasangan yang berciuman di dalam Bianglala, saat matahari terbenam. Cinta mereka akan abadi selamanya, serta selalu bahagia," seru Dirga tiba-tiba. Membuat kiara yang sedang melihat ke luar melalui jendela Bianglala, menoleh ke arahnya dengan kening berkerut Penasaran.

__ADS_1


" Benarkah? Kamu bohong," ujar Kiara tidak percaya. Matanya memicing saat tidak melihat, binar bercanda di kedua mata Suaminya


" Serius, mau coba?" balas Dirga cepat. Tersenyum kecil, saat melihat Kiara merona dengan hiasan merah bercampur dengan cahaya Matahari terbenam.


Di penglihatanya saat ini, wajah Kiara terlihat cantik, apalagi ketika Istrinya mengangguk dengan senyum malunya.


Dalam hati Dirga terkekeh, saat melihat tingkah malu tapi mau Istrinya. Tapi tenang saja, suasana mendukung membuatnya enggan, melepas kesempatan romantis saat ini.


Jadi saat mata Sang Istri tertutup, Ia memajukan wajahnya. Menggapai bibir Sang Istri, membawanya dalam ciuman mesra penuh kelembutan tanpa ada nafsu di dalamnya.


Ciuman bermakna di kesekian kalinya, tapi membuat keduanya bahagia.


Di luar, suasana petang mulai berganti gelap. Kemudian, Terdengar suara letusan kembang api , dengan warna meriah. Membuat Kiara, yang sudah terlepas dari bibir Sang Suami, segera melihat ke arah kembang api.



" Ya Tuhan, ini indah sekali sayang. Apa ini termasuk acara Taman Hiburan?" tanya Kiara takjub. Ia menutup mulutnya, memandang ke arah Suaminya yang tersenyum misterius. Membuat dahinya mengernyit bingung, sama sekali tidak curiga.


" Bukannya tadi, Aku bilang mau kasih kamu kejutan?" tanya Dirga santai. Membuat Kiara melotot kaget, saat mengingat perkataan Suaminya beberapa jam lalu.


"Jadi maksud kamu? Ini ..."


" Heum ... Ini kejutan buat kamu sayang, Happy anniversary 2nd meet, love," ujar Dirga, lembut. Menatap dalam, tepat di kedua mata Sang Istri yang berkaca-kaca, terharu saat Sang Suami ingat. Yang sebenarnya Ia sendiri sempat lupa, Ia sangat bahagia dengan kejujutan manis ini.


Pantas saja, Sang Suami mengajaknya berkencan tanpa mengikut sertakan Si Buah Hati. Suaminya sangat menyayangi Gav, tapi ini adalah moment sebelum Anak mereka lahir.


" Ini hari pertama Kita bertemu, saat Kamu hampir menabrak Aku! " ujar Kiara. Yang di balas anggukan kepala, dari Dirga.


" Iya, hari pertama Aku jatuh cinta sama kamu," balas Dirga sedikit tersipu malu.


Kiara terkekeh, merasa senang dengan tingkah malu Suami tampan-nya.


" Aku cinta sama Kamu, sayang. Jangan pernah tinggalin aku yah, selalu jadi daddy dan suami yang siap sedia, untuk Kami, " pinta Kiara tulus. yang tentu saja di angguki kepala segera, oleh Dirga.


" Tentu sayang, kalian segalanya. Bahkan, jika Aku harus kehilangan segalanya Aku rela, asal kalian bahagia," balas Dirga sungguh-sungguh. Menatap yakin mata Kiara, yang segera memeluknya erat.


" Thank you, honey," gumam Kiara lirih.


" Everything for you two, Dear," bisik Dirga tersenyum bahagia.


Kemudian keduanya melihat lagi. Ke arah luar, dimana kembang api masih menghiasi langit malam. Dengan Bintang terang, serta Bulan yang masih mengintip malu.


" fell in love ? yah ... Karena memang Gue lebih dulu jatuh cinta. Bahkan sebelum tahu jika Dia memang jodoh Gue," batin Dirga tersenyum kecil.


Bersambung


Cast



Mark Got7 as Raka Ferdinant ( tengah )


Jackson Got7 as Faro Geovan ( yang pake topi)


Jinyoung Got7 as Dirga Mahesa Wijaya.



Jihyo Twice as Kiara ( kiri )


Sana Twice as Elisa ( Tengah )


Momo Twice as Amira ( Kanan )


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sampai jumpa di kisah selanjutnya....


Jangan lupa komentar dan klik jempolnya yah...


Serta vote dukunganya...


Sampai babai


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2