
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Sebelumnya
" Cari bini dulu sana" sewot faro menampol betis raka yang ada di sebelahnya dengan kuat tanpa perasaan.
" Bangke... Sakit nying. Ngeledek yah? Gue jomblo di suruh cari bini.
Calon pacar aja nggak punya apalagi calon bini , gebleg loh..." ujar raka sewot melihat faro yang hanya ngekek mendengar curahatan nya tentang kejombloan nya yang belum juga berakhir.
Raka tuh teman cewek emang banyak, tapi cuma untuk sekedar bersenang senang aja nggak ada yang serius.
Lagian ia juga kan mau dapet yang baik luar dalem, yoi nggak tuh...
" Apa maksud lu nggak punya calon pacar, terus sepupu gue amira mau di kemanain?" tanya dirga dengan nada dingin menatap raka tajam
" Eehh?" raka seketika jantungan saat melihat ekspresi dirga yang jarang sekali menatap nya tajam namun serius nggak ada bercanda seperti tadi.
" Ee....." faro sendiri hanya bisa syok merasa atmosfer berbeda yang di keluarkan dirga saat ini.
" ada apa ini..? " batin faro cemas, ia melihat antara dirga dan raka bergantian.
" Apa Maksud si songong, jangan bilang dia udah tahu gue sama amira lagi deket " batin raka cemas
Raka bukan cemas atau takut di larang bisa berteman dengan amira sama dirga, tapi lebih takut jika ia menghancurkan persahabatan mereka karena ia dekat dengan amira.
Amira itu adik sepupu paling dekat dengan dirga, ia juga tahu jika dirga paling menyayangi amira di banding sepupu lainya.
Jantung raka deg deg der saat melihat ekspresi datar beserta hawa dingin yang keluar dari tubuh dirga, apa dirga sebenarnya mau ngajak ia gelud yah?
" Masa iya gara gara gue deket sama amira, si dirga mau ngajak gelud sih?" batin raka bertanya
" Gue tanya apa maksudnya nggak punya calon pacar sedangkan lu sendiri lagi coba pendekatan sama amira?" ujar dirga datar mengulangi pertanyaan kepada raka yang hanya melihat ia dengan raut wajah tak terbaca.
" Ini kenapa sih? " tanya faro menengahi, ia tidak mau dua sahabat nya bertengkar apalagi membawa bawa nama amira adek sepupu dirga.
" Ga... Gue bisa jelasin, gue jujur gue emang dekat dengan amira beberapa bulan ini. Tapi sumpah ga gue nggak punya maksud buat jadiin dia mainan gue seperti yang lain, gue udah nganggep amira itu juga sebagai adik gue sendiri" ujar raka, menjelaskan apa yang terjadi antara ia dan amira meski ia sendiri nggak yakin apa benar ia hanya menganggap amira adik ataukah lebih.
" Lu yakin lu cuma nganggep amira adik? Nggak ada perasaan lebih" tanya dirga menatap raka dalam, serius dengan apa yang di katakannya.
Ini masalah menyangkut adik sepupu nya.
dirga tidak ingin amira kenapa napa, menurut cerita yang ia dengar dari istrinya, ia bisa mengambil kesimpulan jika amira ini menyimpan perasaan lebih untuk raka dan setelah ia dengar dari mulut raka sendiri jika dia tidak punya rasa kepada amira dan hanya menganggap adik, bagaimana nanti dengan amira? Amira meski selebor dia gadis baik dan jujur pada apa yang ia rasakan.
Dirga tidak mau amira sakit hati dengan cinta bertepuk sebelah tangan, terlebih itu dengan sahabat nya dan dirga juga tidak mau kehilangan sahabat nya raka hanya karena amira yang tersakiti.
Dirga berdiri di tengah tengah antara raka dan amira, meski dia sudah bilang untuk tidak ikut campur nyatanya jika sudah menyangkut hati amira ia tidak bisa membiarkan itu terjadi.
Jika pun raka tidak menyukai, apa tidak lebih baik untuk menjauh sebelum mereka melangkah jauh.
Cinta itu perasaan rumit, kadang datang di awal atau malah setelah kehilangan baru menyadari.
Bagaimana kalau ternyata raka juga sudah menyukai amira namun terlambat karena raka yakin dan telah mengatakan jika dia tidak menyukai amira.
" Gue..."
" Tunggu... Ini maksudnya apa? Kenapa nama amira di sebut sebut?" tanya faro bingung, ia memandang dirga yang masih menatap tajam raka yang gelisah.
Menurut hipotesis nya pasti ada yang nggak beres antara raka dan amira, sehingga dirga yang terkenal kalem dan slow dengan urusan orang lain bisa sampai mencampuri masalah antara raka dan amira.
" Si bangke ini bilang nggak punya calon pacar, adik sepupu gue di pedekate-in tapi dia bilang nggak punya calon pacar.
Di anggap apa adik sepupu gue ro? Adik? Khe...setahu gue antara cewek sama cowok itu nggak ada kata kakak adek selagi nggak punya ikatan darah " ujar dirga membalas pertanyaan dari faro yang tidak tahu apa-apa dan kelihatan sekali Penasarannya.
" Ga... Maksud gue bukan gitu, oke gue jujur emang gue ada perasaan sama amira.
Tapi gue juga belum yakin karena gue sendiri masih suka main dengan cewek lain.
Gue sama amira itu beda jauh, gue blangsakan sedangkan amira cewek suci.
Dan juga amira itu adek sepupu lu, gue nggak mau nyakitin amira dan berujung persahabatan kita yang berantakan.
__ADS_1
Ga.... Lu tahu gue kalau gue udah sayang sama 1 cewek ya gue bakal sayang sampe akhir sama 1 cewek itu aja.
Gue bingung ga, di satu sisi gue nyaman dengan kedekatan gue sama amira.
Tapi di satu sisi gue takut amira nggak menerima perasaan gue, gue bukan cowok yang tepat buat amira.
Meski gue bilang gue cinta sama dia, apa amira bakal nerima gue? " ujar raka panjang lebar menjelaskan perasaannya yang masih ngambang
" bagus di pancing baru jujur kan lu... Dasar kampret " batin dirga puas
Khe.. Khe.. Khe..
Raka yang sudah menundukan kepala menyesali perasaan terlarangnya pada amira mendongakan kepalanya ke arah dirga yang saat ini malah terkekeh bahagia.
" nie songong kayak nya gila deh.. Gara gara di nistain bocilnya " batin raka bingung
"Lu kenapa lagi ga?" tanya faro heran
" tadi serem banget nah sekarang ngekek, edan nih bapak kayaknya" batin faro kurang ajar
" ahahaha... Anj*** anj***, ngaku juga lu... Kampret, lelaki kok plin plan.
Bilang nya nganggep adek pas kena teken dikit langsung ngaku suka, mana pake ngerendah diri gitu lagi, bangke.. Bangke.." ujar dirga puas dan senang setelah terkekeh.
Raka yang dia kenalnya nggak pake jaim, dan baru ini ia melihat sendiri si kampret yang suka blak blakan kalau ngebacod salah tingkah cuma karena adik sepupu selebor nya.
Jangan salahin dirga dong kalau sedikit mancing kejujuran raka, meskipun kedepannya itu urusan mereka masing-masing tapi seenggaknya amira tidak perlu menunggu hal yang tidak pasti.
" Maksud lu apa bang***?" tanya raka sedikit kesal
" gila gue udah takut dirga ngamuk terus berakhir dengan putus nya tali persahabatan kami, malah dengan santuynya ngekek" batin raka gondok
" Selow kampret.... Gue nggak marah kali lu mau deket sama amira atau nggak, tapi gue cuma mau mastiin aja lu lagi nggak main main sama amira.
Biar bagaimanapun amira tetap adek gue bro...artinya kebahagiaan dia juga tanggung jawab gue.
Soal lu yang blangsakan gue lebih dari tahu, tapi soal perasaan gue nggak bisa mencegah.
Lu sahabat gue, amira adek gue...
Lu berdua sama berarti nya di hidup gue.
Dan juga kita berdua tahu lu itu cowok baik dan bertanggung jawab meskipun kampret nya keluberan, iya nggak ro? " ujar dirga meminta persetujuan faro setelah menjelaskan apa tujuan nya bertanya dan mengeluarkan aura tidak bersahabat.
" Yoi bro... " timbal faro setuju setelah mengerti maksud dari sikap dan perkataan dirga yang emang masuk akal.
Faro salut sama dirga, meskipun sudah tahu bagaimana raka tapi masih memandang nilai lebih dari raka tanpa melihat kebobrokan lainya.
Bukan sebagai sahabat tapi apa yang di bilang dirga untuk raka emang benar, cowok brengsek yang lebih brengsek dari raka banyak kok, tapi nggak ada yang bisa di bandingkan dengan raka di antara barisan cowok brengsek di luar sana.
Raka itu sahabat mereka, selama raka hidup raka baru sekali jatuh cinta dan langsung patah hati, ini adalah hal yang harus mereka syukuri artinya raka sekarang benar-benar membuka hatinya untuk cewek dan kebetulan cewek itu adalah amira adek sepupu dirga.
" bang*** gue mah udah siap siap jadi wasit takut ada adegan gelud nya eh malah ngekek, bangke lu ga" seru faro menghela nafas lega.
" Kenapa nggak gelud aja sih?" lanjut faro bertanya dengan kurang ajar dan selanjutnya yang terjadi adalah adegan 21+ berisi kekerasan yang tidak perlu author jelaskan.
Dan selanjutnya yang terdengar hanya suara seperti..
Buaghhh....
Bruggggg..
Bak... Buk... Bak... Buk..
Krauk...
Gyut.. Gyutt
" anj... Orang baik baik di suruh gelud, mati aja lu" dirga
" bangke... Sini lu aja yang kita keroyok, hajar ga jangan kasih kendor " raka
Dan pekikan dari faro yang minta ampun namun mereka malah terkekeh setelah nya
" bang*** jangan pen**l susu gue woy sakit ".
" oi rambut gueee".
__ADS_1
" akkhhh..... Jangan di gigit, jempol gue ilang"
" ampuuuunnnn.... Emak tolong"
" mampus lu..... Wkkwkkwk"
Rumah elisa dan faro
Kiara dan amira saat ini sedang berkunjung ke rumah elisa dan faro, sekalian menemani elisa yang katanya lagi ngidam mangga.
Kebetulan sekali kiara juga lagi mau makan mangga pake selai blueberry.
Sedang asyik asyik mencolek selai blueberry yang tinggal sisa toplesnya tiba-tiba bulu kaki kiara merinding, seperti ada yang ngomongin dia dari jauh.
" Saaaa... Dari tadi kuping aku panas banget seperti ada yang ngomongin" ujar kiara merinding, melihat elisa yang saat ini sedang asyik menggerogoti buah mangga yang sebenarnya tinggal biji nya saja.
" Aku juga gitu mba kiara, mba elisa.... Kuping aku dari tadi ngedengung... Seperti nya lagi di julid sama mas dirga" sahut amira menimpali perkataan kiara, suudzon dengan abang sepupu yang memang tepat sasaran.
" Kalian juga ngerasa? Kok aku juga" balas elisa menjawab pertanyaan kiara dan amira sekaligus
" Seperti nya emang ada yang lagi nge-julid kita deh mba" ujar amira mengangguk pasti
" ini pasti trio strong nya mba kiara sama mba elisa" lanjut amira nyaplak tanpa di saring.
" masa sih?" batin dua bumil.
Kiara melihat amira yang sudah mencak mencak dengan rencana balas dendamnya untuk suami nya dengan pandangan gagal paham.
" Amira kenapa ya?" batin kiara bingung.
Dan mari kita kembali ke markas jomblo tampan tahun ini, sepertinya mereka sudah selesai saling gelud tanpa khawatir di marahin medusa cantik ratu apartemen dirga yang akan berkibar rambutnya seperi ular medusa kalau melihat mereka saling memaki atau gelud seperti ini.
Bar galaxy kamar raka
Di lantai kamar beralaskan karpet lembut kamar raka ada tiga pria tampan tapi sayang otak nya gesrek plus kampret plus gebleg plus songong plus edan plus..
( semua aja lu sebutin author kampret. Serah gue dong gue yang nulis kok, bleee)
Dirga, raka dan faro tepar dengan keringat dan baju berantakan hasil gelud mereka kali ini, nafas ketiga nya 1 2 ngos ngosan sangking lelah menghadapi lawan satu sama lain.
Tapi jika di perhatikan ada senyum dan kekehan kecil dan berubah jadi kekehan edan setelah ketiganya saling lihat satu sama lain.
" hha.. Hah..khehekeh..udah lama nggak gini yahh, terakhir di apartemen dirga tapi langsung di adili sama kanjeng ratu kiara kepunyaan si songong" seru raka semangat meski dengan ngos ngosan dan terputus putus saat berbicara.
" Bangke banget, gue pengacara tapi nggak bisa ngasih alibi di pengadilan nyonya muda wijaya" sahut faro menimpali perkataan raka yang benar adanya lalu terkekeh saat dirga meninju pelan tanpa tenaga lengan kiri yang ada di sebelah dirga.
" Ratu paling tinggi posisi nya di hati gue, gue mah rela di penjara kalau itu penjara cinta kiara bawel gue" sahut dirga menjawab perkataan raka dan faro membenarkan apa kata mereka berdua.
Meski begitu dirga tahu kok kiara tidak benar-benar menghukum mereka, malah menambah rasa persahabatan mereka bertiga.
Dan ia ingat pada saat mereka di hukum memasak oleh kiara sebenarnya ada kekehan jahil di sela sela kiara yang meninggalkan meraka dengan elisa sewaktu di apartemen kemarin.
" ck... Jadi kangen kan sama bocil apalagi sama emak nya" batin dirga senang
" Jadi ga... Gue bolehkan deketin amira, lu mau kan jadi sepupu ipar gue?" tanya raka setelah ketiganya kembali duduk dan mulai serius karena mereka juga akan membahas pembangunan bar mereka di kota lain.
" Serah lu kampret.... Yang penting jangan sampai amira sedih apabila patah hati.
Sampai terjadi siap siap aja nggak ada yang sisa dari lu" ancam dirga serius, memandang raka dengan hawa arogan yang hanya ia tunjukan di depan lawan nya.
" Never" balas raka yakin tersenyum tipis namun jika perempuan yang melihat bakal histeris.
" Gue pegang omongan lu" seru dirga tegas
" Oke guys... Lebih baik kita mulai rapat kita yang tertunda, gue nggak mau elisa nyariin gue" ujar faro mengakhiri obrolan tentang cinta hari ini
Kemudian memulai rapat rencana pembangunan bar galaxy yang semakin berkembang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti kisah selanjutnya..
Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya...
Serta vote dukunganya yaa...
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih