
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kediamanan Wijaya muda
Saat ini Dirga dan Kiara sedang bersama-sama memandikan Baby Gav, mumpung masih masa cuti liburnya, jadi Ia berfikir untuk menghabiskan waktunya bersama dengan 2 orang kesayanganya.
" Kurang banyak sayang shamponya!" seru Dirga heboh, saat melihat Istrinya hanya menuangkan setetes shampo di telapak tangannya .
" Cuma shampo doang mah kecil urusannya" batin Dirga songong.
( Wah baru mulai sudah ngajak baku hantam, bercanda elah thor )
" Jangan banyak-banyak sayang, sedikit juga sudah berbusa" balas Kiara menggeleng kepala, sambil mengusap pelan kepala Baby Gav yang merem melek, keenakan saat kepalanya di keramas Sang Mommy.
Baby Gav sama sekali tidak terganggu dengan kehebohan Sang Daddy, yang tadi menyerukan suara protes karena shampo yang di tuang Sang Mommy terlalu sedikit. Ia lebih baik menikmati pijatan lembut di kepalanya, dari pada pusing mendengar sang Daddy yang bertanya ini itu kepada Mommy, yang untungnya di jawab dengan sabar oleh Mommynya.
Untung Si kecil Gav belum bisa berbicara, coba saja kalau Si kecil Gav sudah bisa berbicara, mungkin saja Si Gav sendirilah yang akan membalas kehebohan Daddynya.
" Aku yang taburin bedaknya yank" pinta Dirga saat selesai memandikan Gav, dengan sedikit bumbu pertanyaan dan kehebohan.
" Oke sayang." balas Kiara
" Apa dulu yang pertama? Minyak telon atau bedak yank?" tanya Dirga antusias saat melihat Gav sudah mandi dan segar, Baby di letakan di meja khusus untuk memakaikan baju.
" Minyak telon dulu sayang, lalu bedaknya. Hati-hati pas ngusap bedaknya takut serbuk bedaknya kehirup baby! " seru Kiara memperingati, Ia melihat dari samping dengan senyum bahagia saat melihat Suaminya, dengan lembut menuang minyak telon di atas dada Gav yang lagi-lagi merem melek nyaman ketika hangat menyambut kulitnya.
" Ya ampun .. Gemes banget " batin Kiara bahagia, Ia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kamera dengan segera.
Klik
Sebuah Foto yang menampilkan Suaminya sedang mengecupi kedua telepak mungil Babynya terpampang di layar handphonenya.
" Baby seneng banget yah, Daddy yang pakaikan baju hem?" tanya Kiara sambil menyerahkan popok kepada Dirga, yang sudah selesai mengoleskan minyak telon dan badak bayi di seluruh tubuh Gavnya.
" Iya dong, Daddykan tampan sejagad" balas Dirga narsis.
Kiara terkekeh, merasa geli dengan kenarsisan Suaminya yang memang benar apa adanya, Suaminya memang tampan sejagat raya dunia seluruh alam semesta.
" Dasar, lihat Baby. Daddymu narsis banget sih" seru Kiara dengan kekehannya. Ia kemudian mengambil alih sisa pekerjaan Dirga, saat Dirga kesusahan memakaikan baju tanpa lengan bergambar beruang pada saat akan memasukkan tangan Baby Gav.
" Aku masih sedikit canggung, takut tangan Baby patah yank. Hehe ..." ujar Dirga saat melihat Istrinya dengan cekatan memasukan tangan Baby ke lubang baju, tanpa canggung sama sekali.
" Nanti juga terbiasa sayang, pelan-pelan aja yah. Kita sama-sama belajar, Aku juga masih belum terlalu bisa kok." balas Kiara tersenyum lembut saat merasakan pelukan dari arah belakangnya.
" Emh ... Kita belajar sama-sama yah. Kedepannya, kalau aku nggak ada waktu untuk seperti ini lagi, Aku minta maaf yah. " ujar Dirga berbisik lirih, sambil memeluk dari belakang tubuh Kiara, yang saat ini sedang menggendong Gav kecil mereka. Sehingga 2 orang kesayangannya masuk sekaligus di pelukan hangatnya.
" Jadi mau di rumah terus " batin Dirga muram.
" We are here daddy, always waiting at Home" bisik Kiara pengertian.
Kiara tahu cepat atau lambat suaminya akan kembali menjalani rutinitas kantornya, itu artinya waktu kebersamaan mereka juga akan semakin sedikit.
" Lihat Daddy Baby, hebat bangetkan superhero kita?" batin Kiara banga, melihat ke arah Gavnya dengan sorot mata sayang.
" Terima kasih sayang, terima kasih Baby" bisik Dirga mengecup pelipis istri dan Babynya bergantian.
Di ujung pintu ada Anita, yang memperhatikan ketiganya dengan pandangan tak biasa. Niatnya ingin memberitahukan tentang sarapan pagi kepada Tuan dan Nyonyanya, eh malah dapat pemandangan romantis yang seumur hidupnya tidak akan terjadi di kehidupannya.
Tok ... Tok ... Tok ...
Dirga dan Kiara, yang sedang bermesraan bersama Babynya menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka dengan serempak namun beda ekspresi. Kiara yang tersenyum kecil dan Dirga yang menatap datar, saat asisten rumah tangganya memandang mereka dengan wajah tersipu malu.
" Maaf Tuan, maaf Nyonya. Anu , sarapan sudah siap." ujar Anita canggung merasa bersalah, apalagi saat Tuannya menatapnya dengan ekspresi datar.
" Ya ampun, nggak ada ekspresi aja ganteng apalagi tadi lagi senyum" batin Anita.
" Oh oke, nanti Kita turun. Kamu boleh kembali kepekerjaan kamu An" balas Kiara tersenyum kecil.
Setelah Anita meninggalkan mereka, pasangan Suami Istri itu melanjutkan kegiatan tertunda mereka. Bercanda dengan kaki melangkah meninggalkan kamar, menyisakan harum Colonge Baby yang hampir memenuhi sudut kamar. Lalu mereka menuju lantai bawah ke arah ruang makan untuk sarapan yang sudah di siapkan oleh Bi Titin sebagai Koki.
Skip
__ADS_1
Setelah selesai sarapan dengan suasana baru, mereka bertiga melanjutkan acara leha-lehanya. Mereka bersantai ria di ruang tamu, dengan Baby Gav di tidurkan di karpet tebal sehingga Dirga dan Kiara bisa ikut berbaring sambil menemani Babynya yang masih belum bisa apa-apa.
Kiara sesekali menepuk-nepuk dada Gav pelan, saat tiba-tiba Gav tersentak kaget. Tadinya Ia khawatir tapi saat Mamanya bilang ini wajar di alami bayi yang sedang tertidur, maka Ia pun tidak khawatir lagi. Di sampingnya ada Suaminya yang sedang duduk menyandar di sofa dengan laptop di pangkuannya, ingin rasanya Kiara membantu tapi sayang Suaminya tidak mengizinkan. Dirga bilang Ia hanya harus fokus di satu kegiatan, yaitu menjaga buah hati mereka.
Kiara melihatnya dengan sorot mata sayang, Suaminya semakin terlihat tampan saat fokus mengerjakan sesuatu. Suaminya juga selalu mengerjakan sesuatu hingga tuntas, tanpa cela dan sempurna.
" Kenapa sayang? Terpesona yah sama Suami tampanmu ini, hem?" tanya Dirga tanpa melihat ke arah Istrinya yang tersentak kaget.
" Kalau iya kenapa?" balas Kiara menantang. Lihat Suaminya salah tingkah dengan kekehan renyahnya, apalagi wajah tersipunya. Kadang Ia heran padahal mereka sudah menikah dan punya anak, tapi jika di antara mereka berdua saling menggoda kenapa masih saja malu dan tersipu.
" Kalau emang iya, kenapa Suamimu yang tampan ini tidak di beri susu heum?" tanya Dirga dengan tangan sigap menangkap bantal yang di lempar oleh Istrinya, kemudian Ia terkekeh saat mendengar gerutuan dari Bawel kesayanganya.
" Mesum mah mesum aja, nggak usah bawa bawa terpesona, dasar Bapak-bapak mesum, nggak malu ada Anaknya lagi bobok, huh"
Dan tentu saja gerutuan lainnya, membuatnya menghentikan sejenak aktivitas memeriksa laporan untuk menoleh ke arah Istrinya, yang saat ini sedang membelakanginya, Menghadap ke arah Gav yang di letakkan mereka di tengah karpet khusus.
Dirga masih mendengar gerutuan, jadi Ia putuskan untuk melangkahkan kakinya menghampiri Kiara dan ikut berbaring dan memeluk kiara dari belakang.
Grep ... Cup
" Hehe ... Love you Dear" bisik Dirga setelah mencium rambut Kiara, Ia terkekeh saat melihat tingkah menggemaskan Kucing hutannya dulu. Kalau mengingat kejadian masa lalu, Ia merasa aneh pada diri sendiri, Awalnya dari rasa penasaran bisa jadi cinta mati.
" ..."
" Sayang!" panggil Dirga
" ... "
Dirga mengernyit dahinya bingung, saat tidak mendapat jawaban dari ungkapan cintanya. Ia pun membalikan tubuh Kiara menghadap kearahnya, seketika Ia terkekeh lagi saat mengetahui jika Istrinya tertidur hanya dalam hitungan detik.
" Ya Lord ... Kamu pasti capek banget yah sayang?" tanya Dirga tanpa mendapat jawaban, Ia kasihan karena semenjak Babynya lahir jam istirahat Istrinya semakin berkurang. Akibatnya Kiara kadang tidur tanpa ingat tempat dan sering ikut tidur di waktu babynya tertidur.
Dirga mengurai pelukannnya, tidak ingin mengganggu tidur Istrinya. Lalu kembali ke pekerjaannya yang sempat tertunda, dengan kepala kiara di pangkuannya dan laptop Ia letakan di lantai.
Drrt ... Drrt ... Drrt ...
Dirga Merasakan getaran pada handphonenya, Ia pun menolehkan kepalanya untuk melihat nama Si pemanggil.
" Si kampret, kenapa?" tanya Dirga Penasaran saat melihat nama Raka tertera di layar handphonenya.
Klik
" Kita pada mau ke sana, Lu nggak kemana-manakan?"
Sebelum menjawab pertanyaan Raka, Dirga lebih dulu melihat Istrinya yang terbangun dari tidur ayamnya, saat mendengar Baby Gav menangis kecil.
" Iya, nggak kemana-mana kok!" balas Dirga setelah jeda sebentar.
" Oke, kita lagi di jalan. Kalian mau di bawain apa? "
" Nanti Gue tanya Kiara dulu"
" Yoi"
" Sayang, anak-anak mau pada kesini. Kamu mau di bawain apa?" tanya Dirga kepada kiara yang sedang menyusui Babynya.
" Red velvet, hehe ..." balas Kiara senang, Ia sudah lama tidak merasakan makanan manis itu. Karena pada saat kehamilannya, Ia malah menyukai keripik kentang kesukaan Suaminya.
" oke "
" Oy mpret, Kiara bilang mau Red velvet. Bisa nggak?" lanjut Dirga bertanya kepada Raka yang membalas cepat.
" Oke, ada lagi?"
" Nggak ada"
" Oke gue tutup"
" Hn"
Tut
" Raka dan yang lainnya mau pada main kesini yank?" tanya Kiara setelah Suaminya menutup panggilan dari Raka.
" Iya, kamu masih ngantuk?" tanya Dirga khawatir.
" Nggak kok sayang, tadi udah cukup meremnya" balas Kiara tersenyum kecil.
__ADS_1
Dirga mengangguk dan membereskan pekerjaannya, sebelum biang rusuh dateng mengganggu.
.
.
.
Sekitar 20 menit kemudian, sahabatnya datang membawa pesanan Kiara. Tapi ada satu orang ganjil yang terlihat di mata Dirga saat ini.
" Lu bawa-bawa Biang masalah buat apa bro?" tanya Dirga songong, saat Sahabatnya memasuki ruang tamu sedangkan para Lady segera menghampiri Kiara yang terpekik senang.
" Biang masalah?" tanya mereka kompak, dengan dahi mengernyit gagal paham. Bahkan orang yang di omongin juga belum paham, siapa gerangan orang yang sedang di bicarakan.
" Tuh Si Bang- kai " balas Dirga dengan raut watadosnya.
Yang di omongin seketika pasang wajah cuek, nggak ngaruh sama ledekan Si songong yang nggak pernah bosen cari gara-gara dengannya . Lebih baik Ia menemui anaknya dan Kiara, daripada meladeni Dirga dalam mode songong setiap melihatnya.
" Eh ... Bangke Gue di cuekin" sewot Dirga saat Kaisar lewat begitu saja.
" Masih sensitif aja lu Bro" seru Raka geli sendiri, saat melihat sahabatnya Strongnya masih menganggap Kai rivalnya.
" Demen aja gangguinnya, coba deh sekali-kali kalian gangguin" balas Dirga cuek menuai kekehan dari Raka dan Faro yang melihat saja tanpa ikutan bertanya.
" Gue denger kampret"
" Nah apa kata Gue, lucu kan? Itu baru permulaan belum yang lainnya" ujar Dirga dengan kekehannya, saat melihat Fania mencoba menahan Kai yang ancang-ancang ngelempar Ia menggunakan bantal Sofa.
" Haha ... Tapi Gue baru tahu, Si Fania deket sama kai. Bagaimana ceritanya?" tanya Raka, sebagai orang yang pernah dekat dengan Fania.
" Waktu di rumah sakit, pas jenguk Baby, kebetulan Fania juga hari itu jenguk Baby. Selanjutnya yah kalian bisa lihat sendiri " ujar Dirga menjelaskan apa yang Ia tahu. Raka dan Faro mengangguk kepala mengerti saat mendengar penjelasan Dirga yang singkat, yang bahkan sebenarnya bukan penjelasan.
" Apaan ketemu di Rumah sakit terus udah, gitu aja? " batin Raka ngeyelnya kumat.
" Pada ngomongin Gue ya?" tanya Kai tiba-tiba dengan pedenya , setelah puas melihat Baby Gav copyan dari Dirga. Nggak ada yang di buang sama sekali, mulai dari mata dan bibir semua mirip bapaknya.
" Untung aja emaknya cewek yang Gue sayang" batin Kai kurang ajar.
" Emang, nggak suka? Pergi aja Lu ke Bulan kalau nggak suka" balas Dirga Songong seperti biasa. Menuai kekehan dari kedua sahabatnya sedangkan Kai sendiri mendengus kesal.
Mereka pun larut dalam obrolan, seputar perusahaan dan melipir ke pembahasan lainya, yang terkadang membuat mereka terkekeh bersama.
" Parah Lu Bangke, ngidam makan Apel sih biasa aja. Tapi apel bekas di makan codot bagaimana makannya, ada-ada aja Lu kampret" seru Dirga nggak habis fikir saat mendengar curhatan tentang Si selebor yang ngidam makan Apel , tapi masalahnya Dia mau Apelnya di petik dari pohonya langsung dan yang ada bekas gigitan kalelawar. Kan luar biasa tuh ibu-ibu hamil?
" Sepupu lu tuh ngong, tapi masih mending lu lah Ka. Nah gue, Elisa awal ngidam minta Gue kasih makan bintang." Seru Faro menganggap apa yang di alaminya lebih sadis dari pada Raka, baginya makan buah sisa kalong nggak seberapa.
" Dih, Lu takut kasih makan Binatang Ro? " tanya Raka meledek.
" Lu nggak tahu aja Binatang apa " balas Faro mendengus merasa di remehkan.
" Emangnya apa?" tanya Dirga Penasaran.
" Monyet" balas Faro singkat menuai jawaban 'Hah ' serempak dari orang yang mendengarnya
" Apa yang salah dari memberi makan monyet?" batin Mereka kompak.
" Lu takut sama Monyet Ro?" tanya Raka hampir meledek Faro kalau tidak mendengar jawaban lanjutan dari Faro yang bergumam lirih ,sehingga ledekannya berubah menjadi tawa ngekek.
" Monyet sepenangkaran, udahnya di suruh cium satu-satu lagi. Gila bekasnya masih kerasa sampe seminggu "
" Hahaha ... Parah banget sumpah, gila nggak tanggung-tanggung mintanya, berarti lebih parah Lu pada yah, hahaha ... "
Ketiganya tertawa saat membahas ke sialan fase ngidam Istri mereka berdua. Dirga kira hanya Ia suami yang mengalami kesialan dalam fase menuruti keinginan masa istri hamil, tahu-tahunya sahabatnya lebih parah.
Di antara kekehan edan di antara 4 laki-laki Stres, Ada satu orang jomblo yang merana. Ia Penasaran dengan apa yang di alami ketiga bapak di depannya, Ia juga ingin punya Istri tapi masih kebayang sama masa lalu. Dan itu di sadari oleh Dirga yang kadar kepekaanya kebablasan, Dirga melihat Kai dengan pandangan bertanya sekaligus curiga.
" Jadi Kai, lu kesini sama Fania kan? Lu niat emang ke sini karena di ajakin Fania atau karena kesempatan bisa bertemu istri Gue melalui Fania?"
" Eh"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti kisah selanjutnya...
Sempatkan tulis komentar ya
Jangan lupa klik jempol dan vote dukungan yaaa....
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih